Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Organ Putriku Untuk Putra Pelakor

Organ Putriku Untuk Putra Pelakor

Seorang dokter yang dikenal mulia tega mengabaikan korban kecelakaan kritis demi menemani anak dari cinta pertamanya. Demi mendapatkan donor jantung bagi anak tersebut, ia bahkan sengaja menukar obat agar sang pasien meninggal perlahan. Tanpa disadari, gadis kecil dengan wajah rusak yang ia korbankan adalah putri kandungnya sendiri. Kebenaran mengerikan ini mulai terungkap saat ia menghubungi keluarga korban untuk meminta donor organ, dan ponsel istrinya tiba-tiba berdering di ruangan yang sama.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat tersadar, aku langsung melompat ke arah Ruby dan menjerit dengan penuh kemarahan, ingin mencabik-cabik dirinya.

Kenapa dia tega? Bagaimana dia bisa berniat menyakiti Coco, putriku tercinta?

Namun, setiap pukulan yang kuayunkan hanya menembus tubuhnya dengan sia-sia. Aku menatap Samuel, dalam hati memohon dengan segenap jiwa.

'Jangan lakukan ini, kumohon. Aku tahu kamu mencintainya. Aku akan melepaskanmu, kita bisa cerai! Aku nggak butuh apa-apa lagi. Aku hanya ingin Coco tetap hidup!'

'Kamu pernah bilang bahwa dokter itu harus berkorban, harus berbakti, harus memiliki misi untuk menyelamatkan nyawa! Kamu nggak bisa mengkhianati sumpahmu!'

Doaku tidak sampai padanya.

Dalam pandangan putus asa, aku melihatnya mengangguk perlahan kepada Ruby dengan wajah pucat. "Aku akan membantumu."

Di saat Samuel menyetujuinya, aku melihat Max yang berbaring dengan mata terpejam, membuka matanya dan bertukar pandang penuh kemenangan dengan Ruby. Tak peduli seberapa hancurnya hatiku, Samuel tetap berjalan menuju kamar putriku.

Dalam hati, aku menangis tanpa suara sambil berpegang pada secercah harapan terakhir. Semoga dia mengenali putrinya.

Meskipun dia tidak lagi mencintaiku, tidak peduli dengan pernikahan kami, dan telah mengkhianati sumpahnya. Namun, dia pasti akan peduli pada nyawa putrinya, 'kan?

Coco mengenakan gaun tidur kelinci kecil, pakaian terakhir yang dibelikan Samuel untuknya setahun lalu. Anak-anak tumbuh besar dengan cepat. Gaun itu kini agak pendek. Namun, Coco sangat menyukai gaun itu dan enggan menggantinya.

Sejak Ruby dan Max muncul, pasangan ibu dan anak itu telah menarik seluruh perhatian Samuel. Sejak saat itu, dia tidak pernah lagi membelikan baju untuk Coco. Gaun tidur ini adalah harta berharga bagi putriku. Setiap kali selesai dicuci dan kering, dia akan memakainya lagi.

Jantungku berdebar kencang, berharap dia akan mengenali pakaian itu.

Namun, Samuel hanya melangkah mendekat ke tempat tidur dan melirik gaun tidur putriku yang kotor dan berlumuran darah. Matanya menunjukkan sedikit rasa jijik sebelum dia mengangkat tangannya dan melempar pakaian itu ke tempat sampah.

"Pakaiannya sudah seusang ini, keluarganya nggak kepikiran untuk menggantinya? Apa gunanya jadi orang tua?" Dia mengerutkan kening dan meminta perawat yang menemaninya untuk keluar dengan alasan dia ingin memeriksa pasien sendirian.

'Jangan keluar! Tetap di sini!' teriakku dalam hati.

Aku mengulurkan tangan dan berusaha mencengkeram lengan baju perawat itu, tetapi semuanya hanya berakhir sia-sia. Ketika pintu tertutup, jantungku langsung bergetar.

Aku hanya bisa menyaksikan Samuel mendekati ranjang putriku, lalu mencabut botol infus dari gantungan di sisi tempat tidur. Dia mengeluarkan botol infus lain, lalu merobek labelnya dan menunduk memandang putriku.

Saat itu, seolah-olah memiliki kontak batin, Coco membuka matanya. Di antara perban yang ternoda darah, matanya tiba-tiba berbinar. Aku tahu, dia melihat ayahnya.

Tangan Samuel sempat gemetaran, tapi dia segera menenangkan dirinya kembali. Dia menatap Coco dengan sedikit rasa tidak tega di matanya.

Namun pada akhirnya, dia hanya berkata dengan pelan, "Jangan salahkan aku."

Rasanya seolah-olah ada yang mencekik leherku, membuat dadaku terasa sesak. Dia tidak mengenali putrinya! Tidak mengenali darah dagingnya sendiri!

Coco yang tidak menyadari apa-apa, mengira ayahnya sudah memaafkannya. Matanya tersenyum bahagia dan bibirnya bergerak perlahan. Aku bisa membaca gerakan bibirnya.

Dia berkata, "Papa adalah pahlawan besar. Papa datang untuk menyelamatkanku."

Dalam pandangan penuh harapan dan kebahagiaan dari putriku, Samuel tidak menunjukkan sedikit pun keraguan. Dia mengangkat tangannya dan mengganti botol infus itu. Aku berteriak dalam keheningan dan perasaan sedih menembus jiwaku.

Untuk memastikan tidak ada yang menyadari perubahan pada obatnya, Samuel tetap berada di kamar dan menunggu dalam diam.

Cairan dingin itu mengalir perlahan-lahan melalui selang infus ke dalam tubuh putriku dan membuatnya menggigil kesakitan. Namun, Samuel hanya menatapnya dengan dingin, menunggu hingga dia berhenti bernapas.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B32523" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B32523
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Bisa Tumbuh Lagi
7.8
Tepat sebelum pernikahan, penglihatan wanita ini pulih setelah sebelumnya buta demi menyelamatkan Doni. Namun, kebahagiaan itu sirna saat ia menyaksikan tunangannya bermesraan dengan adik sepupunya sendiri di ruang tamu. Sadar telah dikhianati selama setengah tahun terakhir, ia menyembunyikan fakta bahwa matanya telah sembuh. Dengan tekad bulat, ia menghubungi ibunya untuk membatalkan pernikahan dengan Doni dan memilih menikahi pria vegetatif dari Keluarga Barata yang kaya raya.
Sampul Novel Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
9.6
Nicholas Lauther terkejut saat baru menjabat CEO Nexon Games, karena Billi dan Emma menjodohkannya dengan Amora Georgina. Amora, gadis 19 tahun dari keluarga sederhana, baru saja pindah ke kota untuk mengelola restoran steak milik Mark dan Anna. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, Nicholas dan Amora terpaksa bersandiwara demi orang tua mereka. Sambil berpura-pura patuh, keduanya diam-diam menyusun rencana matang untuk membatalkan ikatan perjodohan tersebut.
Sampul Novel Gadis Penghibur Tuan CEO
8.5
Ajeng Kirei Aswari dijual ayahnya ke tempat prostitusi saat berusia 18 tahun. Selama sepuluh tahun, ia menjalin hubungan dengan Reynold Bill Timur, CEO sukses yang menjadi tumpuan hidupnya. Namun, keluarga Bill menentang status Ajeng dan menjodohkan Bill dengan wanita sederajat. Tak mampu menolak, Bill tetap membawa Ajeng ke dalam skandal di tengah pernikahannya. Mampukah Ajeng bertahan bersama Bill meski harus menyakiti perasaan wanita lain yang tak bersalah?
Sampul Novel Lebih Baik Kita Berpisah
8.6
Ranti memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya meski masih mencintai sang suami. Alasan utamanya bukanlah orang ketiga, melainkan penolakan keras dari keluarga mertua yang tak pernah menghargai pengorbanannya. Meski ia telah bekerja keras demi kesejahteraan mereka, Ranti justru dituduh melakukan guna-guna. Saat terpuruk, keluarga suaminya pun tak pernah peduli. Kini, ia harus mempertimbangkan apakah meninggalkan ayah dari enam anaknya adalah jalan terbaik.
Sampul Novel Menantu Yang Tak Diinginkan
8.3
Anara Alfhatunnisa Zayba terpaksa menjalani pernikahan pahit dengan pria mapan yang justru meninggalkannya sendirian di malam pertama demi alasan pekerjaan. Harapan akan kebahagiaan sirna saat ia harus menghadapi mertua yang cerewet serta saudara ipar yang egois. Ditambah lagi, dugaan perselingkuhan sang suami semakin memperkeruh suasana. Merasa frustrasi dengan perlakuan keluarga barunya, Anara akhirnya bertekad kuat untuk mengubah arah hidupnya.
Sampul Novel Mencintai dia
8.6
Dalam mencari pasangan hidup, ketampanan atau kecantikan fisik bukanlah segalanya. Kisah ini mengingatkan kita bahwa paras menawan tidak menjamin kebahagiaan masa depan keluarga. Seorang pria harus menyadari bahwa anak-anaknya kelak tidak sekadar butuh ibu yang elok dipandang, namun sosok pendidik yang bijak. Fokus utama dalam hubungan ini adalah menemukan wanita yang mampu membimbing generasi penerus dengan nilai moral dan kasih sayang yang tulus.