Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel One Night To Forever

One Night To Forever

Bagi Raymond, malam panas di Bali tak lebih dari sekadar hiburan singkat. Namun bagi Sherly, momen itu mengubah segalanya saat ia hamil tanpa tahu siapa ayah bayinya. Diusir keluarga dan berjuang sendirian, Sherly bangkit demi masa depan sang anak. Tiga tahun berlalu, ia berhasil masuk ke perusahaan besar untuk membuktikan kemandiriannya. Tak disangka, CEO tempatnya bekerja adalah Raymond. Akankah Sherly menuntut pertanggungjawaban darinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tiga tahun kemudian.

Praangg… Brukkk… Setelah bunyi benda yang jatuh, terdengar juga suara tangisan seorang anak kecil. Sherly yang sedang memasak ikan di dapur langsung menuju kamar untuk memastikan keadaan anaknya.

“Bryan! No…!” Ia berteriak begitu melihat anaknya sedang merangkak menuju pecahan gelas di lantai. Bergegas Sherly mengangkat tubuh anak berumur dua tahun itu. Tampaknya Bryan terjatuh dari kasur dan menyenggol gelas yang ada di sebelah tempat tidur itu. Untunglah kasur itu tidak terlalu tinggi.

“Mana yang sakit, Sayang?” Sherly maniup-niup kepala dan lengan Bryan, berusaha menenangkan. “Astaga!” Sherly teringat masakannya di dapur. Dengan Bryan dalam gendongannya, Sherly pun kembali berlari kecil ke dapur.

“Aishh! Gosong!” dengus Sherly, lantas mematikan kompor.

Kriiingg… Ponselnya berdering. Sherly pun mengangkat telepon dari Bianka. “Ya, Bi?”

“Gue mau ke tempat lho nih. Mau dibawain apa?” tanya Bianka.

“Lo bawa badan dulu deh. Gue butuh lo banget nih buat jagain Bryan. Dari tadi masakan gue belum kelar juga, Bi. Mana si Bryan susah banget disuruh tidur lagi,” balas Sherly.

“Hahaha.” Bianka justru menertawakan nasib sahabatnya itu. “Oke. Oke. Gue langsung berangkat, ya.”

Begitu panggilan tersebut berakhir, Sherly langsung membawa Bryan duduk di sofa kecil yang ada di rumah itu. Ibu muda itu tampak menghela dan menghembuskan napas berkali-kali. Sudah maghrib tapi ia baru makan roti dan susu dari tadi pagi. Bryan yang berada dalam pangkuannya tampak memainkan rambut ibunya itu. Sherly tampak sudah pasrah hingga beberapa menit berselang ia pun mendengar suara ketukan pintu.

“Huft! Syukurlah Bianka datang,” gumam Sherly lantas membukakan pintu. Tapi saat pintu dibukakan, ternyata yang berada di hadapannya bukanlah Bianka, melainkan Sheina, kakaknya. “Kak Sheina…,” lirih Sherly.

“Hai, Dek! Boleh masuk?” balas Sheina. Mereka berdua tampak canggung karena sudah lama tidak bertemu.

Sherly pun membukakan pintu untuk kakaknya itu. Sheina memerhatikan tempat tinggal adiknya, rumah yang kecil dengan peralatan yang seadanya, belum lagi barang-barang yang berceceran di lantai, ditambah bau badan Sherly yang masih nempel dengan bumbu dapur. Sheina meneguk ludah, merasa prihatin dengan keadaan adiknya itu.

Sheina mengalihkan pandangan pada balita kecil di pangkuan Sherly. “Keponakan Kakak lucu sekali,” ucapnya.

“Ini bukan keponakan Kakak, ini anak aku,” tandas Sherly.

Sheina meneguk ludahnya sendiri. “Dek, kamu masih marah ya sama Kakak?”

“Langsung to the point aja deh, Kak. Tujuan Kak Sheina ke sini tuh apa? Kalau cuman buat basa-basi doang atau malah ngeledek, kayaknya aku nggak punya waktu buat ngeladenin.”

“Kakak ke sini buat jemput kamu, Dek,” ucap Sheina.

Sherly spontan menyunggingkan senyum sinisnya. Selama tiga tahun, tidak seorang pun keluarganya yang datang menjenguk ke sana. Sherly melewati masa-masa sulitnya seorang diri. Dan kini Sheina datang untuk mengajaknya pulang ke rumah. Ke mana mereka selama ini?

“Dek, Kakak sudah menikah dua tahun yang lalu,” ucap Sheina lagi. Sherly masih menatap sinis pada kakaknya itu. Ia memang tahu pernikahan sang kakak dari sosial media, tapi tidak seorang pun yang mengabarinya soal itu.

“Tapi pernikahan Kakak tidak berjalan baik, Dek. Kakak divonis tidak bisa hamil oleh dokter. Kakak dan suami sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkan anak, tapi hasilnya nihil,” lanjut Sheina.

Sherly mengerutkan dahinya, masih belum bisa menerka pembicaraan sang kakak akan mengarah ke mana.

“Kalau kamu mau, Kakak berniat untuk mengadopsi anakmu. Biar kamu bisa melanjutkan cita-cita kamu lagi. Nanti Kakak juga akan bantu bicara ke Mama dan Papa. Kamu bisa kembali ke rumah seolah-olah kamu baru pulang dari luar negeri. Soal foto wisudamu di sana bisa diatur, Dek,” terang Sheina menyampaikan maksudnya.

Sherly melongo mendengar penuturan sang kakak. Beberapa detik berselang, ia mengurai tawa sinis. “Apa? Kakak mau meminta anakku?” Sherly menggelengkan kepalanya. “Ke mana Kakak di saat aku sedang kesusahan, Kak? Ke mana Kakak waktu aku hamil besar dan butuh seseorang untuk menemani aku? Kakak, Mama, dan Papa, tidak seorang pun dari kalian yang memperdulikan aku. Bahkan Kakak bisa saja melangsungkan acara pernikahan Kakak nan megah itu tanpa aku. Dan sekarang, Kakak mau meminta anakku? Jangan harap aku mau memberikannya pada Kakak! Juga tidak akan aku berikan pada siapapun!” bentak Sherly mengeluarkan apa yang disimpanny seorang diri selama ini.

“Jangan salah paham dulu, Dek. Kakak sama sekali tidak bermaksud jahat. Kakak hanya ingin membantu kamu dan anakmu agar kalian berdua kembali punya masa depan dan kehidupan yang layak.”

“Oh, jadi sekarang Kakak juga mengatakan hidupku dan anakku tidak layak? Tidak punya masa depan?” Sherly semakin tersinggung dengan kalimat kakaknya itu.

“Ya, lihatlah diri kamu sekarang, Dek! Tolonglah turunkan egomu sedikit saja! Jangan keras kepala! Ini juga buat kebaikan kamu dan anakmu!”

“Kakak yang egois!” bentak Sherly. “Sekarang juga Kakak ke luar dari rumahku sebelum kulempar wajah mulus Kakak itu dengan panci gosong!” teriaknya.

Sheina pun menghela napas. “Baik, Kakak akan pergi, tapi tolong kamu pertimbangkan saran Kakak yang tadi,” ucap Sheina, lantas ke luar dari rumah adiknya itu.

Sherly kembali menyandarkan punggungnya di sofa usang itu. Dadanya naik turun karena menahan emosi. Matanya juga terasa perih, tapi ia tidak menangis. Sherly merasa ia tidak boleh membuang air mata untuk keluarga yang tidak mempedulikannya itu.

Tidak lama berselang, Bianka datang dan heran melihat wajah Sherly yang masam. “Lo kenapa, Sher?” tanya Bianka.

Sherly menatap Bianka. “Mulai besok, gue akan cari pekerjaan,” ucapnya.

“Hah?” Bianka mengerutkan dahi. “Bukannya sekarang lo udah punya pekerjaan, ya?” tanya Bianka lagi. Semenjak hamil, Sherly memang menjadi penulis lepas agar punya penghasilan, dan menurut Bianka itu cukup untuk biaya hidup Sherly dan anaknya, lagipula bisa juga dilakukan tanpa harus meninggalkan Bryan.

“Gue mau punya pekerjaan yang layak,” tegas Sherly.

“Lo lagi butuh uang banget, ya? Butuh berapa, Sher? Gue bisa kok minjamin ke lo.”

“Gue mau buktiin ke keluarga gue kalau gue masih bisa ngasih kehidupan dan masa depan yang layak buat Bryan, tanpa belas kasihan dari mereka!”

“Lo kesambet apaan, sih? Apa yang terjadi, Sherly?” tanya Bianka yang masih bingung melihat sikap sahabatnya itu.

Sherly memindahkan Bryan ke pangkuan Bianka. Ia memasuki kamarnya untuk mengambil sesuatu dan kembali lagi dengan membawa sebuah map. “Lo lihat, ini adalah ijazah dan sertifikat perhargaan yang gue terima selama sekolah. Dengan semua prestasi ini, gue yakin bisa dapat pekerjaan yang bagus. Lo juga yakin kan, Bi?”

“Iya, gue yakin lo bisa dapat pekerjaan bagus. Tapi, kalau lo kerja, entar Bryan siapa yang ngurus, Sherly? Lo kan tahu gue juga nggak bisa ngejaga Bryan dua puluh empat jam,” terang Bianka.

“Gue akan nitipin Bryan ke penitipan anak selama gue kerja,” jawab Sherly. Tekadnya tampak sudah bulat.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FUQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FUQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asal kalian puas
9.3
Dalam kegelapan, seorang asisten rumah tangga terjebak dalam situasi mencekam saat Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mulai menjamah tubuhnya secara bergantian. Di tengah perlakuan liar yang membangkitkan gairah sekaligus rasa takut, sang majikan bernama Pak Arga justru merencanakan siasat jahat. Merasa tak puas dengan istrinya, ia berniat membawa pembantunya pergi ke tempat jauh untuk memuaskan nafsu pribadinya tanpa kecurigaan siapa pun. Akankah ia berhasil?
Sampul Novel Cinta Melawan Syarat
9.4
Demi kesembuhan sang ayah, Helena terpaksa menggantikan saudara tirinya menikahi pewaris kota yang tuli. Namun, malam pertama mereka justru diawali peringatan dingin bahwa pernikahan ini hanyalah bisnis. Helena harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sulit ditebak. Meski banyak yang meramal kehancurannya, sang suami justru menjadi pelindung utama. Saat kontrak usai dan Helena bersiap pergi, pria itu memohon sambil menangis agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Cinta yang Telah Kandas
7.8
Setelah lima tahun pernikahan yang hancur, Fira harus menghadapi kenyataan pahit. Demi melindungi anak dari wanita simpanannya, Lucia, Nathan tega memaksa Fira menggugurkan kandungannya. Tak cukup sampai di situ, Nathan bersekongkol dengan dewan direksi untuk melengserkan Fira dari jabatan wakil direktur. Di tengah kesombongan Nathan yang ingin menggantikannya dengan Lucia, Fira tidak tinggal diam. Dengan penuh keberanian, Fira membalikkan keadaan dan memaksa Lucia mengungkap sekutu aslinya.
Sampul Novel Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
9.7
Tiga tahun Kesha menderita dalam pernikahan beracun dengan Juan hingga sebuah pengkhianatan keji dari adiknya menjadi titik balik. Setelah dijebak, Kesha memilih pergi dan meninggalkan surat cerai. Tahun-tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok sukses yang memukau. Juan yang terpaku melihat kemiripan Kesha dengan cinta barunya mulai menyadari bahwa ia hanya menjadikan Kesha pengganti. Dalam keputusasaan, Juan mengejarnya demi jawaban atas luka masa lalu mereka.
Sampul Novel Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya
8.8
Delis sangat mencintai Kelven hingga berhasil menjadi istrinya. Namun, kebahagiaan saat ingin mengabarkan kehamilannya hancur ketika Kelven pulang bersama wanita lain yang merebut segalanya. Setelah berulang kali tersakiti, Delis membulatkan tekad untuk menyodorkan surat cerai lalu pergi menjauh. Kelven yang kehilangan tidak menyangka mantan istrinya akan lenyap tanpa jejak, membuatnya frustrasi dan mencari Delis ke berbagai belahan dunia bagai orang gila.
Sampul Novel Pengkhianatannya Membangkitkan Kekuatan Sejatinya
8.9
Lima tahun aku menjadi sosok anonim 'Aura' demi kesuksesan Revan. Namun, saat menyusulnya, aku memergoki dia bermesraan dengan asistennya, Kyra. Alih-alih merasa bersalah, Revan justru menyalahkan aku atas kelalaian Kyra dan mengusirku di depan para eksekutif. Pria itu lupa siapa yang membangun kariernya. Saat kehancuran melanda, CTO kami muncul dan membongkar identitas asliku sebagai pemilik perusahaan yang sesungguhnya di hadapan Revan yang terkejut.