Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel One Night To Forever

One Night To Forever

Bagi Raymond, malam panas di Bali tak lebih dari sekadar hiburan singkat. Namun bagi Sherly, momen itu mengubah segalanya saat ia hamil tanpa tahu siapa ayah bayinya. Diusir keluarga dan berjuang sendirian, Sherly bangkit demi masa depan sang anak. Tiga tahun berlalu, ia berhasil masuk ke perusahaan besar untuk membuktikan kemandiriannya. Tak disangka, CEO tempatnya bekerja adalah Raymond. Akankah Sherly menuntut pertanggungjawaban darinya?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Happy New Year…!” Sherly mengangkat gelasnya tinggi-tinggi, yang disusul oleh teman-temannya hingga gelas-gelas itu beradu dan membunyikan dentingan kecil.

“Cheeerrrsss…!” Sorak mereka sebelum menenggak minuman beralkohol itu secara bersamaan.

“Sher…! Gue ke sana sebentar, ya…!” ujar Bianka pada Sherly. Suara dentuman musik yang keras mengharuskan mereka bicara sambil teriak.

“Hah?”

“Gue mau ke sana se-ben-tar…!” ulang Bianka sambil mengeja setiap kalimatnya agar lebih mudah dimengerti oleh Sherly.

“Oh, oke!” Sherly mengacungkan jempolnya lantas kembali masuk ke kerumunan, ikut berjingkrakkan dengan orang-orang yang sedang menikmati pesta tahu baru di pinggir pantai Bali itu.

Namanya Sherly Agatha Siregar, keturunan campuran Medan-Jawa yang menetap di Jakarta. Umurnya 22 tahun, ia baru saja menyelesaikan sidang komprehensif untuk gelar sarjananya. Untuk merayakan keberhasilan itu, Sherly merayakannya di Bali bersama Bianka dan beberapa teman di kampusnya, kebetulan momennya bertepatan dengan tahun baru.

“Minumannya mau gue tambahin?” ujar seorang pria bercelana pendek yang tiba-tiba datang dari balik punggung Sherly.

“Hah? Apa? Sorry, gue nggak dengar…!” balas Sherly.

Pria itu memberi kode dengan mengangkat botol minuman yang ia bawa.

“Oh, boleh.” Sherly menyodorkan gelasnya kemudian mengucapkan terima kasih setelah diisi oleh pria itu.

“Cheers…!” Pria itu meneguk minuman dari botol yang digenggamnya, sementara Sherly menyesap gelasnya kembali. Sejenak Sherly memerhatikan wajah pria itu, ia tidak mengenali, tapi mungkin pria itu salah seorang dari rombongan mereka. Sherly memang terkenal cuek di kampus sehingga tidak terlalu mengenal banyak orang. Bahkan nama presiden mahasiswa di kampusnya saja ia tidak tahu.

“Mau dansa, nggak?” ujar pria itu lagi setengah berteriak.

“Hah?”

Karena Sherly tidak mendengar dengan jelas, pria itu pun berinisiatif membisikkannya di telinga Sherly. “Would you like to dance together?”

Tiba-tiba darah Sherly berdesir, bagian telinga belakang ternyata adalah salah satu bagian sensitive di tubuhnya. Tapi Sherly yang belum mengerti dengan hal itu justru tersenyum mengikuti pertumbuhan hormon di tubuhnya. “Let’s do it!” Sherly melingkarkan tangannya di leher pria itu.

Alunan musik berubah romantis, orang-orang yang tadi berjingkrakkan mulai mencari pasangan untuk melakukan tarian ringan ke kiri dan kanan. Sherly menatap patner dansanya itu. “Tampan,” desisnya sambil menggigit sudut bibirnya sendiri.

“What?” Pria itu menaikkan alisnya, meminta Sherly mengulangi ucapannya karena tidak jelas di pendengarannya.

Sherly tersenyum kecil. “Gue Sherly. Nama lo siapa?” tanya Sherly.

Pria itu justru mengurai tawa kecil. “Pernah dengar tentang one night stand, nggak?”

“One night stand?”

“Ya, sebuah romansa satu malam. Ciptakan satu malam yang indah, dengan orang yang indah, di tempat yang indah. Hanya untuk malam ini, hanya di tempat ini. Setelah itu, lupakan. Kamu mau?”

Sherly mengerutkan dahinya, tapi ucapan laki-laki itu yang lembut ditambah tatapannya yang hangat cukup membius Sherly. Tawaran kencan satu malam itu terdengar menantang sekaligus menarik baginya. “Let me try,” gumam Sherly dengan senyuman khasnya.

Pria itu balas tersenyum dan semakin merapatkan rangkulannya di pinggang Sherly. “Kamu cantik sekali malam ini,” bisik pria itu lagi, bisikan yang membuat Sherly candu.

“You look so handsome too,” balas Sherly, dengan berbisik juga di telinga lelaki itu. Aksi bisik berbisik itu ternyata terus berlanjut sepanjang tarian kecil yang mereka lakukan.

Tiba-tiba kembang api melayang ke angkasa, menciptakan kerlipan cahaya yang indah. Saat Sherly sedang memandangi pertunjukan kembang api, lelaki itu justru menempelkan bibirnya di leher Sherly. Tubuh Sherly spontan bereaksi, ia tersentak, tapi beberapa detik berselang seolah menginginkannya lagi. Sherly menggigit sudut bibirnya, menahan sesuatu yang bergejolak dalam tubuhnya, yang masih belum ia mengerti.

Tapi laki-laki itu tampak sangat mengerti. Ia menarik lengan Sherly memasuki villa tepi pantai itu, villa tempat Sherly dan teman-temannya menginap. Sherly terkejut melihat orang berpasang-pasangan memenuhi sudut villa itu, mereka saling berpagutan. Tapi si laki-laki seolah tidak memberi Sherly waktu untuk mengamati pemandangan itu lebih lama, ia menarik lengan Sherly dengan lembut memasuki sebuah kamar.

Pria itu mendorong tubuh Sherly pelan hingga terduduk di atas tempat tidur. “Grape or banana, kamu suka yang mana?” tanya pria itu sambil menanggalkan kancing kemeja putihnya.

“Maybe … ba-ba-“ Tiba-tiba mata Sherly melotot melihat apa yang tersaji di hadapannya, belum sempat berteriak, bibirnya sudah dibungkam oleh sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Just do it, Baby!” bisik pria itu lagi dengan suaranya yang terdengar semakin berat.

***

“Sher… Sherly!”

Sherly terbangun setelah pipinya ditepuk berkali-kali oleh Bianka. Saat terbangun, Sherly langsung terkejut saat melihat tubuh polosnya yang hanya dibaluti selimut. “Aaaa…!”

“Woi, Sher! Are you okay?” tanya Bianka yang tampak khawatir.

Sherly langsung mengusap dahinya sambil mengingat apa yang ia lakukan tadi malam. Wajah pria itu masih melekat di ingatannya, seperti pangeran dalam mimpi, tapi jika melihat kondisinya pagi itu, sepertinya yang dialaminya tadi malam bukan mimpi. “Sepertinya gue nggak okay,” desis Sherly.

“Gue juga mikir gitu,” ucap Bianka. “Gue nyariin lo kemana-mana semalam, tau-taunya lo malah di sini.”

Sherly masih bengong.

“Lo ceroboh banget tahu, nggak. Lo tidur di kamar Inez, untung aja si Inez nggak tidur di sini semalam. Lo habis ngelakuin apa semalam, Sher?” Bianka terus menginterogasi sambil mengedarkan pandangannya ke seisi kamar yang berantakan. “Kayaknya pertanyaan gue salah, deh,” desis Bianka begitu melihat pakaian Sherly berserakan di lantai. “Lo habis tidur sama siapa, Sher?”

“Gue … Gue nggak tahu,” desis Sherly yang merasa masih berada di ambang batas kesadaran.

“Kok bisa nggak tahu, sih, Sher? Sama Riko, ya? Atau Abi?”

“Bukan,” jawab Sherly. Ia tahu pasti laki-laki yang bersamanya tadi malam bukanlah salah satu dari nama yang disebutkan oleh Bianka barusan.

“Trus, siapa?”

Sherly kembali mengusap dahinya. “Asli gue nggak tahu, Bi.”

“Kok bisa, sih? Trus kalau terjadi sesuatu setelah ini lo mau minta pertanggung-jawaban ke siapa?”

Napas Sherly tercekat begitu mendengar kalimat Bianka. Ia sama sekali tidak terpikirkan tentang sebuah pertanggungjawaban. Ia hanya teringat sebaris kalimat pria itu tadi malam. Sherly menghela napas dalam-dalam lantas menghembuskannya secara perlahan. “Bi, lo pernah dengar soal one night stand, nggak?”

Bianka mengerutkan dahinya. “Hubungan satu malam?”

“Nah, itu.” Sherly menjentikkan jarinya. “Hanya satu malam, yang artinya setelah ini dan ke depannya kita nggak perlu ngebahas soal itu lagi. Okay?”

“Hah?” Bianka melongo, selama empat tahun mengenal Sherly, menurutnya Sherly adalah temannya yang paling polos. Bahkan untuk liburan ke Bali saja, Sherly harus menyiapkan seribu satu alasan ke orang tuanya. Terang saja Bianka melongo begitu mendengar Sherly bicara soal ‘one night stand’, seolah sudah sangat paham dengan istilah itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asal kalian puas
9.3
Dalam kegelapan, seorang asisten rumah tangga terjebak dalam situasi mencekam saat Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mulai menjamah tubuhnya secara bergantian. Di tengah perlakuan liar yang membangkitkan gairah sekaligus rasa takut, sang majikan bernama Pak Arga justru merencanakan siasat jahat. Merasa tak puas dengan istrinya, ia berniat membawa pembantunya pergi ke tempat jauh untuk memuaskan nafsu pribadinya tanpa kecurigaan siapa pun. Akankah ia berhasil?
Sampul Novel Cinta Melawan Syarat
9.4
Demi kesembuhan sang ayah, Helena terpaksa menggantikan saudara tirinya menikahi pewaris kota yang tuli. Namun, malam pertama mereka justru diawali peringatan dingin bahwa pernikahan ini hanyalah bisnis. Helena harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sulit ditebak. Meski banyak yang meramal kehancurannya, sang suami justru menjadi pelindung utama. Saat kontrak usai dan Helena bersiap pergi, pria itu memohon sambil menangis agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Cinta yang Telah Kandas
7.8
Setelah lima tahun pernikahan yang hancur, Fira harus menghadapi kenyataan pahit. Demi melindungi anak dari wanita simpanannya, Lucia, Nathan tega memaksa Fira menggugurkan kandungannya. Tak cukup sampai di situ, Nathan bersekongkol dengan dewan direksi untuk melengserkan Fira dari jabatan wakil direktur. Di tengah kesombongan Nathan yang ingin menggantikannya dengan Lucia, Fira tidak tinggal diam. Dengan penuh keberanian, Fira membalikkan keadaan dan memaksa Lucia mengungkap sekutu aslinya.
Sampul Novel Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
9.7
Tiga tahun Kesha menderita dalam pernikahan beracun dengan Juan hingga sebuah pengkhianatan keji dari adiknya menjadi titik balik. Setelah dijebak, Kesha memilih pergi dan meninggalkan surat cerai. Tahun-tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok sukses yang memukau. Juan yang terpaku melihat kemiripan Kesha dengan cinta barunya mulai menyadari bahwa ia hanya menjadikan Kesha pengganti. Dalam keputusasaan, Juan mengejarnya demi jawaban atas luka masa lalu mereka.
Sampul Novel Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya
8.8
Delis sangat mencintai Kelven hingga berhasil menjadi istrinya. Namun, kebahagiaan saat ingin mengabarkan kehamilannya hancur ketika Kelven pulang bersama wanita lain yang merebut segalanya. Setelah berulang kali tersakiti, Delis membulatkan tekad untuk menyodorkan surat cerai lalu pergi menjauh. Kelven yang kehilangan tidak menyangka mantan istrinya akan lenyap tanpa jejak, membuatnya frustrasi dan mencari Delis ke berbagai belahan dunia bagai orang gila.
Sampul Novel Pengkhianatannya Membangkitkan Kekuatan Sejatinya
8.9
Lima tahun aku menjadi sosok anonim 'Aura' demi kesuksesan Revan. Namun, saat menyusulnya, aku memergoki dia bermesraan dengan asistennya, Kyra. Alih-alih merasa bersalah, Revan justru menyalahkan aku atas kelalaian Kyra dan mengusirku di depan para eksekutif. Pria itu lupa siapa yang membangun kariernya. Saat kehancuran melanda, CTO kami muncul dan membongkar identitas asliku sebagai pemilik perusahaan yang sesungguhnya di hadapan Revan yang terkejut.