Sampul Novel Om, I Love You!!

Om, I Love You!!

7.9 / 10.0
Brisya, gadis yatim piatu dari Panti Asuhan, terjebak dalam dilema asmara antara dua pria. Haris adalah pria dewasa pengidap omrophobia yang kembali dari Mesir setelah lima belas tahun lamanya. Sosoknya yang matang membuat Brisya jatuh hati meski terpaut usia jauh. Di sisi lain, ada Aji, sahabat masa sekolah yang sangat setia dan rela melakukan apa pun demi kebahagiaannya. Siapakah yang akan dipilih Brisya dalam persimpangan cinta segitiga yang rumit ini?

Om, I Love You!! Bab 1

2 Januari 2008.

Langit masih saja menumpahkan seluruh isinya. Hujan, angin dan petir yang tak berhenti sejak sore. Jalanan sepi, basah oleh air hujan yang menggenang dibeberapa bagian yang berlubang..

Sebuah mobil berhenti tepat disebuah bangunan bertingkat. Seseorang membuka pintu mobil belakang, melebarkan payungnya dan turun. Usai memastikan sekelilingnya sepi, ia mengulurkan tangan pada seseorang di dalam mobil.

Lama tangannya terulur sebelum kemudian sebuah tangan kecil meraihnya, mendekat dan turun juga dari mobil.

"Tunggu di sini, ya! Mami akan kembali," ucap wanita itu sambil tetap memayungi gadis kecil tadi.

Gadis kecil itu mengangguk, wanita paruh baya tadi  melepas genggamannya dan memberikan payungnya pada gadis itu. Buru-buru ia masuk kembali kedalam mobil. Meninggalkan gadis mungil berjaket biru itu sendiri di tengah hujan yang masih turun deras.

Ia tak paham mengapa ditinggalkan ditempat ini, yang ia tahu sekarang ia merasa dingin. Sepatunya basah oleh cipratan air hujan. Sekelilingnya gelap, ia menoleh pada rumah di belakangnya yang terang oleh temaram lampu.

Ia masih menunggu..

Meski tak paham sudah berapa lama ia berdiri dipinggir jalan itu. Bersama dengan hujan dan petir yang tak membuatnya takut sedikitpun. Ia menoleh lagi pada rumah di belakangnya. Sepertinya hangat berada di dalam sana, dan ia mulai mengantuk. Kembali ia menatap jalanan yang masih sepi, maminya tak kunjung datang.

"Hallo..sedang apa hujan-hujanan di sini?? Di mana orang tuamu??"

Gadis itu tersentak, ia menoleh. Seorang perempuan setengah tua sudah berdiri dibelakangnya dengan membawa payung besar. Ia tak menjawab.

"Siapa namamu?" lanjut wanita itu halus, gadis itu diam tak menjawab.

Seorang perempuan datang lagi, yang ini lebih tua. Ia menatap gadis itu iba.

"Mau ibu buatkan coklat hangat didalam??" ucap perempuan yang baru datang itu pelan, berjongkok dan menepuk bahu gadis itu lembut.

Gadis itu mengangguk, ia tersenyum. Sudah lama ia berdiri dipinggir jalan, kakinya lelah. Tangannya dingin membeku. Ia ingin coklat. Tangan perempuan itu terlulur untuk menggandeng tangan mungil yang kedinginan itu. Perlahan mereka semua masuk, diiringi suara petir yang bergemuruh dan hujan yang tak kunjung berhenti. 

Sementara di seberang jalan tak jauh dari sana, mobil SUV hitam yang tadinya menurunkan gadis kecil itu mulai melaju perlahan. Seorang wanita yang berada di dalam mobil menangis meraung-raung, sementara sang supir terus melajukan mobilnya tanpa berhenti lagi.   

    "Panti Asuhan Pelita Kasih"

Seorang wanita paruh baya mendekap syalnya lebih erat. Ibu Rahmi, kepala panti asuhan yang sudah 15 tahun membuka panti asuhan yatim piatu. Dihadapannya berdiri seorang wanita yang menjadi tangan kanannya, Ibu Shila, demikian anak-anak panti asuhan itu memanggilnya.

Ibu Rahmi berusia 40 tahun, ia mengabdikan hidupnya di panti asuhan yang ia dirikan sejak masih muda. Ibu Rahmi pernah menikah, namun suami dan anaknya meninggal karena kecelakaan. Sejak ia hidup sendiri, ia mulai mengasuh beberapa anak terlantar yang hidup dijalanan untuk mengusir sepi dan rindu pada suami dan anaknya.

Ibu Shila, berusia 35 tahun. Ia bekerja pada ibu Rahmi sejak awal mula panti asuhan dibuka. Ibu Shila tak pernah menikah, ia mengabdikan hidupnya untuk panti asuhan dan anak anak terlantar yang ia sayangi sepenuh hati.

"Apa anak itu sudah bangun?" tanya bu Rahmi memecah sunyi.

Bu Shila menggeleng, ia menunduk sedih. "Baru kali ini ada anak menyedihkan seperti dia, selama 15 tahun di sini, baru dia yang dibuang disaat usianya sedang lucu-lucunya," sahut bu Shila pelan.

Ibu Rahmi kembali merapatkan syalnya, hatinya sakit bila mengingat kejadian semalam. Gadis mungil itu sangat cantik, pakaiannya bagus, tapi mengapa ia dibuang??

"Kita tunggu dia bangun, nanti kita coba tanya mengapa dia ada di jalanan."

"Ibuk, anak itu kabur!!" Teriak sebuah suara dari luar ruangan.

Bu Rahmi dan Bu Shila tersentak. Buru-buru mereka berhambur keluar. Benar saja, gadis itu tengah berlari membuka pintu. Bu Rahmi dan bu Shila mengejar di belakangnya. Cepat sekali gadis itu berlari dan berhenti tepat di pinggir jalan. Ia berdiri disana. Tak lagi berlari.

Bu Rahmi dan bu Shila berhenti di belakangnya sambil mengatur nafas mereka yang kembang kempis di usia yang tak lagi muda. Mereka berdua saling bertatapan, memandang gadis itu sedih. Bu Shila mendekat, berjongkok di sebelah gadis itu.

"Siapa nama kamu?" tanyanya halus.

Gadis itu menoleh, tapi tak menjawab. Ia membuang muka lagi dan mengawasi jalanan yang ramai mobil lalu lalang. Berharap mobil yang ia kenal datang dan menjemputnya.

"Kamu sedang menunggu siapa? Ayah??" lanjut bu Shila, gadis itu menggeleng.

"Mamamu?"

Gadis itu menolehi bu Shila, matanya berkaca-kaca. Mulutnya terkatup rapat.

Bu Rahmi mendekat, ia mengelus pundak gadis mungil itu. Mencoba menenangkannya.

"Tidak apa-apa, nanti mamamu pasti datang menjemput, kita tunggu di dalam saja, yuk!" ucap bu Rahmi halus.

Gadis itu menolehi bu Shila dan bu Rahmi bergantian. Lalu menunduk sedih, air matanya menetes.

 "Mami..." desisnya lirih.

Ia rindu maminya. Wanita yang meninggalkannya sendirian di tempat asing ini.

"Hallo, Bu Rahmi, Bu Shila!" sapa sebuah suara, mereka semua menoleh.

Seorang anak laki-laki berdiri dibelakang mereka.

"Hay, Haris, mau berangkat sekolah??" sapa bu Rahmi ramah.

Anak laki-laki bernama Haris itu mengangguk dan tersenyum. "Iya, ini hari pertama masuk sekolah usai libur semester kemarin," sahutnya riang.

Haris menolehi gadis kecil di belakang bu Rahmi dan bu Shila yang berdiri mematung.

"Siapa itu? Anak baru??" tanya Haris tersenyum manis pada gadis mungil itu.

"Ahhh iya, tapi entahlah, semalam seseorang meninggalkannya di sini," sahut bu Rahmi sopan.

Haris mendekat, berdiri di depan gadis itu. Ia lantas merogoh saku jaketnya dan memberikan sebungkus permen.

"Hay, siapa namamu??" tanyanya ramah.

Gadis kecil itu meraih permen yang Haris ulurkan, lalu berbalik memandang jalanan lagi. Haris mengawasinya iba.  

"Haris, c'mon!! Kamu sudah telat!" teriak sebuah suara dikejauhan.

"Iya, Ayah!!" sahut Haris sambil melambaikan tangan pada ayahnya yang sudah bersiap masuk ke dalam mobil.

"Bu Rahmi, Bu Shila, sampai nanti!" pamit Haris sopan, berlalu pelan dan melambai pada gadis kecil yang mengawasinya dikejauhan.

"Yuk, masuk, yuk! Ibu bikinin coklat panas di dalam, yuk." Bu Rahmi mulai merayu, gadis itu menolehinya lalu menurut. Ia suka coklat panas.             

Seminggu berlalu.

Setiap pagi dan sore gadis mungil itu selalu berdiri di pinggir jalan di depan panti asuhan. Ia masih menunggu maminya datang menjemput.

"Hay, Brisya!" sapa sebuah suara.

Gadis itu menoleh, namanya memang Brisya. Bu Rahmi dan bu Shila mengetahui namanya dari bordiran nama di jaket yang ia pakai saat pertama kali ditemukan. Ia juga memakai kalung berliontin huruf B. Hal itu membuat mereka semakin yakin nama gadis itu adalah Brisya.

"Sedang menunggu lagi?" lanjut Haris yang sudah berdiri di sampingnya.

Brisya kecil tak menjawab. Ia tidak sekalipun membuka mulut sejak tiba di panti. Haris perlahan duduk di samping Brisya.

"Kamu mau permen?" tawar Haris sambil mengulurkan sebungkus permen.

Brisya mengawasi Haris dan mengambil permen itu ragu.

“Ambil saja, kamu suka permen coklat, kan?" lanjut Haris riang.

Brisya diam tak menjawab, ia memungut permen di tangan Haris cepat dan berbalik.

"Kamu suka bermain apa? Aku temani, yuk!" tawar Haris lagi. Brisya meliriknya.

"Besok sepulang sekolah aku belikan boneka barbie, ya! Kamu suka barbie?"

Brisya mengawasinya cepat, ia punya banyak boneka barbie di rumah.

"Baiklah, besok aku belikan, ya.  Tapi setelah itu kamu harus janji jangan berdiri sendirian lagi di sini, bermain saja di dalam dengan yang lain, oke?" linta Haris meminta persetujuan.

Brisya diam tak menjawab, ia ingin pulang. Ia hanya tahu bahwa maminya akan datang menjemput, entah kapan.

"Aku ingin sekali punya adik perempuan, beruntung ada kamu, jadi aku nggak kesepian lagi dirumah!” cetus Haris pelan.

Brisya mengawasinya lalu melirik rumah besar disamping panti asuhan tempatnya berdiri.

"Iya, itu rumahku, tapi hanya ada aku dan ayah dirumah, sepi. Harusnya kamu senang di panti banyak teman," ucap Haris saat melihat Brisya melirik rumahnya. Ruko yang ia tempati berdua dengan ayahnya.

"Kamu sudah makan??" tanya Haris pelan, Brisya menggeleng.

"Eh, akhirnya kamu merespon!" pekik Haris senang.

"Aku temani makan di panti, yuk, Bu Rahmi pasti masak enak hari ini," lanjut Haris menarik tangan Brisya cepat, dan entah mengapa Brisya si gadis mungil itu menurut. Ia mengikuti Haris masuk ke dalam panti. Berbaur dengan anak anak lain yang asyik bermain.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Om, I Love You!!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan