Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Om Bule Menjadi Kekasihku

Om Bule Menjadi Kekasihku

Ela, karyawan swasta, menikmati liburan 12 hari di Luzern dan bertemu Ali, pengusaha properti asal Libanon. Kedekatan mereka memicu skandal saat paparazzi menuduh Ela sebagai orang ketiga dalam hubungan Ali dengan artis Nihan. Di luar dugaan, Ali justru mengakui Ela sebagai kekasihnya saat konferensi pers. Meski Ela ragu karena perbedaan negara, Ali membuktikan keseriusannya dengan menyusul ke Jakarta demi memperjuangkan cinta mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bab 1

"Pak, saya ingin liburan".

Ini sudah kesekian kalinya Ela, mengajukan cuti kepada atasannya. Ela menatap sang atasan yang sengaja tidak menggubris ucapannya, beliau masih sibuk dengan berkas laporan bulanan yang di ditekuninya.

"Pak tolong dong, tanda tangani form cuti saya" ucap Ela.

"Pak, saya juga butuh liburan" dengus Ela.

Jangan harap mempunyai atasan yang tampan, tubuh keren, dan wangi. Semua itu hanya ada di novel romance dan film drama. Atasannya tidak lebih dari bertubuh gemuk, pendek dan sama sekali tidak wangi. Oke, kita lupakan atasan yang gemuk itu. Akhirnya sang atasan menyimpan berkas laporan itu di atas meja begitu saja, mendengar secara jelas ucapan Ela, yang sudah hampir 4 tahun bekerja sebagai sekretarisnya. Ia memandang Ela, sekretaris yang selalu mengerjakan pekerjaanya dengan baik dan dapat di andalkan. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan jika tidak ada Ela di kantor.

"Kamu ingin liburan kemana sih La?".

"Ke Luzern pak".

"Luzern? Luzern yang di Swiss itu" tanyanya lagi.

"Iya pak".

"Luzern itu jauh La, kenapa mesti liburan jauh-jauh begitu sih La. Saya yakin Lombok dan Bali jauh lebih indah dari pada Luzern".

Ela menarik nafas, ia menatap atasannya, "saya ingin liburan yang jauh pak, pokoknya naik pesawat yang belasan jam. Agar bapak tidak mengganggu acara liburan saya. Saya sudah kapok, liburan dekat-dekat lagi, bapak pasti akan menggangu liburan saya, seperti liburan sebelum-belumnya".

Si bos menghela nafas, ia masih ingin bernegosiasi dengan Ela, Agar liburannya tetap terlihat dari jangkauaanya. Jika ada laporan mendadak ia bisa menghubungi Ela.

"Yakin deh sama saya, Luzern itu tidak lebih dari bangunan tua, tidak ada yang spesial disana. Saya dulu pernah Luzern, disana sangat membosankan La, hanya bangunan tua, setelah itu saya putuskan kembali ke Zurich".

"Justru di kota tua itu pak, yang membuat saya penasaran. Saya hanya ingin liburan pak, pokoknya di kota tua yang klasik dan romantis. Itu tujuan liburan saya dari dulu".

"Begini saja deh, bagaimana jika saya membelikan kamu tiket liburan ke Bali, pokoknya gratis untuk kamu".

"Saya enggak mau pak, saya maunya ke Luzern. Ini hak cuti saya loh pak, bulan depan kontrak saya habis, saya tidak ingin cuti saya hangus sia-sia".

"Sebaiknya sekarang bapak tanda tangan form cuti saya, karena HRD tidak ingin mengimput ke system , jika form cuti ini tidak ada tanda tangan bapak" ucap Ela, ia lalu menyodorkan form cuti di hadapan atasannya.

Si bos akhirnya melihat form cuti Ela, ia lalu membaca keseluruhan, cuti tahunan selama 12 hari, dengan alasan liburan ke Luzern. Akhirnya ia menanda tangani form cuti itu walau ia sangat berat memutuskan itu kepada Ela. Sang atasan menatap Ela, wajah sekretarisnya itu terlihat bahagia.

"Sebelum liburan kerjaan kantor harus beres loh La".

"Iya pak, akan saya kerjakan semuanya, bapak tenang saja".

"Dan siapkan saya tiket untuk ke Bali".

"Bali? Bapak mau liburan juga?".

"Kamu tidak ada di kantor La, masa saya cuman sendiri di kantor, enggak lucu kan, masa ngurusin kerjaan kamu saya".

Ela lalu mengambil form cuti itu dan ia masukkan ke dalam saku jas, ia tersenyum bahagia "Terima kasih ya pak, saya harus ke ruangan HRD dulu".

Ela lalu meninggalkan ruangannya, dan berjalan menuju ruangan HRD.

************

Ela pulang dengan hati bahagia, akhirnya liburannya terkabulkan. Butuh waktu satu tahun Ela menabung untuk pergi ke Luzern kota klasik dan romantis itu. Beberapa bulan yang lalu ia memang sudah merencanakan pergi ke Luzern. Ela telah membuat segalanya paspor, visa Schengen dan tiket penerbangan ke Zurich.

Hari yang di tunggu akhirnya datang juga. Tidak banyak yang ia bawa, ia hanya membawa beberapa pakaian, sweter, tidak lupa camera, dan ponsel, barang yang wajib ia bawa. Penerbangan dari Jakarta ke Luzern itu tidak ada, melainkan penerbangan dari Jakarta ke Zurich. Ela kini sudah berada di Bandara International Soekarno Hatta, penerbangan itu transit menuju ke Bandara International Changi airport. Setelah teransit satu kali, Ela harus pergi melanjutkan perjalanannya ke Bangkok, membutuhkan waktu dua jam penerbangan ke Bandara Internasional Suvarnabhumi. Inilah transit terakhir, melanjutkan penerbangan yang sangat panjang, selama 14 jam lamanya. Sepanjang perjalanan ia hanya tidur, ia terbangun ketika sang pramugari memberikan makanan, cukup membosankan memang.

Akhirnya perjalanan panjang itu sampai juga ke Bandara International Zurich. Jika dihitung dengan dua kali transit, perjalanan itu memakan waktu 16 jam perjalanan. Di sini Ela harus naik kereta api lagi menuju Luzern.

Akhirnya ia tiba di Luzern, membutuhkan waktu satu jam, dari Zurich ke Luzern. Ela tersenyum menatap indahnya kota Luzern. Kota tua inilah yang ingin ia kunjungi, betapa bahagianya ia tiba di Luzern, kota yang penuh dengan pesona. Ela mengetatkan blezer yang ia kenakan, karena suhu udara di Luzern cukup dingin, padahal disini tidak sedang musim dingin.

Ela menarik koper miliknya, ia berjalan menyusuri setiap kota Luzern, Ela menatap bangunan-bangunan tua tepat yang masih terawat dengan baik. Ela menatap icon kota Luzern, yaitu jembatan Chapel. Inilah jembatan tertua di eropa yang masih terpelihara hingga saat ini.

Ela menarik koper miliknya, melihat keindahan danau Luzern dari jembatan Chapel. Setelah puas melihat-lihat, Ela akhirnya berjalan menuju Hotel Des Alpes. Hotel inilah menjadi pilihannya untuk menginap selama libuarannya di Luzern, karena letaknya sangat strategis view nya sangat indah, terletak di tepi danau Luzern.

Ela tahu bahwa di Luzern menggunakan bahasa resmi Jerman dan Prancis. Setidaknya warga disini mengerti menggunakan bahasa inggris. Ela melangkah menuju counter receptionis, ia memesan sebuah kamar kepada receptionis cantik itu dengan menggunakan bahasa inggris. Ela tidak lupa mengebadikan moment dirinya di hotel ini dengan berselfie sebagai penanda bahwa ia sudah berada di Luzern.

Ela mendengar secara jelas suara berat itu berucap, ia tahu bahwa itu suara laki-laki. Laki-laki itu menggunakan bahasa perancis tepat berada di sampingnya. Ela lalu menoleh, menatap ke arah laki-laki bertopi itu. Laki-laki itu juga menatapnya dan tersenyum kepadanya. Ela membalas senyuman itu. Receptionis itu memberikan card system kepada Ela. Ela mengambil kunci itu dan ia lalu melanjutkan langkahnya, di ikuti laki-laki itu bertopi hitam itu. Ela berjalan menuju lift.

*********

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BIDADARI DALAM HIDUPKU
9.6
Dalam balutan kisah remaja yang penuh emosi, seorang pemuda harus menghadapi kerasnya realita saat ia memulai perjalanan panjang untuk menemukan keberadaan sang ibu yang telah lama hilang. Di tengah gejolak masa muda dan pencarian jati diri, ia berjuang menelusuri jejak masa lalu demi sebuah pertemuan yang sangat ia dambakan. Inilah perjuangan batin seorang anak dalam misi pencarian penuh haru untuk menyatukan kembali kepingan keluarganya yang terpisah.
Sampul Novel Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
8.3
Dante Adiwangsa menyelamatkanku dari maut, namun sepuluh tahun kemudian, dia mengkhianatiku demi aliansi kriminal. Dia membiarkan tunangannya menghinaku meski tahu nyawaku terancam. Sadar hanya dianggap properti, cintaku musnah seketika. Di hari perayaannya, aku memutuskan kabur dari sangkar emas ini. Sebuah jet pribadi siap membawaku pulang ke pelukan ayah kandungku, sosok pria yang ternyata adalah musuh bebuyutan sang bos mafia tersebut.
Sampul Novel Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
8.5
Dijual oleh ayahnya sendiri, Sofia justru disiksa Alpha Vincent dalam gudang kumuh. Fitnah kejam Isabel membuat Sofia dijebloskan ke penjara perak hingga kulitnya melepuh. Puncaknya, Vincent memberikan kalung warisan ibu Sofia kepada Isabel sebagai mainan anjing. Di tengah penderitaan itu, Sofia bangkit sebagai White Wolf yang langka. Ia memutus ikatan Mate dengan Vincent, membiarkannya meraung kesakitan, lalu pergi mencari takdir baru di Pack yang lebih kuat.
Sampul Novel Release the Darkness
8.8
Heaven dan Kaylein terobsesi menemukan kaum abadi hingga menjelajahi dunia. Saat hampir menyerah, mereka justru menemukan kenyataan pahit di sebuah kastil tua di New Orleans. Kaylein diubah paksa menjadi vampir, sementara kekasihnya dilecehkan secara kejam oleh pemimpin klan yang dingin. Di tengah penderitaan dan transformasi fisik yang menyiksa, kesetiaan mereka diuji. Apakah cinta lama akan bertahan, atau takdir telah menyiapkan cinta baru bagi mereka?
Sampul Novel Rumah Kosong Di Dusun Angker
8.2
Di ujung Dusun Sentani, sebuah rumah tua yang dikepung beringin menyimpan misteri kelam. Kehadiran sosok Hantu Gaun Merah dan bisikan gaib membuat warga ketakutan, terutama setelah kematian misterius penduduk setempat. Clara kembali ke tanah kelahirannya bersama sang kekasih, namun ia justru disambut penolakan warga dan teror aneh. Terjebak oleh rahasia masa lalu dan kutukan desa, mampukah Clara mengungkap kebenaran di balik rumah angker tersebut?
Sampul Novel Rumah Nenek
8.1
Nenek pindah ke rumah murah yang nyaman, namun bangunan itu menyimpan rahasia kelam. Ruang bawah tanahnya menjadi saksi bisu aksi jagal dan mutilasi sadis. Kini, arwah korban yang penasaran menuntut balas dan merasuki setiap sudut rumah. Teror mencekam bangkit setiap malam, menjebak penghuninya dalam bangunan yang seolah terkunci rapat. Mereka harus berjuang bertahan hidup melawan gangguan gaib mematikan yang telah merenggut nyawa pemilik sebelumnya.