Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Oh Dania

Oh Dania

Dania adalah sosok ibu muda yang memiliki ambisi besar untuk selalu tampil unggul dan menjadi pusat perhatian di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, kehidupan tenangnya terusik saat ia menyadari bahwa Khamila tinggal di kompleks yang sama. Khamila merupakan wanita dari masa lalu yang pernah mengkhianatinya dengan merebut calon suaminya. Kini, Dania harus menghadapi kembali luka lama dan persaingan sengit dalam drama kehidupan bertetangga yang penuh ketegangan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Akhirnya selesai juga pekerjaanku. Dari pagi ublek-uthek di dapur mempersiapkan sarapan. Meski suamiku bergaji besar , tetapi kami tidak memiliki pembantu. Memang yang menginginkan dengan alasan agar aku bisa gerak dan tidak mager dan juga uangnya bisa aku gunakan untuk yang lain.

Waktunya rebahan sambil nunggu Dhuhur, lagi pula mau apa lagi? nyuci, memasak, menjemur pakaian, menggosok, menyapu, mengepel, semuanya sudah.

“Capek,” gumamku.

Aku menuju ke ruang tengah, ruang khusus untuk keluarga dan tiduran di kasur yang memang telah tersedia. Sembari tiduran kubuka-buka medsos.

Ada status menarik dari Mama Azzah-- tetangga sebelah. Ratu sosmed kalau kami menyebutnya. Aku dan dia satu komplek, tetapi beda blok. Rumahku di cluster depan, tentu saja cluster termahal sedangkan dia cluster biasa.

Kami ada grup WA emak-emak komplek dan mengadakan arisan RT sebulan sekali.

“Alhamdulillah ya, Pi, akhirnya kesampean juga beli baru.” Begitu isi statusnya sembari menyertakan foto mobil baru Avanza.

Aku terbelalak melihat statusnya.

“Uh, pamer!” ucapku. Aku tahu dia itu panas karena Mama Izam juga barusaja beli mobil baru.

Kulihat banyak sekali yang respon dan memberikan emot love. Pasti bangga sekali dia.

Banyak pula yang komentar, “Alhamdulillah ya, mbak, moga nular, Aamiin.” Itu Komentar Mama Ais tetangga depan rumah.

Adapula yang komen, “Boleh, dong, nyobain.” itu Komentar Mama Mira.

Lalu aku? Ogah!

Bukannya aku iri, aku hanya sebal sama dia. Setiap hari ada saja yang di posting. Ketika di jalan, ketika makan, ketika liburan, ketika baru beli baju dan lain-lain, semua-muanya di posting. Kurag kerjaan.

Sepertinya orang itu ingin membuatku panas. Kali ini aku juga mau bikin postingan biar dia makin panas.

Aku keluar rumah dan mengambil gambar mobil milikku merk honda jazz yang terparkir di garansi.

Ku upload gambar mobil tersebut di facebook lalu kuberi caption, “Alhamdulillah Papa punya akupun punya.”

Tak berapa lama kulihat di story WA, dia bikin status, “Pamer!.” Akupun tertawa puas. Aku tahu bahwa dia membalas statusku di Facebook dan membuat story di WA.

Begitulah kami. Aku tidak ingin bersaing dengannya hanya saja dia itu sangat menyebalkan, apa-apa di posting, dikiranya haya dia saja yang bisa, huft.

Setelah melihat-lihat status di facebook, aku beralih ke WA. Kembali aku melihat statusnya Mamah Azzah.

Dia memposting foto mesra dengan suami dengan memberi caption, “Makasih sayang atas hadiah tas ini. Tas keren oleh-oleh dari Bandung.”

Setelah itu dia memposting tas pemberian suaminya. Melihat tas tersebut, aku tertawa, “Ya elah, tas kek gitu aja di pamerin. Tuh tas branded gue banyak di lemari,” gumamku.

Huh, memangnya kamu saja yang punya tas. 'Nih aku posting tas brendedku,' batinku.

Aku mengupload koleksi tas yang ada di lemari dengan caption, “Tas, tas, tas, bukan KW, ini asli branded, siapa mau?”

Setelah ku upload, banyak sekali yang nge-like, aku yakin dia melihat postinganku. Puas!

Begitulah keisenganku di waktu luang, paling seneng kalau bikin Mama Azzah panas.

Setelah itu aku tidak pernah melihat postinganya baik di Facebook maupun story WA. Bagiku itu lebih baik dari pada kesel dan sebel melihatnya.

Tiing ….

Notifikasi WA masuk ke ponsel, ketika kulihat, ternyata dari Mama Mira.

[Mama Adit, hari ini lihat statusnya Mama Izzah, nggak?]

[Sudah beberapa bulan ini aku nggak lihat, kayaknya di blokir] balasku.

[Duh, heboh se kampung, lho] balas Mama Mira.

Ada berita apa, sih, kok aku ketinggalan jaman.

[Berita apa, Mah] balasku penasaran.

Tak lama Mamah Mira mengirim screenshoot yang berisi status Mama Azzah.

Aku kaget dan tak percaya dengan isi statusnya.

Isi satusnya yaitu, “Sebentar lagi aku akan memiliki apa yang menjadi milikmu.”

Wuih, status macam apa ini. Lama aku tidak mengikutinya, benar-benar ketinggalan berita.

Ok, nanti aku stalking menggunakan akun Mas Adnan--suamiku.

Seperti biasa setelah habis Isya Mas Adnan pulang dari kantor.

Semua telah kupersiapkan, dari air panas untuk mandi, makan malam serta minuman kesukaan Mas Adnan.

Setelah Mas Adnan bersih dan rapi, kupersilakan untuk makan.

“Mas, makan, yuk,” ajakku mesra. Itulah aku, manja dan kemayu. Gak masalah, to, sama suami sendiri, haha.

“Aku udah kenyang, tadi makan malam sama teman kantor,” balasnya.

“Aku mau istirahat saja, capek banget.” Sembari melangkah menuju ranjang lalu merebahkan diri, sepertinya memang sangat capek Kesempatanku untuk pinjam ponselnya.

Mas Adnan itu pelor (nempel molor, artinya jika sudah kena bantal, langsung tidur.)

Pertama kubuka pesan di aplikasi WA.

“Astaghfirullah,” pekikku, hampir saja copot jantungku.

Aku membaca di aplikasi WA suamiku ada pesan masuk. Memang tanpa nama, tetapi aku sangat mengenal nomor tersebut. Ini sebulan lalu.

[Assalaamualaikum, Mas Adnan? Ini aku, Khamila, Mamahnya Azzah.]

[Ya, ada apa, Bu] jawab suamiku.

[Kebetulan saya sedang berada di jalan Kartini No. 10, sepertinya dekat dengan kantor njenengan, bolehkan saya ikut nebeng pulang? Kebetulan Papahnya Azzah sedang keluar kota]

[Iya, Bu] balas suamiku.

Mendidih kepalaku membaca pesan dari dia.

Hari berikutnya.

[Maturnuwun sudah membolehkan ku ikut pulang, maturnuwun juga traktiran baksonya]

Wah, kurang ajar sekali, kenapa Papa nggak ngajak-ngajak?

[Iya] balas Papa.

Hari berikutnya dan hampir tiap hari nebeng sama suamiku, maunya apa?

Lalu aku stalking ke akun FB-nya melalui akun Papa.

Ini sebulan lalu.

“Bahagia bersamanya.” Begitu statusnya dengan caption foto saat di mobil. Semakin geram aku sama dia.

Status berikutnya.

“Makasih traktiran baksonya.” Captionnya foto bakso rudal kesukaanku.

‘Cukup! Cukup! Sudah semua ini, aku harus segera mengakhiri.’

Ting …. Notifikasi pesan masuk di ponsel Papah.

[Maturnuwun uangnya, Mas, ini terlalu banyak] Pesan dari Khamila.

What! Ini keterlaluan! Aku harus bangunin Papah.

“Pa ….”

Eh, tunggu. Aku harus atur strategi untuk memberi pelajaran pada wanita ulat itu. Aku juga mau memberi pelajaran Pada papa. Berani sekali dia berbuat ini padaku.

Lau bagaimana caranya, ya, wanita itu sangat pinter. Aku berfikir keras. Aku berdiri dan mondar-mandir ke sana-ke mari.

Aku harus menanyakan ke Papa, meski aku tahu Papa tidak akan mengaku.

Aku membuka Facebook Papa. Kali ini aku mau bikin status panas dulu biar Khamila membaca.

“Bulan madu kedua, asyeek.”

Itulah status yang aku kirim di akun Papa sambil kuberi gambar saat kami berlibur di Puncak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahku Menikahi Pelakor
9.1
Elvira harus merelakan kehidupan glamornya usai perceraian pahit kedua orang tuanya. Ia memilih tinggal bersama Miranda, ibunya yang terluka, sementara sang ayah hidup mewah dengan wanita yang menghancurkan keluarga mereka. Dari sosialita manja, kini Lia harus berjuang hidup sederhana di pinggiran kota. Bersama pelayan setia, Mbok Rini, ia belajar memasak dan berjualan kue. Di tengah kesulitan ekonomi, Lia justru menemukan arti kebahagiaan sejati yang tak terbeli.
Sampul Novel Dijodohin With Gus
8.8
Anindya Alisya Syahreza dikenal sebagai siswi nakal yang hobi membuat onar di sekolahnya. Dari merundung adik kelas hingga sering bolos bersama Lita dan Gilang, ulahnya selalu memicu amarah guru. Namun, kehidupan bebas Anindya terancam berakhir saat orang tuanya memutuskan untuk mengirimnya ke pondok pesantren milik rekan ayahnya. Tak disangka, di sana ia justru terjebak dalam persaingan cinta antara dua Gus bersaudara yang berusaha memenangkan hatinya.
Sampul Novel Foto Bayi di Ponsel Suamiku
9.1
Monalisa adalah istri setia hingga ia menemukan foto bayi misterius di ponsel Bayu, suaminya. Meski Bayu berdalih gambar itu dari internet, kecurigaan Mona menuntunnya pada kenyataan pahit: suaminya telah memiliki anak dengan wanita lain. Hancur karena dikhianati, Mona menolak terpuruk dalam kesedihan. Ia justru bangkit dan menyusun rencana matang untuk membalas dendam, berniat menghancurkan hidup Bayu serta selingkuhannya dengan rasa sakit yang jauh lebih hebat.
Sampul Novel Jodoh Dari Ayah
9.2
Genta Mackenzie dikenal sebagai playboy dengan banyak kekasih sebelum dipaksa menerima perjodohan ayahnya. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu calon istrinya. Genta langsung jatuh hati pada pandangan pertama dan menyatakan cintanya dengan tulus. Kini, pertanyaan besar menghantui hubungan mereka: mampukah gadis itu membuka hati untuk pria bule pilihan orang tuanya? Akankah ia menerima perasaan Genta meski awalnya terpaksa dijodohkan?
Sampul Novel My Lovely Man
8.8
Didikan keras sang ibu membentuk Nathasia Marieta menjadi sosok wanita angkuh yang sulit didekati. Trauma masa lalu membuatnya membangun tembok tinggi, hingga pria mana pun merasa enggan untuk mencoba mendekat. Ucapan pedasnya pun kerap kali melukai perasaan orang lain. Namun, segala pandangan hidupnya yang dingin mulai goyah saat ia bertemu dengan seorang pria tak terduga yang perlahan mampu mengubah perspektifnya tentang dunia dan perasaan.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Demi uang tambahan, aku bekerja sebagai test sleeper di sebuah hotel misterius. Namun, pekerjaan ini berubah menjadi horor saat aku terjebak dalam serangkaian uji coba tidur yang ganjil. Dari tubuh yang memuai secara tidak wajar hingga gangguan penyanyi tak kasat mata dan sopir taksi berpakaian kertas, setiap detik adalah ancaman. Kini aku harus bertaruh nyawa menembus zona kematian demi mengungkap rahasia gelap hotel ini sebelum terjebak selamanya dalam labirin maut.