Sampul Novel Obsesi stalker gilaku

Obsesi stalker gilaku

8.8 / 10.0
Dalam novel Obsesi stalker gilaku, Arabella Carol terjebak dendam pria misterius dari masa lalu. Genre romance mystery ini mengungkap rahasia kelam dan obsesi berbahaya yang mengancam nyawanya. Baca romance stories ini untuk melihat perjuangan Arabella di dunia gelap yang penuh teka-teki.
Ringkasan Obsesi stalker gilaku
Dulu dihina dan ditolak mentah-mentah, kini seorang pria misterius kembali untuk mengklaim Arabella Carol. Bertahun-tahun Arabella diawasi secara rahasia hingga akhirnya ia terjebak dalam obsesi dan dendam kelam dari masa lalu. Di tengah dunia gelap yang penuh rahasia, mampukah ia bertahan hidup? Ataukah Arabella justru akan menyerahkan hatinya pada sosok yang seharusnya ia benci? Sebuah kisah penuh ketegangan antara benci dan cinta yang berbahaya.
Baca Selengkapnya

Obsesi stalker gilaku Bab 1

Bersulang!

Kaca-kaca beradu diiringi riuh suara tawa saat Arabella, Claudia, Vera, dan Clara mengangkat gelas wine mereka tinggi-tinggi.

"Untuk persahabatan yang tidak akan pernah tergoyahkan!" seru Arabella semangat. Cahaya lampu disko berkelap-kelip menerangi wajah-wajah cantik mereka yang ceria.

Claudia tersenyum lebar. "Dan untuk pesta ulang tahun Arabella kita yang ke-27!" serunya. Denting gelas kembali terdengar di antara dentuman musik. Arabella tersenyum mendengarnya.

Clara yang memang jiwa pestanya tidak pernah redup, bangkit dari kursi. Ia mengayunkan tubuh mengikuti irama.

"Hidup ini terlalu singkat untuk tidak menikmati tiap detiknya! Dan untukmu, kesayanganku, selamat ulang tahun!" teriak Clara, penuh bahagia.

Vera, yang lebih kalem, ikut menyambung. "Dan untuk cinta yang bakal kita temukan di jalan nanti!"

Tawa empat sahabat itu meledak, mewarnai suasana yang makin larut dalam euforia.

Di tengah kerlip lampu dan decak kagum orang-orang sekitar, mereka berpelukan. Malam itu, bukan sekadar perayaan ulang tahun saja, tapi juga malam kebebasan.

"Ini hadiah untukmu, Sayang," ucap Claudia, menyodorkan sebuah kado. Begitu pula Vera dan Clara.

"Selamat ulang tahun sekali lagi, Araku. Semoga kau berjodoh dengan Sky," timpal Clara.

"Terima kasih, Clara, doakan saja." Arabella, menampilkan senyum manis merekah.

"Oh iya, Sky dan yang lain... tumben belum datang? Bukankah kita sudah janjian akan berkumpul di sini?" tanya Vera, matanya memandangi ketiga wajah sahabatnya yang mengangkat bahu.

"Mungkin terjebak macet. Aku akan menghubungi Sky dulu, ya," ucap Arabella, meraih ponselnya.

Belum sempat menekan tombol panggil, tangan Sky sudah menahan pergelangan tangan kekasihnya. "Aku sudah di sini, Sayang."

Arabella berbalik, spontannya memeluk tubuh pria itu erat. "Kenapa lama sekali, Sayang? Aku kangen!" bisik Arabella, suaranya manja.

"Maaf, tadi aku mengalami kemacetan dan sempat cari hadiah untuk kamu juga." Sky kemudian mengecup pipi Arabella.

"Hadiah? Apa itu?" tanya Arabella, berharap.

Sudah bertahun-tahun hubungan keduanya terjalin. Namun, Sky bahkan tidak pernah melamar. Arabella sangat berharap lamaran itu datang di hari ulang tahunnya.

Namun, melihat Sky hanya memberikan sebuah kotak kado kecil yang tak jauh beda dari milik sahabat-sahabatnya, wajah Arabella sedikit berubah, tapi cepat ia tutupi dengan senyum.

Sky menangkap raut itu. "Kau tidak suka hadiahnya, Sayang? tanya Sky. "Aku akan membelikan yang lain jika kau memang tidak menyukainya."

"Ah, bukan begitu. Aku sangat senang, kok." Bibir Arabella memaksa tersenyum, tapi matanya mengkhianati.

Sky mengecup bibir wanitanya lembut. Ia beralih menatap sahabat-sahabat Arabella, lalu teman-temannya.

"Minum sebanyak apa pun yang kalian mau. Aku akan traktir malam ini!" serunya, membuat suasana kembali meriah.

Setelah mengatakannya, tatapan Sky tak sengaja tertumbuk pada Claudia. Tatapan yang terlalu lama, terlalu penuh arti. Claudia tersenyum tipis, membalas dengan sentuhan halus di kaki Sky di bawah meja, sebuah isyarat nakal dan menggoda.

"Sayang, aku pergi ke toilet dulu," ucap Sky, bangkit sambil mencium kepala Arabella. Arabella mengangguk.

Tak lama, Claudia menyusul. "Aku juga harus pergi ke toilet. Aku tidak tahan ingin buang air kecil."

"Mau kutemani?" tanya Clara, menawarkan diri.

"Tidak usah, Clara." Claudia tersenyum kecil. Clara hanya mengangguk sebagai jawaban, kembali fokus pada minumannya.

♦️♦️♦️

Di depan toilet pria yang sepi, Sky sudah menunggu kedatangan seseorang. Melihat wanita yang ia tunggu-tunggu, keduanya masuk, tak lupa mengunci pintu.

"Aku merindukanmu, Sky," desah Claudia, matanya memanas. Claudia bersikap agresif, mencium bibir serta leher Sky.

Sky menahan pinggang wanita itu, menariknya hingga tubuh mereka tak berjarak. "Yang sedang kau rindukan aku, atau yang lain, hm?"

Claudia tersenyum menggoda. "Aku merindukan keduanya." Tangan Claudia menyentuh kejantanan pria itu.

Tanpa banyak kata, bibir Sky melumat bibir Claudia. Ciuman itu panas, liar, tak peduli pada waktu dan tempat. Toilet kecil itu dipenuhi suara desahan keduanya, suara desah Claudia lah yang berbunyi nyaring. Claudia sempat menggigit bibirnya agar suara itu tak lolos.

"Pelankan suaramu, Honey. Kau ingin ketahuan oleh orang?" bisik Sky, hembusan napas panasnya menerpa kulit Claudia yang terangsang karena Sky tak berhenti mempermainkan area bawahnya.

Claudia hanya mengangguk, matanya redup. "Cepat sentuh aku, Sky!"

Sky tersenyum menyeringai. Ia mengangkat satu kaki Claudia, memposisikan diri dengan nyaman. Dalam satu kali hentakan, kejantanan Sky terbenam sepenuhnya. Ia mengerang rendah, miliknya yang terjepit, membuat Sky tak dapat menahan diri untuk bergerak. Tubuh mereka tak lagi bisa dipisahkan oleh apa pun.

♦️♦️♦️

Beberapa menit telah berlalu, Sky melangkah keluar lebih dulu untuk memastikan. Dirasa aman, barulah ia meminta Claudia keluar. Wajahnya memerah, rambutnya masih sedikit berantakan, tapi segera ia perbaiki.

Tak lama, Claudia tiba di meja teman-temannya yang sudah menunggu sedari tadi.

"Kenapa lama sekali?" tanya Arabella.

"Aku... sakit perut," jawab Claudia, berusaha untuk tidak terlihat mencurigakan. "Maaf, sudah buat kalian menunggu."

"Hm, tidak apa. Aku juga ingin pergi ke toilet, tunggu saja di sini." Arabella lalu pergi sendirian.

Arabella berjalan tanpa memandang ke depan, fokusnya pada ponsel. Tanpa sadar, ia justru menabrak seorang pria bertopeng yang menutupi sebagian wajahnya. Pria itu tanpa ampun mencengkeram lehernya, membuatnya kesakitan.

"Aku... maaf... aku tidak sengaja. Tolong lepaskan." Air mata menggenang di pelupuk mata Arabella, membasahi wajah pucatnya yang ketakutan.

Pria itu tak bergeming, tangannya masih melingkari leher Arabella, satu lagi menyeka air mata wanita itu. Tanpa peringatan, pria itu menciuminya paksa. Arabella tak sempat melawan. Ia berusaha untuk tetap merapatkan bibir, tapi pria itu justru menggigit bibirnya, memaksa lidahnya masuk.

Setelah puas dengan apa yang ia lakukan, pria itu pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun. Arabella terdiam di tempat, tubuhnya gemetar, perasaannya campur aduk.

Dia segera berlari ke toilet, menatap wajahnya di cermin. Air mata Arabella kembali mengalir. Dia segera membasuh bibirnya, berusaha menghilangkan jejak ciuman pria asing itu.

"Siapa orang itu? Dasar keparat!" gerutu Arabella, air matanya tetap mengalir.

♦️♦️♦️

Sekembali ke meja, Sky mendapati wajah wanitanya pucat, bibir Arabella pun sama pucatnya.

"Sayang, ada apa denganmu? Bibirmu pucat," tegur Sky, jemarinya menggenggam tangan Arabella.

"Aku... aku habis cuci muka, Sayang. Lipstikku hilang," jawab Arabella. Ia merasa bersalah pada Sky.

"Boleh kita pulang? Aku mendadak merasa tidak enak badan," kata Arabella, menatap Sky dengan wajah memohon.

"Pulang? Aku akan mengantarmu," kata Sky sambil mencium kening Arabella.

Mereka semua berpamitan pulang. Sky mengantar Arabella kembali ke apartemen wanita itu.

♦️♦️♦️

"Tak perlu antar sampai kamar, Sayang," tolak Arabella, begitu Sky ingin beranjak turun dari mobil.

Di dalam mobil, suasana mendadak hening. Sky menghela napas sejenak, kemudian meraih wajah Arabella, menciumnya dalam. Tapi Arabella segera menghentikan saat tangan Sky mulai bergerak lebih jauh.

"Maaf, aku tidak bisa sebelum kita menikah," ucap Arabella pelan.

Sky mengeraskan rahangnya, kecewa. Dalam hati, ia tahu akan kembali mencari Claudia untuk menyalurkan hasrat.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Obsesi stalker gilaku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
7.9
Mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu dan sahabatnya adalah istri sah, Kiana Liman merasa dikhianati. Padahal, ia mandul demi menyelamatkan nyawa Yovan. Kiana memilih bangkit dan menikah dengan tuan muda konglomerat. Kehidupan barunya dipenuhi kemewahan, proyek besar, serta kehadiran anak kembar. Meski ada rumor sang suami tak bisa melupakan cinta sejatinya, pria itu justru memohon agar Kiana memercayai ketulusannya.
Sampul Novel Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
8.2
Gala adalah pria yang dihantui rasa takut akan luka emosional, sementara Lingga merupakan sosok haus popularitas yang justru membenci sanjungan. Di balik topeng kemunafikan, keduanya terjebak dalam hubungan penuh ancaman dan pemerasan untuk meraih kebahagiaan semu. Kolaborasi antara jiwa yang fasik dan munafik ini melahirkan dinamika cinta yang destruktif, di mana mereka saling menyakiti demi memuaskan hasrat batin serta obsesi gelap masing-masing.
Sampul Novel PANGERAN AGUNG
9.6
Kerajaan Mandala memiliki sosok pemimpin luar biasa bernama Pangeran Agung. Sebagai raja yang sangat dihormati, ia dikenal luas karena kearifan serta keadilannya dalam memerintah rakyat. Keberaniannya yang tak tergoyahkan saat menghadapi berbagai rintangan menjadikannya teladan bagi semua orang. Cerita ini mengikuti jejak sang penguasa bijaksana dalam menjaga kedamaian wilayahnya melalui dedikasi dan keteguhan hati yang luar biasa di tengah tantangan.
Sampul Novel Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
9.4
Terjepit masalah finansial, seorang gadis terpaksa menjalani sandiwara cinta yang rumit. Ia menerima tawaran mengejutkan dari seorang wanita yang sedang sekarat untuk menikahi suaminya yang gagah. Ironisnya, pria kaya yang terpaut usia dua puluh tahun darinya itu adalah ayah dari kekasihnya sendiri. Demi uang dan keadaan yang mendesak, ia rela mengubur rasa sakit hatinya dan meninggalkan sang kekasih demi menjalani pernikahan kontrak penuh dilema ini.
Sampul Novel Saya Pembunuh
7.9
Sinta Amelia dan Lembayung Rindu bersaing memperebutkan cinta Aditya Bagaskara, putra direktur rumah sakit kaya raya. Namun, hati Aditya justru tertambat pada sosok Dewi Utari yang sederhana. Persahabatan Sinta dan Lembayung hancur menjadi dendam membara yang tak terkendali. Di tengah amarah Sinta yang meluap, hanya dokter Hanum Permatasari yang sanggup meredamnya. Mengapa Sinta begitu patuh padanya? Misteri besar menyelimuti hubungan rumit di antara mereka.
Sampul Novel Stuck With Him
7.8
Kehadiran Chessi yang mendadak dalam hidup Yuga menghancurkan segala rencana masa depannya. Setelah kematian sang ayah, Yuga terpaksa tunduk pada aturan ibunya, termasuk menikahi Chessi. Alih-alih bahagia, pernikahan ini menjadi tempat Yuga melampiaskan amarah. Meski Chessi berusaha mencari pengampunan, kebencian Yuga tetap membara. Baginya, satu-satunya cara untuk memaafkan Chessi hanyalah jika waktu bisa diputar kembali agar mereka tidak pernah bertemu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan