Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsesi sang Billionaire

Obsesi sang Billionaire

Evander Alywar Miller, CEO sekaligus mafia berkuasa, sangat mendambakan keturunan yang belum ia dapatkan dari istrinya. Ia mulai mengincar Rossie Casaundra, pengurus kuda di perkebunan miliknya, untuk menjadi istri kedua. Melalui skema licik, Evander menjebak ayah Rossie yang sakit hingga dipenjara. Demi membebaskan sang ayah, Rossie terpaksa menerima kontrak pernikahan tanpa cinta ini. Akankah benci berubah menjadi cinta di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Suasana siang itu cukup cerah, mentari bersinar hangat, angin sepoi-sepoi melambai ke setiap sudut ruangan.

Tuan muda Evander saat itu dia tak memiliki acara serta jadwal kegiatan apapun. Dia sengaja ingin rileks, setelah sempet bersitegang dengan Shania tadi pagi, seperti biasa yang dibahasnya lagi-lagi soal keturunan.

Evan memutuskan untuk duduk santai sambil membaca di halaman rumahnya. Tapi pria itu membutuhkan secangkir kopi untuk menyegarkan pikirannya yang terasa suntuk.

Tatkala melihat seorang gadis muda yang memberikan kopi, Evan tercekat melihat kecantikan pelayan itu. Tapi Evan menjadi geram karena merasa diabaikan saat Rossie tak tahu namanya.

Rossie terhenyak sesaat, dia sadar telah melakukan kesalahan, karena tidak menyebutkan nama majikannya.

" Kamu tidak tahu siapa namaku?!"

Sorot mata kelabu Evan yang gelap seakan menusuk jantung Rossie.

"Maafkan saya."

"Tuan.. Evander ini saya antarkan minuman kopi anda."

"Saya memang baru bekerja disini, hari ini, maaf telah kurang sopan."

"Hmm..saya disini, untuk menggantikan ayahku yang sakit, maaf kalau saya ada salah," tegas Rossie dengan berani menjawab sambil tetap berdiri tegak.

Kedua lengan masih memegangi nampan berisi secangkir kopi yang akan diberikan pada Evan.

Evan tak segera menjawab, dia pandangi lekat paras cantik didepannya.

Walaupun sang gadis hanya berpakaian seadanya tak seperti wanita lain yang dikenal oleh Evan dengan dandanan mencolok serta glamor ditambah pakaian seksinya.

Rossie sangat berbanding terbalik dibandingkan mereka semua, tapi paras cantiknya yang elegan dan bersahaja ternyata mampu merebut perhatian seorang Evan.

" Letakkan saja disitu, dan cepat pergi dari sini!"

" Kamu hanya menggangguku saja!"

Rossie tercekat sesaat mendengar nada perintah yang begitu tegas dan dingin, maka tanpa menunggu disuruh dua kali gadis itu menyimpannya diatas meja walau dengan tangannya yang agak bergetar.

Sementara itu Evan kembali membaca bukunya dalam diam, tapi dari sudut matanya dia perhatikan dengan seksama kecantikan alami Rossie.

Keheningan dan jarak yang begitu lebar sesaat tercipta diantara keduanya.

Tapi kemudian, sungguh tak terduga oleh Rossie tepat saat dia akan melangkah pergi kakinya terantuk kaki meja hingga membuat tumitnya terkilir, alhasil tubuhnya menjadi condong kedepan berhadapan dengan Evan hingga menyenggol cangkir kopi yang masih panas.

'Dukk.. Brukk

"Aduh..maaf tuan!"

" Shit... apa-apaan kamu ini?!"

Evan terperanjat sewaktu air kopi itu membasahi celananya ditambah posisi keduanya yang begitu dekat nyaris bersentuhan.

" Sialan..!"

" Apa kamu sengaja melakukan hal ini hah..?!"

Evan melirik celananya yang basah juga terasa panas.

Rossie terbelalak, dia merasa ceroboh mungkin dikarenakan sedikit kelelahan, karena dia belum biasa bekerja sebagai pengganti ayahnya.

Rossie terperangah, pikirannya seketika kosong karena merasa bersalah telah melakukan kekeliruan yang fatal, pada majikan ayahnya yang kaya raya.

" Ma-maaf.. maafkan saya tuan Evan saya tidak sengaja melakukannya, tadi kaki saya terantuk meja," tukas Rossie lantas dengan cepat dia menarik badannya untuk menjauh dari hadapan Evan.

" Saya akan secepatnya membersihkan serta mengambil pakaian ganti yang baru," sambung Rossie.

Gadis itu tergagap disertai debaran jantung yang dipenuhi kecemasan, kemudian hendak berjalan menuju ruang pelayan.

" Tunggu dulu!"

" Tidak perlu kemana-mana."

Evan berkata sembari memandang gamang pada Rossie, lalu pria itu melirik pada celananya yang basah kena tumpahan air kopi. Sungguh dia merasa sangat tidak nyaman.

" Harga bajuku sangat mahal , apa kamu tahu itu?!" Sentak Evan geram.

" Kamu telah merusak suasana hatiku di hari yang cerah ini!"

Rossie terperanjat, dia tak menyangka jika majikan ayahnya begitu... arogan.

" Tapi tuan Evan ,hmm ..aku kan sudah bilang tidak sengaja dan juga meminta maaf, kenapa tuan harus semarah itu?"

Evan sontak mendelik sewot mendengar ucapan Rossie.

" Apa kamu bilang?!"

" Memangnya bisa semudah itu minta maaf?!"hardik Evan geram.

" Kalau  begitu akan ku belikan lagi pakaian ganti yang baru untuk anda," jawab Rossie nekat memberanikan diri mendebat Evan.

" Apa? Membelikan baju untukku, kamu sudah gila ya, memangnya dirimu mampu?!Evan tertawa sinis dan dingin.

" Kamu pikir dirimu siapa, hingga berani berkata seperti itu padaku..heh  siapa namamu?!" Evan menyipitkan matanya, dia heran baru kali ini ada pelayan yang berani beradu mulut dengannya, biasanya selama ini tak ada satupun diantara mereka yang melakukan kesalahan, seperti berani menumpahkan air kopi ke celananya apalagi membantahnya.

" Aku.. hmm..namaku Rossie, sebetulnya aku menggantikan pekerjaan ayahku karena dia sedang sakit."

Evan menaikkan sebelah alisnya, paras tampan yang memiliki rahang tegas itu tampak sedang berpikir.

" Begitukah, siapa nama ayahmu?"

" Henry,..beliau biasa mengurusi kebersihan kandang kuda."

Evan kembali menyunggingkan seringai dinginnya.

" Sudah sana kembalilah bekerja, apa lagi yang kau tunggu!"

Evan memerintahkan Rossie pergi dari situ dengan isyarat menggerakkan jemarinya seakan mengusir gadis cantik itu.

" Baik tuan, sekali lagi saya minta maaf," ujar Rossie mengangguk sopan dan membawa langkah kaki menuju tempatnya bekerja tadi.

Sembari berjalan Rossie menggerutu dalam hatinya.

" Ternyata majikan ayah adalah pria yang angkuh serta bertabiat buruk, mentang-mentang orang kaya bisa seenak jidatnya pada rakyat jelata dan merendahkan kami."

" Aku tidak akan pernah mau lagi bertemu dengannya," gumam Rossie sembari memajukan bibirnya dan menekuk muka, ekspresinya mukanya sangat tidak enak dilihat.

Sementara Evan dengan wajah muram lantas berdiri dan berjalan menuju kamarnya pria itu hendak berniat mengganti celana yang basah karena ternoda minuman kopi,  tepat di pintu masuk dia berpapasan dengan Shania.

" Ada apa Evan? rasanya tadi aku mendengar kau bicara lantang pada seseorang?" Shania mengerutkan keningnya heran.

" Bukan masalah besar, hanya celanaku saja ketumpahan kopi oleh pelayan baru," sahut Evan cuek sambil terus berjalan.

Shania melirik pada celana suaminya yang memang ada bekas noda basah.

" Kok bisa ada maid yang teledor seperti itu, tentunya kau sudah menghukum dia bukan?"

Shania mengekori sang suami ke kamar karena penasaran.

" Tidak juga...aku sudah membiarkan gadis itu kembali bekerja," jawab Eva singkat.

Shania sontak tercengang, sembari mengamati Evan melepas seluruh pakaiannya, dia tatap tubuh tegap berotot yang proporsional itu.

" Tak biasanya kau mengampuni kesalahan pelayan, biasanya minimal kamu langsung memecatnya dan yang paling berat akan membuangnya ke benua Antartika," timpal Shania terkekeh dingin.

Sebenarnya Evan itu adalah orang yang perfeksionis dan juga kejam, dia tak mentolerir kesalahan sedikitpun dan tak segan mengasingkan seseorang yang berani menyinggungnya ke daerah terpencil hingga orang itu akan merasa frustasi.

" Itu bukan urusanmu Shania, lebih baik sekarang kau pikirkan cara memberiku anak dari rahimmu atau memang Kamu lebih suka berpisah denganku," sentak Evan sembari melayangkan tatapan tajam pada wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.

" Ceraikan saja aku sekarang, kamu tahu kan... pernikahan kita hanya terpaksa!"cetus Shania sinis.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MAA" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MAA
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata di Antara Bunga
8.8
Setelah dikhianati oleh Bastian Wicaksono yang membatalkan pertunangan demi Sarah Laksmana, hidup Vanya Devara hancur total akibat kebangkrutan keluarga dan kematian ayahnya. Rangga Mahardika kemudian muncul menjadi penyelamat yang melunasi seluruh utang dan mendampinginya selama tiga tahun. Namun, tepat sebelum pernikahan mereka, Vanya tidak sengaja mendengar rahasia kelam. Rangga ternyata adalah sosok yang menghancurkan keluarganya. Vanya menyadari bahwa kebaikan sang miliarder hanyalah penebusan dosa atas konspirasi yang ia ciptakan sendiri.
Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
8.0
Aldric dan Keira terikat pernikahan kontrak demi kepentingan finansial keluarga. Setelah dua tahun penuh kepura-puraan, Aldric memilih bercerai demi mantan kekasihnya, tanpa tahu Keira pergi dalam keadaan mengandung. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah kota kecil. Aldric terkejut melihat anak laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kini, ia harus memilih antara menebus kesalahan masa lalu atau kehilangan keluarga kecilnya selamanya.
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Adam memutuskan menikahi Maya hanya demi mengamankan harta warisan, meski hatinya masih terpikat sepenuhnya pada sang kekasih, Sabrina. Memanfaatkan kenaifan Maya, Adam lihai menyembunyikan perselingkuhannya dalam waktu yang cukup lama. Namun, segala rahasia gelap dan kebusukan motifnya perlahan mulai terendus. Saat kebenaran akhirnya terungkap, Adam dihadapkan pada dilema besar. Siapa yang akan ia pertahankan? Kekayaan warisan atau cinta sejatinya?
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Gio
8.5
Demi menyelamatkan ibu dan anaknya yang sakit, Liana terpaksa memohon bantuan finansial kepada Rafael. Namun, pria berkuasa itu memberikan penawaran yang mengejutkan. Rafael bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan dengan syarat Liana harus bersedia menjadi istri keduanya. Terjepit dalam situasi sulit, Liana harus menghadapi kenyataan pahit dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Akankah ini menjadi awal kebahagiaan atau justru luka yang lebih dalam?
Sampul Novel Kau Hancurkan Persahabatan Kita
8.8
Satu malam penuh kelalaian mengubah persahabatan Lysandro Wicaksana dan Callista Rayendra menjadi pernikahan terpaksa. Sebagai pewaris bisnis, Lysandro panik saat Callista hamil hingga sempat memintanya menggugurkan janin tersebut. Meski Callista menolak dan memilih pergi, Lysandro akhirnya kembali untuk menikahi sahabatnya secara rahasia. Kini Callista harus hidup dalam bayang-bayang Elowen, kekasih Lysandro yang tidak tahu suaminya telah menjadi milik wanita lain.