Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsesi Kencan Buta Sang Pewaris

Obsesi Kencan Buta Sang Pewaris

Livia tak menyangka perannya menggantikan sahabat di kencan buta akan berujung petaka. Sikap cerianya justru memicu obsesi Damien Remington, pewaris tunggal konglomerat yang angkuh dan misterius. Situasi memburuk saat Livia menghilangkan jam tangan miliaran milik Damien, membuatnya terjerat dalam permainan kekuasaan pria kejam itu. Kini, ia terjebak dalam lingkaran emosi dan sisi gelap Damien, berjuang keras untuk lepas dari jeratan obsesi yang kian mengikatnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah kejadian itu, waktu seakan melambat. Livia duduk dengan canggung, matanya tidak bisa lepas dari jam tangan yang tergeletak di atas meja. Setiap detik yang berlalu seolah semakin menekan dadanya, membuatnya merasa semakin terperangkap dalam situasi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Damien diam. Matanya yang tajam memandangnya dengan penuh perhitungan. Hening yang tercipta begitu pekat, hanya diisi dengan detak jam yang terdengar semakin keras di telinga Livia. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan lagi. Bahkan kata maaf pun seolah tidak cukup untuk menghapus kerusakan yang telah ia buat.

"Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya, Livia?" suara Damien memecah keheningan, penuh kekuatan, dan Livia merasakan ketegangan di ujung setiap katanya.

"A-aku..." Livia tidak tahu harus menjawab apa. Ia merasa seperti tikus yang terperangkap dalam perangkap yang dirancang dengan sangat rapi. Tak ada jalan keluar, tak ada cara untuk mengubah apa yang telah terjadi. "Aku akan mengganti jam tangan itu, Damien. Aku akan membayarnya. Apa pun yang perlu dilakukan."

Damien tidak langsung menjawab. Ia hanya memiringkan kepalanya sedikit, memandang Livia dengan tatapan yang sulit diartikan. Livia merasa tubuhnya dingin, seperti dihadapkan pada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan sebuah barang berharga. Ada sesuatu yang lebih dalam, lebih gelap, yang mengancam di balik mata pria ini.

"Bagaimana kamu bisa mengganti sesuatu yang tidak bisa diganti?" kata Damien akhirnya, suaranya penuh kejam. "Kamu pikir uang bisa mengembalikan kehormatan? Harga diri?"

Livia terdiam, tak tahu bagaimana harus merespon. Ia tahu bahwa di dunia Damien, semua hal-termasuk dirinya-adalah permainan yang bisa dipertaruhkan. Semua yang ada di sekelilingnya hanyalah angka yang bisa dihitung, dipindahkan, atau dibuang begitu saja ketika tak lagi berguna.

"Aku tidak ingin uangmu, Livia," lanjut Damien, suaranya sekarang lebih tenang, namun menakutkan. "Apa yang aku inginkan adalah pengakuan atas kesalahanmu. Apa yang aku inginkan adalah pengorbananmu."

Livia merasa seluruh tubuhnya kaku. Pengorbanan? Apa yang dimaksud Damien? "Aku sudah meminta maaf," katanya dengan suara pelan, berusaha tidak menunjukkan ketakutannya.

Damien tertawa pelan, namun tawanya terasa dingin dan penuh ejekan. "Kamu tidak mengerti, kan? Maaf saja tidak akan cukup untuk menebus kesalahan ini." Ia berdiri, berjalan mendekat dengan langkah tenang, namun setiap langkahnya seakan mengguncang kepercayaan diri Livia. "Aku akan membuat kamu merasakannya. Setiap detik dari sini akan jadi pelajaran yang tak akan pernah kamu lupakan."

Livia menelan ludah, rasa takut dan kebingungannya semakin menyelubungi dirinya. Apa yang sedang Damien rencanakan? Mengapa ia merasa seolah-olah dirinya bukan lagi manusia biasa, melainkan barang yang bisa diperjualbelikan, diperhitungkan dengan segala konsekuensinya?

"Sekarang, kamu akan ikut aku," kata Damien, matanya tidak pernah lepas dari Livia yang tampak semakin kecil di depannya.

"Ke mana?" Livia bertanya tanpa berpikir panjang, suara gugupnya terdengar jelas.

Damien hanya tersenyum tipis, senyum yang tidak mengindikasikan apapun selain bahaya yang siap mengintai. "Ke tempat di mana kamu akan belajar arti dari konsekuensi. Dan kamu akan tahu bagaimana rasanya menjadi bagian dari dunia ini."

Livia merasa dirinya kehilangan kendali atas segalanya. Kecemasannya semakin besar, tapi ia tak bisa mundur. Entah mengapa, ia merasa terikat pada pria ini, meski hatinya menolak. Ada sesuatu yang menggerakkan dirinya, entah rasa takut, entah rasa tanggung jawab atas kesalahannya, yang membuatnya mengikuti langkah Damien tanpa bisa menolak.

Mereka keluar dari restoran, dan Livia terkejut melihat sebuah mobil hitam mewah menunggu di luar. Tanpa kata-kata, Damien membuka pintu dan menyuruhnya masuk. Livia yang terkejut hanya bisa mengikuti perintah itu, tanpa bisa berkata apa-apa.

Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa mencekam. Livia hanya menatap ke luar jendela, tidak berani menatap Damien yang duduk di seberangnya. Semua yang ada dalam pikirannya hanyalah satu hal: dia telah terperangkap dalam lingkaran yang tak bisa ia hindari. Lingkaran yang diciptakan oleh Damien, dan entah bagaimana ia merasa, semakin jauh ia pergi, semakin sulit untuk kembali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Setelah diusir dari Keluarga Wilton, Gerald harus menjalani hidup penuh kemiskinan selama lima belas tahun. Nasibnya kian terpuruk saat ia dicap sebagai menantu tidak berguna dan diceraikan oleh Clarisa setelah dua tahun mereka membina rumah tangga. Namun, siapa sangka bahwa perpisahan pahit tersebut justru menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Inilah awal dari babak baru perjalanan Gerald yang penuh kejutan setelah statusnya sebagai suami berakhir.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan ayahnya dari jeratan kebangkrutan, Anyelir terpaksa mengubur mimpinya sedalam mungkin. Ia setuju menjadi istri kedua bagi Serkan Alvaro, seorang pebisnis muda berdarah dingin yang sangat populer. Di balik bantuan finansial yang diberikan, motif Serkan menikahi Anyelir masih menjadi misteri besar. Kini, Anyelir harus menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga yang penuh tanda tanya. Akankah pernikahan ini memberikan kebahagiaan baginya?
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku
9.3
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Alvira harus menanggung biaya pengobatan kakaknya yang koma. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjual diri di klub malam demi uang cepat. Tak disangka, ia bertemu Damian Verrell, Presdir dingin yang menawarinya kontrak sebagai simpanan dengan bayaran tinggi. Demi keselamatan sang kakak, Avi rela mengorbankan kehormatannya dan terjebak dalam dunia Damian yang penuh kuasa namun memiliki hati yang tertutup rapat.
Sampul Novel Kupu-kupu Sang Miliarder
9.2
Niela tinggal di pesisir Jakarta yang penuh gemerlap malam. Meski sering dipandang rendah, ia selalu menjaga kehormatannya hingga desakan sang ibu memaksanya terjun ke dunia terlarang. Langkah ini mempertemukannya dengan Darren Alvaro Prayudha, seorang miliarder ternama. Darren menawan Niela demi menyangkal perasaan cintanya yang muncul seketika. Hubungan rumit ini justru menyingkap jati diri Niela yang misterius. Akankah Darren berani jujur pada hatinya?
Sampul Novel Pelakor Kesayangan CEO
8.2
Alisya kini kembali sebagai Aleena dengan identitas baru. Status pelakor melekat padanya saat Arfa, pewaris Arhadita Company, tunduk dalam pesonanya. Aleena bertekad menghancurkan hidup Laura, istri Arfa, hingga berkeping-keping. Namun, kehamilan Laura dan munculnya sosok masa lalu mulai mengguncang keteguhan hatinya. Saat rahasia kelam perlahan terkuak, mampukah Arfa meraih kembali cinta Aleena yang penuh dendam di tengah kemelut rumah tangga mereka?
Sampul Novel Pernikahan Berlandaskan Kontrak
9.3
Rebecca Lusram mengira pernikahan lima tahunnya dengan Adrian Pangestu akan bertahan selamanya, terlebih setelah mereka dikaruniai seorang putra. Namun, kepulangan Irene Wiranto menghancurkan harapan itu. Adrian terus mengabaikan Rebecca demi Irene, bahkan putra kandung Rebecca pun lebih memilih dekat dengan wanita itu. Di tengah rasa tersisih, Rebecca bersyukur karena pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan kontrak. Dalam waktu satu minggu lagi, dia akhirnya akan bebas sepenuhnya.