Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Not Seen

Not Seen

Demi membalas budi, seorang pria menikahi wanita yang telah menyelamatkan nyawanya. Pernikahan ini dipicu oleh desakan sang ibu yang justru membenci putri kandungnya sendiri dan memperlakukannya layaknya orang asing yang terjerat utang. Berharap menemukan kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih lepas dari penderitaan masa lalu di desa, ia justru terjebak dalam kesepian dan dinginnya penolakan keluarga baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Keesokan harinya.

Weekend telah tiba, di mana semuanya bisa berleha-leha untuk sementara. Namun berbeda dengan Naura, ia malah bekerja keras seharian penuh di rumah.

Ayah yang menyayanginya tidak memiliki libur, namun jika ingin cuti pihak restoran mengizinkannya, ditambah ayah dibayar setiap ia kerja, tidak memiliki gaji bulanan.

Tugas Naura di akhir pekan ialah berbelanja bahan makanan ke pasar. Jaraknya cukup jauh sehingga harus menggunakan kereta menuju ke sana.

Di dalam kereta hanya ada sedikit orang, mungkin karena weekend tak begitu banyak penumpang sampai membuat sesak.

Matanya perlahan terlelap dalam duduknya. Tidak ada satupun yang membangunkan karena mereka semua mengira Naura tidak ingin turun di stasiun selanjutnya.

Namun sudah sampai di stasiun terakhir, Naura masih tak kunjung bangun, sang petugas pun menghampiri.

"Permisi, kita sudah sampai di stasiun terakhir," ucap petugas laki-laki dengan pelan.

Mata Naura langsung terbangun dan duduk tegap. "Ya Allah, saya di mana? Saya kelewat, ya?" Ia sangat panik.

"Memangnya Anda mau ke mana?"

"Saya mau ke Depok."

"Wah, jauh sekali. Ini di Jakarta."

"Astagfirullah, kalau begitu saya pamit. Terima kasih sudah membangunkan saya." Naura menundukkan kepala sekali, kemudian berlari ke luar stasiun.

Ia sangat bingung sekali tidak tahu ini di mana. Kota yang sangat luas dan ramai tidak mungkin Naura sanggup melangkah seorang diri.

Ia duduk di kursi tepi jalan tepatnya di bawah pohon.

"Aku di mana ini? Aku harus segera pulang. Tapi, aku harus tenang. Ayah bilang kita harus tenang. Okay, tarik napas." Naura menarik napas.

"Huh, baiklah, sekarang utamakan belanja, jadi aku harus pergi ke pasar yang ada di sini." Naura mengangkat tubuh dan masuk ke angkot yang kebetulan berhenti.

Di depan terdapat rel kereta, semuanya buru-buru melintas. Suara peringatan terdengar, tapi angkot belum juga melaluinya.

"Bang, bang, cepetan bang!"

"Bang ayo, itu keretanya sudah mau lewat!"

"Ck, gimana sih, Bang?"

"Bang supir, saya tidak mau mati. Turun di sini saja."

Teng teng teng!

Tentu mereka semuanya panik dikarenakan roda depan angkot sudah di rel pertama, juga di depan terdapat mobil yang berusaha melaju.

Teng teng teng!

Suara peringatan terdengar semakin keras, namun kedua mobil ini masih tersangkut. Kereta sudah terlihat dari jarak cukup jauh, namun tetap saja terlihat menyeramkan.

Teng teng teng!

"Aduh neng, celaka ini. Cepat turun!"

"Tapi angkot Abang bagaimana?"

"Sudah, biarkan saja!" Abang supir turun terlebih dahulu meninggalkan Naura di belakang.

Teng teng teng!

Naura melihat lelaki yang ada di depan. Nampaknya ia juga kesulitan. Dalam keadaan seperti ini sangat mendebarkan hati.

Teng teng teng!

Ia pindah ke kursi supir, menyalakan mesin dengan sekuat tenaga kemudian menginjak gas.

Brak!

Tanpa takut Naura menabrakkan angkot ke mobil putih di depan dan terus berusaha mendorong. Suara teriakan terdengar sangat mengerikan.

Teng teng teng!

Naura sudah berhasil mengeluarkan mobil putih dari rel, kini giliran bemper belakang mobil masih sedikit lagi. Jika tak maju pasti kereta akan mengenainya juga.

Teng teng teng!

Ia tidak segan-segan menginjak gas lagi hingga mobil depan kembali terdorong.

Wenggggg!

Wengggggg!

Wengggg!

"Huh!" Naura menghembuskan napas kasar. Ia benar-benar merasa hidupnya akan mati hari ini. Namun Allah berkehendak lain, Allah memberikannya keberanian yang tinggi.

Padahal Naura sama sekali tidak tahu bagaimana cara mengemudi, ia sebelumnya hanya melihat bagaimana abang supir tadi mengemudi, kemudian mempraktekannya di saat nyawanya hampir melayang.

Semua warga sekitar menghampiri mobil depan dan angkot yang ada di belakang.

"Wah, ia perempuan. Cepat selamatkan!"

Naura dibawa keluar. Kakinya ternyata terhimpit besi. Lelaki yang mengendarai mobil depan mendengar dan melihat keadaan Naura dari jauh.

"Bawa ke mobil saya saja," tawarnya sambil membuka pintu belakang.

"Bagaimana bisa? Mobil Anda rusak."

"Rusak belakang tidak akan memengaruhi mesin, saya akan membawanya ke rumah sakit."

"Tunggu ambulans saja."

"Kita tidak mungkin menunggu ambulans datang dalam keadaan macet seperti ini."

"Baiklah, kalau begitu. Jaga dia, karena berkat dia, Anda tidak mati hari ini," ucap salah satu warga yang membopongnya ke dalam mobil.

*

Terdapat 2 kasur pasien, lelaki itu mengeluarkan papanya dari dalam kemudian direbahkan di kasur pasien, suster langsung mendorongnya untuk diperiksa.

Tim medis lainnya mengeluarkan Naura dari belakang mobil kemudian dibawa ke dalam. Banyak sekali mata yang menyaksikan keadaan mobil lelaki tersebut.

"Tolong bereskan mobil saya." Lelaki itu mematikan ponsel dengan sangat elegan.

Orang yang barusan ditelponnya adalah Sekretaris Rey. Ia yang selalu menjadi kaki tangan juga tempat curhat bosnya.

Sedangkan yang menelepon, ia bernama Ervan Armagan. Lelaki yang memiliki lesung pipi, tahi lalat kecil di hidungnya, rahang yang kokoh, lengan berotot menjadi kesan gagah pada dirinya.

Satu jam setelah itu.

"Di mana gadis tadi?" tanya Erdana Armagan---papa Ervan Armagan.

"Dia belum siuman," sahut Ervan tak acuh.

"Bagaimana bisa wajauhmu tak acuh kepada orang yang telah menyelamatkan nyawa kita?" Mata Erdana geram mendengar ucapan anaknya.

"Memangnya harus bagaimana? Terlihat iba?" Ekspresi sangar Ervan memang tak pernah lepas dari wajahnya.

"Jika gadis tadi tidak memiliki keberanian, mungkin Papa sudah mati."

"Jika sudah takdirnya, mau sakit atau tidak, kecelakaan atau tidak, mati ya mati saja," ucap Ervan enteng tanpa menatap Erdana.

Plak!

"Kenapa watakmu itu seperti mamamu?!" Erdana sangat marah sampai menampar anak semata wayangnya.

"Karena mama lebih baik dari pada Papa."

"Kau!"

Tuk tuk tuk.

Keduanya melirik pintu.

"Ya?" sahut Erdana.

Pintu dibuka seorang suster. "Permisi, maaf mengganggu, pasien yang Anda bawa sudah siuman, ia mencari orang yang membawanya."

"Oh baiklah, saya akan ke sana." Erdana dalam keadaan kurang sehat pun memaksakan diri untuk melihat keadaan gadis yang entah dari mana.

Di dalam ruangan Naura terlihat diam tanpa ekspresi, rasa sakit di kakinya sudah tidak terasa. Lebih sakit ketika dicerca ibu ketimbang luka tersebut, begitu bagi Naura.

"Emh, halo," sapa Erdana canggung.

"Terima kasih sudah menyelamatkan nyawa kami," tambah Ervan dingin tanpa ekspresi.

"Tidak apa-apa. Bapak berdua baik-baik saja? Apa ada yang luka?"

"Hahah, saya tidak terluka, justru kamu yang terluka."

"Saya baik-baik saja. Oh ya, saya mau pulang," pinta Naura penuh harap.

"Tapi kata dokter kakimu patah," tahan Erdana tak ingin membiarkannya pergi.

"Tapi ..."

"Saya akan memberitahu keluarga Anda. Berikan saya nomor yang dapat dibuhungi," ucap Ervan datar sedatar-datarnya.

"Saya tidak punya nomor keluarga."

"Bagaimana bisa kamu tidak memiliki kontak keluarga?" Ervan kaget mendengarnya.

"Sudahlah, biar kamu antarkan dia pulang," saran Erdana santai.

Mata Ervan manatap tajam Erdana.

Bersambung ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Bayangan Cinta di Kota Tua
9.7
Sofia, fotografer yang patah hati, mencari inspirasi di kota tua yang penuh sejarah. Di sana ia bertemu Adrian, penulis misteri yang berduka atas kematian istrinya. Meski dihantui masa lalu, ikatan emosional tumbuh di antara mereka. Namun, kemunculan mantan kekasih Sofia dan rasa bersalah Adrian mengancam hubungan ini. Melalui keintiman dan pengorbanan, mereka belajar menyembuhkan luka lama dan memilih membangun masa depan baru yang penuh harapan bersama.
Sampul Novel Cincin Kawin Berukir Nama Lain
8.6
Tujuh tahun aku diperbudak sebagai penulis bayangan untuk Zara, adik angkatku, atas perintah Permadi. Puncaknya, suamiku itu tega mencurangi penghargaanku demi Zara yang hamil. Saat kutemukan nama Zara di cincin nikahku, sadarlah aku hanya alat. Aku pun memalsukan kematian dalam kecelakaan pesawat untuk membalas dendam. Saat Permadi mencari jasadku, video plagiarisme Zara tersebar luas. Dari kejauhan, aku tertawa melihat kehancuran mereka dengan identitas baru.
Sampul Novel Cinta Seroja
8.2
Seroja Wijaya adalah kembang desa rupawan anak petani di tanah Sunda. Meski banyak pria desa hingga kota ingin meminangnya, ia selalu menolak demi menunda pernikahan. Suatu hari, sang abah menjodohkannya dengan juragan sayur dari kampung tetangga. Sayangnya, pernikahan itu berakhir cerai karena Seroja hanya merasa kecewa. Di tengah luka, ia bertemu Alzidan, teman masa kecil yang sempat pindah ke kota. Pertemuan itu membawa mereka ke pelaminan dan hidup bahagia.
Sampul Novel IBU YANG KAU BUANG
8.0
Memasuki usia senja, tubuh ini tak lagi berdaya untuk terus membanting tulang. Alih-alih mendapatkan kasih sayang, aku justru ditelantarkan oleh anak-anak kandungku sendiri tepat setelah aku berhenti bekerja. Di tengah perlakuan buruk dari darah dagingku, mampukah aku menemukan secercah kebahagiaan untuk menghabiskan sisa umurku? Sebuah kisah pilu tentang perjuangan seorang ibu yang dikhianati oleh anak-anak yang telah ia besarkan dengan penuh pengorbanan.
Sampul Novel Jatuh Dalam Pesona Playboy
8.0
Claire Wilson ingin mengejar karier setelah lulus kuliah, namun sang ayah justru menjodohkannya dengan anak rekan bisnis. Menolak rencana itu, Claire bertemu Jayden Kim, model tampan asal Korea yang dikenal sebagai playboy kelas kakap. Mereka pun menjalin hubungan tanpa status yang singkat namun mendalam bagi Claire. Saat kontrak kerja Jayden di New York berakhir, ia memilih pergi demi prinsipnya yang anti cinta. Mampukah Claire meluluhkan hati pria yang alergi komitmen itu?