Sampul Novel CUKUP SETAHUN AKU DI SISIMU, MAS

CUKUP SETAHUN AKU DI SISIMU, MAS

9.0 / 10.0
Dalam novel CUKUP SETAHUN AKU DI SISIMU, MAS, seorang istri kedua menjalankan misi rahasia di balik persahabatan dengan istri pertama. Kisah modern novel ini penuh intrik dan pilihan sulit. Baca selengkapnya di webnovel ini untuk mengungkap akhir dari drama romance novel yang penuh risiko.
Ringkasan CUKUP SETAHUN AKU DI SISIMU, MAS
Menjalani peran sebagai istri kedua di bawah bayang-bayang pernikahan siri bukanlah hal mudah. Namun, segalanya menjadi rumit saat aku menyadari bahwa istri pertama suamiku adalah sahabat karibku sendiri. Terjebak dalam rahasia besar ini, aku memilih untuk bermain cantik dan menyembunyikan identitas asliku demi bertahan di sisinya. Dalam waktu setahun yang penuh drama dan kepura-puraan, mampukah aku menjaga rahasia ini tanpa menghancurkan persahabatan kami?
Baca Selengkapnya

CUKUP SETAHUN AKU DI SISIMU, MAS Bab 1

CUKUP SETAHUN

"Mas ... setega itukah kamu, padaku,hiks ... hiks ...," ucapku parau. Air mata sudah tak terbendung. Aku menghamburkan badanku ke kasur. Menenggelamkan wajah ke bantal.

"Aaa ...," teriakku kencang-kencang. Membuang bantal kamar dengan sekenanya. Bantal kenangan indah, namun pahit di rasa sekarang. Bantal romantis, yang selalu aku dan Mas ardi pakai secara bersama. Satu bantal untuk berdua.

"Gimana para saksi, sah!"

"Sah ... sah,"

Suara dari bawah sana bersahut-sahutan. Membuat hatiku semakin nestapa. Nelangsa. Tak berujung.

Kini, aku sah menjadi Istri tua, Bermadukan sahabatku sendiri.Rasanya sakit. Lebih sakit saat berada di ruang oprasi. Berjuang sendiri melawan kesakitan. Hatiku lebih hancur-sehancurnya, daripada oprasi pengangkatan rahimku.

"Tuhan ... aku tahu. Aku yang telah memilih Wulan sebagai maduku. Tapi, entahlah. Hatiku tetap sakit. Maafkanlah aku. Jikalau ketidak ikhlasanku, aku tak bisa menyentuh surga-Mu,"

"Cukup disini saja, Tuhan. Engkau mengujiku. Aku takut. Diriku bisa binasa. Mencintai makhluk, yang kau letakkan surga dalam ridhonya," tutupku berdoa dalam sujud. Mengadukan nelangsa seorang hamba. Yang baru saja di madu karena tak ada rahim dalam tubuhnya.

******

Kala itu ...

"Mas, aku nggak mau kamu madu, Mas. Aku sangat mencintaimu. Melebihi apapun.Jangan kau bagi cintamu, Mas,"

Mohonku mengiba pada Mas Ardi.

"Fa, aku pingin punya anak," sahutnya tanpa menatapku. Pandangannya ke luar jendela kamar kita. Matanya terus menatap pemandangan bukit di malam hari. Indah.

"Kita bisa adopsi, Mas. Banyak bayi yang bisa kita rawat," kilahku tak setuju.

"Bayi siapa? Bayi panti asuhan? tak jelas asal-usulnya. Aku tak sudi, Fa," ketusnya.

"Lagian, Mama dan aku, ingin anak dari darah dagingku. Bukan orang lain, Safa" imbuhnya.

Aku menghela napas perlahan. Mengatur tangisan, yang sesak sampai ke dada.

"Tidak ada carakah lain, Mas, selain kau membagi cintaku," isakku. Sambil mengusap air mata sekenanya.

"Kita bisa cari wanita lain. Kita program bayi tabung dan sewa rahimnya untuk mengandung anak kita,"

"Tanpa kau menduakanku. Kita bisa punya anak, Mas. Aku trauma dengan poligami, Mas," tutupku penuh harap.

Aku tahu, ideku gila. Tapi aku tak punya pilihan lain. Pun tak tahu harus berbuat apa.

"Nggak ... Ibu nggak setuju dengan idemu. Konyol," sembur ibu mertua di ambang pintu kamar kami. Dari belakang. Sedari tadi pintu tidak tertutup.

"Kamu tahu kan, Ardi. Hukumnya haram, Nak. Kalau kamu sewa rahimnya, berarti kau juga harus menikahinya ... "

"Aku nggak mau, Bu," potongku cepat.

Mata Ibu menatapku lekat. Tatapan tak sukanya padaku, begitu kental terasa.

"Diam, kamu! Ngakunya Islam, tapi nggak tahu hukum agama. Wajarlah, Islam KTP,"

bentaknya padaku. Ujung-ujungnya, selalu islam KTP yang ia gelarkan. Padaku.

Mas Ardi hanya diam menatapku. Tanpa mau, sedikitpun membela.

Aku kecewa dengan sikapnya. Selalu tunduk pada wanita, yang selama sembilan bulan mengandung dirinya.

"Ardi, okelah. Ibu setuju, dengan ide istrimu. Untuk program bayi tabung dan menempatkan pada rahim orang lain. Karna memang istrimu tak punya rahim. Tapi, bukan tanpa menikahi wanita itu, caranya. Haram, Nak"

"Nanti kalau bayi itu lahir, statusnya seperti anak zina. Karena, anak itu lahir dari rahim wanita yang tanpa status pernikahan yang sah, dengan Bapak dari janin itu. Jangan lakukan itu Ardi," imbuhnya menasehati.

"Safa, nggak mau di madu, Bu. Safa ingin cinta seutuhnya," tolakku lirih.

Mendengar penuturannya, membuat hatiku sakit. Seperti tersayat tajamnya sembilu. Sakit sekali mendengar penuturan wanita yang sudah kurawat sepenuh hati, tiga tahun lamanya.

"Kamu apa nggak mau punya anak. Selamanya?" tanyanya memojokkanku.

Aku menggeleng pasrah.

"Kalau mau senang, ya harus berkorban dulu, Safa. Sekarang kamu milih. Anakku nikah lagi, punya anak dari istri baru atau anakku nikah lagi, tapi punya anak dari kamu?"

"Aku setuju sama Ibu," seloroh Mas Ardi tanpa pedulikan diriku yang sudah banjir air mata.

"Ardi, carilah istri kedua. Untuk kau nikahi. Tapi, yang pemahaman agamanya bagus. Nggak islam KTP saja," sindir ibu, melirikku sinis.

Aku menatap lekat Mas Ardi. Seraya menggeleng. Memberi isyarat jangan. Jangan lakukan ini padaku.

"Oke, Bu,"

"Mas ... jangan lakukan ini padaku, aku nggak mau kehilangan kamu," mohonku sambil sujud-sujud menyentuh kakinya.

"Lepasin, Safa," hardik Mas ardi membuang tubuhku kasar.

"Kamu tahu. Surga istri, ada di ridho suami. Kalau kamu buatku marah terus-terusan. Nggak bakalan aku meridhoimu,"

Tangisku semakin pecah. Tanpa bisa kukendalikan. Aku beringsut berdiri. Mencoba menatap mereka dengan berani.

"Contohlah si Wulan, sahabatmu itu. Dulu sama mantan suaminya, selalu ia utamakan ridho suami, padahal selalu di KDRT. Walau sampai punya anakpun dia tetap bertahan. Cari ridho suami. Contohlah, dia," seloroh Mas Ardi. Membanding-bandingkan aku dengan Wulan.

Wulan adalah sahabatku. Baru enam bulan kami bertemu. Aku menampungnya, karena kasihan. Melihatnya dipukul secara membabi buta di depan mata kepalaku. Oleh, suaminya, yang kini sudah menjadi mantan. Semua itu tak lepas dari usaha dan jerih payahku.

Itulah cerita sekilas. Awalku bertemu Wulan. Singkatnya, dia sahabat terbaikku. Wulandari Kartika.

Aku menggeleng. Tak henti-hentinya, air mata mengalir.

"Kalau kamu sepakat. Satu tahun saja pernikahan ini, dan kamu bisa milih, wanita yang kamu suka," imbuh Mas Ardi.

Kulirik sekilas ibu mertua. Nampaknya ia kaget.

"Ardi, itu sama saja nikah kontrak. Haram," nasehat Ibu layaknya ustadzah bohongan.

"Ceraikan saja si Safa, Di. Lagian, dia istri nggak ada guna. Kenapa, sih kamu dulu nikahin wanita tanpa rahim ini?" geram ibu sambil melirikku.

Mas Ardi. Diam tak bersuara. Pun aku. Hanya diam menunduk. Meratapi nasib. Beginikah nasib wanita tanpa rahim? Maju mati, mundur pun juga.

Siapa, yang mau menjadi wanita tanpa rahim. Ku rasa, semua wanita tak mau. Aku juga tak bisa memilih. Antara takdir yang ditetapkan Tuhan padaku.

Lengkaplah sudah. Gelar, yang diberikan mertuaku padaku. Wanita islam KTP tanpa rahim. Penuh luka dan derita. Hiks.

"Aku kaya, Bu," lirihku akhirnya memberanikan diri.

Mas Ardi mengangkat tangan kanan. Hendak menamparku. Spontan, Kututupi wajahku. Ketakutan. Bergidik ngeri. Mengingat tangan kokoh Mas Ardi menggampar wajahku.

Tapi, aneh ...

Kenapa tak ada rasa. Terhentikah?

Mataku mengerjap-ngerjap. Membuka kelopak mata.

Ternyata, Ada tangan yang menghalanginya. Siapa?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi CUKUP SETAHUN AKU DI SISIMU, MAS

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ARE YOU DONE, MY DEAR?
8.4
Dahulu, Kinara egois merebut suaminya dari wanita lain demi kepuasannya sendiri. Kini, ia harus menelan pil pahit karma saat rahasia kelam terungkap. Kehadiran seorang anak yang mengaku sebagai darah daging suaminya dari masa lalu menghancurkan segalanya. Merasa dikhianati dan tidak sanggup menerima kenyataan tersebut, Kinara akhirnya memutuskan untuk bercerai. Ia pun memulai langkah baru demi menuntut keadilan dan melancarkan aksi balas dendam.
Sampul Novel GAIRAH LIAR IBU TIRIKU
9.7
Meghan Crafson adalah mantan model dewasa yang tetap menawan di usia kepala tiga. Meski hidup bergelimang harta setelah menikahi miliarder New York, ia merasa hampa karena suaminya yang jauh lebih tua tak mampu memuaskannya. Situasi berubah saat Hardin, putra tiri yang tampan dan atletis, datang ke rumah mereka. Terpikat pesona Hardin, Meghan mulai melancarkan godaan terlarang. Hardin pun terjebak dalam dilema antara moralitas dan gairah liar yang ditawarkan sang ibu tiri.
Sampul Novel Hati yang Kau Sakiti
9.5
Kebahagiaan Kiran saat mengetahui kehamilannya seketika sirna oleh kenyataan pahit. Arka, suami yang ia percayai, ternyata telah lama mengkhianatinya bahkan memiliki anak dengan wanita lain. Hati Kiran hancur berkeping-keping di tengah runtuhnya rumah tangga yang selama ini ia jaga. Kini, ia harus berjuang menghadapi perihnya pengkhianatan tersebut. Mampukah Kiran bangkit dari keterpurukan ini ataukah rasa cintanya pada Arka telah benar-benar mati selamanya?
Sampul Novel Mahasiswi Piaraan Dosen Muda
8.2
Kehidupan kampus Jiyya mendadak riuh saat Silvana berambisi menaklukkan Sir Leon, dosen muda seksi mereka, untuk kencan satu malam. Tak ingin berjuang sendiri, Silvana juga mencoba menjodohkan Jiyya dengan Sir Joan, dosen lain yang ternyata masa lalu Jiyya. Silvana berharap rencana ini bisa membantu sahabatnya melupakan cinta pertama. Di tengah obsesi nakal Silvana pada Sir Leon, mampukah Jiyya menghadapi kembali Sir Joan dan memulai lembaran baru?
Sampul Novel Wanita Simpanan CEO
8.8
Kehidupan Diandra berubah drastis saat Gemilang Aditama, CEO di kantornya, mendadak mengklaim dirinya secara sepihak. Awalnya terasa seperti romansa biasa, namun kenyataan pahit terungkap bahwa pria itu ternyata sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kini Diandra terjebak dalam dilema moral yang pelik. Haruskah ia tetap bertahan menjadi wanita simpanan atau melepaskan diri dari jerat asmara terlarang sang bos yang penuh risiko bagi masa depannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan