Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nostalgia

Nostalgia

Misa Almira terjebak dalam memori masa kecil bersama sahabat yang menjadi sumber kebahagiaannya. Namun, sebuah kesalahan fatal di masa lalu mengubah segalanya hingga sosok yang ia cintai itu menghilang secara misterius. Saat kebenaran terungkap, rasa bersalah yang mendalam menghantui Misa. Meski waktu berlalu dan ia telah meniti karier sebagai orang dewasa, bayang-bayang penyesalan dan kenangan indah tersebut tetap tak bisa ia lepaskan dari hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sekitar 16 tahun dan beberapa bulan yang lalu...

Pulang sekolah, Misa berlari-larian menuju rumah. Entah mengapa, ia merasa begitu senang tanpa alasan yang jelas. Ia berlari kencang hingga tiba di depan rumahnya.

“Mamah, aku pulang!” serunya.

“Eh, Misa sudah pulang? Mau ke mana? Makan dulu nanti kamu sakit! Setidaknya minumlah jus mangga buatan Mamah dulu!” ujar Mamahnya.

“Nanti saja, Mah!” jawab Misa.

“Aduh, dasar anak itu…” desah Mamahnya sembari memegang kening.

Misa berlari keluar rumah setelah menyimpan tasnya di atas kursi tanpa mengganti seragam sekolahnya. Ia mengejar kupu-kupu yang sedang berterbangan di depan rumah. Hingga akhirnya ia sampai di sebuah bukit di pinggiran kota dekat dengan rumahnya.

Di lereng bukit itu, Misa berlari mengejar seekor kupu-kupu yang menuntunnya ke jalan yang belum pernah ia lalui sebelumnya. Jalan setapak yang berkelok-kelok itu dipenuhi pemandangan yang memesona, dengan bunga-bunga berwarna-warni yang mekar sempurna di kanan dan kiri.

Setiap langkah yang diambil Misa membawa aroma bunga yang memabukkan dan pandangan kupu-kupu yang menari-nari di udara. Gadis kecil itu terpesona, kagum pada keindahan yang tersembunyi ini.

Saat kupu-kupu itu hinggap di kelopak bunga merah yang mencolok, Misa berhenti berlari dan menatap takjub. Jalan setapak itu tampak seperti kanvas yang dilukis dengan sapuan warna-warni, dihiasi oleh titik-titik berkilauan dari sayap kupu-kupu yang beterbangan.

Terinspirasi oleh pemandangan yang indah, Misa berlari lagi, lengannya terentang ke samping. Gerakannya membuat ribuan kupu-kupu berhamburan dari kelopak bunga, membentuk awan yang berputar-putar di sekelilingnya.

Misa berputar dan berputar, tertawa riang saat kupu-kupu menari bersama dirinya. Setiap gerakannya menciptakan simfoni warna dan gerakan yang memikat. Dia merasa seolah-olah sedang berada dalam lukisan hidup, sebuah mahakarya yang hanya bisa diimpikan.

Saat hari mulai berganti senja, Misa memperlambat larinya dan menatap pemandangan yang ada di hadapannya. Awan yang dihiasi warna-warna keemasan berkumpul di cakrawala, memantulkan cahayanya ke atas kanvas bunga dan kupu-kupu.

Misa melangkah perlahan menyusuri jalan setapak yang berliku, meninggalkan hiruk pikuk kota di belakang. Setelah beberapa saat, ia sampai di sebuah puncak bukit yang memukau. Hamparan luas di hadapannya bertransformasi menjadi kanvas yang dilukis dengan warna-warna cemerlang.

Sebuah taman yang memesona terbentang sejauh mata memandang. Bunga-bunga dari segala corak bermekaran dengan anggun, membentuk sebuah mozaik berwarna-warni yang memukau. Kuning keemasan bunga matahari, merah merona bunga mawar, ungu tua bunga lavender, dan putih bersih bunga lili terjalin harmonis, menciptakan sebuah simfoni keindahan.

Kupu-kupu dari berbagai ukuran dan pola beterbangan riang di antara bunga-bunga, hinggap dengan anggun pada kelopak-kelopaknya yang lembut. Sayap mereka yang berwarna cerah menari-nari di udara, menambahkan sentuhan keanggunan pada pemandangan yang sudah menakjubkan.

Angin sejuk membelai wajah Misa, membawa aroma manis dari tanaman yang bermekaran. Ia terkesima oleh keindahan yang menyelimuti taman ini, tempat yang tak pernah dibayangkannya ada di dekat rumahnya. Ia menghela napas, terbenam dalam ketenangan yang dibawa oleh tempat yang memesona ini.

Misa kembali berlarian riang di taman bunga yang semarak, lengannya terentang, tubuhnya berputar-putar. Tawa ceria menggema di udara saat dia melaju melalui hamparan bunga warna-warni. Namun, langkahnya tiba-tiba berhenti saat matanya tertuju pada seorang anak laki-laki seusianya yang berdiri diam, memandangnya dari pinggir taman bunga itu.

Anak laki-laki itu memiliki rambut hitam panjang yang indah tertiup angin sepoi. Dengan langkah penasaran, dia menghampiri Misa yang berdiri di tengah ladang bunga yang mekar berlimpah.

“Sedang apa kau di sini?” tanya anak laki-laki itu, suaranya lembut seperti angin musim panas.

Misa kaget di tempatnya berdiri. Dia tidak pernah melihat anak laki-laki itu sebelumnya. “Aku hanya... bermain,” gumamnya pelan.

“Hmm,” kata anak laki-laki itu. “Bunga-bunga di sini memang sangat indah.”

Misa mengangguk setuju. “Ya, aku suka melihat mereka. Warnanya begitu cerah dan ceria.”

Mereka berdiri diam sejenak, diam-diam mengagumi keindahan taman. Lalu, anak laki-laki itu memecahkan kesunyian, “Namaku Andhika.”

“Misa,” jawab Misa, suaranya juga lembut.

Andhika tersenyum padanya. Senyumnya manis dan ramah, membuat Misa merasa nyaman di hadapannya. “Senang bertemu denganmu, Misa.”

“Sama-sama,” kata Misa, membalas senyumnya.

Dan itulah kali pertama Misa bertemu dengan Andhika.

Mereka menghabiskan waktu berjam-jam berjalan bersama melalui taman, mengobrol tentang hal-hal kecil dan tertawa bersama. Semakin lama mereka mengobrol, semakin Misa merasa terikat dengan Andhika.

Sejak pandangan pertama di sebuah taman kecil dekat rumah, Misa langsung merasa terhubung dengan Andhika. Kedekatan mereka bersemi, hingga Andhika pindah sekolah dan seketika menjadi teman sekelas Misa. Tahun kelima SD menjadi masa puncak persahabatan mereka.

Setiap pagi, mereka duduk bersebelahan di kelas, berbagi cerita dan tawa. Sore harinya, mereka mampir ke taman tempat pertama kali bertemu. Di taman itu, mereka menjadi diri sendiri, bebas dari tekanan lingkungan.

Suatu hari saat mereka menyusuri jalan setapak dengan keadaan mendung, tawa mereka bercampur dengan hujan yang tiba-tiba turun tiada henti. Tetesan air hujan menelusuri pola sesaat di wajah mereka, menciptakan mosaik kegembiraan tanpa malu-malu. Dengan setiap langkah, mereka merasakan kebebasan, seolah-olah dunia telah menghilangkan kekhawatiran mereka.

Namun, petualangan mereka tidak luput dari perhatian. Saat mereka mendekati tepi taman, cahaya lampu jalan yang terang menyinari jalan menuju rumah mereka. Dengan tiba-tiba menyadari konsekuensinya, mereka berbalik untuk melarikan diri, hanya untuk disambut oleh tatapan murka dari orang tua mereka yang menunggu.

Tatapan kesal orang tua mereka memenuhi udara saat Misa dan Andhika digiring kembali ke rumah masing-masing. Suara marah orang tua mereka bergema di lorong-lorong, sebuah bukti kekecewaan mereka. Namun meski mendapat teguran keras, baik Misa maupun Andhika tidak mampu memuaskan dahaga mereka akan petualangan.

Dengan setiap hujan berikutnya, mereka mendapati diri mereka tertarik kembali ke taman. Mereka akan menyelinap keluar rumah, langkah kaki mereka teredam oleh rintik hujan. Saat mereka berdiri berdampingan, memandangi lanskap yang dilanda badai, rasa keterhubungan yang mendalam menyelimuti mereka.

Seolah-olah hujan telah menjadi simbol perlawanan mereka terhadap norma-norma masyarakat dan ikatan yang tidak dapat dipatahkan. Mereka menolak untuk digoyahkan oleh pandangan tidak setuju dari orang lain atau kendala yang dikenakan pada mereka.

Anehnya, setelah tamasya pertama mereka saat hujan deras, kemarahan orang tua mereka mulai mereda. Seolah-olah hujan telah menghapus kebencian mereka, meninggalkan rasa penerimaan yang aneh.

Sejak saat itu orang tua mereka sudah tidak melarang mereka untuk pergi saat hujan, bahkan saat hujan deras sekalipun orang tua mereka malah memberikan payung atau jas hujan. Mereka mungkin berpikir untuk tidak mengganggu masa kanak-kanak dari anak-anak mereka yang bisa membuatnya tidak bahagia di masa depan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 180 Days
9.4
Saat pengkhianatan suami terungkap, April tidak memilih jalan cerai seperti wanita pada umumnya. Ia justru bertekad memperjuangkan keutuhan rumah tangganya yang retak. Sebuah tantangan besar ia tetapkan bagi dirinya sendiri: menaklukkan kembali hati sang suami dalam kurun waktu 180 hari. Di tengah luka hati, April harus berjuang melawan waktu demi mengembalikan cinta yang hilang. Mampukah ia memenangkan kembali suaminya sebelum batas waktu itu berakhir?
Sampul Novel Gadis Ternoda
8.1
Diana terjerumus dalam jebakan sahabatnya hingga dijual kepada pria asing. Insiden satu malam itu berakhir dengan kehamilan tak terduga. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukannya kembali dengan ayah biologis anaknya. Namun, situasi menjadi rumit saat ia menyadari pria itu adalah kekasih sepupunya sendiri. Akankah Diana berani mengungkap rahasia tentang buah hati mereka, atau memilih bungkam demi menjaga perasaan keluarganya?
Sampul Novel Gairah Ranjang CEO Kejam
9.2
Alice Morrigan terpaksa menggantikan posisi kakak kembarnya, Berenice, yang menghilang saat pernikahan dengan Nicholas Chevalier. Sebagai istri pengganti, Alice diperlakukan layaknya pelayan oleh Nicholas yang kejam. Ia kerap menerima kekerasan fisik dan cambukan menyakitkan saat berhubungan intim. Nicholas yang posesif terus mengekang tubuh serta kebebasan Alice tanpa ampun. Di tengah penderitaan ini, mampukah Alice bertahan atau justru berhasil melarikan diri?
Sampul Novel Kumpulan Cerita Pendek dengan Alur Ringan dengan Akhir yang Bahagia
9.7
Antologi ini menyajikan deretan kisah cinta modern dengan narasi yang menenangkan. Setiap bab menghadirkan judul serta plot unik yang berdiri sendiri, memberikan kesegaran cerita yang berbeda di setiap bagiannya. Di tengah kerumitan realitas kehidupan yang penuh ketidakpastian, koleksi cerita pendek ini sengaja dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pembaca. Fokus utama dari setiap narasinya adalah memastikan akhir yang bahagia bagi setiap karakter di dalamnya.
Sampul Novel Hubungan terlarang
9.0
Athena terjebak rasa bersalah setelah malam panas tak terduga bersama Theo, kakak tirinya. Meski sempat pergi selama tiga tahun demi menghapus perasaan, kembalinya Athena justru memicu obsesi Theo yang kian menggila. Sang kakak menolak melepaskannya dan terus membelenggu Athena dalam hubungan terlarang yang penuh hasrat. Bagi Theo, status keluarga hanyalah formalitas karena mereka sejatinya orang asing yang dipertemukan oleh takdir yang salah.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?