Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat

Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat

Kejora Salsabila, wanita karier berusia 27 tahun, merasa tertekan oleh tuntutan sosial untuk memiliki pasangan. Terlalu fokus pada pekerjaan membuatnya mengabaikan sisi pribadinya hingga terjebak dalam masalah pelik. Putus asa menghadapi tekanan hidup, ia mengambil langkah nekat demi solusi instan. Kejora kini berjuang mencari sosok yang mampu membebaskannya dari keterpurukan. Di tengah pahitnya kenyataan, mampukah ia bertahan dan menemukan kembali cahaya hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Itu tandanya kamu perlu pendamping hidup. Cantik iya, berpenghasilan besar iya. Apa yang membuat kamu belum menikah?!”

“Aduhai! Bosen ngomongin itu terus, Pak. Mau saya nikah sekarang atau nanti, apa Bapak mau nanggung biayanya? Saya suka herman sama ---” ucap Kejora terpotong.

“Siapa Herman? Pacar kamu ya? Atau malah calon suami?” tanya bos gendut itu tanpa ada noda dosa di wajahnya. 

Lucu, tapi geli juga. Kejora jadi pengen narik kumis lele milik bosnya itu. Tangannya saja sudah gatal, untung masih ada sedikit kesabaran dalam diri gadis ayu itu.

“Pak e ... bukan Herman nama orang, maksud saya tadi heran. Ck! Bapak nggak asyik, masak nggak paham dengan bahasa-bahasa gaul anak muda? Kalau gitu saya masuk dulu, ya Pak, daripada nanti perusahaan Bapak bangkrut karena karyawan yang rajin ini keasyikan ngobrol dengan Bapak. Bye ... Pak!” pamit Kejora yang langsung beringsut, meninggalkan pria setengah baya dengan ekspresi konyolnya itu.

“Herman, bisa juga jadi heran? Terus kalau Bagong jadi apa?” ucapnya bermonolog, agaknya ia belum menyadari bahwa sang karyawan sudah pergi. 

Setelah sadar, barulah bos botak itu mengeluarkan jurus andalan seorang bos, yang terdengar percuma. Bagaimana tidak? Dia hanya bicara sendiri tanpa ada orang yang mendengarkan.

Hubungan Kejora dengan bos dan para karyawan di kantor ini sangat baik. Maklumlah, gadis itu sudah mengabdikan diri selama lima tahun di sini. Jadi, bercanda seperti itu tadi sangat lumrah, dan cukup sering terjadi. 

Dan, jika ditanya apa yang membuat Kejora betah sendiri? Jawabannya bukan karena ia tidak laku, hanya saja gadis itu tidak tertarik dengan sebuah hubungan dan memilih fokus dengan karir. Tanpa ia sadari, usianya semakin tua, mau tidak mau, Kejora harus berdamai dengan keadaan, sampai nanti sang pangeran datang dengan kuda besinya untuk menjemput ia, diwaktu yang tepat.

Sebuah pandangan  dan prinsip hidup yang bagi orang awam sangat merugikan masa mudanya. Dan saat ini, itulah yang gadis itu sedang pikirkan. 

“Apa aku benar-benar salah ketika harus fokus dengan karir sampai melupakan kehidupan pribadiku? Lagi pula, manusia ‘kan, memiliki caranya masing-masing untuk hidup. Sekarang aku mengaku menyerah dan kalah!”

Kejora mematut dirinya di depan layar komputer, pikirannya melayang mengenai sosok Albirru, juga tantangan yang diberikan Keli padanya. Bagaimana caranya bisa menemukan si Albirru itu? Wajah dan alamatnya saja ia tidak tahu. Dan, kalaupun tahu, apa mungkin pemuda itu mau membantunya keluar dari jeratan kata jomblo karatan itu?

Ini benar-benar situasi yang sangat sulit untuk Kejora, terlebih lagi ia harus memenuhi tuntutan satu orang dan mencari cara yang terbaik untuknya agar tidak dihina lagi.

“Arghh!” teriak Kejora yang terdengar frustasi. Sangking frustasinya, ia sampai langsung menghabiskan secangkir kopi yang masih panas kuku di hadapannya.

“Kejora? Are you oke?” tanya salah seorang karyawan yang duduk di samping Kejora, mereka hanya dibatasi dengan sebuah penyekat dari triplek.

“Keli datang lagi, Kasih. Dan dia lagi-lagi ngebuat hidupku semakin runyam,” jawab Kejora sambil mengalihkan matanya ke arah wanita yang ia sapa Kasih itu. 

Ya ... Kasih dan Kejora sudah bersahabat cukup lama, bahkan sebelum seorang makhluk bernama Keli datang mengusik ketenangan hidupnya dan membuat ia kehilangan prinsip dalam hidup.

“Ngapain lagi, sih, dia?” tanya kasih yang dengan langkah pelan mencoba menghampiri tempat duduk Kejora.

“Dia nanyain, aku udah nikah apa belum,” sahut Kejora dengan tingkat kemalasan yang menjadi-jadi.

“Terus?” tanya Kasih lagi.

“Ya ... karena aku nggak mungkin ngomong belum. Terus aku jawab udah, untung ada cincin ini,” katanya sambil menunjukkan jari manisnya, yang berhiaskan cincin hadiah kepada Kasih. “Awalnya dia percaya, tapi lama-lama kayaknya curiga, deh," jelas Kejora lagi dengan air muka yang entah apa sebutannya.

“Maksudnya? Curiga gimana?” tanya Kasih lagi. Wanita itu kini dengan posisi siap, juga penuh perhatian untuk mendengarkan curhatan sang sahabat.

“Aku bilang nama suamiku itu Al!” ucapnya sambil menyedot air mineral yang berada di tangan Kasih.

“Terus dia bilang, Albirru. Ya ... aku iyain aja, lagian aku nggak tahu, bentuk si Biru itu gimana. Dan dengan sifat keras kepalanya, itu cewek malah ngasih undangan pernikahannya ke aku. Dengan nama Albirru di sampingnya,” jawab Kejora sambil merogoh undangan dari tasnya, dan memberikannya kepada Kasih.

“Dengan nama Albirru?” ucap Kasih membeo sambil mengingat sesuatu.

Wanita hamil itu langsung melebarkan mata, pasalnya ia baru teringat seseorang. “Kejora! Albirru itu putra konglomerat plus direktur di perusahaan papanya. Dan dia itu ... ganteng banget. Aku kalau belum nikah, mau kali jadi istrinya.” 

Mendengar apa yang diucapakan oleh Kasih, membuat Kejora meringis. Emangnya si Biru itu makhluk macam apa sih?  - batin Kajora dengan membayangkan sosok Albirru, yang katanya tampan itu.

“Kamu cek deh di internet, ketik nama Albirru. Pasti muncul itu wajah tampan juga prestasinya. Ya ampun Kejora!”

“Biasa aja kali, Bumil. Lagian dia makan nasi juga ‘kan? Ck! Yang aku bingungin sekarang itu, gimana caranya aku bisa minta tolong sama dia” ucap Kejora yang tampak frustasi dengan kebohongannya sendiri.

“Emm ... oke. Aku nanti coba tanya suamiku, mungkin dia kenal atau pernah gitu ketemu sama Albirru itu.”

“Oke! Aku tunggu kabar dari kamu. Semoga aja suamimu kenal, dan akan mudah bagiku minta tolong sama si Biru itu.”

Setelah mendengar ucapan Kasih yang cukup membuatnya lega, Kejora kemudian melanjutkan kembali pekerjaan yang sempat tertunda beberapa menit lalu. Begitu pun dengan Kasih sang sahabat.

*

Usai bertempur dengan banyaknya tugas kantor, Kejora akhirnya bisa menghirup udara bebas. Pukul 17.00 WIB, Kejora berjalan pelan bersama Kasih menuju parkiran. Seperti biasa, Kasih menunggu jemputan, sedangkan makhluk yang dicap jomblo itu hanya duduk bertemankan lamunan. 

“Mobil kamu, kok, bisa penyok?” tanya Kasih yang baru menyadari, keadaan yang tidak baik-baik saja dari mobil sahabatnya itu.

“Aku nabrak mobil orang, tapi itu bukan salahku! Dia yang ngerem mendadak. Pas aku minta ganti rugi, malah dia bilang impas.”

“Oh no! Seperti adegan drama. Waw! Gimana orangnya, ganteng nggak?” tanya Kasih dengan candaan untuk menggoda Kejora. 

“Nggak lihat. Entah ... aku cuma perhatiin kaca mata hitamnya doang. Lagian, laki-laki tak bertanggung jawab kayak gitu, nggak penting untuk diingat wajahnya. Entar juga  luntur tuh, ketampanannya,” ucap Kejora tanpa sadar.

“Berarti kamu lihat dong wajah tampannya. Cieee ... mana tahu itu jodohmu. Biasanya di drama suka begitu. Awalnya tabrak-tabrakan mobil, akhirnya tabrak-tabrakan hati, deh,” ledek Kasih yang membuat Kejora sadar akan kesalahannya. 

Ya ... kesalahan mulutnya yang keceplosan menyebut pemuda itu tampan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Mesum
9.1
Alice Handerson adalah sekretaris tegas yang harus menghadapi perilaku provokatif bosnya setiap hari. Meski profesional, ia sering terjebak dalam situasi penuh godaan dan makna ganda di kantor. Saat sang atasan mengajukan tawaran skandal, Alice terjepit antara logika dan keinginan hati yang membingungkan. Hubungan benci tapi rindu ini memaksa mereka menjelajahi batas kekuasaan dan cinta dalam narasi romansa kontemporer yang berani dan penuh gejolak.
Sampul Novel Godaan Ranjang Sang CEO-tamat
8.0
Demi menyelamatkan ayahnya dari kanker paru-paru, Gwen Florine terpaksa menerima tawaran Nicholas Kennedy, mantan kekasih yang meninggalkannya sepuluh tahun silam. Nich bersedia menanggung biaya operasi sebesar lima puluh ribu dolar asalkan Gwen bersedia menikahinya. Gwen setuju, namun dengan syarat pernikahan mereka hanyalah kontrak belaka. Di tengah luka lama yang belum sembuh, mampukah Gwen menjaga hatinya agar tidak kembali terjerat pesona sang CEO?
Sampul Novel Kesalahan Cinta CEO: Balas Dendam Manisnya
8.2
Dunia Dayna runtuh saat Jon, pria yang ia cintai dalam diam, bertunangan dengan wanita lain. Enggan terpuruk, ia bangkit demi kebahagiaan sendiri. Karier Dayna pun melesat hingga menarik banyak pengagum baru. Jon yang menyesal berusaha kembali, namun Dayna hanya melempar senyum penuh teka-teki. Sebagai balasan, ia mengumumkan pencarian istri bagi sang CEO di internet dan menyebar nomor Jon ke berbagai situs kencan untuk mengacaukan hidupnya.
Sampul Novel Mantan Istri CEO Tampan
8.9
Demi membiayai operasi Andra, Alana terpaksa menerima tawaran mertuanya untuk pergi menjauh selamanya. Ia rela meninggalkan sang suami meski sedang mengandung. Andra yang merasa dikhianati lantas menaruh dendam mendalam dan bertekad membalas sakit hatinya jika mereka bertemu lagi. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Alana kini telah memiliki anak, sementara kebencian Andra masih membara. Akankah cinta lama mereka bisa kembali?
Sampul Novel My Adorable CEO
8.6
Pasca maut merenggut orang tua mereka, dua bersaudara Van Willem tumbuh besar di bawah asuhan pelayan setia. Sang kakak kini memimpin dinasti keluarga, sementara adiknya, Irish, meniti karier di perusahaan besar. Namun, hidup Irish berubah drastis saat bertemu bosnya, seorang CEO kaya yang dikelilingi banyak wanita. Konflik memuncak ketika para mantan kekasih sang CEO muncul, memicu salah paham antar pemimpin perusahaan hingga nyawa menjadi taruhan.
Sampul Novel Pengantin Boneka Demi Utang Keluarga
8.8
Demi menyelamatkan bisnis keluarga dari pailit, Anya Pramudita terpaksa menikahi Reza Wijaya, pewaris Wijaya Corp. Meski orang tua Reza memuja kecerdasan Anya, mereka sebenarnya memanfaatkan krisis finansial Pramudita Global sebagai jerat. Di sisi lain, Reza masih terikat cinta rahasia dengan Kirana. Tanpa kasih sayang, Anya yang apatis pada cinta harus menjalani sandiwara pernikahan. Akankah perasaan tulus muncul, ataukah hubungan ini hancur akibat pengkhianatan?