Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel New duda

New duda

Galuh terpaksa menyandang status duda setelah dikhianati berulang kali. Meski sempat memaafkan perselingkuhan pertama dan kedua, pintu maafnya tertutup rapat saat mantan istrinya kembali bermain api untuk ketiga kalinya. Luka mendalam ini meninggalkan trauma berat bagi Galuh terhadap komitmen pernikahan. Di tengah rasa sakit hati yang menyiksa, mampukah ia menyembuhkan luka masa lalu dan membuka hatinya kembali untuk menemukan cinta sejati yang baru?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kenapa lo gak bilang kalau Pak Galuh itu bukan cuma bos lo aja di pabrik, tapi dia juga tetangga lo." omel ku pada Usron saat kami sudah sampai di rumah.

Usron melihat ke arahku, "ya lo juga gak pernah nanya."

Hmm, iya juga ya. batinku membenarkan ucapan Usron barusan. Aku memang tak pernah bertanya sih.

"Sudah, nanti lagi ngobrolnya. Sekarang kita makan siang dulu," ucap bibi ku yang memang tak suka saat makan sambil bicara.

Aku diam tak bicara sepatah kata pun lagi, begitu juga dengan Usron. Kami berempat menikmati makan siang dengan tenang sebelum suara bel berbunyi mengganggu konsentrasi makan kami.

"Biar aku saja," kata Usron saat aku hendak berdiri.

Aku pun kembali duduk menikmati makan siang ku. Lalu ku dengar suara langkah kaki mendekat—memasuki ruangan makan.

"Eh! Ada Pak Galuh," pekik bibi otomatis membuatku terkejut. Aku mendongak dan benar, ada pria angkuh itu.

Galuh tersenyum seraya berujar, "saya kesini cuma mau nganterin ini." katanya menunjukkan sesuatu. "Tertinggal di rumah saya."

"Hp Usron," ucapku tanpa sadar.

"Oh, jadi benar punya kamu ya Usron?" tanya Galuh pada Usron.

"Astaga! Iya Pak, ini punya saya." sahut Usron mengangguk dan mengambil ponselnya yang di sodorkan Galuh.

"Duh, pakai acara ketinggalan segala lagi. Jadi ngerepotin Bapak," cengir Usron merasa sungkan.

"Ya gak apa-apa. Untung aja ketinggalan di rumah saya, coba kalau jatuh dijalan?"

"Haduh, udah raib deh kayaknya Pak." kata Usron tak bisa membayangkan seandainya ponselnya jatuh dijalan tadi.

Aku turut senang mendengarnya, setidaknya meskipun terlihat angkuh namun ternyata Galuh adalah orang yang baik.

"Yaudah, kalau gitu saya pamit ya." Pak Galuh menepuk pelan pundak Usron. "Lain kali hati-hati, jangan sampai ceroboh lagi."

"Baik Pak, dan terima kasih ya pak." ucap Usron mengangguk.

"Oke, sama-sama." Galuh menatap ke arah paman, bibi dan terakhir aku.

"Nak Galuh, sudah makan siang?" tanya bibi begitu perhatiannya sampai menanyakan Galuh sudah makan siang atau belum.

"Sudah, Bu Mutia.

"Benar udah Pak? Gak bohong 'kan?" aku terkejut mendengarnya, paman pakai acara menggoda Galuh segala lagi.

Pria itu tertawa dengan godaan paman, "sebenarnya sih belum Pak. Ini juga saya tadi rencananya mau bikin nasi goreng sama telur dadar aja untuk makan siang."

"Nasi goreng dan telur dadar lagi? Emang gak bosen Pak?" tanya Usron.

"Ya, mau gimana lagi Us, cuma itu yang bisa saya buat." katanya tersenyum malu.

"Sabar ya Pak," kali ini Usron yang menepuk pelan pundak Galuh. "Rata-rata para duda memang mengeluhkan hal ini."

Aku tersenyum geli, sejak kapan sepupu menyebalkan ku ini jadi sok bijak begini.

"Eh, maaf ya Pak. Saya bukannya bermaksud mau ngatain Bapak, saya cuma mau kasih support aja. Karena beberapa teman saya mengalami hal ini, baru menjadi duda maksudnya."

"Miris ya," ku lihat ekspresi Galuh sedikit meringis mendengarnya.

"Ya gitulah, Pak. Jadi Bapak yang sabar ya, saya yakin suatu saat nanti Bapak akan bahagia dengan menemukan jodoh yang baru."

"Wah, amin. Semoga saja ya, Urson. Tapi saya masih trauma dengan hubungan pernikahan, takut di selingkuhin lagi." ungkapnya tanpa sadar. "Ya gitulah pokoknya. Duh! Kok saya jadi curhat ya." Galuh tersenyum kikuk.

"Gak apa-apa, Pak Galuh. Wong kita ini udah seperti keluarga kok, iya kan Pak?" ucap bibi menatap paman yang mengangguk.

"Jadi, jangan sungkan Pak sama kami dan tetangga yang lain. Kalau Bapak perlu bantuan, bisa bilang sama kami semua yang tinggal di komplek perumahan ini." kata paman menimpali ucapan bibi tadi.

Duh, aku jadi terharu mendengarnya. Paman, bibi dan sepupuku yang memang sangat baik.

"Ya sudah kalau gitu, hayuk mari makan siang Pak." tawar bibi sekali lagi, "jangan ngerasa sungkan loh Pak. Ingat, kita semua ini sudah seperti saudara. Oke?"

"Lagian juga ya Pak, gak baik loh kalau nolak rezeki." ucapku membuat semua pasang mata kini menatap ke arahku. "Kenapa? Apa aku salah bicara?" tanyaku gugup di tatap begitu.

"Tumben banget ngomong lo bener, Cy." protes Usron.

Dih, kampret ini anak. Jadi maksud dia selama ini omongan gue gak pernah bener gitu?

***

Selesai makan siang Galuh langsung berpamitan pada paman dan bibi. Sementara aku mendengus kesal melihat kepergiannya.

Huh! Seharusnya habis dapat makan gratis jangan pulang dulu. Cuci piring dulu kek, sebagai ucapan terima kasih.

"Kenapa lo? Kok muka lo cemberut gitu?" tanya Usron mengagetkan ku.

Aku pun lantas menggeleng dan berlalu dari hadapannya. Piring-piring kotor sudah menanti diriku.

"Loh, Bi! Ngapain?" pekik ku kaget melihat bibi yang malah mencuci piring.

"Sini, biar aku aja Bi." pintaku yang justru di tolak Bibi.

"Gak usah, gak apa-apa ndok. Biar Bibi saja, lagian kamu pasti kan capek."

"Lah, Bibi kan juga capek tadi udah masakin makan siang buat kita semua."

"Udah tugas Bibi, sayang." ucapnya tersenyum.

"Yaudah, kalau gitu ini juga udah tugas Ecy." aku pun berusaha mengambil alih pekerjaan cuci piring ini. Tapi, lagi-lagi bibi menolak. Melarang keras diriku menyentuh piring-piring kotor ini.

"Sudah Bibi bilangin juga, biar Bibi saja mumpung lagi mau ini." ucapnya seraya mengerlingkan mata padaku.

Hmm, baiklah. Kalau memang kemauannya bibi, aku cuma pasrah aja.

"Bener nih, Bibi aja yang nyuci piring?"

"Iya."

"Yakin gak mau biarin aku aja yang nyuci piring?" tanyaku sekali lagi memastikan

"Iya Ecy, ya ampun! Perkara nyuci piring kotor juga kok di ribetin," omel bibi kesal padaku yang banyak tanya. Otomatis itu menganggu konsentrasinya mencuci piring.

"Oke deh, Bi. Makasih ya, mmuaacch." aku mengecup pipi bibi dan pergi.

Sesampai di kamar aku mendadak bingung ingin melakukan apa. "Hmm, mau ngapain ya enaknya?" gumamku bertanya-tanya sendiri.

"Ah, ke kamar Usron deh." aku pun memutuskan ke kamar Urson saat sebuah ide untuk mengerjainya terlintas.

Menyentuh dan memutar bola pintu kamar Usron, namun tak bisa di buka karena Usron menguncinya.

"Eh, tumben nih anak ngunci pintu kamarnya." aku pun merasa heran. "Ngapain sih nih anak?"

Ku ketuk-ketuk pintu kamar Usron beberapa kali sambil memanggil namanya. "Usron, buka!"

Namun tak ada respon sampai tanganku pegal sendir mengetuk pintu yang tak kunjung dibuka. Dan mulutku terasa kebas karena berulang kali memanggil namanya.

Nyebelin!

Aku pun menendang-nendang pintu kamar Usron cukup kuat, dan tanpa sadar aksi kurang ajar ku ini menarik perhatian paman yang menegurku.

"Ecy, kamu ngapain?" tanyanya dengan pandangan keheranan. "Berantem sama Usron? Sampai kamu nendang-nendang pintu kamar dia kayak gitu? aku menggeleng.

"Cuma pemanasan dari bagian akting Paman."

"Akting?"

"Iya, Ecy pikir-pikir sebaiknya ikut les akting aja. Karena Ecy cantik ya 'kan Paman? Jadi sepertinya bisa lah jadi artis," kataku memberikan alasan yang sangat omong kosong sekali.

"Ya bagus itu, Paman dukung aja apapun pilihan dan keputusan kamu. Kamu cantik, masih mudah dan juga pintar."

"Wah! Makasih Paman." ujarku riang.

Paman mengangguk, memberikan dua jempolnya untukku dan setelahnya berlalu dari hadapanku.

Huffh! Syukurlah, ia tidak tahu kalau aku tadi berniat ingin menjebolkan pintu kamar anak laki-laki semata wayangnya ini.

Aku menatap bengis penuh kebencian kamar Usron. Seakan tahu aku ingin menggangunya dia sudah siap sedia dulu mencegahnya. Huh!

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Sang CEO
8.8
Dahulu Adnan dicampakkan oleh kekasihnya karena kemiskinan yang ia derita. Wanita itu memilih pergi demi mengejar pria kaya. Sepuluh tahun berlalu, Adnan kembali dengan kekayaan melimpah untuk membalas rasa sakit hatinya. Namun, ia terkejut saat menemukan sang mantan kini justru menjadi wanita panggilan demi menyambung hidup. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi? Akankah Adnan tetap menjalankan dendamnya saat melihat kondisi tragis wanita itu?
Sampul Novel Ditalak Lewat Surat
8.9
Kehidupan rumah tanggaku hancur seketika saat Mas Ibram menghilang tanpa jejak. Ia pergi secara misterius dan hanya meninggalkan secarik surat yang berisi pernyataan talak. Hatiku hancur karena diceraikan secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Namun, aku menolak menyerah begitu saja pada keadaan. Aku bertekad untuk melacak keberadaan suamiku ke mana pun ia pergi demi menuntut penjelasan jujur atas keputusan kejam yang telah ia ambil ini.
Sampul Novel Dosenku Suami Posesif
9.6
Belinda Zevaya, mahasiswi tingkat akhir yang tengah kesulitan finansial, didera malang saat laptop untuk skripsinya rusak total. Masalahnya kian pelik karena ia harus menghadapi Arez Bernando, dosen pembimbing yang dikenal sangat kejam dan ditakuti. Di luar dugaan, Arez justru menawarkan sebuah solusi provokatif. Sang dosen meminta Belinda bekerja di kediaman pribadinya sebagai syarat agar laptop tersebut diperbaiki dan studinya bisa segera tuntas.
Sampul Novel Escaping The Madhouse
9.7
Alana, seorang gadis yang dijual oleh ibu tiri dan pacarnya ke sebuah pasar gelap yang menjual wanita-wanita muda untuk dijadikan budak seks. Beruntungnya, sebelum naik ke tempat pelelangan, Lana kabur dengan mengelabui para penjaga meskipun pada akhirnya dia tetap ketahuan. Mereka mulai mengejar Lana yang berlari dengan pakaian yang sangat terbuka dan juga bertelanjang kaki. Dia berlari dan menemukan sebuah rumah yang sangat mewah, kemudian menaiki pagarnya untuk menghindari kejaran orang-orang itu. Sayangnya, Lana tidak tahu rumah seperti apa yang dia masuki. Sekali dia masuk kedalam, dia tidak akan pernah bisa keluar lagi dari rumah itu. "Apakah ini adalah malam keberuntunganku? aku mendapatkan wanita tanpa membuang uangku. Diaz, Charlotte, bawa dia ke kamarku dan persiapkan semuanya." "Bantu aku untuk membalas dendam, sebagai bayarannya kau bisa menggunakan tubuhku sesukamu." "Lana, aku akan membantumu pergi dari tempat ini dan lepas dari cengkraman Jeffrey. Kamu tidak pantas diperlakukan sebagai alat pemuas oleh Jeffrey, malam iuni kau harus pergi setelah aku memberi tanda padamu. Jangan khawatirkan aku."
Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta
8.8
Clara terpaksa menjadi mucikari demi menggantikan posisi ibunya yang menua. Perubahan drastis ini bermula sejak James merenggut kesuciannya dengan bayaran tinggi. Didorong dendam, Clara bertekad menghancurkan hidup pria itu sebagai balasan atas nasibnya yang kini menjadi seorang madam dalam semalam. Namun, mampukah Clara menuntaskan misinya saat James justru muncul kembali sebagai pelanggannya? Pertarungan harga diri dan hasrat pun dimulai di dunia malam.
Sampul Novel Gigolo2
8.1
Frans terpaksa kembali ke dunia gelap sebagai gigolo demi menyambung hidup. Namun, rahasia ini menjadi beban berat saat anak-anaknya mulai kritis mempertanyakan profesinya. Selama ini, ia berhasil menutupi pekerjaan tabu tersebut dari Anjani, sang istri tercinta. Ketenangan rumah tangga mereka hancur seketika saat Lea, salah satu pelanggan setianya, nekat mengirimkan bukti video panas mereka kepada Anjani. Kini, Frans harus menghadapi kehancuran keluarganya.