Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel New duda

New duda

Galuh terpaksa menyandang status duda setelah dikhianati berulang kali. Meski sempat memaafkan perselingkuhan pertama dan kedua, pintu maafnya tertutup rapat saat mantan istrinya kembali bermain api untuk ketiga kalinya. Luka mendalam ini meninggalkan trauma berat bagi Galuh terhadap komitmen pernikahan. Di tengah rasa sakit hati yang menyiksa, mampukah ia menyembuhkan luka masa lalu dan membuka hatinya kembali untuk menemukan cinta sejati yang baru?
Bab
Bagikan

Bab 1

Bibi Mutia menyambut kedatanganku dengan penuh ceria dan hangat. Ia memeluk tubuhku dengan penuh sayang, bahkan wajahku tak luput dari kecupan-kecupan manisnya.

"Kangen," rengek ku pada bibi Mutia yang masih terus memelukku bahkan kini semakin erat.

"Sama. Bibi juga kangen banget sama kamu, ndok."

"Boong!" godaku.

"Serius ndok, Bibi, Paman dan Usron kangen banget sama kamu."

"Hmm, iya deh, aku percaya." ku lepaskan pelukan Bibi. "Aku gak disuruh masuk nih?" rajuk ku memasang wajah cemberut, pura-pura merajuk.

Aku langsung terkekeh begitu melihat bibi menepuk jidatnya sendiri. "Oalah! Lupa bibi. Ayo masuk ndok." ajaknya yang ku angguki.

Aku pun dengan semangat masuk ke dalam rumahnya sembari menggeret koperku.

"Paman dan Usron sudah berangkat kerja, Bi?" tanyaku setelah menaruh koper di kamar tamu.

Karena aku datang berkunjung ke rumah bibi, otomatis aku adalah tamu.

"Ya udahlah ndok, udah jam segini juga. Telat dikit yang ada langsung dipecat bos." kata bibi tersenyum.

"Apa bos barunya galak, Bi?" tanyaku entah kenapa malah kepo dengan bos pabrik tempat paman dan sepupuku bekerja. Kenapa aku tahu bosnya baru? Karena aku pernah mendengar Usron mengeluh mengenai bos barunya.

Kalau tidak salah, bos barunya ini adalah anak dari bos lama mereka. Ya istilahnya, bos baru ini menggantikan posisi orang tuanya.

"Enggak sih, cumanya semenjak sebulan terakhir ini resmi menjadi duda. Pak Galuh jadi sedikit lebih dingin dan kejam gitu."

"Pak Galuh?" ulang ku.

"Iya, nama bosnya Paman dan Usron yang sekarang itu Pak Galuh?" aku manggut-manggut mengerti. Oh, jadi namanya Galuh.

Dan, apa kata Bibi tadi? Pak Galuh baru sebulan resmi menjadi duda? Wow!

"Hmm, aku jadi penasaran sama rupanya Pak Galuh." gumamku pelan.

"Kamu bilang apa tadi ndok?" tanya Bibi yang rupanya samar-samar mendengar ucapanku.

Aku nyengir, "gak ada kok Bi. Aku gak bilang apa-apa."

"Masa sih? Kok tadi Bibi denger kamu kayak ngeremeng-ngeremeng gitu."

"Enggak kok Bi, enggak ada." elak ku berbohong.

Bibi Mutia lantas menyuruhku untuk mandi, lalu makan dan setelahnya untuk langsung beristirahat. Duh, aku merasa terharu melihat perhatian bibi yang sangat mengerti sekali jika aku memang capek.

Maklumlah, perjalanan naik bus dari kota tempatku tinggal kemari lumayan jauh. Sekitar lima jam lah kurang lebih.

Kenapa aku tidak naik pesawat? Sedikit info kalau aku takut naik pesawat. Hehe!

Sebagai keponakan yang baik aku pun mengangguk menuruti perintah bibi. Aku pun segera bergegas menuju kamar dan mandi, setelah selesai berpakaian aku pun segera makan sambil menonton televisi.

Film kartun adalah tontonan favoritku, sayangnya konsentrasi menonton ku terganggu saat ku dengar dering ponsel ku berbunyi.

"Ya, hallo Ma?" sapaku pada mama seberang telepon.

"........"

"Iya, sudah Ma."

"........."

"Hehe, lupa Ma. Ya ampun maafin aku," sahutku nyengir. Sungguh, aku beneran lupa menghubungi mama ketika sudah sampai di rumah bibi. Padahal kan aku sudah berjanji saat akan mau berangkat tadi.

"........"

"Ini lagi makan, Ma. Sambil nonton televisi," sahutku.

"........."

"Bibi lagi ... di dapur kayaknya Ma. Kenapa? Mama mau ngomong sama Bibi?"

"........"

"Hmm, oke Ma. Nanti bakal aku sampaikan ke Bibi. Dah Mama, mmmuuaacchh." aku mengecup ponselku seakan-akan tengah mengecup mama secara langsung.

Sambungan telepon berakhir dan aku pun kembali fokus makan sembari nonton televisi.

Setelah selesai makan aku pun langsung mencuci piring kotor bekas makan ku tadi. Lalu kembali menonton televisi lagi sampai aku pun merasa ngantuk dan menguap beberapa kali.

Aku pun memutuskan untuk tidur, dan baru terbangun saat hari menjelang sore. Gelagapan aku segera bergegas bangun dan keluar dari kamar.

"Hei sayang, gimana tidur kamu? Nyenyak ndok?" aku mengangguk dan tersenyum malu.

Malu karena bisa-bisanya aku tertidur cukup lama. Ya ampun!

"Maaf ya Bi, aku tidurnya nyenyak banget."

"Iya gak apa-apa sayang, Bibi maklum kok. Namanya juga capek," bibi menepuk lembut pipiku.

"Seharusnya Bibi bangunin aja aku," rengek ku pura-pura cemberut.

"Uluh-uluh, lebay banget kamu." kali ini bibi menoel hidung mancungku.

"Udah sana mandi," titah bibi yang langsung ku angguki.

"Siap, bos!"

Ting tong....

"Biar aku saja yang buka, Bi." kataku yang segera bergegas membuka pintu.

Tapi, sebelum itu aku mengintip dulu siapa orang yang datang dari jendela. Bibirku tersenyum senang kala melihat paman dan Usron.

"Surprise!" ucapku riang seraya membuka pintu. Paman dan sepupuku tampak terkejut dengan kejutan ku ini.

"Stecy!" seruan keduanya kompak. "Kapan sampai?" lagi, keduanya bahkan kompak bertanya.

Aku terkikik geli mendengarnya, "tadi pagi." sahutku.

"Ya ampun! Kangen banget gue sama lu, tau gak!" kata Usron seraya menghambur memelukku.

"Lebay, ih!" cibirku bermaksud menggoda Usron.

"Dih, biarin! Orang kangen juga sama sepupu sendiri. Emang salah?" aku menggeleng.

"Wah, gila! Gue juga kangen sama lo."

"Ehemm," ku dengar paman berdeham. Usron pun melepaskan pelukannya.

"Eci, sama paman gak kangen?" goda paman memasang wajah ngambek.

"Astaga! Ya ampun, Eci juga kangen sama Paman. Sini-sini peluk," aku pun menghamburkan memeluk tubuh paman yang ternyata jauh lebih acem baunya dari Usron.

"Hmm, mulai deh drama kangen-kangenannya." cibir Usron mendengus kesal.

"Biarin!" aku dan paman kompak menjulurkan lidah pada Usron yang cemberut.

***

Saat hari libur tiba, Usron mengajakku untuk lari pagi. Duh, aku paling males banget.

Namun, tidak ada kata malas bila berhubungan dengan Usron yang super duper rajin ini bila mengenai olahraga.

Pagi-pagi sekali bahkan dia sudah merecoki ku untuk segera bangun. Huffhh!

"Duh, Usron! Lo kalo mau lari pagi ya udah sana sendirian aja. Ngapain ngajak-ngajak gue sih?" protes ku kesal dengan mata setengah mengantuk.

"Ya biar lo sehat lah."

"Hmm, jadi maksud lo, gue kayak orang sakit gitu?" omel ku sembari menguap.

Dan saat aku hendak membaringkan tubuhku kembali ke ranjang, si menyebalkan Usron justru menahan ku.

"Ayo, bangun!" katanya seraya menarik tubuhku untuk segera bangun dan membawaku ke dalam kamar mandi. Dan....

Byurrr!

Langsung saja air dingin yang ada di dalam bak mandi mengguyur tubuhku. "Arghhh, Usron!" jeritku kaget dan merasa kedinginan. Urson tertawa dan kembali mengguyur tubuhku dengan air.

"Mau lagi atau kita jadi lari pagi?" tanyanya seakan menawar pilihan padaku. Sial!

"Gak ada yang gue pilih!" sahutku ketus.

"Oh, lo mau diguyur lagi—"

"Eh, enggak-enggak." sela ku memotong ucapan Usron.

"Hmm, enggak apa?"

"Iya gue mau lari pagi."

"Beneran?"

"Iyeee. Tapi gue mandi dulu."

"Oke!" Usron mengacungkan satu jempolnya dan setelahnya berlalu pergi dari kamarku.

"Arghh! Usron sialan!" umpat ku kesal.

Ah, sudahlah. Kepalang basah, baju ku juga udah basah gara-gara Usron. Cuss! Langsung mandi.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Sang CEO
8.8
Dahulu Adnan dicampakkan oleh kekasihnya karena kemiskinan yang ia derita. Wanita itu memilih pergi demi mengejar pria kaya. Sepuluh tahun berlalu, Adnan kembali dengan kekayaan melimpah untuk membalas rasa sakit hatinya. Namun, ia terkejut saat menemukan sang mantan kini justru menjadi wanita panggilan demi menyambung hidup. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi? Akankah Adnan tetap menjalankan dendamnya saat melihat kondisi tragis wanita itu?
Sampul Novel Ditalak Lewat Surat
8.9
Kehidupan rumah tanggaku hancur seketika saat Mas Ibram menghilang tanpa jejak. Ia pergi secara misterius dan hanya meninggalkan secarik surat yang berisi pernyataan talak. Hatiku hancur karena diceraikan secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Namun, aku menolak menyerah begitu saja pada keadaan. Aku bertekad untuk melacak keberadaan suamiku ke mana pun ia pergi demi menuntut penjelasan jujur atas keputusan kejam yang telah ia ambil ini.
Sampul Novel Dosenku Suami Posesif
9.6
Belinda Zevaya, mahasiswi tingkat akhir yang tengah kesulitan finansial, didera malang saat laptop untuk skripsinya rusak total. Masalahnya kian pelik karena ia harus menghadapi Arez Bernando, dosen pembimbing yang dikenal sangat kejam dan ditakuti. Di luar dugaan, Arez justru menawarkan sebuah solusi provokatif. Sang dosen meminta Belinda bekerja di kediaman pribadinya sebagai syarat agar laptop tersebut diperbaiki dan studinya bisa segera tuntas.
Sampul Novel Escaping The Madhouse
9.7
Alana, seorang gadis yang dijual oleh ibu tiri dan pacarnya ke sebuah pasar gelap yang menjual wanita-wanita muda untuk dijadikan budak seks. Beruntungnya, sebelum naik ke tempat pelelangan, Lana kabur dengan mengelabui para penjaga meskipun pada akhirnya dia tetap ketahuan. Mereka mulai mengejar Lana yang berlari dengan pakaian yang sangat terbuka dan juga bertelanjang kaki. Dia berlari dan menemukan sebuah rumah yang sangat mewah, kemudian menaiki pagarnya untuk menghindari kejaran orang-orang itu. Sayangnya, Lana tidak tahu rumah seperti apa yang dia masuki. Sekali dia masuk kedalam, dia tidak akan pernah bisa keluar lagi dari rumah itu. "Apakah ini adalah malam keberuntunganku? aku mendapatkan wanita tanpa membuang uangku. Diaz, Charlotte, bawa dia ke kamarku dan persiapkan semuanya." "Bantu aku untuk membalas dendam, sebagai bayarannya kau bisa menggunakan tubuhku sesukamu." "Lana, aku akan membantumu pergi dari tempat ini dan lepas dari cengkraman Jeffrey. Kamu tidak pantas diperlakukan sebagai alat pemuas oleh Jeffrey, malam iuni kau harus pergi setelah aku memberi tanda padamu. Jangan khawatirkan aku."
Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta
8.8
Clara terpaksa menjadi mucikari demi menggantikan posisi ibunya yang menua. Perubahan drastis ini bermula sejak James merenggut kesuciannya dengan bayaran tinggi. Didorong dendam, Clara bertekad menghancurkan hidup pria itu sebagai balasan atas nasibnya yang kini menjadi seorang madam dalam semalam. Namun, mampukah Clara menuntaskan misinya saat James justru muncul kembali sebagai pelanggannya? Pertarungan harga diri dan hasrat pun dimulai di dunia malam.
Sampul Novel Gigolo2
8.1
Frans terpaksa kembali ke dunia gelap sebagai gigolo demi menyambung hidup. Namun, rahasia ini menjadi beban berat saat anak-anaknya mulai kritis mempertanyakan profesinya. Selama ini, ia berhasil menutupi pekerjaan tabu tersebut dari Anjani, sang istri tercinta. Ketenangan rumah tangga mereka hancur seketika saat Lea, salah satu pelanggan setianya, nekat mengirimkan bukti video panas mereka kepada Anjani. Kini, Frans harus menghadapi kehancuran keluarganya.