
Neraka dalam Pernikahanku
Bab 2
"NERAKA dalam Pernikahanku "
Author by Natalie Ernison
Saat Al menyetubuhi Diane, tak ada raut wajah bahagia bahkan tersenyum
Saat Al menyetubuhi Diane, tak ada raut wajah bahagia bahkan tersenyum. Wajahnya terlihat sangat dingin dengan tatapan mata yang sangat dalam. Diane menatap wajah juga mata suaminya yang saat ini sedang bercinta dengan dirinya.
"Apakah ada aku dihatimu.. apakah kau melakukannya karena kau mencintaiku.." batin Diane, yang tidak mampu ia ungkapkan pada Alexavier suaminya.
Huhh.. erang Al setelah dirasa mencapai titik kepuasan birahinya. Beranjak dari atas tubuh Diane, melangkah menuju kamar mandi. Begitu pula Diane, pergi mengenakan pakaian dan menuju kamar mandi. Namun, hubungan keduanya kembali dingin. Kemesraan yang terlihat, seolah hanya saat Al sedang membutuhkan kehangatan dan kepuasan pada Diane.
Al bahkan tidak ingin mengeluarkan cairan miliknya ke dalam rahim Diane. Hal ini juga sangat membingungkan bagi Diane saat ini.
"Apakah kakak merasa puas dengan pelayananku?" Tanya Diane memberanikan dirinya.
"Jika ingin bicara jujur, aku kurang merasa puas dengan pelayanan ranjangmu, kau terlalu kaku dan pasif." Balas Alexavier sembari memainkan ponselnya kembai.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan agar kakak merasa puas dengan pelayanan ranjangku?" Tanya Diane lagi, ia mencengkeram selimut tebal yang menutupi tubuhnya dan posisinya sedang menghadap ke arah Alexavier . Sekalipun Al sedang berbalik badan darinya.
"Bukankah sebelumnya kau juga seorang jurnalis, seharusnya kau lebih tahu untuk mencari informasi dari internet. Apa gunanya kau di mansion ini, jika tidak melakukan hal-hal berguna!" Ketus Al, ucapan Alexavier sangat menohok dan seakan tidak peduli dengan perasaan Diane, istrinya.
"Tapi yang ditulis di internet tidak sepenuhnya benar,--"
"Apa kau begitu bodoh! Kau memiliki otak untuk berpikir, kau bisa bertanya pada dokter, keluargamu!" Bentak Alexavier , lalu beranjak dari atas temoat tidur.
Malam ini, Diane lagi-lagi menyimpan rasa sakit dari setiap ucapan maupun tindakan Alexavier pada dirinya.
Hari-hari ini, seharunya menjadi hari bahagia mereka dan masa untuk berbulan madu. Akan tetapi keadaan rumah tangga baru Diane justru berbeda jauh. Setiap harinya selalu ada saja pertengkaran, hanya karena hal-hal sederhana dan tidak seharusnya menjadi sebuah permasalahan.
~ ~ ~
Seperti biasanya, Diane menyiapkan makanan bagi suaminya dan ia juga berniat untuk pergi ke kantor milik Alexavier dengan membawa bekal makan siang hari ini.
Diane merupakan istri yang amat perhatian pada suaminya, sekalipun hal itu tidak perah dihargai oleh Alexavier .
"Nyonya, aku akan mengantar Nyonya ke kantor Tuan." Ucap salah seorang supir pribadi.
"Baik, tidak perlu menungguku, karena aku akan pergi ke suatu tempat." Ucap Diane.
"Maaf nyonya, tapi tuan selalu berpesan agar tidak membiarkan nyonya pergi seorang diri. Mengingat nyonya adalah istri seorang CEO perusahaan ternama."
Mendengar ucapan sang supir, Diane tidak ingin banyak berdebat dan hanya dapat menuruti aturan dari suaminya.
***
"Perusahaan Caspi Group"
Diane melangkah keluar dari dalam mobil mewah berwarna hitam, yang dikhususkan untuk dirinya dan dalam pengawasan seorang supir dan satu bodyguard.
Seluruh pegawai menundukkan kepala memberi penghormatan pada sang istri CEO sekaligus pemilik perusahaan ternama yang merea tempati saat ini.
"Apakah itu istri dari Tuan CEO tampan kita?" bisik para pegawai saat melihat kedatangan Diane untuk pertama kalinya ke perusahaan Alexavier .
"Nyonya Caspian, silakan," ucap salah seorang pria mempersilakan Diane untuk masuk ke ruangan CEO Alexavier Caspian.
Sebagai seorang menantu pertama dari keluarga Caspian yang terkenal dengan kekayaannya dan sangat terhormat. Tentu saja posisi Diana dalam keluarga tersebut menjadi naik level, semua menghormati dan menyayanginya. Terkecuali untuk James suaminya, yang selalu bertindak menyakitinya.
Diane sudah berdiri di hadapan James yang kala itu sedang fokus dengan berbagai dokumen di atas meja kerjanya.
"Kalian boleh keluar, biarkan aku berdua bersama istriku." Titah Alexavier , dan semua bawahannya pun membubarkan diri. Tinggallah James bersama Diane.
"Untuk pertama kalinya kau datang kemari, apakah uang shoppingmu kurang? Sehingga kau harus repot datang kemari?" ketus Alexavier .
Diane menarik napasnya perlahan, dan sudah mulai terbiasa dengan ucapan ketus dari sang suami.
"Bukankah kakak hari ini sangat sibuk, oleh karena itu aku membawakan makanan favorite kakak." Ucap Diane lembut, dan mulai menata semua rantang yang berisi bekal makan siang juga buah-buahan segar.
Alexavier tertegun dengan sikap lembut dari Diane, sekalipun dirinya selalu membuat Diane menangis karena tindakannya.
"Bantu aku menghabiskannya,"ucap Alexavier dingin.
Diane mengerti, bahwa suaminya ialah pria yang sangat temperamen juga dingin,. Oleh karena itu, Daine berusaha dan terus belajar untuk menjadi istri yang lembut pada suaminya.
Alexavier menghabiskan semua bekal makan siang buatan Diane. Ia makan dengan lahap tanpa mengatakan sepatah katapun, bahkan buah-buahan pun ia lahap habis.
"Ini vitamin kakak, karena kemarin kakak telah menghabiskannya. Aku akan pamit pergi dan pergi ke toko kosmetik bersama supir." Ucap Diane sekaligus meminta ijin pada Alexavier , Alexavier hanya mengangguk lalu melanjutkan pekerjaannya.
Diane tidak banyak berharap akan pujian dari Alexavier pada dirinya, karena ia sudah terbiasa dengan semua sikap dingin Alexavier . Alexavier tidak bertindak dan berucap kasar, itu sudah sangat cukup bagi Diane.
Saat Diane akan melangkah keluar, tiba-tiba saja Alexavier meraih tangannya dari belakang, memeluk erat Diane.
"Ak sedang menginginkannya.." ucap James, sembari memeluk Diane.
"Tapi kita sedang berada di kantor," balas Diane.
"Ruangan ini memiliki kamar khusus untukku beristirahat. Layani aku sebelum kau pergi, puaskan aku.."
James mengunci pintu ruangannya, dan mengaktivkan mode kedap suara juga mematikan cctv di ruangan tersebut. Menarik Diane menuju kamar khusus, lalu mulai mencumbu Diane dengan begitu rakus.a
"Puaskan aku, sayang.." ucap Alexavier , lalu mengarahkan batang miliknya, agar Daine melakukan oral seks pada batang miliknya.
Ughhh... Diane hampir kehabis oksigen akibat tindakan rakus dari sang suami. Yah, Alexavier termasuk suami perkasa dan tahan lama bagi seorang istri. Tentu saja ia akan menjadi suami idaman, namun ia hanya pernah berhubungan intim dengan Diane. Namun, Alexavier juga kerap kali membayangkan wanita lain saat akan mencapai titik kenikmatannya, entah mengapa Alexavier bisa seperti itu. Diane pun masih belum mengetahuinya hingga saat ini.
Deru napas dan pacuan jantung Diane menjadi lebih cepat dari biasanya.
Satu hal dalam hubungan intim yang juga tidak Alexavier ketahui dan sadari ialah, Diane yang tidak pernah bisa benar-benar menikmati hubungan ranjang mereka, dan bahkan jarang mencapai titik kenikmatannya. Sebagai seorang istri, Diane sangat sedih karena hal itu, dan hanya dapat menyimpannya seorang diri.
Setelah memberikan kepuasan ranjang pada Alexavier , Diane pun merapikan dress yang ia kenakan juga seluruh penampilannya.
"Aku akan pergi membeli beberapa kosmetik," ucap Diane.
"Apakah kau masih memiliki uang yang cukup?"
"Yah, uang bulan kemarin masih kusimpan." Ucap Diane, lalu pamit pergi.
Saat melangkah keluar, Diane tetap menjadi fokus perhatian pada pegawai. Ada perasaan kagum, tercengang bahkan rasa cemburu diantara para wanita. Mereka beranggapan bahwa Diane ialah wanita yang sangat beruntung bisa mendapatkan seorang pria kaya raya juga tampan seperti Alexavier .
Tanpa mereka tahu, perangai buruk Alexavier sebenarnya...
****
Anda Mungkin Juga Suka





