Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Neraka dalam Pernikahanku

Neraka dalam Pernikahanku

Diane mengira pernikahannya akan penuh kebahagiaan, namun kenyataannya justru menjadi neraka. Alexavier Caspian, suaminya, ternyata pria kasar yang menikahinya hanya demi pemuasan hasrat seksual. Saat berhubungan intim, Alex bahkan membayangkan wanita lain dan menolak kehadiran anak. Diane terpaksa melayani nafsu suami dalam tangis dan siksaan batin yang mendalam. Apa motif sebenarnya di balik kekejaman Alex yang sengaja menghancurkan hidup istrinya ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

"NERAKA dalam Pernikahanku "

Author by Natalie Ernison

...

Hari-hari Diane, kini tidak seindah dulu. Setiap harinya, harus menyimpan kekesalan dan menahan diri untuk tidak bertindak nekat.

-------

"Mansion kediaman Keluarga Herrol Caspian"

"Ayah ingin kalian tetap berada di mansion ini, namun ayah sadar bahwa kalian harus hidup mandiri." Ucap Mr. Herrol.

"Ah, yah ayah." Jawab Diane dengan tersenyum sendu.

"Diana, apa kau kurang sehat?" Tanya Mr. Herrol cemas.

"Tidak ayah, aku sangat sehat." Jawab Diane dengan hati yang sebenarnya sedih.

"Katakan saja pada ayah, jika terjadi sesuatu padamu."

"Baik ayah, terima kasih." Ucap Diane dengan berat hati.

Mr. Herrol sangat memperhatikan anaknya, bahkan menantunya sangat ia pedulikan. Namun, Mr. Herrol memiliki kelemahan tubuh yang harus selalu dijaga. Ia tidak boleh menerima berita yang buruk, karena hal itu akan sangat membuat kondisi kesehatannya turun total. Hal itulah yang membuat Diane membungkam mulutnya rapat-rapat.

***

Setelah beberapa bulan menikah, kehidupan mereka bisa dikatakan mendekati kebahagiaan, namun pertengkaran juga menjadi bumbu pedas di dalam pernikahan mereka. Al sangat kasar dalam berbicara, dan nyaris berlaku ringan tangan pada sang istri, Diane.

"Mansion Kediaman Keluarga Alexavier Caspian & Diane"

Diane dan Al kini hanya tinggal berdua bersama para pelayan mansion. Al tidak mengijinkan Diane untuk bekerja, karena baginya wanita hanya akan kembali ke rumah tangga. Selain itu juga, Al juga menyanggupi segala kebutuhan sang istri dan tidak terlalu sulit.

Al ternyata memiliki pribadi yang sangat dingin dan arogan. Setelah menikah, Al sangat sibuk bekerja, dan pulang hanya disaat malam tiba.

Huh.. "Sangat membosankan," keluh Diane yang mulai jenuh dengan kesehariannya.

Diane melanglah menuju lantai dasar mansion dan berniat untuk mengajak sang pelayan pergi bersamanya.

"Bibi, bisakah bibi menemaniku untuk berbelanja kebutuhan rumah?" Tanya Diane sopan.

"Baik Nyonya, aku akan bersiap terlebih dahulu." Sang pelayan bergegas mempersiapkan diri.

Diane juga tidak diijinkan untuk pergi seorang diri, mereka pergi bersama dua pelayan dan satu supir pribadi.

"Nyonya, apakah kita bisa pergi sekarang?" Tanya sangs supir yang sudah tiba di loby utama.

"Yah, kita pergi sekarang. Aku harus mendapatkan daging-daging segar." Ucap Diane semangat, dan mereka pun bergegas untuk pergi berbelanja.

***

Diane sangat suka barang-barang antic, dan ia pun memutuskan untuk pergi ke sebuah Mall ternama di kota New York.

Mereka berbelanja daging segar, dan tanpa sengaja Diane melewati area bermain anak-anak.

Diane terhenti sejenak, sedangkan para pelayan sudah terlebih dahulu dengan mendorong trolley.

"Nyonya," panggil para dua pelayan wanita yang pergi bersama Diane. Mereka terdiam sejenak, tatkala melihat Diane tersenyum tipis ke arah permainan anak-anak itu.

Diane berdiri dan fokus memandangi anak-anak yang sedang bermain. Tanpa ia sadari, kedua matanya sedang berkaca-kaca. Diane sepertinya merindukan kehadiran seorang anak di dalam pernikahan mereka.

Setelah dirasa puas, Diane pun berbalik dan melanglah maju ke hadapan dua pelayannya. Dua pelayannya pun hanya bisa diam, mereka tahu jika Tuan mereka masih belum menginginkan kehadiran seorang anak.

"Nyonya, apakah tidak ada lagi yang ingin nyonya cari?" Tanya sang pelayan.

Diane menggeleng, "tidak bi. Kurasa sudah cukup, dan semua kebutuhanku pun masih banyak." Jawab Diane dengan wajah sendunya.

Sejak kembali dari Mall, Diane kerap kali melamun dan mengingat anak-anak yang ia lihat di area tempat bermain itu.

***

"Mansion Kediaman Keluarga Alexavier Caspian"

Setiap kali waktu menunjukan bahwa Al akan segera pulang dari pekerjaannya, Diane selalu duduk manis menunggu sang suami di ruang tamu. Karena Al hanya ingin Diane yang melayani segala kebutuhannya.

Suara mesin mobil milik Al sudah terdengar jelas, Diane melangkah dengan semangat untuk menyambut sang suami pulang dari pekerjaannya.

"Selamat sore sayang," ucap Diane dengan senyuman lemnbutnya. Al hanya membalas dengan berdehem singkat.

Al pergi ke kamar untuk membersihkan diri dan bersiap untuk menyantap makan malam berdua bersama Diane.

Diane sangat ingin bercerita tentang pengalamannya siang hari ini, namun ia menunggu saat mereka akan kembali ke kamar untuk beristirahat.

... ...

Keduanya kini berada di atas tempat tidur, dan Diane pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berbicara.

"Sayang," ucap Diane dari balik punggung Al yang sedang membelakanginya.

Hmm... Al hanya menjawab seperti biasanya dan masih fokus dengan ponsel miliknya.

"Sepertinya, mansion ini akan terasa lebih ramai, ketika ada bayi-bayi lucu..—" ucap Diane antusias, namun tidak dengan Al.

"Sudah kukatakan, aku tidak ingin memiliki anak untuk saat ini. lagipula aku sangat sibuk, dan pada akhirnya kau akan merasa terabaikan, bukan?" ketus Al.

"Tapi, bukankah kita memiliki segalanya, dan kurasa kehadiran seorang anak akan membuat..—"

"Hentikan Diane, aku tidak akan mengulangi kata-kataku lagi." Al pun menutup topic pembicaraan. Diane sangat kesal dan juga sedih hingga membuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak.

Mengapa Al tidak menginginkan anak di dalam pernikahan mereka, bukankah segala hal telah keluarga mereka miliki?

Mengapa Al tidak menginginkan anak di dalam pernikahan mereka, bukankah segala hal telah keluarga mereka miliki?

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Kisah Peterpan Tinkerbell
8.6
Haera merenungkan filosofi Peter Pan yang mampu memberi kebahagiaan bagi Wendy namun tak bisa memilikinya, layaknya idola kepada penggemar. Saat diskusi beralih pada sosok Tinker Bell, sang sahabat setia, sebuah pemikiran baru muncul di tengah proses penulisan ceritanya. Haera menyadari bahwa meski Peter Pan tak bisa meraih Wendy, Tinker Bell akan selalu ada di sisinya. Sebuah kisah tentang kesetiaan dan perasaan yang tersembunyi di balik bayang-bayang persahabatan.
Sampul Novel CINTA YANG TERTUKAR
8.4
Kehidupan asmara Mahya, wanita kelahiran 1991, jauh dari kata sempurna karena kehadiran seorang sahabat yang manipulatif. Di balik topeng keluguan, sang sahabat terus merusak setiap hubungan cinta yang Mahya bangun. Meski sering dikhianati, Mahya yang polos tetap menaruh kepercayaan penuh pada sosok licik tersebut. Namun, sebuah kejadian tak terduga akhirnya memicu kemarahan besar dalam diri Mahya. Akankah tabir kepalsuan ini segera terungkap?
Sampul Novel Hakikat Cinta
9.5
Alan De Xavirio, pemuda blasteran Jawa-Italia, jatuh hati pada Latifah Nur Aisyah yang merupakan gadis muslimah asal desa. Meski awalnya bertepuk sebelah tangan, perjuangan gigih Alan akhirnya mampu meluluhkan hati sang gadis. Keduanya pun terjebak dalam romansa masa remaja yang membara hingga mengabaikan perbedaan agama yang membentang. Kini, mereka harus menghadapi tembok besar tersebut. Akankah mereka menyerah saat cinta telah membuat mereka buta dan tuli?
Sampul Novel Kontrak Pewaris Lima Miliyar
8.0
Narendra Adipradana, miliarder dingin yang enggan menikah, terpaksa mencari pewaris demi tuntutan ayahnya. Ia menawarkan lima miliar rupiah kepada Kirana Maheswari, gadis desa yang terdesak utang, untuk mengandung anaknya melalui sebuah transaksi tanpa rasa. Namun, saat kehamilan Kirana dimulai, dinding pertahanan Narendra goyah. Akankah hubungan profesional ini berubah menjadi cinta sejati, atau justru Kirana akan pergi meninggalkan kehampaan setelah tugasnya usai?
Sampul Novel Love my adoptive father
7.9
Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent dari panti asuhan sejak usia tiga belas tahun untuk mengobati luka hatinya. Meski awalnya Alex berjanji tak ingin menikah lagi, kebersamaan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang yang sangat mendalam. Kehadiran Bella membawa warna baru bagi Alex hingga hubungan mereka menjadi sangat intim. Namun, romansa ini terancam saat orang tua Alex memaksanya dijodohkan dan sang mantan kekasih kembali muncul mengusik mereka.
Sampul Novel Maafkan Aku Mam
9.5
Andre memamerkan tubuh atletisnya, memicu gairah sang tante yang tak tertahan. Rasa penasaran yang muncul sejak pertemuan mereka di toko Albert kini memuncak saat ia menyentuh Andre dengan penuh damba. Andre pun membiarkan dirinya menjadi milik sang tante sepenuhnya malam itu. Dengan penuh godaan, Andre perlahan membuka pakaiannya, sementara sang tante yang sudah tidak sabar segera membantu demi menuntaskan rasa penasaran yang telah menghantuinya sepanjang hari.