Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia

Negeri Ini Dikuasai Mafia

Basudo tumbuh dalam kemiskinan yang memicu dendam mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. Sejak remaja hingga dewasa, ia menempuh jalur berbahaya demi menghabisi mereka yang membuatnya menderita. Demi kekuasaan dan ambisi ekonomi, sang raja mafia ini tega membinasakan banyak nyawa tanpa ragu. Namun, kekejamannya memicu perlawanan sengit. Defian dan Telma muncul sebagai sosok pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan Basudo dan kelompoknya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Demonstrasi mahasiswa minta penguasa turun, kenaikan harga sembako (sembilan bahan pokok) yang melambung tak terkendali, dan isu akan meledaknya kerusuhan sosial di ibukota, menenggelamkan berita kematian Ketua Kelompok Tukang Parkir (Kotupar) se-Kabupaten Tawangtalun.

Ketua Kotupar Kabupaten Tawangtalun bernama Migo. Nama lengkapnya Semigo, tetapi populer dipanggil Migo. Migo berwajah tampan, berkumis tipis, berlaku sopan. Perawakannya sedang, tidak tinggi, juga bukan pendek.

Di kalangan tukang parkir se-Kabupaten Tawangtalun, Migo sangat terkenal. Migo yang mengetuai Kotupar wilayah Kabupaten Tawangtalun. Kedekatan Migo dengan Sambikala, Bupati Tawangtalun, membuatnya bisa mendapatkan kedudukannya yang sekarang ini.

“Wajar saja Migo menjadi ketua Kotupar Tawangtalun,” kata Sobelah kepada Basudo suatu malam. Keduanya sedang duduk lesehan di atas tikar sambil menikmati wedang jahe dan aneka gorengan di angkringan Mbah Demung. Angkringan itu berada di timur Pasar Bubudan.

“Ketika mengikuti pemilukada dua tahun lalu, Sambikala mendapatkan bantuan dana yang besar dari Migo,” Sobelah mengemukakan alasan. “Sebagai balas budi atas bantuan Migo, Sambikala memberikan proyek parkir se-Kabupaten Tawangtalun untuk Migo.”

“Sejak menjadi ketua Kotupar, Migo makin berjaya kehidupan ekonominya,” Sobelah melanjutkan ceritanya. “Migo laki-laki yang beruntung. Punya istri cantik. Bisa cepat menumpuk uang para tukang parkir yang jumlahnya ribuan orang.”

Sobelah menyeruput wedang jahenya, lalu berkata, “Selain itu, dia juga terus menambah kekayaannya dengan membangun rumah baru. Rumah baru bukan hanya satu, tetapi dua sekaligus. Dua rumah untuk dua istri barunya!”

Basudo menimpali kata-kata Sobelah, “Sejak masih menjadi makelar sepeda motor, Migo memang sudah digilai banyak gadis. Begitu pula saat menjadi makelar mobil, Migo lebih digandrungi para gadis. Gilanya lagi, para gadis itu rela menjadi istri simpanan Migo!”

“Itu namanya keberuntungan yang tak disangka-sangka,” Sobelah menanggapi. “Sudah kaya, digilai banyak wanita. Tapi aku kasihan sama Lindri, istri pertama Migo. Lindri tidak berdaya apa-apa ketika Migo mempunyai dua gadis simpanan di dua kota yang berbeda.”

“Eh, dua gadis itu gadis simpanan atau istri simpanan?”

“Sama saja, Basudo. Intinya, mereka itu wanita simpanan, hehehehehe...”

“Siapa nama mereka? Jadi penasaran nih!”

“Kalau nggak salah, yang satu bernama Irene tinggal di Kota Sukagiri, Ibukota Propinsi Sukagiri. Gadis satunya bernama Nickita, tinggal di Kota Jayaloka, Ibukota Negara Indasoka.”

“Lindri selama hidupnya tidak pernah bekerja,” Sobelah menambahkan. “Dia tidak pernah merasakan suka-dukanya mencari uang. Lindri begitu lulus SMA langsung dilamar dan menjadi istri Migo. Lindri diam saja ketika ada selentingan kabar kalau suaminya menikah siri dengan dua gadis.”

“Bagi Lindri, yang penting Migo tetap pulang,” lanjut Sobelah. “Tidak berniat menceraikannya. Dalam hati, Lindri bahkan merasa minder terhadap saingannya. Dua gadis yang dinikah siri itu anak kuliahan.”

“Irene lulusan manajemen di Universitas Sukagiri Perkasa, Nickita lulusan hukum perdata Universitas Pancasakti Jayaloka,” kata Sobelah. “Universitas Sukagiri Perkasa adalah universitas negeri terbaik di Indasoka. Universitas Pancasakti kampus swasta paling bermutu di Indasoka.”

Semua orang Tawangtalun tahu kekayaan Migo makin menumpuk ketika dia membuka usaha dealer sepeda motor di Sukagiri dan Jayaloka. Dua dealer itu diserahkan kepada ‘manajer’ yang bernama lengkap Irene, SE dan Nickita, SH. Irene menjadi manajer Dealer Migo Sembada di Sukagiri, Nickita memegang jabatan manajer Dealer Migo Perkasa di Jayaloka.

Selain itu, Migo mengelola enam lembaga keuangan kecil-kecilan di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Tawangtalun. Untuk urusan yang terakhir ini, dia mempercayakan seorang lulusan akuntansi Bandras University di Negara Selapura.

Selapura negara super adidaya yang kekuasannya di atas bumi ini tak ada tandingannya. Seluruh negara yang ingin selamat sebagai sebuah negara di atas bumi ini harus tunduk pada Selapura. Termasuk adanya kewajiban bagi seluruh negara di dunia ini untuk menguliahkan sebagian warganya di Selapura.

Kalun, nama pemuda lulusan Bandras University, dipercaya Migo untuk mengelola enam KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Migo Nani. KSP Migo Nani yang ada di enam kecamatan, dikelola Kalun sebagai manajer utama. KSP Migo Nani berkedudukan di Tawangtalun kota.

Sayang sungguh disayang….

Kisah hidup Migo mirip kisah hidup laron. Laron adalah binatang jenis serangga yang tinggalnya di dalam tanah. Pada saat tertentu, yakni musim hujan, keluar dari sarangnya untuk melihat sinar terang yakni langit.

Saat terbang ke langit, banyak binatang jenis burung dan unggas yang siap memangsanya. Saat laron sedang terbang menuju titik terang, disambar elang. Ada yang belum terbang tinggi sudah dipatok ayam.

Saat Migo berada di puncak ketenaran dan meraih banyak kekayaan, dirinya mati. Mati secara tragis. Mati karena mobil yang dikendarainya terjun bebas ke jurang yang dalam di Bukit Selolarang.

Bukit Selolarang terletak di selatan Kota Tawangtalun. Jarak antara Kota Tawangtalun dengan Bukit Selolarang sekitar enampuluh kilometer. Bukit Selolarang termasuk wilayah Kabupaten Tawangtalun, berbatasan dengan Kabupaten Wonojodas.

Di bukit itu tumbuh belasan vila mewah milik orang-orang kaya dari berbagai kota. Satu di antara vila itu milik Migo. Diperkirakan Migo pulang dari vilanya dalam keadaan mengantuk. Dalam keadaan mengantuk dan lengah, sehingga lepas kontrol.

“Kasihan sekali si Migo,” kata Sobelah sambil menikmati mendoan hangat. “Dia mati secara mengenaskan.”

Basudo tidak menanggapi kata-kata Sobelah. Basudo malah berkata, “Sudah malam. Aku pulang duluan ya! Sudah ngantuk.”

*

Koran lokal Tawangtalun Post memberitakan cukup mendalam tentang kematian Migo dibandingkan koran lain. Cukup mendalam dalam arti tidak hanya beberapa paragraf saja. Selain Tawangtalun Post, ada koran gosip alias koran kuning Harian Melawan yang sangat mendalam memberitakan kematian Migo.

Harian Melawan termasuk koran murahan berskala propinsi. Harga koran itu murah meriah. Banyak gambar sadis dan porno menghiasi beberapa halamannya. Harian Melawan mengupas lebih dalam kematian Migo dari sisi lain, yakni gosip, intrik politik, dan konspirasi.

Kaum intelektual dan profesional hanya tersenyum sinis. Dalam sebuah ulasan khususnya, Harian Melawan menduga ada konspirasi nasional yang mengincar nyawa Migo karena diindikasikan Migo ingin mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan presiden beberapa tahun ke depan!

“Mana mungkin ketua tukang parkir mau mencalonkan diri menjadi presiden?” Begitu tanya sinis banyak orang. “Agaknya redaksi Harian Melawan terlalu banyak nonton sinetron!”

Ketika orang-orang ramai membicarakan kematian Migo di Bengkel Bleduk, Basudo terlihat tenang. Tak peduli. Baginya yang penting bekerja sebaik-baiknya sebagai anak buah Sigrak.

Soal Migo mati, atau bupati meninggal dunia, atau menteri wafat, atau presiden mangkat, Basudo tidak ambil pusing. Rajin bekerja sebagai anak buah Sigrak adalah yang utama.

Sulitnya mencari kerja, membuat Basudo tidak ingin main-main dengan pekerjaannya. Tidak heran Sigrak sangat perhatian pada Basudo. Bahkan Basudo merupakan anah buah kepercayaannya dibandingkan enam anak buah lainnya.

Meskipun Basudo tidak peduli atas kematian Migo, tetapi diam-diam dia menyimpan berbagai macam koran terbitan lokal, regional, dan nasional yang memberitakan Migo. Basudo melakukan itu karena dia tertarik kasus kematian Migo.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
8.9
Pasca kematian sang ayah oleh Rufus Black, Calista Kaz menyadari warisan darah penyihir dan psikokinesis dalam dirinya. Bersama Brisa, Ness, dan Darren, ia menuju Lembah Crystal demi memenuhi ramalan sebagai pembangkit naga. Namun, kegagalan Calista justru membuat lembah itu hancur diserang Zorca. Kini, di tengah perlindungan bangsa Elf Amorilla, Calista harus berjuang membangkitkan roh Arkhataya demi memenangkan pertempuran terakhir sekaligus mengurai kisah cintanya.
Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA
8.2
Akibat kebencian mendalam, Ratih Darmi menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah itu diculik oleh raja mafia kejam, Razzore, untuk dieksekusi di istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu sebagai mafia, harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya demi menyelamatkan Farid. Luna bersumpah akan menembus istana monster tersebut meski harus mengorbankan nyawanya sendiri demi sang putra.
Sampul Novel Fatal
9.2
Esther terjebak dalam lingkaran penyesalan setelah insiden maut di masa lalunya merenggut nyawa seseorang. Kini, ia harus menanggung konsekuensi berat dengan menjalani pernikahan yang penuh penderitaan. Felix, kakak dari wanita yang tewas akibat kesalahannya, bertekad membalas dendam melalui ikatan tersebut. Esther pun terpaksa menerima peran sebagai istri yang disiksa demi menebus dosa besar yang pernah ia perbuat di bawah bayang-bayang amarah Felix.
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal
8.2
Dihan terpaksa mencari tempat persembunyian demi menghindari kejaran misterius yang mengancamnya. Di saat bersamaan, keluarga Rahadian sedang kewalahan mencari guru privat bagi dua putri mereka yang sangat nakal dan membenci pelajaran. Dihan pun menerima tawaran tersebut meski harus menghadapi kekacauan luar biasa. Mampukah ia menaklukkan sikap keras kepala kedua nona muda itu? Di tengah keributan tersebut, rahasia masa lalu Dihan terus membuntutinya.
Sampul Novel Pembalasan Dendamnya, Hidupnya yang Hancur
9.1
Dunia forensik adalah hidupku, namun saat putraku tewas, sistem justru melindungi pembunuhnya. Jaksa Budi Santoso menolak bukti pembunuhan dariku dan menyebutnya bunuh diri. Demi keadilan, aku menculik putrinya, Dinda, lalu menyiksa gadis itu secara live di depan publik. Meski Dr. Gunawan dan Amanda mencoba memanipulasi mentalku dengan surat wasiat palsu, aku menemukan kode rahasia di sana. Putraku minta tolong. Kini, dendamku takkan berhenti meski aparat mengepungku.
Sampul Novel Rahasia Tersembunyi Dalam Pernikahan
8.3
Hasrat yang membara layaknya pedang tajam telah melukai mereka sejak pertemuan pertama yang sunyi. Sang pria terbiasa menjalani kehidupan penuh risiko berbahaya sekaligus kenikmatan duniawi yang tiada henti. Namun, ia tidak pernah menduga akan ada sosok wanita yang mampu menembus pertahanannya dan membuat dirinya lengah. Di balik ikatan pernikahan ini, tersimpan rahasia besar yang menguji batas kekuatan serta perasaan terdalam mereka berdua.