Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Naluri Lelaki

Naluri Lelaki

Eric Damian dikenal luas sebagai sosok pria pekerja keras yang berhasil meraih puncak kesuksesan dalam kariernya. Namun, keberuntungan tersebut tidak berbanding lurus dengan kehidupan asmaranya yang rumit. Meski memiliki segalanya, hati Eric telah terkunci rapat. Ia hanya bisa merasakan ketertarikan dan naluri cinta yang mendalam terhadap satu wanita saja, yaitu Dewi Bela. Inilah perjuangan Eric dalam mengejar kebahagiaan sejati bersamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Eric takut jika cintanya di tolak semua jadi berantakan, karena Bela adalah sosok yang berpengaruh dalam pekerjaannya. Di sisi lain Bela sudah lama menunggu ungkapan itu keluar dari mulut Eric, tapi apa daya seorang wanita yang memiliki sifat menunggu, Bela pun pasrah dalam kegalauannya dan merasa yakin suatu saat akan tiba waktunya.

Keesokan harinya Bela memberikan setumpuk berkas untuk di bawa Eric.

"Pagi Pak, ini berkasnya sudah saya siapkan mohon di periksa kembali jika ada yang kurang biar, saya bereskan!" tutur Bela sambil melantunkan senyum manisnya.

"Pak, Pak, Pak Eric!" desak Bela agar membuyarkan lamunan Eric

"Oh, iya Bela!" sontak Eric kaget terkesiap karena goncangan dari Bela.

Eric memandang Bela dari atas hingga ke bawah membuatnya semakin kagum akan wanita yang ada di hadapanya itu.

"Sorry saya mengantuk, semalam tidak bisa tidur," gugup Eric terbata

"Sekali lagi mohon maaf Pak sudah mengganggu liburannya," ujar Bela merasa tidak enak karena dia tahu jika Eric tidak pernah libur.

" Tidak apa-apa Bel. Biasa saja, " tukasnya santai.

Baik Pak," Bela bergegas meninggalkan ruangan Eric

"Kenapa iya? Pak Eric kok tidak biasanya memperhatikan aku sampai sedalam itu," gumam Bela dalam hatinya sambil merapikan pakaianya.

"Apakah Pak Eric sudah semakin tertarik sama aku?

arkkkghh......buang pikiran kotormu ini Bela ayo kerja-kerja!" gumam Bela menolog dalam dalam hatinya.

"Bel. Tolong sebentar kesini," ucap Eric datar.

"Iya Pak, ada yang bisa saya bantu Pak?" ujar Bela dingin, dia sengaja agar untuk menutupi hatinya yang gusar saat dia berhadapan dengan Eric laki-laki yang sangat dia kagumi itu.

"Kamu ada schedule lain tidak di beberapa hari ini? "tanya Eric langsung pada Bela.

"Sementara ini belum ada Pak," tukas Bela pelan.

"Oke, tolong kamu siap-siap karena kita akan berangkat nanti sore,'' tukasnya langsung membuat Bela bertambah kacau karena mana mungkin dia berangkat berdua bersama Eric laki-laki yang sangat dia kagumi itu karena bisa saja dapat meruntuhkan pertahanannya selama ini.

"Tapi pak," tolak Bela membatu karena dia terdiam sejenak saat Eric mengangkat telepon yang terus berdering itu.

Rasa Bela terasa bercampur aduk dia kebingungan dan tidak bisa berbuat apa-apa diapun pasrah dan menunduk meninggalkan ruangan Eric.

Sore itu Eric dan Bela menuju kota Semarang tempat mereka menghadiri tender, jarak antara kota Semarang dengan kantor mereka yang berada di kota Tanggerang sangatlah jauh, butuh waktu sekitar 5 jam untuk menempuh Kota itu, karena itulah Eric memilih untuk berangkat sore.

Di dalam perjalanan mereka tampak hening seolah mereka memiliki pemikirannya mereka masing-masing.

"Ehm, oh ya Bel, kamu tidak keberatan kan saya ajak ikut temani saya?" Ucap Eric memecahkan keheningan di tengah jalan membuat Bela terkesiap mendengar ucapan dari atasannya itu.

"Saya butuh teman mengobrol di jalan, supaya tidak mengantuk bawa mobil," Eric memberikan alasannya agar Bela tidak salah paham atas ajakannya itu.

" Iya Pak, saya tidak apa,"

"Kan, kamu tahu sendiri perusahaan kita tidak ada sopir khusus untuk menyopiri saya seperti ini,"

"Iya Pak, saya tidak keberatan Pak, tapi saya agak canggung saja Pak, masa anak buah di sopiri oleh bos sendiri, kan tidak lucu Pak," ujar Bela terkekeh tertawa ringan dan itu mampu memancarkan cantiknya yang sempurna membuat hati Eric kian menganguminya.

"Oh, gitu iya sudah anggap saja kita ini teman, supaya kamu tidak singkuh, langian selama ini juga saya tidak menganggap kamu sebagai bawahan saya kok, kan kamu lihat sendiri semua karyawan di kantor kita saya anggap teman semua," Eric berbinar menjawab ucapan Bela

"Iya Pak, karena ini baru pertama kali keluar kota sama-sama jadi gimana iya," ujar Bela tersenyum kikuk melihat Eric.

"Oh, ya Bel, saya boleh nanya sesuatu tidak sama kamu?"

"Iya, bolehlah Pak, emangnya ada pak?"

"Ehm, saya perhatikan selama ini kamu kerja dan pulang kerja selalu bawa motor sendiri, apa kamu belum punya pacar?" Tanya Eric langsung pada Bela yang tiba-tiba muka bela memerah karena uacapan dari Eric itu. Dan sontak Bela membuat dia terkejut, tampak sekali muka Bela kikuk saat mendengar pertanyaan itu.

"Kok, nanyanya sampai segitunya Pak, " tukas Bela terbata-bata karena dia baru sadar ternayata selama ini diam-diam selama ini Eric memperhatikannya.

Mendengar kediaman dari Bela membuat Eric merasa tidak enak, apa pertanyaannya itu membuat hati Bela tersinggung.

"Ehm, Iya Pak, sampai saat ini saya belum kepikiran sampai ke sana Pak, saya mau fokus kerja buat bantu orang tua, dan yang diucapakan oleh Bapak memang benar saya belum memiliki kekasih," tukas Bela kikuk, sesekali dia menoleh pada atasannya itu yang mampu membuatnya tenggelam karena dia benar-benar gugup mereka sangat dekat di dalam mobil yang masih tetap setia berjalan dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat itu.

"Oh begitu, baguslah karena saya juga tidak mau mendapatkan resiko jika saya berjalan dengan wanita secantik kamu,"

deg!

Jantung Bela berdetak dengan kencang dia merasa kikuk akan ucapan dari Bosnya itu yang mampu membuat hatinya bergumam jika dia sangat senang seakan dia sangat dikagumi oleh atasannya selama ini dan perasaannya itu tidak bertepuk sebelah tangan, semoga ya...

“ ow iya Bel, Kamu berapa bersaudara? Tanya Eric Menyambung pebicaraan mereka

"Iya Pak, saya punya Adik 2 Pak, keduanya masih sekolah jadi terpaksa aku harus bantu orang tua saya untuk menyekolahkan mereka," ujar Bela jujur tanpa menutupi kenyataan pada atasannya itu.

"Wah....itu artinya kamu Anak paling besar iya?"

"Iya Pak, kami tiga bersaudara, perempuan semua. Sebenarnya kami dulu 4 bersaudara 3 cewek 1cowok yang paling bungsu, tapi Tuhan berkehendak lain, tiga tahun yang lalu Adik saya meninggal dunia karena kecelakaan," ujar Bela melempam karena dia mengingat kembaali ingatan tentang Adik laki-lakinya itu.

"Eh, maaf Pak, kok jadi curhat gini yah,"

"Iya tidak gak apa lanjutkan saja, saya mau dengar kok," ujar Eric tetap melajukan mobilnya itu.

" Iya, gitu deh cerita singkatnya Pak,"

"Maaf ya, Bel! Pertanyaan aku tadi jadi buat kamu teringat sama almarhum Adik bungsumu itu, aku jadi ikut sedih jadinya."

"Its oke Pak, tidak apa karena saya juga sudah mengikhlaskan kepergian dari Adik saya itu,"

"Tapi seusiamu ini masa belum punya pacar, kamu cantik, baik, dan wanita karir lagi, masa kamu tidak mencoba untuk pacaran," ujar Eric merayu Bela

Bela hanya tersenyum canggung mendengar pertanyaan dari Eric yang ingin mengulik kisahnya terus.

"Apa memang kamu terlalu milih-milih?"

"Tentu tidaklah Pak, sebenarnya ingin juga punya pacar tapi yah tidak ada yang mau," kekeh Bela tertawa kecil memperlihatkan gigi ginsulnya itu namun sangat menarik bagi Eric yang tak henti menatapnya secara cepat.

Tiba-tiba mereka saling memandang membuat Bela tersipu malu

" Iya, kurang lebih seperti itulah Pak,"

"Kita istirahat sebentar dulu yuk! kaki saya sudah mulai keram nih," Eric memijat kakinya.

Bela hanya mengangguk.

Eric pun meminggirkan mobilnya tepat di pinggir sungai,

"Idih.., kirain tadi mau bilang cinta sama aku," Bela bergumam dalam hatinya. Mereka pun sambil turun dari mobil itu.

Eric berjalan mendekati Bela sambil menggandeng tangan Bela dengan raut wajah cueknya, Eric pura-pura tidak tahu untuk menutupi rasa geroginya mendekati wanita idamanya itu.

"Kita duduk disana yuk!" Eric menunjukkan sebuah tempat duduk yang ada di pinggir sungai itu.

Bela seolah-olah tidak mampu berbicara, dia hanya bingung dan merasa senang membuat dia menurut saja dalam ajakan sosok Lelaki yang dia sukai secara diam-diam itu.

Mereka pun duduk berdampingan di kursi yang ada di pinggiran sungai itu sambil menikmati hembusan udara segar dan suasana menjelang malam itu.

Tak ada kata dan tidak ada yang berani memulai pembicaraan mereka saat itu.

"Bela, aku boleh gomong sesuatu tidak?" tanyanya kian menatap wajah Bela yang teduh sesekali Bela menoleh kearah yang berbeda karena dia tidak sanggup menatap wajah tampan dari Eric selaku atasan yang sanga sangat berwibawa itu.

Bersambung.....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ashes Of Love (Abu Cinta)
8.3
Arkan dan Dinar tumbuh bersama di panti asuhan dengan janji suci untuk menikah. Namun, sebuah tragedi mengirim Arkan ke penjara. Usai bebas, ia hancur mendapati Dinar telah menikah dengan pria lain. Rasa cinta itu berubah menjadi benci akibat pengkhianatan sang kekasih. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Kirana, yang ternyata merupakan putri tiri Dinar. Di sinilah dendam dan luka masa lalu mulai memicu konflik baru yang tak terduga bagi mereka.
Sampul Novel Bukan Cinta Yang Kandas
8.7
Tiga tahun Aveline mengabdi dalam pernikahan tanpa cinta demi Damian, bahkan rela menyerahkan bakat arsitekturnya agar suaminya bersinar. Namun, pengkhianatan Damian di depan publik menyadarkannya. Aveline memilih bercerai dan bangkit membangun firma de la Fontaine miliknya sendiri. Kini, ia kembali sebagai arsitek kelas dunia yang sukses mengalahkan dominasi perusahaan Blackwood. Di tengah puncak kejayaan, akankah ia membiarkan cinta masuk kembali ke hatinya?
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri
9.7
Pernikahan Altair Nanggala dan Zoe Zivana tampak harmonis, namun sebenarnya hambar karena keterpaksaan demi keturunan. Bayang-bayang masa lalu muncul saat Naura Zoffany, mantan istri Altair yang dicintainya, kembali. Dulu mereka bercerai karena Naura dianggap mandul, padahal ia sedang mengandung tanpa diketahui Altair. Naura merahasiakan itu demi melindungi bayinya dari mertua. Kehadiran Naura kini menguji kesetiaan Altair pada Zoe yang rapuh.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++
9.3
Antologi ini menyajikan deretan kisah romansa modern yang dikhususkan bagi pembaca dewasa. Setiap cerita di dalamnya dirancang dengan narasi yang berani dan eksplisit, sehingga sangat tidak disarankan bagi pembaca di bawah umur. Fokus utama karya ini adalah mengeksplorasi hubungan intim serta momen-momen penuh gairah yang intens. Pastikan Anda telah cukup umur sebelum menyelami kumpulan narasi sensual yang ditujukan khusus untuk audiens berusia 21 tahun ke atas ini.
Sampul Novel My Funiest Husband
8.6
Galih adalah penulis muda penuh humor yang terpaksa menjalani takdir unik saat dirinya 'dikutuk' untuk menikahi seorang dokter. Garis hidup membawanya bertemu dengan Galuh, dokter cantik yang berusia enam tahun lebih senior darinya. Di tengah luka hati Galuh yang baru saja kandas dalam asmara, Galih hadir dengan segala kekocakannya. Akankah perbedaan usia dan latar belakang mereka berujung pada kebahagiaan? Ikuti perjalanan cinta yang penuh tawa ini.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?