Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel NADIN

NADIN

Trauma masa SMP menghantui Nadin akibat ulah Andi, saudaranya sendiri. Saat SMA, kehadiran Gilang memberinya harapan baru, terutama setelah Nadin berhenti dari dunia model dewasa. Namun, masa lalu kembali mengusik saat ia satu kampus dengan Andi. Rama, yang mengetahui rahasia kelam Nadin melalui video lama, berusaha melindunginya hingga terlibat konflik fisik dengan Andi. Di tengah ketegangan, Andi akhirnya mengungkap dendam ibunya terhadap ayah Nadin.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam itu Nadin pulang larut malam dengan di antarkan Andi. Ibunya terlihat menunggu di depan rumah dengan risau.

"Assalamualaikum bule, maaf pulangnya kemaleman, tadi abis renang sama Nadin, terus ban Andi bocor di jalan nyari tukang tambal ga nemu-nemu bule," alasan Andi pada ibuku dan langsung saja Nadin masuk ke kamar tanpa berkata apa pun lagi pada Andi.

"Walaikumsallam ... Oh yawis gak popo ndi, kowe meh bobo kene apa mulih? Ki wis bengi lho," (kamu mau tidur sini apa pulang? Ini udah malem loh).

"Ah iya bule, ntar telponin mamak ae Andi nginep sini ya bule," (ah iya bule, nanti telponin mama aja Andi nginep disini ya bule).

Akhirnya malam itu Nadin habiskan dengan menangis di kamar sambil menahan sakit yang luar biasa karena keperawanannya di renggut oleh Andi dan teman-temannya. Namun Nadin lebih menakutkan ibunya apabila mengetahui semuanya, pasti ia akan kecewa dan sedih melihat anak satu-satunya yang ia banggakan selama ini telah di nodai oleh saudaranya sendiri.

Tok … Tok … Tok …

"Din, ini Andi tidur di kamarmu ya, pake kasur lipat aja yang di atas lemarimu itu, kasian udah malem kalo pulang," suruh ibu Nadin dan langsung diiyakan oleh Andi.

Nadin pura-pura tertidur meski tahu Andi pasti sedang tertawa puas karena bisa tidur sekamar dengannya. Nadin tak bisa memikirkan apa yang akan terjadi lagi.

"Ndin, kamu belum tidur ‘kan? Mas tau lho, oiya yang tadi makasih loh ya, hahaha," ucap nya puas.

"Eh iya, kalo kamu masih marah ama mas, coba deh buka wa mu, pasti kamu seneng dan gak jadi marah sama mas," perkataannya sangat membuat Nadin benci setengah mati padanya.

Nadin pun membuka whatsapp dan betapa terkejutnya ia saat melihat Andi mengirimkan beberapa foto-foto Nadin yang sedang mereka perkosa dan ada 2 video berdurasi 1 jam yang tak ingin Nadin putar sama sekali.

"Bajingan kau mas, kenapa sih kamu jahat sama aku? Salah aku apa mas? Apa?" Nadin berteriak menangis sambil memukuli Andi.

"Eh eh eh, ssstttt jangan teriak-teriak nanti bule denger. Intinya kalo kamu macem-macem mas bisa sebarin foto sama video ini, makanya santai aja," perlahan dia meyakinkan Nadin dengan memeluk dan mengusap kepalanya yang masih menangis.

Nadin seketika menepis tangan Andi dan langsung merebahkan diri di kasurnya. Malam itu Nadin terlalu lelah hingga Nadin tertidur pulas.

"Din, eh din bangunnn udah siang ayok mandi, sarapan sana," ujar ibu menarik selimutnya.

“Hoam, udah siang ya bu," aku melihat ke samping tapi Andi taka di sana

"Mas andi ke mana bu?" tanyaku heran.

"Udah pulang tadi pagi-pagi katanya mau ada urusan. Lagian kamu di bangunin susah amat Din, pules banget tidurnya, jadi Andi gak pamit kamu" jelas ibuku.

"Aaaawwww, ssshhh" Nadin masih merasakan sakit di area kewanitaannya.

"Kamu kenapa Din" tanya Ibu Nadin.

"Engga kenapa-kenapa bu, ini kemarin kepleset pas pemanasan di kolam jadi keseleo kaki" ujar Nadin berbohong, tentu saja agar ibu nya tidak mengetahui tentang pemerkosaan yang ia alami kemarin.

"Oalah, makanya ati-ati to, untung ada Andi yang anterin pulang, dia tu jagain kamu banget loh Din, ibu jadi gak khawatir kalo kamu sama dia" ujar Ibu Nadin.

Seketika kebencian Nadin pada Andi makin mendalam, andai saja Ibunya mengetahui yang sebenarnya pasti ia akan membenci Andi sama dengan Nadin. Namun Nadin lagi-lagi menyembunyikan itu semua demi Ibunya agar tidak sedih dan kecewa.

Hari itu awal dari perkenalan Nadin dengan dosa melalui Andi saudaranya sendiri. Setelah Nadin lulus SMP ia melanjutkan ke SMA favorit di daerahnya. Meskipun Nadin tumbuh menjadi gadis yang mengalami trauma mendalam terhadap lelaki, tapi ia tak pernah melupakan kewajibannya belajar, terbukti ia menjadi lulusan terbaik dari sejak ia kecil. Karena itu ia tak mau mengecewakan ibunya selama ini, makanya ia menutupinya dengan prestasi.

"Hey, Nadiinnn, suit-suit,”

Sapaan pagi yang bosan Nadin dengar dari teman-teman lelakinya di sekolah. Maklum saja Nadin terlampau memanjakan dan merawat tubuhnya hingga sering jadi bahan eksplorasi mata lelaki.

Pagi itu pelajaran pak Dayat mata pelajaran sejarah yang membuatnya mengantuk dan bosan. Nadin pun mencari alasan untuk meninggalkan kelas "Pak, maaf saya mau ijin ke toilet ya," ucapnya sembari mengangkat tangan untuk intruksi.

"Oh, iya sana," suruh pak Dayat tanpa menengoknya.

Saat Nadin melewati meja guru itu ia berkata "Maaf pak agak lama, biasa urusan wanita," ucapnya pelan.

Seketika pak Dayat melirik dan memperhatikannya saat Nadin berjalan menuju keluar kelas.

Nadin pun menuju kantin yang di mana di ujung ruangan itu ada sebuah ruangan seperti gazebo untuk nongkrong anak-anak saat istirahat, dan tak akan ketahuan guru pastinya.

"Bu, mau jus melon dong satu," pesannya pada bu kantin.

"Siap neng Nadin, tunggu ya," ujar ibu kantin.

"Okay bu," sambil mencomot gorengan tempe yang baru selesai digoreng oleh bu kantin.

"Duh bete gini pengen jalan-jalan deh ah," gumamnya sambil membuka instagramnya.

Nadin mengecek instagram dari notif sampai pesan yang masuk di direct message-nya, ternyata ada satu permintaan pesan yang membuatnya penasaran.

Saat ia buka ternyata dari seorang lelaki yng bernama Romi.

“Hai Nadin, sorry nih aku dm kamu, cuma pengen kenalan aja. Aku mau nawarin kamu buat jadi model di management aku, job nya cuma foto shoot aja. kalo kamu minat boleh hubungi aku ya, ini wa ku 08213091xxxx,” pesan di instagramnya.

"Astaga ...." Nadin kaget saat ada bu kantin mengantarkan jusnya.

"Neng ini jusnya, kok malah kaget gitu haha," ledek ibu kantin.

"Ih bu ngagetin aja sih, makasih bu,” ucap Nadin.

Nadin masih terpikirkan akan job yang ditawarkan si Romi itu, apakah lelaki itu serius atau cuma cowok iseng yang cuman ingin berkenalan dengannya.

"Woy Nadinnnn," teriak Stela dikupingnya.

"Iiihhhh gila lo, budeg ni gue," bentak Nadin.

"Hahaha, lagian lu ngapain sih di sini masih pagi gini," tanya Stela.

"Gue bete di kelas, lu juga ngapain ke kantin pagi-pagi," tanya Nadin.

"Gue mau sarapan, pura-pura sakit izin ke bu Susi gue, haha," ujarnya.

Memang Stela ini anak yang bandelnya kebangetan, meski begitu Nadin senang berteman dengannya karena dia anaknya asik dan seru.

"Ni neng Stela mi gorengnya," ujar bu kantin yang membawa mi goreng pesanan Stela.

"Maacih bu," Stela pun langsung melahap mi nya tanpa ba bi bu lagi.

"Eh Stel, tadi ada dm dari cowo namanya Romi," ucap Nadin membuka obrolan.

"Hah, ganteng gak ganteng gak? Uhukkk ….." tanya stela hingga tersedak.

"Eh lu mah, minum nihh," Nadin menyodorkan jusnya.

Stela pun melanjutkan pertanyaannya

"Eh ganteng gak tuh cowok? Coba liat ig nya,"

"Eh lu mah apa sih nyerocos mulu, dengerin dulu napa,, nih gue tadi di dm ama doi, katanya mau ga jd model dia buat foto shoot,” jelasnya.

"Wahh mayan Din, terima aja lah cuma poto doang," ucap Stela dengan antusias.

"Ah gue takut nipu, tar ujung-ujungnya modus doang," ucap Nadin ragu.

Stela pun merebut hp Nadin dan melihat instagram si Romi.

"Tuh Din, isi ig nya juga foto model semua, ini mah fix kagak nipu tuh laki," Stela menunjukkan ig nya didepan muka Nadin.

"Hmm, I don't think so," Nadin masih ragu.

"Ah yaudah kalo lu gak mau gue aja yang jadi modelnya ah," ucap Stela.

"Emang doi tertarik gitu ama cewek setengah mateng kek elu hahaha," ledek Nadin.

"Ih lu mah bikin gue down deh," sambil manyun, tapi masih melahap suapan mi terakhirnya.

"Hahaha bercanda, eh hari ini maen yuk? Gue pengen nyalon nih, rambut gue dah buluk," ajak Nadin.

"Iye, gue temenin, tapi bayarin dulu ni mi gue hehe," ucap Stela.

"Huuu dasar, yaudah tar ketemu di gerbang sekolah jam pulang yah," jelas Nadin.

"Siap boss.. gue balik kelas yak, takut disusulin bu Susi. Thank you Din mie-nya, mmuacchh," nyelonong pergi.

Masa SMA Nadin tidak ubahnya anak-anak ABG pada umumnya. Hanya saja Nadin lebih suka berteman dengan perempuan dibanding lelaki. Padahal di sekolahnya banyak sekali lelaki yang mendekatinya, namun tetap saja Nadin tidak tertarik sedikitpun menjalin hubungan pacaran dengan salah satu di antaranya. Bukan karena Nadin ini tidak normal, tapi trauma masa kecilnya yang membuat Nadin enggan untuk menjalin hubungan dengan lelaki. Terlebih ia tidak menemukan sosok ayah dalam hidupnya membuatnya makin yakin bahwa lelaki itu sama buruknya dengan ayah dan Andi sepupunya.

Semenjak itu pula Nadin benar-benar menjauhi Andi, terlebih di saat Andi lulus dari SMA ia meneruskan kuliah di kota yang mengharuskannya untuk mengekos di sana karena jarak yang lumayan jauh jika harus dipaksakan pulang pergi dari rumahnya.

Nadin berharap perpisahannya dengan Andi membuatnya dapat mengobati trauma dan kebenciannya terhadap laki-laki. Sampai saat ini sahabat yang paling ia percaya hanyalah Stela.

Sore itu di salon langganan Nadin

"Haiii cyynnn, mo creambath ya," sapa mince pegawai salon langganan Nadin.

"Halo inces minceee, makin cakep aja sekarang, punya gebetan baru ya?" tanya Nadin menggoda.

"Aaaawww tau aja deh dese," jawab mince.

"Gue pengen di masker deh pake plus-plus ya," ucap Stela meledek.

"Iisshhh ekeu ga suka apem cynnn hahaha," ujar Mince membalas.

Sore itu seperti biasa dihabiskan Nadin dan Stela dengan mengobrol dan bercanda bersama Mince di salon itu. Dari hal pribadi hingga masalah percintaan Mince adalah gurunya Nadin dan Stela untuk menanyakan nasib. Tak ada jarak di antara mereka meski berbeda usia dan generasi.

Bagi Nadin sahabat terbaik ialah ia yang selalu ada untuk mendengar dan ada untuk bersandar, tapi lagi-lagi Nadin selalu berdebat akan peran lelaki yang hanya membuat perempuan sedih dan sakit. Stela pun selalu meyakinkan Nadin bahwa tidak semua lelaki itu sama, Stela sering kali menanyakan mengapa Nadin begitu membenci lelaki, namun Nadin tak pernah bercerita soal Andi, hanya menceritakan ayahnya yang pergi meninggalkannya. Jika sudah begini Stela pun memilih diam daripada Nadin makin menjadi-jadi berpidato seperti orang berorasi saat demo menentang penjajahan di atas bumi.

Bersambung ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Untuk Kakak Iparku
9.1
Demi mengungkap rahasia mendiang suaminya, Kinan nekat menikahi Yuan, kakak iparnya sendiri, sebagai istri muda. Keputusan egois ini akhirnya menjawab teka-teki mengapa suaminya dulu jarang pulang dan tak pernah menyentuhnya. Namun, di balik misteri itu, Kinan justru menemukan cinta yang jauh lebih besar dari Yuan. Kini, ia bertekad memiliki buah hati demi menuntaskan rasa penasarannya. Semua langkah berisiko ini dilakukan Kinan hanya demi satu tujuan utama.
Sampul Novel Ashes Of Love (Abu Cinta)
8.3
Arkan dan Dinar tumbuh bersama di panti asuhan dengan janji suci untuk menikah. Namun, sebuah tragedi mengirim Arkan ke penjara. Usai bebas, ia hancur mendapati Dinar telah menikah dengan pria lain. Rasa cinta itu berubah menjadi benci akibat pengkhianatan sang kekasih. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Kirana, yang ternyata merupakan putri tiri Dinar. Di sinilah dendam dan luka masa lalu mulai memicu konflik baru yang tak terduga bagi mereka.
Sampul Novel Cahaya Pelangi dari Surga
8.0
Hidup Rubby dipenuhi derita akibat siksaan ibu tirinya. Di tengah luka itu, Rain hadir menawarkan cinta tulus sebagai sahabat setia. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, Rubby justru dipaksa menikah dengan Halilintar yang menyimpan niat jahat. Meski berbahaya, pesona Halilintar tetap menggetarkan hati Rubby. Kini ia terjebak dalam dilema besar. Antara janji setia Rain dan daya tarik Halilintar, siapakah yang akhirnya Rubby pilih untuk sisa hidupnya?
Sampul Novel Di Balik Topeng Bodyguard
9.1
Alice hamil anak Leo, bodyguard yang dianggap rendah oleh ayahnya. Meski ditentang, mereka menikah hingga Alice menyadari sifat asli Leo yang keji. Di tengah penderitaan, Alice mencurigai ibu tirinya, Deborah, sebagai pembunuh ibunya. Dibantu bodyguard lain bernama Deny, Alice berjuang mengungkap kebenaran kelam ini. Di balik misi tersebut, identitas asli Deny dan rahasia cinta masa lalu mulai terkuak. Akankah Alice berhasil membongkar topeng mereka?
Sampul Novel Gairah Liar Masa Puber
8.0
Berlatar di sebuah kota kecil, kisah ini mengikuti perjalanan Kino dalam mengarungi gejolak masa remaja hingga menjadi pria dewasa. Sebagai pemuda biasa, ia mengalami fase pendewasaan yang sarat akan sensualitas dan drama emosional. Meski pengalaman kehilangan keperjakaan serta pembentukan seksualitasnya adalah hal yang lumrah dialami banyak orang, Kino memiliki sisi unik yang sering kali disembunyikan. Sebuah narasi tentang rahasia di balik kedewasaan.
Sampul Novel Hati Seorang Ibu, Kebohongan Kejam
8.5
Kehidupan sempurna aku bersama Gavin Suryadiningrat hancur saat bank mengungkap rahasia akta kelahiran anak kembar kami. Ternyata, ibu sah mereka adalah Iliana, cinta pertama suamiku. Aku hanyalah ibu pengganti yang disewa karena kemiripan fisik. Tragisnya, anak-anak yang aku besarkan justru menghinaku hingga aku terluka parah. Saat aku bersimbah darah, mereka malah pergi merayakan kembalinya Iliana. Kini, pengabdianku selama enam tahun berakhir dalam pengkhianatan.