Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Rental Woman

My Rental Woman

Demi membiayai pengobatan sang ibu, Alana terjebak dalam tawaran Bernando Thomas, dokter muda yang kehilangan istrinya meninggal secara misterius di luar negeri. Orang tua Thomas tidak mengetahui kematian tersebut, sehingga kehadiran Alana yang memiliki wajah sangat mirip dengan mendiang Calista menjadi solusi penyamaran. Thomas bersedia menanggung seluruh biaya medis ibu Alana, asalkan ia mau menjadi istri sewaan. Akankah Alana menerima kesepakatan rahasia ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Mobil yang dikendarai Bernando Thomas tiba di sebuah rumah megah bergaya Victorian. Alana yang ada di samping laki-laki itu pun ternganga karena tak pernah dijumpai rumah megah secara langsung di depan matanya.

"Ini adalah rumah orang tuaku. Kita akan tinggal di sini," ujar Bernando Thomas berceletuk di dalam mobil.

Alana masih dirundung tak percaya, karena dia tak pernah menduga akan menjadi bagian dari keluarga Bernando Thomas meski hanya sebatas menjadi seorang istri sewaan. Tak bisa dipungkiri Alana memang sedih, dadanya begitu teriris karena dia harus memerankan peran wanita asing yang tak pernah dia temui, wanita asing yang hanya dia kenali bernama Calista.

Alana juga merasakan miris karena dia harus merelakan dirinya dan kehidupannya, tetapi mau bagaimana lagi? Semua demi sang ibu.

"Pakailah! Aku tidak ingin orang tuaku menanyakan cincin pernikahanku dan Calista," ujar Bernando Thomas seraya menyerahkan cincin silver dengan batu permata biru itu.

Alana tak menerima cincin yang telah ada di hadapannya itu. Wanita itu sejenak melihat betapa cantik dan indahnya cincin yang diberikan oleh Bernando Thomas.

'Cincinnya sangat cantik. Pasti aku sangat bahagia jika aku memang betulan istri dari Pak Dokter Thomas,' batin Alana berharap-harap.

"Alana," panggil, Bernando Thomas yang seketika menyentak lamunan Alana.

"Eh? Ya, Pak? Sa-Saya akan pakai," ujar Alana buru-buru seraya mengambil cincin dari dalam kotak bludru berawarna navy itu. Kemudian dengan segera Alana menyematkan cincin berlian itu ke jari manisnya.

Diam-diam, Bernando Thomas mengamati setiap tindakan Alana. Laki-laki itu bahkan melihat jelas Alana menyematkan cincin berlian dengan ukuran Calista ke jari manis wanita bernama Alana.

"Pas ya? Aku kira tidak," ujar Bernando.

"Itu adalah ukuran Calista, aku pikir kamu tidak akan pas memakainya," imbuh Bernando lagi.

Alana terkekeh kecil sesaat. "Pas kok," timpalnya singkat.

"Baguslah kalau begitu," ujar Bernando Thomas seraya mengangguk-angguk.

"Alana," panggil Bernando Thomas dengan serius yang sontak membuat Alana menoleh ke arah Thomas.

"Ya, Pak?"

"Mulai sekarang jangan panggil aku "Pak". Panggil seperti suami istri saja. Panggil aku "Mas," ujar Bernando Thomas yang menyentak Alana bahkan menyebabkan pipi wanita itu bersemu merah jambu.

Alana tak menimpali dengan segera. Wanita itu sibuk dengan semua kata yang bergerumbul di dalam benaknya. Perasaannya campur aduk dan debar jantungnya juga semakin meningkat. 'Aku harus memanggil Mas?' batin Alana bertanya lagi seraya dirundung debar-debar.

Tak bisa dipungkiri debar jantung Alana semakin meningkat, perasaannya tak karuan karena dia mesti memanggil Bernando dengan sebutan Mas. 'Ingat Alana! Ingat! Pak Dokter ini bukan suamimu, dia hanya meminta bantuanmu dan kamu juga membutuhkan uang darinya. Jangan baper, Alana! Jangan baper!' batin Alana menasihati dirinya sendiri.

Alana lantas menghela napasnya panjang berusaha menghilangkan rasa berkecamuk dalam dada. "Ba-Baik, Pak. Eh, Mas," ujarnya lalu terkekeh kecil.

"Bagus. Sekarang namamu juga Calista dan aku akan memanggilmu dengan Calista," ujar Bernando Thomas mengingatkan.

Alana mengangguk kecil dengan tatapan sendu. Wajahnya juga diliputi ragu. Kesenduan wajah Alana pun menimbulkan gelisah serta pedih bagi Bernando Thomas. Hingga akhirnya, untuk pertama kalinya Bernando Thomas menepuk pundak Alana yang sontak menyebabkan wanita itu menoleh ke arah Bernando Thomas.

"Aku tahu kamu belum terbiasa dengan hal ini, Alana. Tetapi, aku yakin kamu akan mulai terbiasa ke depannya," ujar Bernando dengan senyum tulus di bibirnya.

Alana mengangguk kecil. "Iya, Mas. Saya akan mulai terbiasa kok," timpal Alana berusaha menyesuaikan diri.

"Baguslah. Aku akan selalu membantu kamu jika terjadi kesulitan," ujar Bernando.

"Kalau begitu, sekarang ayo masuk ke dalam," imbuh Bernando mengajak Alana.

Alana dengan segera mengangguk kecil menuruti laki-laki yang berprofesi sebagai dokter sekaligus laki-laki yang membantu perawatan ibunya itu.

Alana melenggang mengekori Bernando yang melangkah ke dalam rumah megah. Alana mengamati setiap detail rumah megah sebelum masuk ke dalamnya. Wanita itu semakin sendu karena dia sadar setiap langkahnya yang tersisa adalah langkah Alana Swastika dan ketika dia sudah masuk ke dalam rumah megah itu, dia sudah berbeda, dia menjadi Calista, istri dari Bernando Thomas.

*

Alana tiba di dalam rumah megah, wanita itu tersenyum mengembang kala mengetahui wanita paruh baya dan laki-laki paruh baya tersenyum dengan kedatangannya.

Wanita paruh baya itu tak lain tak bukan adalah ibu Bernando Thomas, bernama Adya Dimitri dan laki-laki paruh baya itu adalah ayah dari Bernando Thomas bernama Ben Dimitri.

"Hallo, Sayang! Apa kabar? Sudah lama sekali tidak bertemu. Bagaimana bulan madunya? Dan bagaimana perjalanannya?" tanya wanita paruh baya itu seraya memeluk Alana dengan penuh kasih, senyum sumringah nan hangat pun melingkupi.

Alana mulai merasakan dirinya diterima dalam nama Calista Thomas. Dan dia juga mulai menyesuaikan dengan keadaan.

"Ma, tanya satu-satu saja dong. Kita baru pulang loh," ujar Bernando Thomas menyela setelah mendengar Alana mendapatkan cecaran pertanyaan dari sang mama.

Wanita paruh baya itu terkekeh kecil mendengar complain dari sang putra semata wayang. Dan dengan segera, Adya Dimitri melepas dekapannya dari Alana.

"Maaf ya, Sayang. Mama terlalu bahagia dengan kedatangan kamu dan Thomas. Mama juga sudah rindu dengan kalian. Kamu dan Thomas sudah di Belanda selama 2 bulan lebih. Jadi maklum ya," ujar wanita paruh baya itu dengan hangat.

Alana terkekeh kecil mendengar penuturan wanita yang ada di hadapannya itu. "Tidak apa-apa kok, Ma," timpal Alana berusaha menyesuaikan diri.

"Keadaan Calista dan Mas Thomas baik, Ma. Kami menikmati Belanda selama dua bulan," imbuh Alana tak lupa dengan senyum tipisnya.

"Syukurlah, Sayang. Mama dan Papa ikut bahagia kalau begitu," sahut laki-laki paruh baya yang tak lain tak bukan adalah papa Bernando Thomas.

"Kalau begitu, sekarang istirahatlah, Nak. Papa dan Mama yakin perjalanan panjang kalian melelahkan. Ajak istrimu naik, Thomas. Biar dia istirahat," imbuh laki-laki paruh baya itu.

"Iya, Pa," timpal Bernando Thomas dan segera mengajak Alana naik ke lantai dua.

Tak ada yang tahu jika Bernando Thomas telah berada di Indonesia. Kedua orang tuanya hanya mengetahui bahwa Bernando Thomas dan sang istri baru saja tiba setelah melakukan penerbangan dari Belanda.

Rencana Bernando Thomas benar-benar berjalan mulus. Laki-laki itu lega karena tidak mendapatkan kecurigaan sama sekali dari papa dan mamanya.

"Terima kasih, Alana. Aku tidak tahu jika kamu sangat pandai berakting," ujar Bernando Thomas seraya membukakan pintu kamarnya.

Alana terkekeh kecil meski miris. Bagaimanapun juga ada perasaan tak nyaman di dalam dada Alana karena dia mesti melakukan kebohongan kepada kedua orang tua yang tak tahu apa-apa itu.

"Tidak masalah, Pak. Saya dulu pernah bermain drama ketika SMA. Jadi, hal ini sedikit mudah bagi saya," timpal Alana bohong.

"Baguslah kalau begitu," timpal Bernando Thomas dengan seutas senyum di bibirnya.

"Oh ya, sekarang ini adalah kamar kita. Aku dan kamu akan tidur di sini. Tetapi, kamu tenang saja. Kita tidak akan tidur seranjang. Aku akan tidur di sofa dan kamu tidur di ranjang," imbuh Thomas menjelaskan.

Alana tak menimpali dengan segera, wanita itu sibuk meneliti setiap jengkal yang ada di kamar itu. Ranjang king size dengan berselimut putih yang halus dan juga kamar luas yang bercat putih salju begitu rapi dan sangat terawat.

"Saya tidur di sofa saja tidak apa-apa kok, Pak," ujar Alana.

"Tidak... tidak. Kamu tidur di ranjang saja. Dan satu lagi, Alana. Aku sudah katakan, panggil aku Mas. Aku ingin kamu terbiasa dengan itu agar kamu tidak lalai memanggilku dengan Pak ketika bersama dengan kedua orang tuaku," timpal Bernando Thomas dengan tegas.

Alana mengangguk seraya terkekeh kaku. "Baik, Mas."

"Baguslah, kalau begitu sekarang istirahatlah, Alana. Kita akan makan malam bersama nanti malam," ujar Bernando Thomas yang segera diangguki Alana.

Alana dengan segera melenggang menuju ranjang putih berkuruan king size itu. Wanita itu lantas merebahkan tubuhnya dan melemaskan otot-ototnya. Sejenak dia juga memandangi Bernando Thomas yang tengah memunggunginya dan berkutat dengan laptopnya.

Pikiran Alana jauh mengawang kala melihat Bernando Thomas. 'Kalau aku jadi istrinya sungguhan pasti sangat bahagia, sayangnya aku hanya sebagai Calista istrinya,' batin Alana penuh harap-harap mengkhayal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan luka batin akibat pengkhianatan Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru menikahi kakak tirinya sendiri, menghancurkan kepercayaan Aluna pada cinta. Kini ia hanya menginginkan seorang anak tanpa keterikatan emosional dengan pria. Mengandalkan kekayaan melimpah, Aluna menggelar sayembara mencari donor bibit unggul demi melahirkan pewaris. Ia pun berhasil menjadi ibu dari tiga anak tanpa harus jatuh cinta lagi.
Sampul Novel HARMONI BULAN DAN MATAHARI
8.0
Hidup Arlyna Aira berubah gelisah sejak bertemu Gideon Bastian, pria blasteran tampan yang ternyata bukan orang sembarangan. Sebagai pewaris tunggal keluarga terpandang, Gideon telah jatuh hati pada Arlyna sejak awal. Namun, hubungan mereka tidaklah mudah karena rintangan rumit terus membayangi setiap langkah. Di tengah tekanan keadaan yang memaksa untuk menyerah, mampukah Arlyna dan Gideon mempertahankan ikatan cinta tulus mereka hingga akhir?
Sampul Novel Ketika Cinta Berubah Menjadi Abu
8.9
Dunia Savi hancur saat Jaka, rockstar yang ia puja sejak remaja, mengkhianati janji manisnya. Di sebuah bar Senopati, Savi mendengar rencana kejam Jaka untuk menyingkirkannya dengan sandiwara tunangan palsu. Tak hanya dihina sebagai pengganggu, Savi bahkan dibiarkan terluka fisik demi wanita lain. Muak dengan kekejaman dan rasa malu di depan umum, Savi memutuskan untuk bangkit. Ia memutus semua akses komunikasi dan memulai hidup baru di Florence tanpa bayang masa lalu.
Sampul Novel Menikahinya Mudah, Kehilangannya Adalah Neraka
8.8
Stella hancur saat Marc berkhianat tepat di depan matanya. Setelah membalas dengan tamparan keras, ia memilih lenyap untuk misi rahasia dan memalsukan kematiannya. Di hari kepergian Stella, kerajaan bisnis Marc runtuh seketika. Penyesalan menghantui Marc hingga mereka bertemu kembali di sebuah gala mewah. Marc memohon kesempatan kedua, namun Stella yang kini bersinar di samping pria sukses hanya tersenyum sinis dan menegaskan bahwa Marc tak lagi pantas untuknya.
Sampul Novel Merenda Cinta
8.4
Aileen, putri bungsu konglomerat properti Hadiwidjaya, bertekad menjadi desainer interior ternama hingga menempuh studi di Stanford. Namun, langkahnya terhambat saat sang ayah menjodohkannya dengan Hasby Al Azizy, putra sahabatnya yang merupakan lulusan Mesir. Sosok Hasby yang pendiam namun ramah membuat Aileen kesal sejak awal. Akankah Aileen menerima perjodohan ini? Simak perjuangan Hasby menghadapi Aileen yang manja namun cerdas demi menemukan cinta.
Sampul Novel Obsesi Sang Badboy
9.0
Sereia berjuang menghidupi ketiga adiknya meski hatinya penuh luka masa lalu. Elias, pria yang pernah menyakitinya, terkejut saat mengetahui gadis polos yang dulu ia rendahkan kini telah berubah drastis. Setelah satu malam yang tak terduga, Elias terobsesi mengejarnya. Sereia berusaha keras melarikan diri dari pria itu, namun Elias justru bertindak nekat demi memilikinya. Meski Sereia mencoba menjebaknya agar bisa bebas, Elias bersumpah takkan melepaskannya lagi.