Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Possessive Husband Book 1

My Possessive Husband Book 1

Aleina Xavinzo merasa terganggu oleh obsesi mantan kekasihnya, Richard, yang terus mengejar. Di tengah rasa frustrasi, sebuah insiden mabuk di kelab malam membawanya ke pelukan pria asing bernama Adrianus James Verona. Hubungan satu malam itu berujung kejutan besar saat mereka bertemu kembali sebulan kemudian sebagai pasangan tunangan pilihan orang tua. Kini, Aleina harus menghadapi babak baru dalam pernikahan kontrak yang penuh dengan teka-teki cinta.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tiga puluh lima menit kemudian

"Aleina, setelah ini, kau akan ke mana?” tanya Richard, ketika mereka sudah selesai makan siang.

Perempuan berwajah sensual itu baru saja mengelap ujung bibir dengan napkin, supaya tidak ada sisa makanan menempel di sana. Ia hanya melirik, namun tak langsung menjawab, karena masih melanjutkan kegiatan yang sedikit tertunda. Setelah selesai, benda yang telah dipakai pun diletakkan di atas table.

"Aku akan pulang ke apartemen dan beristirahat. Untung besok hari Minggu, jadi bisa bangun siang, karena lelah sekali bertemu denganmu siang ini,” jawab Aleina, seraya menyindir lawan bicara.

Wajah tampan si lelaki tampak pias sesaat. Ia tak bisa memungkiri, kalau telah membuat suasana menjadi kurang kondusif. Di dalam benak, tengah mencari strategi, agar bisa membuat sang mantan kekasih kembali ke pelukan.

Ouch, it was hurting my heart, but she was right. I was a fool, because I made her angry. Aku ingin dia menginap di room, supaya bisa menciptakan suasana intim, tapi kalau Aleina sudah seperti itu, apakah bisa? Ah, dicoba saja. She was my ex-girlfriend, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan. Oh iya, baru ingat! Kenapa tidak memasukkan obat perangsang yang memang dibawa, ketika Aleina datang? Ini bisa dicampurkan ke minuman, jadi semua lancar. Kalau sudah bereaksi, pasti bisa dibawa dengan mudah! batin Richard.

Tangan kiri si lelaki merogoh ke arah kantung celana, lalu jemarinya menyentuh sesuatu. Senyuman terukir, kemudian dengan cepat menarik, dan meletakkan di atas meja, namun tersembunyi.

Sementara itu, Aleina tampak tengah memainkan ponsel untuk mengecek surat elektronik yang masuk di sana. Sepasang mata biru nan indah berkonsentrasi ke benda pipih. Tak jarang pula membalas pesan masuk, supaya pekerjaan tetap lancar.

"Kalau kau lelah, bagaimana bila beristirahat di room-ku saja? Di sana lebih nyaman, jadi bisa beristirahat dengan leluasa,” ajak pria kekar tersebut.

"Tidak perlu. I bring my own car and I can go back to the apartment easily,” tolak Aleina tanpa basa-basi.

Pandangan mata tetap ke smartphone canggih keluaran terbaru. Kesempatan itu dimanfaatkan Richard, dengan memasukkan obat perangsang ke dalam minuman sang mantan dengan hati-hati, yang mana masih tetap berkonsentrasi dengan kegiatan semula, sehingga tak sadar ada bahaya mengintai.

"Kau yakin? Coba lihat pemandangan di luar,” ucap Richard, sembari menunjuk ke arah pemandangan di luar, tepatnya di belakang punggung Aleina.

Perempuan cantik itu langsung menoleh ke arah yang ditunjukkan. Sepasang mata biru tersebut, langsung menatap langit yang sudah terlihat kelabu, bahkan ada kilat di sana. Wajah cantik seketika berubah. Ia tampak takut, namun berusaha untuk menutupi.

Aleina berbalik, lalu memerhatikan wajah lawan bicara yang tampak menunggu pendapatnya. “Aku akan tetap pulang, lagipula hal ini memang biasa terjadi, ‘kan? Apa yang harus ditakutkan?” jawabnya tenang.

"I know you are afraid, Baby. Do not hide your fear. Petir, kilat, badai ... itu beberapa hal yang biasanya kamu cemaskan. I know you so well,” tukas Richard tenang.

"Sok tahu!”gerutu Aleina.

"Tentu saja aku tahu. Tiga tahun bersama, bahkan tidur satu ranjang, masa hal-hal kecil dari wanita tercinta sampai lupa? Honey, bahkan posisi favorit saat kita bercinta pun masih terekam dalam ingatan,” ucap pria bermata emerald itu enteng.

Pipi mulus nan halus langsung bersemu merah, kala mendengar pernyataan pria bertubuh tinggi tegap yang duduk di hadapan. Ia merasa gelisah, sehingga minuman di gelas pun langsung diminum tanpa berpikir.

Richard tersenyum melihat pemandangan itu. Pria tampan dengan jabatan bagus di hotel tak bisa menahan diri, karena apa yang direncanakan telah berhasil, dan tinggal menunggu satu step lagi: Aleina dibawa ke kamar pribadi.

Minuman yang diteguk oleh Aleina, sudah habis tak bersisa. Tubuh tinggi nan langsing itu masih belum merasakan apa pun, sehingga hasrat untuk melakukan hubungan intim, belum menyerang. Richard tertawa terbahak-bahak di dalam hati, akan tetapi menahan diri untuk tidak frontal.

"Kau membawa payung, Sayang? Kalau tidak, berteduh saja di room. Tenang saja, tak akan ada yang protes, karena aku bosnya,” ajak Richard. Ada nada bangga di setiap kaca yang terucap, terutama di bagian terakhir.

"Aku tidak membawa payung, karena berpikir membawa kendaraan sendiri. Thank you for the invitation, but I cannot do it.” Aleina bersikukuh menolak, namun tetap sopan.

Richard mengangkat kedua bahu, pertanda tidak mempermasalahkan sama sekali. Sebentar lagi, mantan yang cantik mulai bergairah. Jika itu terjadi, biarkan saja dia memohon untuk stay di ruangan, dan siapa tahu bisa bermalam. Toh, baju-baju saat kami masih tinggal bersama, masih ada beberapa helai tersimpan di lemari, jadi tak perlu repot-repot. Aku ingin sekali bisa bercinta dengan Aleina. Sejak putus, tak bisa melampiaskan hasrat ke wanita lain, dan terpaksa harus bermain solo, gumamnya dalam hati.

"Terserah padamu, Sayang. Aku hanya menawarkan and for your kind information, my room is open twenty-four hours every day only for you. Kalau berubah pikiran, tinggal katakan saja, tak usah ragu ataupun malu.” Richard berkata dengan lembut, seolah tak ada yang perlu dikhawatirkan. “By the way, now is raining.”

Aleina menatap ke arah belakang dan ternyata memang hujan, persis seperti yang dikatakan oleh pria bermata emerald tersebut. “Shit.” Hanya itu kata terucap dari bibir tipis berwarna pink.

Richard tak kuasa menahan senyum. Hampir saja tertawa, karena mendengar umpatan si cantik, akan tetapi berusaha sekuat tenaga ditahan, agar tidak mencurigakan di hadapan Aleina.

"Would you order something, Honey? Mineral water-mu sudah habis, jadi lebih baik meminum sesuatu. Tambah makanan pun boleh,” tawar Richard, seraya menunjuk ke arah gelas yang telah kosong, begitupula ke arah piring.

"Kenapa kau suka sekali menyuruhku makan dan minum berlebihan? Stop calling me ‘honey’, because I am not your girlfriend anymore!” protes Aleina.

Sebuah senyum mereka di bibir pria itu. Ia menikmati setiap ocehan sang mantan, sehingga tak keberatan sama sekali. “Aleina, for me, you are my girlfriend and even more. Our relationship have been ended three year ago, but my love is standstill. Mungkin mudah bagimu untuk melupakan segalanya, tapi tidak bagiku.”

"Kapan kau stop melakukan tindakan konyol?” Wanita berambut pirang itu bertanya dengan nada sedikit sinis.

Richard benar-benar brengsek! Dia selalu punya cara, agar aku bisa bertemu, bahkan terkoneksi secara bisnis. Untung saja, hari ini bukan membicarakan tentang pekerjaan, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kenapa tiba-tiba libido naik, ya? Ini tak boleh terjadi. Fokus, Aleina, gumam perempuan mandiri di dalam hati.

"Sampai kau menikah, Sayang. Tapi, jika suamimu tidak bisa membahagiakan, meskipun pada saat itu you are pregnant, I would tell him that both of you can divorce and I would accept your baby.” Pria bertubuh tegap menjawab dengan penuh percaya diri.

"Insane!” sembur Aleina.

"Yes, I am. You made me like this, Aleina. Kau tidak ingat saat dulu, how hot we were? Kita bahkan sering melakukan kegiatan bersama. Sayang, tawaran yang sejak dulu ada, masih tetap berlaku: kembalilah menjadi kekasihku dan tinggal bersama lagi,” rayu Richard.

Aleina melengos. Dia benar-benar keterlaluan! Aku ingin sekali cepat pulang, tapi di luar masih hujan, dan sekarang horny. Bagaimana bisa mengendarai mobil, jika dalam keadaan seperti ini? Sungguh menjengkelkan! batin perempuan cantik nan cerdas itu.

Aleina menguap tanpa bisa dicegah. Hal tersebut semakin membuat girang pria bermata emerald, karena obat perangsang mulai bekerja. Good, akhirnya ada reaksi dari obat yang dicampur ke minuman. Tinggal tunggu permintaan si cantik dan aku yakin tak lama lagi dia akan mengatakan ....

"Richard, aku rasanya tak tahan ... bolehkah kita ke tempatmu sekarang?”

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Atasanku Menggodaku
7.8
Menghadapi atasan genit adalah tantangan besar, namun situasi menjadi kacau dalam novel Atasanku Menggodaku. Saat rapat berlangsung, sang bos miliarder tidak sengaja menguasai sebuah remote yang dapat mengontrol hasrat sang karyawan. Bukannya berhati-hati, ia justru menyetel alat tersebut ke tingkat maksimum. Tindakan fatal ini seketika memicu sensasi luar biasa yang membuat sang karyawan benar-benar tidak bisa menahan diri lagi di hadapan atasannya.
Sampul Novel Dikhianati Sahabat Kecil, Aku Menikahi CEO Mandul
9.2
Setelah dikhianati hingga tewas oleh kakak kandung dan pria yang dicintainya, sang protagonis mendapat kesempatan kedua untuk hidup kembali ke masa lalu. Menolak mengulangi takdir tragis dari pernikahan kontrak dengan Keluarga Zony, ia memutuskan berpaling tanpa ragu. Ia memilih menerima lamaran Gunawan, seorang CEO kaya raya yang dikenal mandul. Keputusan ini memicu penyesalan mendalam dari mantan kekasihnya yang kini memohon agar ia kembali, membalikkan keadaan di kota Dumai.
Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
8.7
Olivia menyusuri jalanan dengan lelah, menggenggam map lamaran kerja sambil berharap ada lowongan bagi dirinya. Saat ia bertanya pada satpam, perhatian teralih oleh kedatangan Alexander Drake, pengusaha berwibawa yang turun dari mobil mewahnya. Pertemuan singkat itu menciptakan ketegangan saat mata mereka beradu. Meski Olivia merasa rendah diri dan Alexander bersikap dingin, ketertarikan mulai muncul. Tanpa disadari, momen di gerbang kantor itu akan mengubah hidup Olivia selamanya.
Sampul Novel Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
8.7
Vania, mahasiswi yang terhimpit utang keluarga, terpaksa terjun ke dunia malam demi masa depan adiknya. Takdir mempertemukannya dengan Reza, pria kaya penuh trauma yang awalnya hanya menganggap Vania sebagai objek transaksi. Namun, hubungan dingin itu berubah menjadi keterikatan emosional yang rumit. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan tekanan sosial, mereka terjebak antara benci dan candu. Mampukah cinta tumbuh di atas luka dan pengorbanan yang menghancurkan harga diri?
Sampul Novel My Adorable CEO
8.6
Pasca maut merenggut orang tua mereka, dua bersaudara Van Willem tumbuh besar di bawah asuhan pelayan setia. Sang kakak kini memimpin dinasti keluarga, sementara adiknya, Irish, meniti karier di perusahaan besar. Namun, hidup Irish berubah drastis saat bertemu bosnya, seorang CEO kaya yang dikelilingi banyak wanita. Konflik memuncak ketika para mantan kekasih sang CEO muncul, memicu salah paham antar pemimpin perusahaan hingga nyawa menjadi taruhan.
Sampul Novel On CEO's Bed
8.6
Demi meloloskan diri dari kejaran penagih utang ayahnya, Alyssa mendatangi kediaman Assa Zachary. Berbekal sebuah surat wasiat, ia berharap pria itu bersedia melunasi seluruh beban finansial keluarganya. Namun, kenyataan pahit justru menghampiri saat Alyssa malah disekap di rumah mewah tersebut. Akankah ia sanggup bertahan menanti kepastian janji Assa, atau justru semakin terperangkap jauh ke dalam kehidupan sang miliarder yang penuh dengan misteri gelap?