
My Possessive Family
Bab 2
Amelia Cahya Diningrat, Biasa di panggil Amel. Ia adalah Perempuan yang paling beruntung. Di karena kan Lahir dan Tumbuh di keluarga yang begitu kaya hingga tujuh turunan tidak akan habis kekayaan yang di miliki oleh keluarga Amelia. Selesai itu Amelia juga di karuniai Keluarga yang begitu sangat menyayangi Amelia selama Ini.
Amelia adalah seorang gadis yang sangat cantik serta selalu di manjakan, Tapi di balik itu Ia merupakan anak Yatim. Ibu Amelia meninggalkan sewaktu melahirkan Amelia, Benar adanya Ibu Amelia telah meninggal, Tapi Amelia tidak pernah kekurangan kasih sayang dari sosok seorang Ibu maupun keluarga.
Di karena Amelia dibanjiri berbagai macam kasih sayang dan cinta dari keluarganya. Sehingga Amelia tumbuh dengan karakter yang unik dan menarik.
Amelia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia mempunyai dua orang kakak laki-laki yang begitu perhatian dan menyayanginya, Hingga begitu Posesif.
Sejak kematian ibu Amelia maka kedua Saudara laki-laki Amelia, berperan sebagai mana seorang ibu buat Amelia dan seorang Kakak untuk Amelia.
Amelia adalah satu-satunya wanita yang ada dalam keluarga besar Amelia.
Itu kenapa ketiga pria yang merawat Amelia sejak kecil selalu punya Alasan untuk possessive terhadap kehidupan Amelia.
Segala kemauan Amelia, selalu di turuti hingga membuat Amelia harus menanggung segala sesuatu yang di luar, pengetahuan keluarga Amelia.
Kedua kakak laki-laki Amelia adalah pria yang mempunyai karakter yang sanggatlah baik, mereka adalah kakak yang kompak buat keluarga.
Adapun Karakter yang di miliki kedua saudara laki-laki Amelia adalah.
kakak tertua, mempunyai karakter baik, ganteng, Pintar, Serta seorang Pimpinan di perusahaan milik dia sendiri.
Di usia yang masih begitu muda yaitu umur 25 Tahun sudah memiliki Perusahaan yang sukses dan terkenal di salah satu Negara yang begitu indah yaitu Indonesia.
Namun di balik itu semua ia memiliki wajah yang cukup datar, membuat orang salah paham akan dirinya.
untuk kakak kedua Amelia, dia lebih tampan dari kakak pertama, lebih perhatian, begitu Baik, Serta seorang aktor ternama di semua negara.
Ya...dia merupakan aktor internasional. dengan umur yang masih muda yaitu 23 Tahun, kakak kedua Amelia memiliki humor yang tinggi, dan memiliki daya tarik seperti magnet yang begitu kuat.
Sedangkan Amelia...?
Ia tipikal orang yang, Egois, manja, mandiri serta mempunyai mau yang selalu bertentangan dengan keluarga apa lagi kakak-kakak Ia.
Amelia pun memiliki sosok ayah yang begitu mencintai anak-anaknya.
Ayah yang baik hati, penyayang, dan begitu sabar dengan sikap keras kepala dari ketiga anaknya. Serta Seorang CEO dan pemilik Saham Terbesar di Beberapa Bangunan Termewah di kota tempat Ayah Amelia tinggal sekarang ini. Dan beberapa perusahaan di luar Negeri.
Hidup di keluarga yang serba berkecukupan adalah keinginan setiap wanita di luar sana, di tambah lagi mempunyai saudara yang pesona dan ketampanannya begitu membuat wanita dan pria jatuh cinta serta membuat Semua orang iri.
Tapi berbeda dengan Amelia.
Amelia orang yang tidak terlalu suka dengan yang mewah ataupun mahal. Ia lebih menyukai, menghabiskan waktu di rumah, terutama kamarnya.
Beda hal dengan anak-anak, orang kaya seumurannya, yang lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan teman-teman dan berhamburan ke sana kemari.
Benar adanya dengan mempunyai uang semua akan lebih baik Itulah yang Amelia rasakan.
Walaupun hidup penuh dengan rasa bersalah setiap hari , bulan dan tahun.
Tapi Amelia bisa melakukan apa pun yang Ia inginkan, semua begitu mudah bagi Amelia cahaya Diningrat.
Semua yang tidak mungkin bagi orang lain, begitu muda ia dapatkan. Ia tidak perlu bersusah payah bekerja ataupun meminta, karena sebelum ia meminta pun, semuanya telah di berikan oleh keluarganya. mereka begitu peka terhadap sesuatu yang menyangkut adik kesayangannya mereka.
Amelia selalu hidup berkecukupan, hingga terhindar dari namanya kekurangan uang.
setiap bulan, selalu saja ada uang yang masuk ke dalam rekeningnya.
entah itu dari ayahnya, atau dari kedua kakak laki-lakinya.
terkadang Ia tidak tahu, harus di apakan semua yang itu. Amelia pun hanya mengunakan uang-uang itu, untuk berbagi dengan orang lain.
Hingga Suatu hari.
Di saat itu Amelia jalan bersama dengan sekretaris ayahnya. Saat perjalanan, Ia menyukai suatu lahan yang begitu luas dan indah di depannya saat itu.
Amelia pun bergegas melihat lahan di karenakan lahan tersebut tidak lagi dalam keadaan kosong. Di dalam lahan tersebut ada beberapa kantor sertakan kebun-kebun warga dan para perusahaan yang lumayan besar serta mempunyai nama yang cukup di Kenal di kalangan rakyat di kota ini, tempat Amelia tinggal saat ini.
Amelia tampak berpikir panjang.
Meminta sekretaris Ayahnya untuk mencari tahu mengenai lahan yang ada di depannya saat itu. Sekretaris ayahnya pun langsung menjelaskan semua tentang lahan yang indah itu.
Luas dari lahan itu sekitar lima ribu hektar.? panjang seratus lima puluh meter persegi.? dan lahan tersebut sebagian milik warga yang menetap di tempat itu, serta sebagian milik perusahaan perkebunan dan persuaan tambang pasir.
setelah mendapatkan informasi yang Amelia tahu harus berbuat apa saat itu.
Ia mengambil Hp di dalam tas kecilnya, lalu menekan nomor telepon yang tidak asing lagi baginya.
Ayahnya yang sedang berada di kantor saat itu, mendengar dering handphonenya.
Jika itu panggilan dari orang tidak penting, mungkin ia akan langsung mengabaikannya, tapi itu adalah panggilan dari putri kesayangannya.
"Halo, sayangku..."ucap sang ayah.
"Sore ayah... apa ayah sedang sibuk?" tanya Amelia kepada ayahnya.
"Tidak, sayang... ayah sedang duduk-duduk santai saja." jawab sang ayah, padahal saat itu ayahnya sedang memimpin sebuah rapat dengan para karyawannya.
mereka hanya bisa diam, saat atasan mereka menganggap merek seperti hantu yang tidak terlihat.
"Apa ada yang putri kesayangan ayah ingin katakan?" tanya sang ayah dengan nada lembut.
"Ayah seperti peramal saja," ujar Amelia yang bercanda saat itu.
keluarga mereka memang sangat harmonis, tapi juga sangat posesif terhadap Amelia.
mereka sangat menjaga Anak gadis Meraka satu-satunya itu dengan berbagai cara, untuk membuat gadis itu senang dan tidak merasa kekurangan.
Kehidupan terkadang terlalu indah untuk di jalankan. Terlalu sakit apabila Harus di pikiran. Setiap orang yang tidak menyukai kehidupan yang kita miliki, berusaha membuat pemilik hidup tersebut Merasa kan hal yang di luar nalar mereka.
Tapi semua itu. Tidak bisa di terapkan kepada Amelia yang di juluki sebagai Gadis Yang manca.
Oleh setiap orang yang berada di sekeliling Amelia saat ini. Kehidupan Amelia terlalu indah dan Mewah. Segala yang menyangkut Amelia tidak bisa hanya biasa-biasa.
Membuat Amelia, lebih memilih untuk membatasi setiap Aktivitas dia dengan Banyak orang-orang yang ada di sekeliling dia.
Amelia yang tidak suka dengan sikap Munafik setiap manusia membuat dia memilih untuk menjauh kan diri dari setiap manusia yang ada di sekeliling Ia.
Anda Mungkin Juga Suka





