Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MY Nerdy Wife

MY Nerdy Wife

Bagi Arcella Shameera Caluella, kecantikan luar biasa justru membawa petaka. Demi keamanan, sang ibu memintanya menyamar jadi gadis cupu untuk meredam kecemburuan buta Vanessa, kakaknya. Namun, Vanessa tetap berambisi menghancurkan hidup Arcella dengan merebut Zale dan Auriga, pria-pria yang dicintainya. Puncaknya, kelicikan Vanessa berhasil menjebak Arcella dalam pertunangan dengan pria berhati iblis. Akankah Arcella mampu bertahan dari kekejaman kakaknya sendiri?
Bab
Bagikan

Bab 3

Perjalanan panjang memakan banyak waktu, cukup membuat badannya tersa pegal. Arcella yang sudah duduk di salah satu kedai coffe yang ada di sana, sambil menikmati camilan chiken pop corn melihat kembali pergelangan tangannya lima belas menit berlalu, namun sang sahabat belum juga terlihat. “Ke mana si sayur ini?” gumam-nya, dia pun mengambil ponselnya untuk melakukan panggilan. “Hallo,” ucap Arcella.

“Hallo icy, sorry ini udah sampe parkiran, macetos bebeb, pardon me,” ucap perempuan cantik dengan gaya nada centil itu.

“Dasar sayur molor aja terus kamu itu, pasti kamu telat bangun kan?” kata Arcella to the point mengingat kebiasaan sahabatnya itu.

“Kamu emang paling mengerti aku my icy bebeb, udah di parkiran kok.”

“Ya udah, aku ke sana, bisa jamuran di sini!” ucap Arcella, lalu berjalan menuju ke parkiran.

Gadis itu terus berjalan menyusuri lorong yang akan membawanya ke parkiran di mana sahabatnya yang centil dan sedikit jam karet itu berada. Dia berjalan dengan cukup terburu, sedikit bingung karena banyaknya perubahan di bandara Soeta setelah hampir tiga tahun dia tak menjejak-kan kakinya di bandara kebanggaan negara Indonesia itu.

Ditambah troly yang berisi kopernya yang cukup lumayan banyak membuat dia berjalan sedikit tak berkonsentrasi. Matanya yang sibuk menatap petunjuk arah pun membuat dia sembarang menarik trolinya hingga saat matanya menatap tulisan yang menunjukkan arah di mana temannya berada, dia yang cukup tergesa menarik trolinya dengan sembarangan.

‘Bruk’

Sakit hidung Arcella saat ini karena baru saja terbentur benda yang cukup keras, perlahan Cella pun mengelus hidungnya sembari menegakkan wajahnya hendak menatap benda yang ada di depannya. Tak nyaman sudah perasaan Arcella karena ternyata dia menabrak punggung seseorang yang jelas dia bisa tebak kalau itu seorang lelaki yang tinggi dan gagah.

“Maaf, saya tidak sengaja, maaf,” ucapnya dengan rasa bersalah. Lelaki dengan tubuh menjulang tinggi, kekar dan wangi itu sukses membuat kening dan hidung Arcella sedikit terasa berdenyut. “Maaf, saya gak sengaja tuan,” ucapnya lagi sambil berusaha mendongakkan wajahnya melihat siapa lelaki itu.

“Gak papa, saya juga salah karena berhenti mendadak,” jawab lelaki itu datar.

Mata Arcella membelalak setelah mendapati wajah lelaki itu, jantungnya berdegup kencang membuat tangan-nya mulai berkeringat. Namun, secepat kilat gadis itu segera merubah ekspresinya karena tak ingin terlihat aneh di depan lelaki yang ada di depannya itu. Lelaki tampan dengan sejuta pesona mematikan tapi dingin.

“Sekali lagi maaf tuan saya gak sengaja, permisi dan sekali lagi saya mohon maaf,” ucapnya dengan menundukkan kepalanya sejenak setelahnya Arcella pun berlalu tanpa melihat ke arah lelaki itu.

Lelaki tampan itu memandang Arcella dengan ekspresi yang sulit diartikan sampai punggung Arcella menghilang di balik lorong. “Cantik, imut” ucap lelaki itu dalam hati kemudian berlalu.

Jantung Arcella berdetak kencang saat ini, untung saja dia bisa segera pergi dari hadapan lelaki tampan itu yang tadi menatapnya dengan wajah datar tanpa ekspresi itu. “Ya Tuhan ini sudah bertahun-tahun tapi kenapa jantungku masih saja berdegup tak karuan begini?” ucapnya dalam hati. “Kenapa di dunia yang begitu luas aku harus bertemu dengannya lagi di sini Tuhan?” tanyanya dalam hati.

Kini Arcella telah sampai di parkiran, gadis itu mengambil ponselnya untuk meminta sang sahabat memberitahukan poisisinya. Setelah mendapat jawaban Cella dengan cepat bisa menemukan posisi temannya Cinta yang begitu cantik dengan kacamata keluaran dari salah satu brand ternama oliver peoples warna hitam.

Gadis itu tersenyum manis saat melihat Arcella, dia melambaikan tangannya pada Arcella. Keduanya berpelukan sejenak, setelahnya Arcella pun mengomel tak karuan pada sang sahabat. “Lama banget! Aku jadi ketiban sial” gerutu Arcella membuat Cinta hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Kamu cantik banget sayangku, cemberut aja cantik apalagi senyum?" ucap Cinta membuat Arcella semakin gemas dengan sahabatnya yang super ceroboh dan cuek itu. "Kalau kamu begini aku yakin orang-orang itu gak bakalan ada yang kenal sama kamu dech," lanjut Cinta dengan mata yang menyoroti Arcella dari ujung kaki sampai ujung rambut.

"Hmm, makasih. Tapi ini Jakarta, Yur! Tahu kan apa artinya? Aku bakal kembali menjadi si cupu yang aneh," jawab Arcella.

"Ah, iya kamu benar Cel, tapi gak papa juga kan kalau kamu sekarang berpenampilan cantik? Mereka kan sudah gak bisa mengusik kamu." Cinta mencoba membuat Arcella kuat.

Bukan hal yang mudah untuk Arcella kembali ke Jakarta, kota dengan sejuta kenangan buruk. Luka yang sudah tertutup itu bahkan bisa dengan mudah terbuka hanya melihat orang-orang lama yang selalu ingin Arcella hindari. Nyatanya baru saja menjejakkan kakinya di bandara, luka hatinya terbuka kembali, bayangan hinaan, cacian dan ancaman kembali mengisi otak cantiknya.

"Gak semudah itu, Cinta!" Arcella berkata sembari menghela nafasnya panjang.

Dia yang sudah mempersiapkan mentalnya beberapa bulan sebelum hari kelulusan-nya nyatanya tetap saja merasakan nerveous dan ketidak nyamanan di hatinya saat pesawat itu mendarat tadi. Menghadapi mimpi buruk memang tak semudah itu, saat jauh mungkin seseorang bisa berkata ‘Aku bisa, aku sudah kuat’ tapi saat mereka dihadapkan dengan mimpi buruk itu lagi rasa gentar yang tadi kuat bisa menurun kadarnya.

Kepercayaan yang tadinya mencuat tinggi pun perlahan menurun, tapi bukan berarti mereka akan lari, melainkan mereka tetap butuh waktu untuk pemulihan sejenak dan mulai menghadapi semua mimpi buruk yang mulai mendekat. Trauma itu selalu ada tapi setiap orang bisa menyelesaikan semuanya karena mau dan kekuatan itu ada dalam diri mereka masing-masing.

Mereka yang bisa memutuskan untuk melawan atau menyerah, dan mereka juga lah yang bisa menghentikan semua ketakutan dari dalam diri mereka masing-masing. Begitu juga dengan Arcella yang menyusun kembali kekuatannya, percaya dirinya dan keyakinannya tadi sebelum dia turun dari atas pesawat.

Sebagai sahabat tentu Cinta sangat tahu apa yang dirasakan Arcella meski tak bisa seratus persen mengerti setidaknya Cinta mengerti apa arti patah hati, dihancurkan dan bangkit yang dilewati oleh Arcella. Karena hal itu juga lah Cinta memilih untuk diam dia tak mau menambah beban sahabatnya, gadis itu pun segera menghibur Arcella dengan semua hal yang dia bisa lakukan.

Kini keduanya sudah beres memasukkan barang bawaan Arcella ke dalam bagasi, setelahnya mereka pun masuk mobil untuk segera pergi dari tempat itu. Mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan parkiran, keduanya pun mulai saling bercerita melepas rindu. Tempat parkir yang cukup luas membuat mereka bisa bercerita panjang lebar.

“Masi gak berubah ya tukang ngomel! Pantesan aja gak dapet cowok bule di sana! Tapi mending gak dapet sih tar kaya yang lalu juga! Sekalinya dapet diembat dech sama ratu setan!” canda Cinta setelah melihat mood Arcella mulai membaik.

“Hmm, berarti dia bukan jodoh aku, dia gak setia trus kenapa dong harus dipertahanin?” jawab Cella diplomatis.

“Setuju! Tapi jangan kaya kamu juga, udah disakitin tapi tetep aja lope, parahnya lagi dia beneran jadi pemilik hati kamu satu-satunya sampai saat ini.”

“Sial! Ngena banget gitu Ta? Tapi ngaca juga lah kamu!” ledek Arcella membuat Cinta terkekeh.

Namun, tiba-tiba Rachita mengerem mendadak, membuat Arcella sampai hampir terkatuk dasboard. Arcella kebingungan menatap Cinta sembari mengomel, “Bisa nyetir gak si Ta?”

“Sorry... Sorry gak sengaja! Liat gak yang barusan lewat? Di mobil itu?” tanya Cinta sembari menunjuk mobil di sebelah mereka saat hendak membayar karcis parkir, mobil dengan jendela kaca yang terbuka setengah menampakkan wajah penumpangnya.

Dengan cepat Arcella menggeleng. “Emang siapa, Cin? Afgan? Atau artis siapa?” jawab Arcella polos begitu saja.

“Bukan!”

“Siapa?”

“Buka mata kamu, lihat itu mobil sebelah!” titah Cinta sambil menunjuk sosok lelaki ganteng yang mereka kenal baik.“Calon laki kamu” lanjutnya dengan tangannya yang menunjuk ke arah mobil yang ada di samping mobil mereka tengah membayar parkir.

Arcella berdecak mood nya sedikit berantakan kembali setelah menatap wajah lelaki yang hanya terlihat sampingnya itu. Tak perlu melihat keseluruhan wajah lelaki itu Cella sudah tahu siapa dia, lelaki yang membuatnya sakit hati dan terluka.

Meski begitu mata Arcella tak bisa terlepas dari wajah lelaki itu, campur aduk sudah hati Cella, antara bahagia, sedih, lega, kecewa sudah seperti permen nan0-nano. Cella menatap lelaki itu dalam diam dan intens membuat Cinta sahabatnya tersenyum kecil.

“Masih ya tatapan dengan penuh arti?” celetuk Cinta.

“Gimana aku gak natap dia dengan penuh arti kalau di otakku saat ini juga banyak muncul pertanyaan menyesakkan, Ta?” kata Arcella dengan tatap nanar dan menghembuskan nafasnya perlahan seolah ingin membuang beban beratnya. “Apa benar aku akan menghabiskan hidupku sama dia, gak kebayang bagaimana hidupku nanti Ta, bakal suram atau kah bisa bersinar.”

"Aku juga gak tau Cel, tapi kamu udah terima perjodohan itu.”

“Sebenarnya itu bukan perjodohan tapi lebih ke jebakan, bisa gak ya berubah keadaannya.” ucap Arcella sendu.

“Hanya Tuhan yang tahu Cel! Tapi kamu menerima itu juga demi keselamatan mama kamu kan, Cel? Jadi Tuhan pasti akan tunjuk-kan jalan yang terbaik Cel! Kalau memang kalian jodoh akan ada jalan! Tapi kayaknya kalian memang jodoh dech!"

“Jodoh dari mana?”

“Nyatanya kalian selalu dipertemukan kan? Sayangnya laki kamu itu gak tahu penampilan kamu yang sebenarnya, yang dia tahu ya kamu yang cupu itu kan?”

“Tau, Ah! Aku capek kalau harus mikirin dia dan semua tentang keluargaku, Ta!”

“I know it hard! Ratu setan itu selalu buat masalah terus sama kamu, dulu si Zale yang di rebut, sekarang Haden!" kata Cinta penuh kebencian. "Tapi Haden juga bego, dia kan tahu kelakuan ratu setan tapi kenapa dia malah pilih ratu setan itu daripada kamu sih?" lanjut Cinta.

“Sudahlah, semoga aku bisa bertemu dengan soulmate ku dan kebahagiaan benar-benar menghampiriku." Arcella berucap dengan pasrah, Cinta pun mengangguk dan memberi dukungan pada sahabatnya itu.

“Aamiin,” kata Cinta dengan cepat.

Keduanya pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Arcella yang sudah dipersiapkan oleh Vano. Cinta tahu seberapa berat kehidupan Arcella selama ini, mulai dari diperlakukan tak adil oleh keluarganya, cinta yang diambil paksa oleh kakak perempuannya, terjebak pertunangan yang mengerikan dan satu hal yang paling menyakitkan yakni dibenci oleh orang yang paling berharga dalam hidupnya.

Untung saja Arcella masih memiliki sang mama dan Cairo kakak lelakinya, mereka selalu ada di sisi Arcella, mereka menjadi garda depan yang selalu membela juga menyayangi Arcella. Sungguh sial nasib Arcella, hanya karena kepercayaan yang dianut sang nenek dari papanya membuat ayah, nenek dan kakak perempuannya membenci Arcella. Padahal Arcella itu anak yang cantik, pintar dan baik hati.

Selama ini Arcella selalu diam meski diperlakukan berbeda, dia bahkan tak membenci sang papa yang pernah menganggapnya anak. Pahitnya hidup membuat Arcella tumbuh menjadi sosok perempuan kuat dan tomboi, meski pun berpenampilan seadanya bahkan selengekan kecantikannya tetap terpancar.

Vanessa sang kakak perempuan yang jahat dan selalu iri pun merasa tersaingi, Arcella yang lebih sering mendapat pujian dibanding Vanessa membuat kebencian Vanesaa pada Arcella semakin memuncak. Vanessa semakin sering menyakiti Arcella, membuat sang mama pun akhirnya membuat penampilan Arcella menjadi cupu.

“Cel, welcome to the real junggle! Tapi aku yakin kalau lelaki itu memang jodoh kamu!” kata Cinta sesaat sebelum mobil memasuki kawasan tempat tinggal Arcella.

“Hmm, welcome to the war!” jawab Cella dengan senyuman getirnya.

“Apa pun itu, aku yakin kamu bisa melewatinya dengan baik! Dan, satu lagi sepertinya dia memang jodoh kamu Cel! Nyatanya orang pertama yang kamu temui sejak kaki kamu menginjak tanah Indonesia adalah dia!” kata Cinta membuat Arcella dengan cepat melayangkan tangannya dan mendarat mulus di lengan Cinta membuat gadis cantik berkaca mata itu memekik kesal.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MBQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MBQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Kisah Peterpan Tinkerbell
8.6
Haera merenungkan filosofi Peter Pan yang mampu memberi kebahagiaan bagi Wendy namun tak bisa memilikinya, layaknya idola kepada penggemar. Saat diskusi beralih pada sosok Tinker Bell, sang sahabat setia, sebuah pemikiran baru muncul di tengah proses penulisan ceritanya. Haera menyadari bahwa meski Peter Pan tak bisa meraih Wendy, Tinker Bell akan selalu ada di sisinya. Sebuah kisah tentang kesetiaan dan perasaan yang tersembunyi di balik bayang-bayang persahabatan.
Sampul Novel Gairah Liar Isteriku
9.5
Kehidupan rumah tangga Nara dan Rama terlihat harmonis bagi orang lain, namun di balik itu ia menyimpan kesepian mendalam. Nara pun terjebak dalam hubungan gelap dengan Arka demi mencari kebahagiaan. Segalanya berubah saat pesan singkat dari Arka mengancam akan membongkar rahasia tersebut. Kini Nara harus menghadapi badai pengkhianatan dan luka hati yang membara, sambil berjuang menemukan jati dirinya di tengah kekacauan cinta yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Jangan Main-Main Dengan Dia
8.9
Yolanda dibuang ke desa terpencil setelah tahu ia hanya dijadikan alat bisnis oleh orang tua angkatnya. Tak disangka, ia justru menemukan jati diri sebagai pewaris keluarga konglomerat yang sangat berpengaruh. Meski dihujani kasih sayang, ia harus menghadapi kecemburuan adiknya. Yolanda pun bangkit membalas dendam dengan bakatnya yang luar biasa. Pesonanya memikat seorang miliarder ternama yang kini memojokkannya demi mengungkap rahasia besar Yolanda.
Sampul Novel LELAKI YANG TERKHIANATI
9.6
Lima tahun merantau ke luar negeri, Tarno pulang membawa kalung inisial khusus demi memberi kejutan manis bagi istrinya, Susanti. Namun, kepulangannya yang tanpa kabar justru mengungkap kenyataan pahit. Di atas ranjangnya sendiri, ia memergoki Susanti sedang bersama Joko, sahabat yang selama ini ia percayai untuk menjaga istrinya. Hancur oleh pengkhianatan dua orang terdekatnya, bagaimanakah langkah Tarno menjalani hidup setelah rahasia kelam ini terbongkar?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Sampul Novel Menyukai Bos Pengusaha
8.4
Maya baru saja memulai perjalanannya sebagai asisten eksekutif di sebuah perusahaan besar. Sebagai wanita muda yang penuh talenta dan dedikasi, ia melihat posisi ini sebagai peluang emas demi membuktikan keahlian profesionalnya. Meski harus menghadapi ritme kerja yang sangat padat dan sempat didera rasa cemas di awal, Maya tetap teguh pada pendiriannya. Ia bertekad memberikan performa terbaik dalam menjalankan setiap tugas demi meraih kesuksesan di lingkungan baru.