
MY LOVELY LITTLE WIFE
Bab 3
"Akhirya selesai juga" ujar pria tampan dan kharismatik itu sambil meregangkan tanggannya keatas, karena pekerjaanya yang menumpuk akibat dirinya sudah ia bereskan. Dan sekarang dia bersiap-siap untuk makan siang bersama sahabatnya, karena tadi sahabatnya menelpon mengajak dirnya untuk makan siang bersama.
Stefan menghembuskan napasnya sedikit kasar, lalu berdiri setelah mengambil kunci mobil dan jas nya yang dia simpan ditempat khusus jasnya, Stefan melenggang keluar melewati beberapa karyawan nya dan ruangan yang terlihat sudah kosong , di lihatnya jam ditangan kirinya. Pantas saja ternyata waktu memang sudah menunjukkan waktu makan.! pikirnya lalu melenggang keluar menuju parkiran mobil khusus para atasan yang memiliki jabatan tinggi.
Stefan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil mendengarkan musik kesukaanya dilayar kecil .
Jalanan yang cukup padat karena memang di jam-jam seperti ini banyak orang-orang pegawai kantor, dan sebagainya pada cari makan di luaran, kalau bosan dengan makanan di kantin yang ada di kantor.
Tapi kalau untuk Stefan pribadi, dia akan memilih untuk makan siang di kantin yang ada di kantor nya, yah ketimbang kaya gini macet kan , sungguh membuang waktu , pikir Stefan.
setelah sampai Stefan turun dan memberikan kunci mobilnya kepada petugas valet, setelah itu dia memasuki mall yang cukup ramai siang ini , yapz Stefan bersama sahabatnya makan siang di mall, alasan sahabatnya sih agar tidak kena macet, biasalah jakarta. Padahal nyatanya ia sendiri masih kena macet. Sungguh teman yang jenius emang.
Sesaat kemudian Stefan sudah sampai di depan restoran tempat mereka biasa ketika sudah waktunya makan siang, tapi saat ia hendak melangkah masuk, tiba-tiba ada wanita yang menabrak tepat didadanya, belum sempat Stefan menegakan badannya yang sedikit limbung, untuk menahan agar dia, dan wanita itu tidak terjatuh bersama , karena lantai nya yang licin sesaat kemudian.
Brukkk
keduanya terjatuh dengan posisi Stefan dibawah dan Yuki diatas, keduanyapun mengaduh.
Yuki mengangkat wajahnya begitupun dengan Stefan menundukan sedikit kepalanya, pandangan mereka bertemu, beberapa detik mereka masih terdiam saling mengagumi memberikan pujian meskipun hanya didalam hati. Terhadap keindahan dari masing-masing.
Dapat Stefan rasakan benda kenyal itu menekan dadanya," ohh shiit " umpat Stefan dalam hati karena merasakan junior nya yang mulai bangun dari tidurnya, Stefan harap wanita yang masih berada diatas tubuhnya ini, tidak merasakan sesuatu yang sudah mulai membengkak diantara kedua pahanya.
Yuki yang lebih dulu tersadar dari keterpanaanya hendak bendiri tanpa sengaja lututnya menyenggol selangkangan pria yang berada dibawahnya, dan Yuki langsung cepat-cepat berdiri.
Yuki melihat pria itu seperti mengerang, apa lelaki itu marah pikir Yuki sedikit takut sambil memainkan jemari nya karena takut.
Melihat lelaki itu berdiri Yuki ingin melangkah pergi karena merasa takut, tapi tangganya ada yang menarik sampai punggungnya membentur dada bidang itu lagi, dada yang sempat membuat jantungnya berdebar sangat kencang.
" Kamu tahu kesalahan mu apa heuum " bisik Stefan sedikit mendesis ditelinga Yuki, tengkuk Yuki meremang karena hembusan napas pria itu ditelinganya.
" A a aku minta maaf Om karena aku ceroboh " ucap Yuki sedikit gagap.
" kau tau gara-gara lutut mu itu telur ku hampir pecah " ujar Stefan sedikit menekankan kalimatnya kesal.
Yuki yang sedari tadi membelakangi lelaki itu lalu ia memutar tubuhnya menatap lelaki itu dengan tatapan bingung.
" maksud om apa yah aku tidak mengerti " sahut Yuki sedikit menganggkat bahunya.
" maksud ku kau tadi hampir membuat telur ku pecah " Jawab Stefan kesal.
Tanpa Stefan duga Yuki malah menertawakannya, dan sukses membuat dirinya semakin kesal, untung dia masih sadar kalau ini di tempat umum, kalau bukan sudah ia seret ke hotel wanita dihadapannya kerena berani menertawakannya.
" Ahahhahha Om Om. ya ampun ini Mall Om ngapain pake bawa-bawa telor " ucap Yuki sambil memegang perutnya yang sedikit sakit akibat tertawa.
" kamu yah berani menertawakan saya " ucap Stefan sambil mengarahkan telunjuk nya tepat diwajah mungil itu.
" Laah ada yang lucu ya tertawa lah Om "
" maksud ku bukan telur itu tapi ini telur yang berbeda " ucap Stefan sedikikit pelan sehingga hanya dirinya dan Yuki yang hanya bisa mendengar ucapannya.
Namun bukannya mengerti apa yang di ucapkan Stefan, Yuki malah semakin kebingungan dengan telur, yang di sebut kan Stefan.
" Yuki " panggilan Feby mengehentikan , pembicaraannya antara Stefan dan Yuki.
" Ahh aku sudah di pannggil om, maaf karena sudah menabrak om . Oh yah lain kali jangan bawa telur ya om, ini mall banyak kok telur di sini hihih " ucap Yuki memberitahu Stefan sambil cekikikan. Lalu meninggalkan Stefan, tanpa mnunggu jawaban Stefan.
Stefan hanya bisa melihat puggung gadis itu menghilang di balik restaurant yang menjadi tujuannya juga , dengan pasrah.
Ada perasaan ingin lebih mengenal
Wanita tidak bukan wanita tapi gadis, karena serpertinya gadis itu masih 17 tahun usianya, tapi bentuk tubuh nya seperti sudah dewasa hehmhh benar-benar tubuh yang subur batin Stefan sampai bisa membuat Stefan kecil hendak bangun.
Sesaat sudah menetralkan sedikit kesal nya karena kejadian itu, Stefan beranjak memasuki restaurant tempat dia dan sahabat nya sudah janji.
Dilihatnya temannya ternyata sudah duduk dan memesan minum, mungkin aku terlalu lama pikirnya Stefan, sambil melangkah mendekati sahabatnya dari kecil.
Chika Esmeralda dan Aiden fujimura, sahabatnya yang selalu ada sampai sekarang, dan masih melajang biasa katanya daripada yang satu jomblo mending semuanya jomblo.
Sampai katanya kalau menikah pun harus sama-sama asal bukan malam pertamanya yang sama-sama emangnya mau balapan siapa yang sampai puncak duluan ucap mereka bebarengan mereka pun tertawa bersama.
Stefan hanya tersenyum karena mengingat janjinya dan sahabatnya itu yang terasa konyol tapi masih dia dan sahabatnya pegang teguh sampai sekarang.
Namun jika memikirkan kejadian tadi siapa tau jodoh nya duluan yang dateng. Bisa-bisa dia juga nih yang duluan belah duren . Pikir Stefan sampai senyum-senyum sendiri.
💑💏👩❤️💋👩💑
Anda Mungkin Juga Suka





