Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Hot Daddy

My Hot Daddy

Terdesak masalah ekonomi, Joanna terpaksa mengambil keputusan drastis dengan menjadi sugar baby bagi Regan. Pria itu memberikan satu syarat mutlak: hubungan mereka tidak boleh melibatkan perasaan. Namun, di tengah kemewahan tersebut, Joanna mendengar rahasia gelap mengenai jati diri Regan yang sebenarnya. Kini, ia terjebak dalam dilema antara bertahan demi uang atau mengikuti kata hati. Akankah benih cinta tumbuh meski sejak awal telah dilarang?
Bab
Bagikan

Bab 2

Braaak!!

Joanna meletakkan buku yang di tangannya itu dengan sangat keras di atas meja sampai mengeluarkan bunyi keras yang cukup mengagetkan. Beberapa orang yang kebetulan duduk di meja yang dekat dengan meja Juana sampai menoleh melihat kearah Joanna.

Regan sampai memundurkan punggungnya sampai menempel di sandaran kursi sih untuk bersiap menghindari serangan dari Joanna yang kemungkinan besar bisa saja terjadi. Dia tidak menyangka kalau Joanna akan bersikap seperti ini kepadanya.

“Eh ... sabar dulu dong. Gak usah pake marah-marah, tenang santai aja santai,” ucap Regan mencoba untuk menenangkan Joanna dari emosinya.

“Santai kamu bilang? Terus aku harus menanggapi seperti apa atas pekerjaan yang kamu tawarkan itu?” jawab Joanna ketus.

“Yah ditanggapinya yang santai aja. Lagian apa salahnya sih jadi sugar baby. Bukannya itu udah hal yang biasa ya,” ucap Regan santai.

“Santai? Kamu suruh aku nanggapin tawaran kamu untuk jual diri sama kamu dengan santai. Kamu ini lagi mabuk atau emang udah gila?” tanya Joanna balik sambil melotot ke arah Regan.

“Udah rada gila kali ya, soalnya aku sering banget ngeliatin kamu dan kecantikan kamu benar-benar alami. Aku suka. Eh bentar dulu deh, aku gak pernah lho nyuruh kamu untuk jual diri, jadi sugar baby dengan jual diri itu beda lho,” Regan mencoba untuk mencari alasan.

“Iya beda, tapi bedanya tipis. Gak mau, aku gak mau! Mendingan kamu pergi dari sini, sebelum aku marah sama kamu,” Joanna mengusir Regan.

“Udah marah kali. Tapi dengerin dulu, apa yang kamu pikirkan itu salah. Dan kalau kamu setuju, sekarang juga kamu balik ke kampus bayar uang semester kamu. Ini serius loh, aku gak pernah main-main,” bujuk Regan.

“Aku juga gak main-main. Sekarang juga kamu pergi dari sini sebelum aku berteriak. Aku gak peduli walaupun kamu pemilik dari cafe ini!” tegas Joanna.

“Hmmm ... ok! Aku anggap kamu butuh waktu untuk berpikir. Ini kartu nama aku, hubungi aku kapan aja kalo kamu setuju,” jawab Regan sambil menyelipkan kartu namanya di buku yang sedang di pegang oleh Joanna itu.

Regan pun berdiri untuk meninggalkan Joanna sendirian. Dia tidak ingin membuat keributan di kafenya sendiri yang akan membuat pengunjung lain tidak nyaman. Tapi Regan cukup puas dengan reaksi yang diberikan oleh Joanna tadi.

Joanna memandang sinis ke arah Regan yang sudah akan pergi meninggalkannya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau pemuda itu akan melecehkannya seperti ini. Setelah Regan pergi, Joanna mengalihkan pandangannya pada kartu nama yang ada di atas lembaran bukunya.

“Cih! Mentang-mentang aku lagi butuh duit, malah seenaknya aja nawarin kerjaan. Pake bilang kalau itu kerjaannya beda sama jual diri, emang dipikirnya aku secupu itu apa ya gak ngerti gimana itu pekerjaan sugar baby. Lagian otaknya emang bener-bener ilang kali tu orang, dasar sarap,” gerutu Joanna kesal pada apa yang dikatakan oleh Regan tadi.

Joanna meraih gelas yang masih ada di atas mejanya. Dia segera menenggak isi dari gelas itu untuk menenangkan dirinya. Joanna benar-benar emosi ketika dia mendengar tawaran pekerjaan dari orang yang sama sekali belum pernah dia kenal sebelumnya.

Joanna harus kembali stabil emosinya karena sebentar lagi dia harus pergi ke tempat kerjanya. Tidak mungkin dia bekerja dengan keadaan emosi tinggi, bisa-bisa nanti para pelanggan toko tempat dia bekerja tidak puas dengan hasil pekerjaannya dan itu akan membuat dirinya mendapatkan peringatan dari manajer toko.

“Udah jam 6 sore. Mending aku jalan aja deh daripada di sini ntar malah bikin aku gak bisa ilangin emosi nanti,” gumam Joanna yang masih tersulut emosi.

Joanna segera menutup buku yang ada di tangannya lalu membereskan semua barang-barang pribadinya untuk dia masukkan ke dalam tas. Joanna mengambil dompet untuk membayar makanannya dan mulai berjalan ke kasir setelah memastikan tidak ada barang yang ketinggalan.

“Tagihannya udah dibayar sama Pak Regan, Mbak,” ucap kasir kafe.

“Hah, udah dibayar? Sama Pak Regan,” ucap Joanna mengikuti apa yang diucapkan oleh kasir itu.

“Iya Mbak, pemilik kafe ini yang tadi duduk sama Mbak di meja itu. Semuanya udah dibayar kok.”

“Balikin aja, Mbak. Saya mau bayar sendiri aja,” jawab Joanna.

“Jangan, Mbak. Nanti saya kena marah Pak Regan. Saya busa dipecat nanti,” tolak kasir itu.

“Dipecat? Hmm ... ya udah deh. Bilang makasih sama Pak Regan dan bilang sama dia biar ga usah lakuin itu lagi,” pesan Joanna sebelum dia keluar dari kafe.

“Emang dipikirnya aku bakalan langsung mau gitu ama tawaran dia. Dih, no way ya! Ga ada dalam kamus aku jual diri ke cwo, amit-amit lah!!” gumam Joanna sambil berjalan ke arah halte yang ada di dekat kafe Regan untuk menuju ke tempat dia bekerja.

***

Joanna merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya setelah dia pulang kerja. Joanna berpikir di mana dia bisa mendapatkan pekerjaan tambahan lagi senyaman tempat dia bekerja sekarang.

“Cari tempat yang butuh tenaga part time dulu lah. Ayo Jo, kamu harus bisa dan kuat! Kamu pasti bisa selesaikan masalah ini,” Joanna memberikan sugesti positif untuk membuat dirinya yakin kalau dia pasti mampu.

Joanna mengambil ponselnya. Dia segera membuka situs laman penyedia jasa pekerjaan part-time yang memang biasanya akan diisi oleh para mahasiswa untuk sekedar mencari uang tambahan dan mengisi waktu. Namun tentu saja bagi Joanna ini adalah pekerjaan tetap.

Tangan Joanna terus men-scroll tiap halaman mencari pekerjaan yang pas dan juga dekat dari rumahnya. Dia tidak bisa mencari pekerjaan di tempat yang jauh dari rumahnya karena itu akan memakan waktu yang sangat banyak di perjalanan.

Brak! Brak! Brak!

Terdengar suara ketukan di pintu depan rumah Joanna yang sebenarnya lebih mirip dengan gedoran di pintu itu. Joanna yang sedang berbaring sampai kaget dan menoleh ke arah pintu kamarnya. Dia melihat jam yang ada di dinding kamarnya untuk mencoba menebak siapa tamu yang datang ke rumahnya.

“Jam 10 malam. Siapa ya yang datang jam segini, mana pakai gebrak pintu lagi. Apa mungkin ada sesuatu yang penting dan darurat? Aku liat dulu lah ke depan,” ucap Joanna sambil bangun dari rebahannya.

Joanna keluar dari kamarnya lalu menyalakan lampu di ruang tengah. Dia juga menyalakan lampu di ruang tamu agar orang yang menggedor rumahnya itu tahu kalau dia akan segera membuka pintu.

Joanna mengintip sebentar di jendela depan untuk mengetahui siapa orang yang datang malam-malam ke rumahnya. Ada dua orang pria berbadan besar sedang berdiri di depan rumahnya dan melihatnya saat ini.

“Mau cari siapa?” tanya Joanna dari dalam rumah.

“Megan. Megan Aryani. Ini rumahnya kan?” jawab salah satu pria itu.

“Megan? Ngapain dia nyariin Megan? Bikin ulah apa dia, kabur masih aja bikin ulah,” gerutu Joanna.

“Iya ... tapi orangnya ga ada. Minggat udah lama ga pulang,” jawab Joanna lagi.

“Jangan bohong kamu!! Buka pintunya!!” bentak orang itu memaksa Joanna.

“Ga mau. Mendingan kalian pergi aja dari sini, cari Megan di tempat kalian ketemu ama dia,” jawab Joanna sambil menutup horden jendela untuk segera masuk kembali.

“Megan menjaminkan rumah ini sebagai pembayaran hutangnya! Kamu harus pergi karena rumah ini sekarang milik bos kami!!”

Seketika tubuh Joanna tidak bisa bergerak mendengar apa yang dikatakan oleh para pria itu. Dia tidak menyangka, bukannya mendapatkan bantuan, dia malah semakin tertekan saat ini.

“Ya Tuhan, apa lagi ini. Apa lagi yang udah dilakukan oleh Megan! Dasar cewek brengsek!!” umpat Joanna meluapkan kekesalannya pada Megan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan pengkhianatan suaminya, Adrian Carter, yang berselingkuh di mobilnya sendiri. Bukannya menyesal, Adrian justru menghina pernikahan kontrak mereka. Grace pun membalas dengan tegas: membekukan bisnis miliaran dolarnya dan menceraikannya di depan publik. Meski Adrian berlutut memohon kesempatan kedua, Grace tetap pergi membawa putranya, Ethan. Ia melangkah maju dengan pria lain tanpa menoleh pada masa lalu yang telah tercemar.
Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Demi ambisi bisnis, Rian tega menjual kekasihnya, Renata, kepada pemuda kaya bernama Albert. Mahasiswi pertanian ini dipaksa menjadi pemuas nafsu Albert setiap hari, bahkan saat pria itu sedang murka. Namun, kebencian berubah menjadi cinta. Albert akhirnya bertekad menjadikan Renata pendamping hidupnya. Ia rela menentang restu orang tua serta membatalkan pertunangan dengan wanita pilihan keluarganya demi melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
8.0
Aldric dan Keira terikat pernikahan kontrak demi kepentingan finansial keluarga. Setelah dua tahun penuh kepura-puraan, Aldric memilih bercerai demi mantan kekasihnya, tanpa tahu Keira pergi dalam keadaan mengandung. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah kota kecil. Aldric terkejut melihat anak laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kini, ia harus memilih antara menebus kesalahan masa lalu atau kehilangan keluarga kecilnya selamanya.
Sampul Novel Cinta Yang Terlambat Bersinar
8.9
Sejak pandangan pertama, seorang gadis jatuh hati pada sahabat ayahnya yang terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Pria berwibawa tersebut pernah mengusap kepalanya dan menghadiahkan sebuah gaun putri yang indah. Ketika gadis itu berusia dua puluh tahun, sang pria tidak sengaja diracuni dalam sebuah pesta. Demi menyelamatkan nyawa pria yang dicintainya, ia memutuskan mengenakan gaun putri tersebut dan menyerahkan dirinya sebagai penawar racun.
Sampul Novel Dignity ( Demi Harga Diri)
9.4
Delapan tahun menikah, Suri Hidayah menghadapi kehancuran rumah tangga karena Prasetyo, suaminya, berubah angkuh sejak menjadi direktur. Pras kerap merendahkan Suri dan membandingkannya dengan Murni, atasan yang dianggapnya sempurna. Di tengah luka, Suri bangkit memperbaiki diri dan merintis usaha rajut. Takdir mempertemukannya dengan Damar Adhiyatna, pengusaha benang sekaligus mantan suami Murni. Lewat kerja sama barter, Suri berjuang memulihkan harga dirinya di tengah konflik cinta yang rumit.
Sampul Novel Hasrat Kakak Tiri
9.6
Bryan Alexander, CEO playboy yang berkuasa, telah menghabiskan dua belas tahun di New York demi melupakan Deanisa Melody, adik tirinya yang menjadi obsesi terbesarnya. Namun, takdir justru mempertemukan mereka kembali saat Nisa ditunjuk menjadi asisten pribadinya. Bryan yang masih terjerat perasaan mendalam kini memperingatkan Nisa untuk menjaga sikap di kantor. Di tengah batasan profesional, mampukah Bryan menahan hasratnya pada gadis yang tetap menjadi candu baginya?