Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Dearest One

My Dearest One

Danessa terbangun di tempat asing dalam kondisi hilang ingatan. Setiap kali ia mencoba menggali masa lalunya, rasa sakit hebat menyerang kepalanya. Namun, saat kepingan memori mulai kembali, ia terkejut menyadari bahwa dirinya yang dulu bukanlah sosok baik yang pantas dicintai. Kini Nessa terjebak dalam dilema identitas. Akankah ia kembali menjadi wanita penuh cela di masa lalu, atau mempertahankan kepribadian barunya yang lembut dan dicintai semua orang?
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku melihatnya lagi, gadisku kembali menghabiskan sorenya di kursi taman rumah sakit. Seperti apa yang selalu ia lakukan semenjak tiga hari belakangan ini. Semilir angin sore sesekali menerbangkan helai rambut hitamnya yang tergerai bebas, membingkai dengan sempurna wajah mungil yang selalu membuatku tak pernah bosan untuk memandanginya. Dialah gadisku, milikku seutuhnya meski pada kenyataannya dia bahkan sama sekali tak mengingat eksistensiku dalam hidupnya.

Genggaman tanganku di atas parzel buah semakin mengerat. Aku egois, ya... aku tahu itu. Dengan kejamnya merasa bahagia ketika gadis yang kucinta kehilangan seluruh memori di otaknya. Mau bagaimana lagi? Ini semua karena aku terlalu mencintainya. Cintaku ini bahkan semakin bertambah ketika dia menjadi sosoknya yang baru.

Lihatlah dirinya. Begitu cantik, begitu hangat, begitu cemerlang, sehingga membuat dirinya begitu mudah untuk dicintai. Jauh berbeda dengan dirinya yang dulu. Meski pada kenyataannya, mau seperti apapun sikapnya, cintaku ini hanya akan tetap tertuju padanya. Terpatri begitu dalam hingga aku bahkan sulit untuk sekedar berpaling untuk mengagumi wanita yang lain.

"Kamu sudah datang?" suaranya yang lembut menyentak lamunanku begitu saja. Lihatlah, karena terlalu sibuk mengagumi sosoknya, aku bahkan tak sadar sejak kapan kedua kakiku telah melangkah dan kini aku justru mendapati diriku tengah berdiri membatu di hadapannya.

Mengerdikkan bahu, aku kemudian mendudukkan tubuhku tepat di sebelahnya. Memejamkan mata sejenak, menikmati semilir angin yang sayup membawa serta wangi tubuhnya. "Seperti biasa, tak ada yang spesial." Jawabku kemudian sambil tersenyum lembut kepadanya.

Gadisku itu membalas senyumku sambil menyingkirkan helaian rambut panjangnya yang tertiup angin hingga menghalangi pandangan. Tanganku dengan refleks --yang lebih karena terbiasa, ikut menyelipkan beberapa anak rambutnya ke belakang telinga. Helaian rambutnya itu kini berwarna cokelat keabuan, nyaris hitam. Warna yang tergolong normal.

Sampai sekarangpun aku tak mengerti, kenapa dulu dia begitu suka mewarnai rambutnya dengan warna-warna tak masuk akal. Mulai dari cokelat tua yang diberi sentuhan warna merah disetiap ujungnya, pink cerah yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi sakit mata, hingga percampuran tujuh warna yang membuat rambutnya bisa saja dijadikan sebagai icon pelangi.

Namun untung saja ketika insiden itu terjadi, entah bagaimana dia sudah mengubah warna rambutnya menjadi warna yang sedikit normal. Sehingga pertanyaan rumit seperti, 'kenapa warna rambutku seperti ini?' tidak akan keluar dari bibirnya. Aku pasti akan kebingungan setengah mati jika dia bertanya seperti itu. Karena pertanyaan itu, jelas-jelas hanya dirinya sendirilah yang tahu jawabannya. Dirinya yang dulu, sebelum insiden naas itu merenggut seluruh ingatannya.

Amnesia, itulah nama penyakit yang divonis dokter ketika Nessa baru saja siuman di ruang ICU. Sebuah penyakit yang dulu sempat kuragukan keberadaannya. Bagaimana mungkin ada seseorang yang bisa kehilangan seluruh memori otaknya? Apakah itu berarti dia juga lupa bagaimana caranya berjalan? Bagaimana caranya makan dan bagaimana caranya bernafas? Namun keraguan itu langsung sirna begitu saja ketika Nessa sendirilah yang mengalaminya.

Kekasihku itu hanya menatap hampa segala hal yang ada di depannya saat pertama kali siuman. Dia bahkan tak merespon ketika aku menggenggam tangannya dan memanggil namanya berkali-kali. Dan ketika satu pertanyaan keluar dari bibirnya, aku benar-benar tak tahu harus menangis atau tertawa sekencang-kencangnya saat itu juga.

"Siapa?" aku bahkan masih ingat suara lemah dan pandangan kosongnya ketika menanyakan satu kata itu.

Dia tidak mengingatku! Dia tidak mengenal dirinya sendiri, dan bahkan dia sama sekali tak tahu hal apa saja yang sudah terjadi di antara kami. Sejak saat itulah kebohongan demi kebohongan terjadi. Bukan sepenuhnya kebohongan, aku hanya menutupi apa yang seharusnya tidak ia ketahui.

Aku tahu ini salah, aku bahkan sangat tahu jika aku mungkin akan kehilangan dirinya jika kelak tiba-tiba saja ingatannya kembali. Namun salahkah aku jika mempertaruhkan segalanya saat ini? Aku akan melakukan apa saja untuk mengikat hatinya selama kesempatan ini masih ada. Aku akan memperbaiki semua kesalahan yang pernah kulakukan padanya. Aku akan membuktikan jika cintaku benar-benar begitu dalam padanya. Dan akan kutunjukkan jika aku menempatkannya dalam posisi yang paling penting di atas segala-galanya.

Sehingga ketika dia pada akhirnya mengingat semua masa lalu kami, dia akan sadar. Sedikit kesalahanku di masa lalu, sama sekali tak sebanding dengan seberapa besar cinta dan kasih sayang yang kucurahkan untuknya saat ini. Dia tak akan memiliki alasan untuk pergi dariku. Karena hatinya, sudah berada di dalam rengkuhan kedua tanganku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 Sayap Pelindungku
9.0
Lauren, bungsu keluarga Torres yang sakit-sakitan, kembali dari Gereja Mistik setelah empat tahun. Awalnya, ketiga kakaknya menolak kehadirannya dengan sinis. Namun, suasana berubah drastis saat pesta ulang tahunnya. Ternyata, Lauren memiliki kemampuan meramal masa depan. Ia menyelamatkan nyawa kakak sulungnya, mencegah kebangkrutan kakak keduanya, dan mendeteksi penyakit kakak ketiganya. Kini, para kakak yang dulu membencinya justru menjadi pelindung setia bagi Lauren.
Sampul Novel Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang
9.5
Adhitama terpaksa menikahi Riani, seorang janda yang asing baginya, demi kepentingan keluarga. Adhit bersikap dingin untuk menjaga jarak, namun ketenangan Riani tak tergoyahkan. Keadaan berbalik saat sebuah tragedi membuat Adhit rapuh dan Riani setia merawatnya tanpa pamrih. Perhatian Riani mulai meluluhkan hati Adhit hingga rasa cemburu pun muncul. Kini, Adhit bertekad meruntuhkan tembok yang ia bangun sendiri demi mendapatkan cinta tulus dari istri yang dulu ia abaikan.
Sampul Novel Bunda
9.6
Terinspirasi kisah nyata, Bunda adalah wanita tangguh yang diadopsi keluarga sederhana meski orang tua kandungnya kaya raya. Setelah melewati berbagai hinaan, ia bangkit menjadi pengusaha sukses. Namun saat roda berputar, ia harus bertahan hidup hanya dengan kiriman uang putra sulungnya sebesar 350 ribu per minggu. Di tengah keterbatasan, ia berhasil membesarkan si kembar Nayla dan Nathan hingga tumbuh menjadi sosok cerdas dan sukses meski pernah didera kelaparan.
Sampul Novel Diuber Janda
8.8
Amin adalah seorang montir yang memiliki obsesi besar untuk mendapatkan cinta dari seorang gadis perawan. Namun, kenyataan hidup justru membawa dirinya ke dalam situasi yang sangat tak terduga dan penuh komedi. Alih-alih berhasil mendekati gadis belia impiannya, Amin malah menjadi incaran para janda di sekitarnya. Mereka saling bersaing ketat demi menarik perhatiannya, membuat perjuangan asmara sang montir menjadi sangat rumit dan penuh rintangan.
Sampul Novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
9.5
Naura tumbuh besar di bawah asuhan Gilbert Louise Tom, asisten ayahnya yang telah ia panggil Daddy sejak balita. Seiring berjalannya waktu, sosok duda tampan berusia empat puluh tahun dengan perawakan kekar itu justru terlihat semakin memikat di mata Naura. Kedekatan yang terjalin sejak kecil kini berubah menjadi ketertarikan yang mendalam. Naura pun mulai merasa sulit untuk melepaskan diri dari pesona laki-laki matang yang sangat menggoda tersebut.
Sampul Novel Ibu Mertuaku, Godaanku
8.5
Nathan memulai lembaran baru bersama istrinya, Elira Devina, di tengah kemegahan kota. Namun, kehadiran Seraphine, ibu mertua yang janda dan penuh pesona, menciptakan ketegangan tak terduga. Meski awalnya hanya ada rasa hormat, Nathan mulai merasakan getaran terlarang melalui tatapan dan sentuhan yang tidak sengaja. Di balik kebahagiaan rumah tangganya, tumbuh rahasia gelap yang mengancam segalanya saat batasan antara menantu dan mertua perlahan memudar.