Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My BadBoy

My BadBoy

Adzando Dalwes dikenal sebagai siswa nakal yang tampan sekaligus jago berkelahi. Meski banyak gadis mengejarnya, luka masa lalu membuat Adzando menutup hati dan menganggap semua wanita sama. Namun, persepsi itu goyah saat Vania Deltasya hadir. Siswi baru blasteran Amerika-Indonesia ini membawa perubahan besar dalam hidup Adzando. Apakah sang pembuat onar benar-benar jatuh cinta? Mampukah Vania membalas perasaan lelaki yang selama ini dikenal dingin tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Gabaik magrib-magrib cewek kek lo pulang sendirian naik ojek online"

🌺🌺🌺

"Lo udah ngerjain PR belum van?" tanya Ana kepada Vania

"Udah, kenapa?" jawab Vania

"Liat dong hehe" ujar Ana sambil cengengesan, dan langsung saja Vania mengambil buku PR dan memberikannya kepada Ana.

"An tau gak?" tanya Vania kepada Ana

"Gaktau" jawab Ana cuek

"ihh seriusan gue mau cerita nih" ujar Vania

"Ya kenapa?" tanya Ana

"Kemarin pas gue pulang lagi nunggu ojek, gue liat ada cowok yang sekolah disini dipukulin sama gengster tau sampe babak belur gitu mukanya" ujar Vania menceritakan kejadian kemarin

"Hah serius lo? terusterus gimana tuh lo langsung kabur gak?" tanya Ana penasaran

"Ya enggalah, gue tolongin dia gue teriak teriak minta tolong terus warga pada dateng nyelametin tuh cowok eh abis itu gengsternya kabur" jawab Vania

"ihh kok lo berani teriak teriak gitu sih. nanti kalo gengster itu dendam sama lo gimana terus dia inget muka lo?" kata Ana menakuti Vania

"ihh lo jangan nakutin gue gitu dong, lagian cowok yang gue tolong itu ganteng tau na" ujar Vania sambil membayangkan wajah cowok yang kemarin ia tolong.

"Muka babak belur gitu gimana keliatan ganteng nya Van?" tanya Ana sambil menyalin pr

"ihh tapi beneran ganteng, kirakira dia kelas berapa ya" ujar Vania

"Yee mana gue tau" celetuk Ana

"itu mereka lagi gosipin apa sih An?" tanya Vania sambil menunjuk kearah meja yang dipenuhi cewek cewek pada ngegosip.

"Coba gue kesana" ujar Ana dan langsung menghampiri cewek cewek yang sedang ngegosip itu.

"Woy pada gosipin apa lupada?" tanya Ana kepada cewek cewek tersebut.

"Biasa gosipin si ganteng, dia hari ini gamasuk" ujar salah satu cewek yang ikut bergosip juga

"Oalah dia toh, kenapa kaga masuk tuh orang?" tanya Ana lagi

"Katanya sih berantem lagi, tapi gaktau. tanya aja sama pacar lo itu, kan pacar lo temennya. lo mau ikut gosip juga?sini" ujar cewek itu lagi

"Ehh ogah nambah dosa aja, urusin dulu sana tuh PR belom pada ngerjain kan lupada" sindir Ana

Kemudian cewek-cewek yang ngegosip tadi langsung segera bubar untuk mengerjakan PR nya masing-masing. Seakan baru teringat akan PR-nya.

Ana lalu kembali ketempat duduknya menghampiri Vania. "Gosipin orang terus hobby nya mereka mah dikelas ini, udah biasa" ujar Ana kepada Vania

~~~~~

"Lo pulang naik ojek lagi Van?" tanya Ana saat bel pulang sekolah sudah tiba

"Iya nih always" jawab Vania sambil membereskan alat tulisnya yang ada dimeja.

"Temenin gue kemall yuk, kita belanja sama makan-makan aja" ajak Ana

"Lah lo gabareng sama pacar lo emang?" tanya Vania bingung

"Gak barusan dia sms katanya dia gabisa nganterin dulu hari ini mau jenguk temennya di rumah sakit" kata Ana memberitahu Vania

Vania mengangguk mengerti saja.

"Ayoo mau gak?" tanya Ana

"iya iya" jawab Vania dengan malas

Setelah itu mereka keluar ruangan kelas dan bukannya menuju gerbang sekolah tetapi tiba-tiba Ana malah mampir keruang kelas 11 IPA 1.

"Ehh ngapain kesini Na?" tanya Vania bingung

"Gue mau ajak Rani kemall juga" jawab Ana enteng , Vania semakin bingung.

Rani? siapa?

"Nih Ran kenalin ini Vania" ujar Ana sambil mengenalkan Vania kepada temannya itu. Vania bisa melihat gadis di depannya ini dengan proporsi tubuh tinggi kurus, kulitnya bewarna kuning langsat serta potongan rambut sebahu.

Langsung saja Vania menjabat tangan kearah gadis yang bernama Rani itu Sebagai tanda perkenalan.

"Rani"

"Vania"

"Udah saling kenal kan? ayoo kita cuss ke mall" kata Ana antusias kepada Rani dan Vania.

Mereka bertiga pun langsung bergegas keluar gerbang dan segera memberhentikan taxi yang lewat.

"Eh seneng banget gue hari ini si biangkerok gamasuk jadi gaada yang jahilin gue" ujar Rani membuka suara saat sudah berada didalam taxi

"Iya tau gue temen sekelas gue pada ngomongin dia" balas Ana

"Katanya sih dia berantem gitu sama gengster terus lukanya parah sampe masuk rumah sakit" ujar Rani lagi

Seketika Ana melongo karena terkejut. "Jangan jangan yang lo tolongin kemarin itu Zando Van!" tebaknya

Vania langsung menengok kearah belakang, Karena posisi Vania duduk dikursi depan sedangkan Ana dan Rani dibelakang.

"Hah?" Vania bingung

"Iya yang lo tolongin kemarin itu Zando. gasalah lagi gue. apa si Azka jenguk Zando ya kerumah sakit? dia gabilang sih temen yang mana yang dia jenguk. tau gitu gue ikut tadi."

"Ihh ngapain lo jenguk dia gapenting" gerutu Rani sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Karena Rani tidak suka dengan sifat nya Adzando yang selalu menjahilinya di kelas.

"Di rumah sakit mana Van kemarin lo anter Zando?" tanya Ana kepada Vania

"Rumah Sakit Rosediana" jawab Vania polos, Karena Vania sendiri pun masih bingung apa yang mereka bicarakan.

"Pak gajadi kemall, putar balik aja kita ke Rumah Sakit Rosediana" ujar Ana kepada sang sopir taxi yang ia tumpangi saat ini.

"ihh gue gamau ikut ah kalo jenguk Zando" kata Rani dengan kesal

"Gapapa lo ikut aja" ujar Ana dengan santai

"Empet gue liat mukanya, dan lo Vania harusnya lo gausah tolongin Zando kemarin biar aja sekalian dia tuh babak belur sampe gabisa nafas" omel Rani kepada Vania

Vania semakin dibuat bingung oleh dua teman barunya ini. "Jadi yang gue tolongin kemarin dikeroyok gengster itu namanya Zando?" tanya Vania kepada Rani dan Ana

"Di sekolahan kita pada manggilnya Zando" jawab Ana

"Gue bilangin nih ya Van, lo jangan pernah kenal sama yang namanya Zando itu, dia bukan anak baik baik setiap hari kerjaannya berantem terus kalo ga berantem ya bolos pelajaran merokok di belakang sekolah sama temen-temennya itu. dia juga suka banget jahilin orang" ujar Rani kepada Vania untuk memperingatkan Vania agar tidak dekat dengan Zando lebih jauh lagi. Karena dirinya sudah menjadi korban.

"Yee gapapa sih, sifat semua orang itu beda-beda dan ga semuanya baik" celetuk Ana kepada Rani

"Yaudah sih gue kan cuma bilangin ke Vania" balas Rani dengan nyolot

"Pacar lo temennya Zando An? berarti Zando kelas 11 IPA 1 ya?dan sekarang pacar lo lagi jenguk Zando?" tanya Vania kepada Ana

"Yup" dijawab oleh Ana sambil memainkan handphonenya

Sesampainya mereka bertiga di RS Rosediana. mereka tidak sengaja bertemu degan Lamda dan teman teman se-gengnya itu.

"Ngapain lo disini?" tanya Ana kepada Lamda

"Yaa habis jenguk ayang Zando lah, ngapain lagi" jawab Lamda sambil mengibaskan rambut pirangnya.

"Siapa Na?" tanya Vania berbisik kepada Ana

"Pentolan di sekolahan kita Van" dijawab oleh Ana

"Pacarnya Zando?" tanya Vania lagi kepada Ana

"Hmm gaktau deh gue, orang kayak gini mah gabakal mau sizando hahaha" jawab Ana dengan keras sengaja ingin menyindir Lamda

"Arghh.. sialan lo ya Ana, awas lo kena sama gue!" ancam Lamda kepada Ana dan kemudian Lamda dan teman-temannya itu langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.

"Kamarnya Zando lantai berapa Van?" tanya Ana kepada Vania saat mereka sudah tiba didalam lift

"Lantai 6 kamar no.14" jawab Vania sambil menekan tombol lift lantai 6

Sesampainya dilantai 6 mereka bertiga langsung keluar lift dan memasuki kamar no 14 di mana ruangan Adzando dirawat.

Ceklek... suara pintu terbuka.

Di sana Vania melihat ada banyak sekali teman-teman Adzando yang menjenguk.

Ana berjalan menghampiri Azka lalu langsung menggandeng lengan pacarnya itu.

"Hei Azka, kamu kenapa gak bilang kalo temen kamu yang kamu jenguk itu Zando?" tanya Ana kepada Azka pacarnya

"Kamu gak nanya sayang" jawab Azka dengan enteng, kemudian Ana mencubit lengan Azka.

"Aaawwshh sakit sayang" ringis Azka kesakitan karena ulah pacarnya itu.

"Woy udah kali di sini jadi kacang semua" ujar Adzando membuka suara menyindir Azka dan Ana.

Kemudian Vania tertawa dengan begitu recehnya entah kenapa karena menurutnya itu lucu,

"HAHAHAHA"

Semua orang yang ada diruangan ini menoleh keasal suara tertawa itu , termasuk Adzando.

Deg.

"Duh ini mulut gabisa dikontrol apa, main ketawa ketawa aja" batin Vania sambil menepuk-nepuk mulutnya dengan kikuk karena semua temannya Zando menatap kearah dirinya, Termasuk Adzando.

Kemudian satupersatu teman-temannya pun pamit, Karena waktu menjenguk sudah hampir habis dan waktunya pasien meminum obat serta istirahat.

Di ruangan ini hanya tersisa Vania,Azka, dan Ana. Rani sudah pulang duluan bareng temannya tadi yang menjenguk juga kesini.

"Woy bro!gue balik ya sama Ana. jaga kesehatan. Lo kalo dikeroyok bilang sama gue jangan lawan sendirian aje" ujar Azka sambil pamit kepada Adzando untuk segera pulang.

Vania membuka suara, "Ehh kok gue ditinggal An?lo balik bareng sama Azka? jahat!" ujar Vania sambil memarahi Ana karena ia pulang bareng dengan Azka.

"Lo bisa kan naik taxi sendiri Van?atauga lo pesen ojek online aja" saran Ana

"Hmm" dijawab singkat oleh Vania sambil mengeluarkan iphonenya dalam saku seragam sekolahnya untuk memesan ojek online. Sungguh dirinya sedikit kesal kepada Ana saat ini.

Kemudian Azka dan Ana berjalan keluar untuk segera pulang.

"Duh mereka buruburu amat si mau keluar, tunggu kek sampe abang ojeknya dateng" batin Vania. "Dari pada gua berduaan doang disini sama tuh cowok, mending gue nunggu diluar aja dah" batin Vania lagi sambil membuntuti Azka dan Ana daribelakang.

"Eh tunggu lo mau kemana?" merasa dirinya dipanggil Vania menengok kebelakang

"Emmm.. anu.. mau pulang" jawab Vania sedikit gugup.

"Tunggu dulu sebentar, nanti supir gue yang anterin lo, dia lagi menuju kesini. Ga baik magrib-magrib cewek kek lo pulang sendirian naik ojek online pake seragam kek gitu" ujar Zando kepada Vania sambil menunjuk kearah rok pendek Vania.

"Ehh, gapapa gue pesen ojek online aja."

"Gue udah bilang supir gue suruh jemput lo! dan lo nyuruh gue buat bilang kedia suruh balik lagi gitu? kasian supir gue udah tua jangan dipermainin!" ujar Adzando dengan nada sedikit ketus.

"Buset dah kek apaan aja dipermainin, lagian siapa juga yang minta dijemput kali" bantin Vania gerutu kesal

Vania pasrah saja duduk sambil menunggu supir yang dibilang Zando. mereka berdua saling sibuk satu sama lain dengan gadgetnya masing-masing.

"Supir gue sebentar lagi udah mau sampe, lo tunggu di lobby barat aja" ujar Adzando membuka suara dengan nada datar dan tatapannya masih mengarah ke handphonenya tanpa melirik Vania sedikitpun.

Vania mengangguk saja.

Kemudian Vania bangkit dari duduknya hendak keluar namun tangannya dicekal oleh Adzando, Kemudian Vania menoleh.

"Makasih ya udah nolongin gue kemarin" ucap Adzando dengan tulus tetapi sedikit datar

"Hmm sama-sama!" jawab Vania dengan cuek dan langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Kemudian Adzando tersenyum miring saat punggung Vania sudah tak terlihat lagi.

"Baru kali ini ada cewek yang sikapnya cuek ke gue, biasanya selalu gue yang cuek" batin Adzando sambil tersenyum miring.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Balas Dendam
8.0
Pasca kematian orang tuanya, Alena Geraldine terjebak dalam pernikahan paksa dengan CEO kejam, Azam Dirgantara, akibat ulah paman dan bibinya. Alena diperlakukan layaknya tawanan tanpa cinta, karena Azam hanya memanfaatkannya demi membalas dendam pada Jonatan. Namun, benih cinta justru tumbuh di hati Alena bagi Azam. Ironisnya, Azam masih terobsesi pada cinta pertamanya. Sanggupkah Alena bertahan saat suaminya sendiri mendambakan wanita lain?
Sampul Novel Dicerai kakak Dinikahi adik
8.0
Pasca bercerai dari Win, Iyas berjuang menata kembali hidupnya yang sempat hancur. Ia mencoba bangkit dengan membuka toko bunga demi melupakan masa lalu kelam. Namun, takdir justru mempertemukannya dengan Bhaga, adik kandung mantan suaminya. Meski Bhaga adalah bagian dari sumber luka lamanya, pria itu justru hadir memberikan kenyamanan. Di tengah dilema antara benci dan rasa trauma, Iyas mulai merasa kembali berharga dan layak untuk dicintai olehnya.
Sampul Novel Diuber Janda
8.8
Amin adalah seorang montir yang memiliki obsesi besar untuk mendapatkan cinta dari seorang gadis perawan. Namun, kenyataan hidup justru membawa dirinya ke dalam situasi yang sangat tak terduga dan penuh komedi. Alih-alih berhasil mendekati gadis belia impiannya, Amin malah menjadi incaran para janda di sekitarnya. Mereka saling bersaing ketat demi menarik perhatiannya, membuat perjuangan asmara sang montir menjadi sangat rumit dan penuh rintangan.
Sampul Novel Gairah di Kota kecil
8.2
Selamat datang dalam sebuah kisah romansa modern yang memikat, berlatar di sudut kota kecil yang tenang namun menyimpan sejuta rasa. Narasi ini dirancang secara mendalam untuk membawa imajinasi Anda menjelajahi momen-momen intim dan penuh gairah antar karakter. Pembaca diharapkan bijak saat menikmati setiap babnya, karena jalinan ceritanya mampu membangkitkan fantasi tentang hubungan raga yang sangat intens dan membuai pikiran secara nyata.
Sampul Novel "Gita Cinta dari Gadjah Mada"
8.1
Gita Cinta dari Gadjah Mada menyajikan kisah asmara antara Gita, mahasiswi penuh talenta, dan Mada, pemuda yang sangat ambisius. Berlatar di lingkungan Universitas Gadjah Mada yang dinamis, hubungan mereka menghadapi berbagai dinamika kehidupan perkuliahan. Pembaca akan diajak menyelami perjuangan cinta yang emosional di tengah atmosfer kampus yang berwarna. Sebuah narasi tentang romansa masa muda yang harus bertahan melewati segala rintangan dunia akademik.
Sampul Novel Kakak Kelas Jahat itu Suamiku
8.0
Piona, mahasiswi sastra tingkat akhir berusia 21 tahun, terjerat dalam pernikahan mendadak demi menyelamatkan ekonomi keluarganya. Namun, rahasia besar masih menyelimuti alasan di balik perjodohan ini. Situasi kian pelik saat calon suaminya ternyata adalah kakak kelas masa SMA yang sangat ia benci. Dulu, pria tampan itu selalu memicu pertengkaran hebat dengannya. Kini, takdir memaksa dua musuh bebuyutan ini bersatu dalam ikatan suci yang penuh ketegangan.