Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MULUT ISTRIKU MEMBUSUK

MULUT ISTRIKU MEMBUSUK

Keanehan mengerikan menimpa istriku saat mulutnya mulai membusuk dan mengeluarkan belatung yang menjijikkan. Aroma bangkai yang menyengat menyelimuti setiap ucapannya, memaksaku untuk menggali rahasia kelam yang dia sembunyikan selama ini. Penyelidikan pribadiku mengungkap kenyataan yang jauh lebih gelap dari sekadar penyakit medis biasa. Ternyata, di balik paras cantiknya, ada sebuah kebenaran fatal yang selama ini dia tutupi dariku tanpa celah.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah melewati drama yang cukup panjang pagi ini, akhirnya Umak bisa teratasi. Ya, meskipun ucapan terakhirnya tadi masih menyangkut di kepalaku.

Di bibir kolam Lele yang cukup luas ini, aku menabur pelet dengan telaten.

Namaku Andi. Pria berusia 26 tahun yang bekerja sebagai tukang penjaka kolam lele milik juragan terkaya di kampung kami. Cukup lama aku mengabdi padanya, bahkan semenjak aku dan Mawar belum bersatu dalam ikatan suci.

Juragan memercayai aku untuk merawat seluruh ikan-ikannya. Tidak wah memang gaji yang kuterima, tetapi dia kerap memberi bonus, apalagi Lele yang terjual di atas rata-rata jumlahnya. Yah, lumayanlah. Cukup untuk menghidupi keluarga kecil kami.

***

Setelah bekerja selama beberapa jam, aku pun kembali ke rumah tepat pada pukul lima sore. Aku sering berjalan demi menghemat bensin, toh, jaraknya juga tidak terlalu jauh, paling sekitar 15 menitan.

"Andi, tunggu!"

Seorang wanita paruh baya berhasil menghentikan langkah ini, padahal sedikit lagi aku berhasil menginjak teras rumah.

"Bude Tatik, ada apa?" Kupandang wajahnya yang bewarna agak kecoklatan tersebut.

"Anu..."

"Anu apa, Bude?" Mataku yang serupa kelereng ini menghunus sosok yang berstatus sebagai tetangga kami.

"Anu... Bude mau nagih hutang umakmu, Ndi."

"Apa? Umak berhutang?"

Aku spontan ketar-ketir. Berdenyut rasanya jantung ini. Aku merasa diserang ratusan lebah langsung dari pohonnya. Sejak kapan umakku berani berhutang?

"Aku selalu ngasih uang ke umak, Bude."

"Ya, tetapi umakmu beneran berhutang. Boleh ditanya sendiri nanti. Bude mau beli beras nggak ada duit."

"Berapa hutang umak?"

"400 ribu."

Glek!

Ini benar-benar di luar nalar. Sekurang-kurangnya aku, aku tetap mengusahakan memberi uang pada umak, karena kutahu, ia sangat menyukai roti kering yang ada di kedai depan.

Tak mungkinlah umakku memiliki kebutuhan lain, sementara ia sudah renta dan tak memiliki hasrat dunia lagi. Selama ini setiap kuberi duit, ia selalu membeli roti dan roti terus.

Ya, Allah. Hatiku tak enak. Ada secercah kejanggalan yang kutemui dari dirinya. Aku gelisah. Ke mana perginya uang yang selama ini kuberikan pada umak?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MUV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MUV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Kebahagiaan Ardian, polisi muda berbakat, hancur seketika saat istrinya, Mira, tewas mengenaskan. Mira adalah wartawati kriminal yang terbunuh saat meliput kasus pembunuhan berantai yang tengah diselidiki Ardian. Di hadapan jenazah sang istri dan ayah mertuanya, Ardian bersumpah untuk menuntaskan misteri ini. Ia bertekad memburu sang pembunuh dengan tangannya sendiri demi membalaskan dendam atas hilangnya nyawa wanita yang paling ia cintai.
Sampul Novel Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
9.4
Narendra Wilaga terjerat dalam pesona melodi misterius yang mengusik hidupnya. Kekuatan magis lagu itu menuntunnya kembali pada Oceana Bluesha, sosok dari masa lalu yang ternyata menyimpan rahasia besar. Pertemuan ini menjadi awal tersingkapnya simpul takdir, mulai dari rekonsiliasi luka lama hingga petualangan berbahaya yang melibatkan benda-benda gaib. Kini, mereka harus menghadapi misteri semesta demi menentukan nasib di masa depan.
Sampul Novel Hamil Anak Ular
8.6
Anjani, seorang ketua komunitas pencinta reptil, menghadapi kenyataan medis yang mustahil saat dokter menyatakan dirinya tengah mengandung tiga belas minggu. Padahal, ia sama sekali belum pernah melakukan hubungan intim dengan pria mana pun. Tuduhan aneh pun muncul dari sang ayah tiri, yang meyakini bahwa janin di rahim Anjani adalah keturunan ular akibat kebiasaan tidurnya bersama Chiko, seekor piton peliharaan kesayangannya. Misteri gelap ini menuntut jawaban atas kebenaran kehamilannya.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Kehidupan rumah tangga seorang pria berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Ia terjebak dalam lingkaran keluarga penuh rahasia gelap, di mana istri dan mertuanya ternyata penganut ilmu hitam yang keji. Konflik memuncak saat sang tokoh utama tidak lagi memiliki pilihan selain menghadapi tekanan luar biasa. Ia dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi memenuhi ambisi mistis mereka yang sangat mengerikan.
Sampul Novel Pengobatan Khusus Tabib Desa
7.9
Saat merayakan Hari Raya di sebuah desa terpencil, seorang wanita mengalami sakit perut parah akibat salah makan. Karena rumah sakit sangat jauh, ia terpaksa mendatangi tabib tua setempat untuk mendapatkan pengobatan pijat. Namun, situasi berubah mencekam ketika tabib tersebut memaksanya melepas celana dengan dalih membuang hawa jahat. Begitu menyadari kondisi sensitif tubuh pasiennya yang basah kuyup, hasrat liar sang tabib memuncak hingga ia nekat melancarkan aksi bejatnya.