Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif

Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif

Akibat salah masuk tenda saat acara kantor dalam kondisi mabuk, Liana tidak sengaja tidur dengan atasannya. Panik setelah terbangun, ia langsung kabur dan berusaha bersikap ekstra hati-hati di tempat kerja demi menjaga rahasia itu. Namun, dua bulan kemudian Liana justru mendapati dirinya hamil. Saat ia berniat melarikan diri lagi, sang CEO Perusahaan Barka langsung memblokir bandara dan menyudutkannya di dalam lift untuk meminta pertanggungjawaban atas calon anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 5

"Hah ...." Liana menjerit dan terbangun dari mimpinya. Saat membuka mata, dia mendapati dirinya terbaring di ranjang rumah sakit. Siang, malam dan Yohan tadi semuanya telah lenyap.

Wanita tua di ranjang rumah sakit sebelah yang baru datang bertanya sambil tersenyum, "Gadis kecil, apa kamu bermimpi buruk? Aku lihat saat kamu tertidur, kamu memegang erat sprei dengan kedua tanganmu. Kamu mimpi apa?"

Saat dia masih kecil, Liana mendengar kalau dia mengalami mimpi buruk dan menceritakannya, mimpi itu tidak akan terjadi. Saat wanita tua itu bertanya, dia langsung menjawab dengan lancar, "Bosku."

Wanita tua itu tertegun, menggelengkan kepalanya dan mendesah, "Bosmu pasti sangat menakutkan."

Segera setelah dia selesai berbicara, pintu bangsal dibuka dari luar dan sesosok tubuh kurus dan tinggi muncul.

Awalnya Liana mau bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Dia masih memakai sandal di satu kaki dan hampir tergelincir dari ranjang rumah sakit saat melihat orang itu datang.

Yohan mengenakan kemeja putih dengan kerah agak terbuka dan celana panjang hitam yang membuat kakinya terlihat ramping. Dia membawa termos di satu tangan dan jas hitam di tangan lainnya. Ke mana pun dia pergi, sosoknya sangat luar biasa.

Mereka berdua saling bertatapan. Dia langsung mengencangkan jari-jarinya yang ada di samping tempat tidur.

Namun, Yohan berjalan melewatinya dan langsung berjalan ke tempat tidur wanita tua di sebelahnya, menundukkan kepalanya, lalu berkata, "Nenek."

Liana mendongak karena terkejut dan melihat wanita tua itu membelai kepala Yohan dengan penuh kasih sayang. Pak Yohan, yang biasanya begitu agung di perusahaan, bertingkah seperti cucu di depan wanita tua itu ... Hah ini gawat, dia cucu dari wanita tua itu.

Liana yang masih terkejut melihat Yohan membuka tutup termos, mengambil sup dan memberikannya kepada wanita tua itu. Tidak di sangka, CEO berwajah dingin itu juga memiliki sisi hangat dan Liana tidak bisa menahan diri untuk tidak terlihat tercengang.

Namun, wanita tua itu melambaikan tangannya berulang kali, "Aku baru saja makan apel, aku masih kenyang."

Wanita tua itu berbalik dan melihat Liana, lalu berkata, "Nak, kamu belum makan, 'kan? Kebetulan cucuku membuat sup iga. Apa kamu mau mencobanya?"

Yohan juga ikut menoleh. Liana yang sangat ketakutan melambaikan tangannya berulang kali, "Nggak, nggak, nggak perlu, saya nggak lapar ...."

Namun, wanita tua itu sangat ramah, "Aku belum memakannya sedikit pun. Apa kamu nggak suka berbagi makanan dengan orang tua?"

"Bukan begitu."

"Baguslah kalau begitu." Wajah wanita tua itu berubah dengan sangat cepat dan dia mengulurkan tangan untuk mendorong Yohan, "Cepat ke sana. Kasihan gadis kecil itu, dari tadi aku nggak melihat satu pun keluarganya datang. Omong-omong, dia baru saja mengalami mimpi buruk, dia bermimpi tentang bosnya. Gadis kecil itu sangat ketakutan, kurasa bosnya bukan orang baik ...."

Liana mencoba menghentikannya beberapa kali tetapi tidak bisa menyelanya. Orang tua itu terus membicarakan segalanya!

Yohan mengangkat alisnya dan menatap Liana, "Benarkah? Hal buruk apa yang kamu lakukan sampai membuatmu takut pada bosmu?"

Liana terdiam.

Dia merasa meski punya sepuluh ribu mulut, dia tidak akan bisa menjelaskannya.

Yohan terus menatapnya, seolah ingin melihat pori-pori di wajahnya.

"Saya ... saya mau ke kamar mandi dulu, kalian ngobrol saja." Liana melarikan diri dan bersembunyi di kamar mandi.

Plak!

Yohan menerima pukulan keras di punggung tangannya dan wanita tua itu memarahinya, "Lihat, kamu membuat gadis itu ketakutan."

Yohan tersenyum tak berdaya, "Nenek, apa aku begitu menakutkan?"

Dia biasanya agak ketat dalam bekerja, tetapi Liana tidak akan ketakutan sampai segitunya, bukan?

"Ya!" Wanita tua itu memandangnya dengan hati-hati, "Nggak terlihat menakutkan, tapi kamu selalu memasang wajah dingin yang membuat orang takut. Gadis kecil itu pemalu, tapi menurutku dia cukup baik dan nggak sombong atau sok. Dia sangat sopan. Aku sangat menyukainya ...."

"Hentikan!" Yohan menyela perkataan wanita tua itu dengan sakit kepala, "Dia sudah punya pacar. Nenek, tolong jangan membuat keputusan sembarangan."

Wanita tua itu tidak memercayainya, "Dia punya pacar? Bagaimana kamu tahu?"

"Karena dia adalah karyawanku."

"Hah?"

....

Saat Liana keluar dari kamar mandi, di ruangan itu cuma ada Yohan.

Begitu dia keluar, pandangan Yohan langsung tertuju padanya.

Liana melangkahkan kaki dan bergerak kembali ke samping tempat tidur dengan gugup. Masih ada jarum yang tertancap di punggung tangannya dan dia memegang botol infus itu tinggi-tinggi dengan tangannya yang lain, dia berjinjit ingin menggantung botol infus, tetapi karena tinggi badannya dan pergerakan yang terbatas, dia tetap gagal meski beberapa kali mencobanya.

"Berikan padaku." Suara laki-laki yang dalam terdengar di telinganya. Liana berbalik dengan gugup dan aroma dingin yang menyegarkan mengalir ke hidungnya. Pada saat yang sama, botol infus itu jatuh ke jari Yohan dan dia menggantungnya dengan mudah.

"Terima kasih, Pak Yohan." Liana menundukkan kepalanya dan tidak berani melakukan kontak mata dengannya.

Setelah dia duduk di ranjang rumah sakit, Yohan membawa termos dan meletakkannya di meja samping tempat tidurnya, "Ini untukmu."

Liana sangat terkejut. Dia mengangkat kepalanya dan meliriknya. Saat mereka saling bertatapan, dia dengan cepat menurunkan pandangannya dan pipinya memerah.

Yohan menganggap itu lucu. Dia telah melihat banyak gadis, tetapi Liana adalah gadis pemalu pertama yang dia temui. Dia seperti putri malu, wajahnya akan memerah setiap kali dia menyentuhnya dan itu cukup menarik.

Takut dia akan terlalu memikirkannya, Yohan menambahkan, "Nenek yang memberikannya untukmu."

"Ya. Saya akan berterima kasih pada nenek secara langsung nanti," kata Liana.

Yohan berdiri di samping tempat tidur sebentar, "Ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan padamu."

"Silakan tanyakan saja."

Dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menyerahkan padanya, "Apa kamu pernah melihat ini?"

Liana sangat terkejut, itu adalah gelang manik-manik miliknya!

Kenapa bisa ada di tangan Yohan?

Yohan mengamati ekspresinya, "Apa kamu pernah melihatnya sebelumnya?"

Liana tersadar dan menggelengkan kepalanya, "Tidak ... saya tidak pernah melihat itu sebelumnya."

Mata Yohan berkilat kecewa, "Apa kamu yakin tidak pernah melihat ini sebelumnya?"

"Ya." Liana sangat gugup hingga jari-jarinya serasa hampir mau patah, "Saya tidak pernah melihatnya sebelumnya."

"Oke." Yohan mengambil kembali untaian manik-manik itu.

Perasaan Liana sangat kacau, dia tidak menyangka dia telah meninggalkan sesuatu di tempat Yohan.

Liana selalu sakit saat dia masih kecil. Kakaknya mendaki sampai ke puncak gunung selangkah demi selangkah, menaiki 999 anak tangga dan pergi ke kuil untuk meminta gelang manik-manik itu.

Dia telah memakainya selama bertahun-tahun, tapi selalu menyembunyikannya di balik lengan bajunya. Oleh karena itu, cuma beberapa orang terdekat di sekitarnya yang tahu, tidak ada orang lain yang tahu kalau dia memiliki gelang manik-manik itu.

Dia tidak punya teman di perusahaan, dia penyendiri dan tidak ada yang tahu tentangnya. Jadi, dia tidak perlu khawatir kalau Yohan akan mengetahuinya. Tetapi, yang dia khawatirkan adalah bagaimana cara mendapatkan gelang itu kembali?

Sore harinya, Helena mengiriminya beberapa pesan dan menanyakan kabarnya.

Karena dasar sopan santun, dia membalasnya.

Dia dan Helena benar-benar tidak akrab satu sama lain, jadi setelah mengobrol dua atau tiga kata, sudah tidak ada topik yang dibahas lagi. Tetapi, Helena mengirim pesan lain saat ini. "Liana, apa bos ke rumah sakit?"

Dia juga anggota tim asisten Yohan. Liana juga tidak yakin kenapa dia mencari Yohan, jadi dia dengan jujur menjawab, "Dia datang tadi siang."

Detik berikutnya, Helena langsung meneleponnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos, Istri Anda Minta Cerai
9.1
Enam tahun Sella Wisara terjebak dalam pernikahan pilu sebelum Wildan Bramantio mengusirnya demi kembalinya Aisha. Tanpa ragu, Sella menyetujui perceraian itu dan pergi tanpa air mata. Namun, Wildan justru murka saat melihat mantan istrinya bahagia di pelukan pria lain tak lama kemudian. Meski dihina, Sella dengan tegas menolak campur tangan Wildan atas hidupnya. Melihat tatapan lembut Sella untuk pria baru, akal sehat Wildan pun seketika runtuh terbakar cemburu.
Sampul Novel CEO My Husband
8.6
Hidup Tasya berubah menjadi penuh tekanan sejak kehadiran Revan, bos barunya yang sangat menyebalkan. Sebagai CEO muda yang baru saja mengambil alih takhta perusahaan milik ayahnya, Revan terus-menerus mengusik ketenangan hidup Tasya tanpa henti. Setiap hari, Tasya harus menghadapi gangguan dari sang atasan yang membuat hari-harinya tidak pernah damai. Kisah ini mengikuti dinamika antara karyawan yang kewalahan dan bos miliarder yang dominan.
Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
8.4
Athena Gimberly mendambakan kehadiran buah hati sebagai teman di masa senjanya kelak, namun ia enggan terikat dalam pernikahan. Demi mewujudkan keinginan gila tersebut, ia bertekad mencari pria yang bersedia memberinya keturunan tanpa komitmen. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO angkuh yang memiliki harga diri tinggi. Setelah pertemuan pertama mereka gagal membuahkan hasil, Athena secara terang-terangan meminta Arthur mengulangi malam panas itu.
Sampul Novel Cinta yang Kadaluarsa
9.6
Setelah sepuluh tahun sia-sia mengejar Kevin Sentosa, Diana Karin akhirnya menyerah dan berpaling kepada Adrian Wisak, pria yang melamarnya di sebuah pulau pribadi dengan kemegahan kembang api. Namun, menjelang pernikahan, Adrian mendadak hilang. Saat melacaknya, Diana justru mendengar rencana busuk Adrian yang hanya memanfaatkannya demi membuat Kevin jijik dan berniat kabur di hari pernikahan mereka. Menolak dipermalukan, Diana memilih melarikan diri lebih dulu, meninggalkan Adrian yang kini frustrasi mencari pengantinnya yang hilang di seantero Kota Jama.
Sampul Novel Dia memilih mantannya, aku memilih balas dendam
8.7
Baskara Aditama mempermalukanku di hari pernikahan kami dengan menyebutku milik kakaknya demi kembali pada mantan kekasihnya, Saskia. Dia sengaja menunda kesembuhan Saskia demi menikmati hubungan mereka, yakin aku akan setia menunggu. Namun, Baskara salah besar. Aku tidak akan diam saja saat dia berencana memiliki kami berdua. Aku mendatangi penguasa sejati keluarga mereka, Dananjaya Aditama, dan memintanya menikahiku untuk menghancurkan Baskara.
Sampul Novel Gairah Ceo Arogan
7.8
Adam Longthen diselimuti amarah besar setelah dikhianati Asley, istrinya sendiri. Walau Asley dikabarkan tewas dalam kecelakaan bersama selingkuhannya, Adam tetap memerintahkan pencarian hingga titik darah penghabisan. Keajaiban muncul saat anak buahnya membawa pulang seorang wanita berwajah serupa, namun ia mengaku sebagai Alin dan menolak identitas lamanya. Apakah wanita itu benar-benar Asley yang hilang ingatan, ataukah ada rahasia gelap di balik kemiripan mereka?