Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mr. Quick

Mr. Quick

Bunga Humaira melarikan diri ke luar negeri demi menyembuhkan luka hati setelah kegagalan pernikahannya. Namun, harapan untuk memulai hidup baru yang tenang justru terusik oleh kehadiran Afrain Derson. Pria kaya dan mapan itu muncul dengan kepribadian serba cepat yang sangat memaksa. Meski Bunga merasa tertekan oleh sikap impulsif Afrain, sang miliarder tetap berkeras bahwa dirinya adalah pasangan sempurna yang tidak pantas untuk ditolak oleh Bunga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bunga berjalan menuju ruangan Afrain. Setelah kembali ke ruangannya Clara meminta Bunga untuk menemui Afrain, sesuai perintah Afrain pada Clara. Dan mau tidak mau Bunga mengikuti perintah, sementara Clara sendiri tidak mengerti apa hubungan Bunga dan Afrain.

Membenarkan blazer hitam yang dia gunakan Bunga masuk setelah mengetuk pintu. Jane yang berada di bangku sekertaris tersenyum lebar pada Bunga yang muram.

"Selamat siang anda memanggil saya Sir." Bunga menatap Afrain yang sibuk dengan kegiatannya di depan laptop.

"Oh hai Bunga. Kesinilah, aku ingin memperlihatkan sesuatu kepada mu." Bunga ragu untuk mendekat karena yang dia dengar Afrain adalah seorang playboy. "Hei tenang saja, aku tidak akan mendudukanmu dipangkauan ku. Kecuali jika kau memintanya." Bunga menarik napas nya kasar, lalu memutuskan mendekati Afrain.

"Ini adalah desain Mall baru yang akan perusahaan kita bangun. Menurutmu lebih indah jika didepannya dihiasi taman atau air mancur yang megah?" Bunga menatap serius desain itu sementara Afrain mengamati wajah Bunga.

"Taman lebih bagus Sir karna akan terlihat lebih menyenangkan dan juga hangat. Pasti akan banyak orang yang sekedar membeli kopi atau setelah berbelanja mereka akan duduk disana untuk menikmati waktu mereka," ucapan Bunga malah tidak didengar Afrain. Dia sibuk memainkan rambut Bunga yang jatuh terjuntai.

Kesal ! Bunga menarik rambutnya lalu menjauh dari Afrain. "Anda sebenarnya mau apa sama saya? Saya tidak mengerti kenapa sifat anda seperti ini kepada saya." Bunga muak menahan pertanyaan yang bercokol dalam hatinya. Sehingga semua itu keluar begitu saja saat ini, dia tidak ingin menjadi salah satu wanita yang siap di pakai Afrain untuk bersenang-senang. Patah hatinya saja belum pulih, kenapa malah harus bersitegang dengan Afrain. Lebih baik dia resign.

"Bunga you look so preety and sexy."

"What?!!"

Bunga tidak habis pikir dengan bos yang dikatakan berkarisma dan memiliki magnet yang cukup kuat itu. Nyatanya Afrain Derson adalah satu satu spesies Pria idiot dan berotak mesum. Pria ini hanya beruntung karena lahir dari keluarga yang kaya raya. Bunga memegang pelipis lalu menyatukan kedua tangannya di depan dada seolah dia memohon.

"Apa masih ada yang anda ingin katakan kepada saya Sir?".

"No. But I____," ucapan Afrain terpotong saat Bunga langsung berbicara.

"Kalau begitu saya pamit undur diri Sir."

Afrain mendesah pasrah saat Bunga keluar dari ruangannya. Menghadap pemandangan luar gedungnya yang indah, dia membayangkan tubuh indah serta wajah Bunga. Sepertinya dia menginginkan Bunga dalam rengkuhannya. Pertama bertemu Bunga memang Afrain sudah tertarik dengannya, mereka pertama kali bertemu di Indonesia. Namun Afrain berpikir dia tidak akan lagi bertemu dengan wanita yang bisa menarik aura dalam dirinya.

Hingga mereka bertemu lagi di Club malam itu. Anehnya mereka bertemu di tiga tempat berbeda. Satu Indonesia, dua Sydney, dan sekarang di kantor nya. London.

Afrain menelpon seseorang untuk menguatkan semua kegelisahan hatinya akan perasaan yang dia rasakan untuk Bunga.

"Hallo Ka, lagi dimana?"

"Aku sedang bersama Akira. Ada apa?"

"Nanti malam datang ke Club biasa. Ada hal penting."

Sebelum Azka menjawab Afrain langsung mematikan sambungan telponnya. Membuat Azka___sepupunya itu mengumpat di tempatnya.

*****

Sore menjelang, jam kantor pun usai. Bunga kembali ke apartementnya dengan perasaan kesal. Mulai besok dia akan menjadi sekertaris Afrain, dan Clara melepaskannya begitu saja. Dia tidak bisa berpikir jernih lagi. Afrain itu benar-benar mengerikan. Tatapan matanya seolah ingin menembus kepala Bunga.

Begitu membuka apartement dia terkejut dengan semua barang-barang yang ada di depan pintu. Ada balon yang tergantung dengan sehelai surat di depan sisinya.

Selamat bergabung dengan perusahaan ku. Dan maafkan semua yang ku lakukan.

Kamu cantik dan aku suka itu.

Kado-kado ini sebagai permintaan maaf ku.

Afrain Derson

Bunga lagi-lagi menarik napas. Dia tidak memperdulikan semua barang-barang itu. Dia mengunci pintu lalu masuk ke dalam kamarnya. "Ya tuhan bagaimana dia bisa memasukan semua barang itu ke dalam apartementku?" Bunga merinding memikirkan bagaimana Afrain bisa memiliki akses masuk atas apartement nya.

****

Dentuman musik menggelegar memekakan telinga. Afrain ditemani wanita cantik yang sedari tadi sudah menggodanya namun Afrain hanya melihat ponsel dan menatap wajah Bunga. Dia benar-benar menginginkan Bunga saat ini.

"Rain, loe kenapa?" Suara Azka mengembangkan senyuman Afrain. Dia tersenyum bagaikan Pria aneh dimata Azka.

"Kau kenapa?"

"Aku sangat menginginkan wanita ini." Afrain menunjukan langsung foto Bunga yang dia dapat itu, lalu dia mengusir wanita penghibur yang sedari tadi menenaminya.

"Ya sudah dekati seperti biasa." Afrain menggelengkan kepalanya. "Dia wanita Indonesia dan sepertinya dia tidak akan mau dengan ku." Azka tertawa lebar membuat Afrain kesal. "Kalau begitu minta dia dengan lembut menjadi kekasihmu."

"Kalau dia menolak?"

"Apa kau sekarang tidak lagi percaya diri."

"Dia berbeda Azka Aldi Orlando." Tekan Afrain karena kesal. "Tapi apakah aku jatuh cinta denganya? Atau ini hanya karena aku penasaran?" Azka mengangkat bahunya acuh lalu menegak minuman.

"Bagaimana mungkin kau tidak tahu. Kau mencintai seorang wanita sedari kalian kecil hingga sekarang." Azka menerawang mengingat Azura. Sepupunya yang tak lain adalah wanita yang dia cintai.

"Jika kau jatuh cinta. Perasaan itu tidak bisa kau rincikan. Tidak bisa kau jelaskan dengan kata-kata. Dia hanya tergambar jelas meronai hati dan pikiranmu." Afrain menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangan. Memikirkan apa yang dikatakan Azka.

#####

Pagi yang buruk bagi Bunga karena dia hari ini resmi menjadi sekertaris Afrain menggantikan posisi Jane. Dengan malas-malasan Bunga menaiki lift menuju ruangan Afrain di lantai paling atas gedung itu. Tak henti-henti nya Bunga merapalkan doa dalam hati. Semoga tingkah absurd Afrain tidak lagi kambuh.

Di tempatnya Jane sudah menanti Bunga. Dia akan mengajari Bunga semua tentang pekerjaannya.

Bunga memakai blajer berwarna pich dengan kemeja hitam didalamnya. Rok pencil menjadi pilihan Bunga untuk dia gunakan.

Sementara didalam ruangan Afrain melihat setiap gerakan yang dilakukan Bunga. Dia mengamati bagaimana wajah yang cantik itu menyunggingkan senyuman dan tak lama kemudian dia melihat Bunga berjalan keruangannya. Afrain pura-pura sedang menatap laptop hingga dia mengucapkan kalimat. "Masuk," kata Afrain dan terlihatlah Bunga dengan wajah datar memberikannya dokumen yang harus dia tanda tangani.

"Bunga kamu ada acara sore ini?"

"Ha !" Bunga langsung menggelengkan kepalanya lalu menjawab dengan semangat. "Ada Sir. Jadwal saya penuh dari sore hingga besok sore lagi." Afrain memberikan dokumen itu lalu dengan cepat Bunga mengambilnya. "Kamu bukannya baru pindah kesini."

"Iya."

"Lalu kamu sibuk apa? Setahu saya kamu tidak punya pacar." Astaga Bunga ingin mengamuk saja dengan Afrain ini, dan terus darimana dia tahu kalau Bunga tidak punya pacar.

"Ayo jawab cepat lagi." Bunga menguatkan dirinya sendiri karena benar-benar kesal dengan Afrain. "Bukankah sibuk tidak harus dengan pacar. Dan maaf Sir mengenai kado yang ada di apartement saya apa benar itu untuk saya.?"

"Ya ! Dan saya tidak mau kamu menolaknya."

Afrain kembali diam melihat wajah merah Bunga. "Ya sudah kamu boleh pergi. Saya minta kamu kirim ke saya laporan proyek Mall baru itu. Saya ingin semua tim siap tanpa terkecuali."

"Baik Sir."

"Kerjakan dalam waktu setengah jam ya. Saya akan kedatangan tamu sebentar, jadi saya mau saat tamu saya pulang kamu sudah harus memberikan laporan itu."

"Yes Sir,"

"Oh jangan lupa, susun jadwal saya mulai besok sampai dua minggu kedepan ya. Saya ingin kamu bacakan itu nanti."

Bunga mengerjapkan matanya, pantas saja Jane bahagia tidak menjadi sekertaris Afrain.

Bunga mengangguk lagi lalu segera keluar dari kandang singa itu. Jane di tempatnya menatap Bunga khawatir. "Kenapa?"

"Gila ya! Masa dia minta aku ngerjain laporan detail proyek baru dari semua tim, ditambah urutin jadwal meeting dia dua minggu kedepan." Bunga duduk lalu menarik napasnya.

Sementara Afrain diruangannya tidak lagi memperhatikan Bunga. Dia sudah tenggelam dalam banyaknya pekerjaan yang dia miliki. Satu lagi sifat Afrain adalah workaholic. Dan itu di buktikan Afrain malam ini yang masih setia lembur di kantor nya.

Sudah pukul sebelas malam dan Afrain selesai dengan semua pekerjaannya. Ponselnya berdering menampilkan nama Mama nya.

"Ya Ma."

"Kamu kapan kembali ke rumah. Mama kangen."

"Mama sabar ya. Nanti Afrain pulang. Bye Mom, I love you."

Afrain mematikan ponsel lalu bergegas mengambil kunci mobil serta jas yang tadi dia buka.

Niatnya ingin kembali ke apartementnya Afrian malah berhenti tepat di depan pintu mobil nya.

Langkah kaki tegas menuju arah yang sangat ingin dia datangi. Senyum Afrain mengembang. Mengeluarkan card yang sudah dia dapatkan dari orang suruhannya Afrain membuka akses masuk kedalam apartement Bunga.

Keadaan ruangan yang temaram membuat Afrain harus hati-hati melangkah. Pintu kamar yang tidak tertutup sempurna membuatnya semangat melihat apa yang dilakukan Bunga saat ini.

Ah...tentu saja jawabannya sedang tidur. Afrain takjub melihat Bunga tertidur dengan posisi duduk sambil mengenakan mukena. Sebelah kepalanya bersandar pada tempat tidur. Afrain perlahan mengangkat tubuh Bunga, lalu menutup Alqur'an yang pasti tadinya di baca Bunga. Dengan pelan Afrain meletakan Alqur'an itu ketempatnya. Dia tegak dihadapan Bunga yang sedang tertidur.

Cinta itu tidak bisa dijelaskan.

"Apa aku jatuh cinta pada mu?"

Afrain langsung naik ketempat tidur dan mencoba memeluk Bunga perlahan.

Dia membayangkan Bunga adalah istrinya. Dari jarak sedekat ini dia dapat mencium aroma tubuh Bunga yang memabukkan.

Bunga yang merasakan aneh dalam tidurnya pun mulai gelisah. Dia memang merasa nyaman, namun sepertinya ada sesuatu yang salah. Perlahan mata itu pun terbuka. Betapa dia sangat terkejut melihat Afrain memejamkan mata sambil memeluknya.

Jarak mereka sangat dekat dan tangan Afrain memeluknya erat.

"Astagfirullahaladzim," ucap Bunga lalu menjauhkan tubuh Afrain. Afrain bangun dan melihat Bunga yang buru-buru membuka mukenanya. Wanita itu mengangkat gagang telpon. "Hallo polisi..."

Afrain tidak menyangka Bunga akan memanggil polisi. Benar-benar wanita yang payah. "Bunga kenapa kamu telpon polisi."

"Anda sedang apa dikamar saya? Kenapa bisa masuk kesini. Mau apa!!"

Afrain menatap wajah yang sedang emosi itu. "Jangan dekat-dekat." Bunga melempar wajah Afrain dengan bantal.

Afrain pun pasrah saat polisi London yang bergerak cepat menangkapnya di apartement Bunga.

"Bunga saya bisa jelaskan sama kamu." Bunga menarik masuk dirinya kedalam. Membiarkan Afrain pergi dibawa para polisi itu. "Bunga," teriak Afrain tapi Bunga tidak memperdulikannya. Dia duduk di depan laptop lalu menuliskan surat pengunduran diri.

Tbc 💞💞💞

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Boss Dingin
9.7
Zahra Aiza Naadhira sempat mengalami penolakan saat melamar di Perusahaan Haidar karena penampilannya yang berbusana Muslimah. Namun, sang bos akhirnya berubah pikiran karena melihat potensi besar Zahra untuk memajukan bisnisnya. Alvino Daffa Haidar, pemilik perusahaan terkaya di Indonesia, dikenal sangat dingin terhadap wanita. Menariknya, ayah Alvino ternyata menjalin kerja sama bisnis dengan ayah Zahra, yang menambah kerumitan hubungan mereka.
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Andika, putra konglomerat, rela melepas segalanya demi Lisna meski ditentang keras oleh orang tuanya. Pengorbanannya berujung getir saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam situasi yang menyakitkan: Lisna telah menjadi milik pria lain. Meski begitu, Andika tidak menyerah dan terus memperjuangkan cintanya. Akankah takdir menyatukan mereka dalam ikatan sejati, ataukah mereka memang tidak ditakdirkan bersama?
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey
8.9
Demi membiayai pengobatan sang ayah yang sakit keras, Laura berusaha mencari pekerjaan tambahan sebagai pengasuh. Namun, niat tulus itu justru berujung petaka saat ia bertemu Greyson. Pria itu merampas kesuciannya dan memaksanya masuk ke dalam ikatan gelap sebagai pemuas hasrat. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang menyiksa: apakah ia sanggup bertahan menjadi budak nafsu Grey demi mendapatkan uang yang sangat ia butuhkan untuk ayahnya?
Sampul Novel I am Your Boss
8.2
Pasca ditinggalkan kekasih karena kondisi ekonomi yang sulit, Andra bangkit dan sukses membangun kekaisaran bisnisnya sendiri dalam enam tahun. Kini ia dikenal sebagai bos kejam dengan aturan yang sangat kaku. Namun, reputasi dinginnya mulai goyah saat seorang pelamar kerja wanita hadir di hadapannya. Pertemuan tersebut perlahan mencairkan kebekuan hati Andra dan membukanya kembali pada harapan akan cinta baru yang telah lama ia lupakan.
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Hidup Cantika hancur saat seseorang tak bertanggung jawab membuatnya gagal membayar biaya medis ayahnya. Demi melunasi utang rumah sakit, ia terpaksa menjadi istri kedua seorang milyarder dan setuju mengandung anaknya. Namun, impian akan pernikahan indah sirna saat realita berubah menjadi penderitaan layaknya neraka. Akankah gadis polos ini tetap bertahan dalam siksaan tersebut, atau justru memilih melarikan diri dari sang suami demi kebebasannya?
Sampul Novel Malaikat Cinta: Jadilah Mamaku yang Baru
7.8
Lima tahun pernikahan Daryl hanya menyisakan luka hingga suaminya tega menyerahkannya pada pria lain. Di tengah kehancuran, muncul bocah laki-laki berumur lima tahun yang mengembalikan keceriaannya. Ketegangan memuncak saat hasil tes DNA mengungkap fakta mengejutkan bahwa anak itu adalah darah dagingnya bersama Zack, sang CEO dingin, dari kenangan malam masa lalu. Kini Daryl harus menghadapi takdir baru yang mengubah seluruh jalan hidupnya yang kelam.