
Mr. Harrison & Passionette
Bab 2
02. Kemarahan Jessica
Orang-orang mengatakan bahwa Jessica gadis yang liar sangat liar, liar dalam artian dunia malam sementara aku orang-orang mengatakan aku gadis polos yang tidak sesuai dengan nama ku dan mereka selalu tidak akan pernah ketinggalan mengatakan bahwa suatu saat aku akan sama seperti Jessica yang masuk ke dunia malam.
Kilasan tentang apa yang akan terjadi saat Jessica memasuki halaman taman kampus gedung ku melintas di benak ku. Sialan! Dia pasti akan membuat masalah, apa yang dia lakukan di sana?!
Aku mencoba mengejar Jessica, tetapi dia sudah tidak terlihat mungkin karena aku terlalu banyak melamun.
Ketika aku memasuki area taman dengan langkah cepat dan berbelok ke kanan, aku terkejut dengan pemandangan yang aku lihat.
Disana Jessica meraih tangan seorang gadis berambut coklat, Jessica mulai berbicara dan meludah. Dia mendorongnya ke belakang dengan keras. Apa masalahnya? Kapan Jessica menjadi musuh dari gadis itu. Seingat ku namanya adalah Casya, dia gadis yang beberapa hari lalu berpapasan dengan ku dan ku rasa dia gadis yang baik lalu mengapa dia terlibat masalah dengan Jessica.
"Jessica, apa yang kamu lakukan?" aku berjalan mendekati mereka. Aku melihat di belakang Casya ada empat gadis lainnya yang memandang ke arahku dan Jessica tak kalah tajam, gila main nya keroyokan.
Dengan kasar aku meraih tangan Jessica agar berjarak dengan mereka berlima. "sekarang kita sudah selesai, ayo pergi" tetapi sesuatu yang tidak pernah aku duga terjadi.
Entah mengapa area taman saat ini sangat sepi hanya ada kami bertujuh, Jessica menatap tajam Casya dan maju selangkah.
BUK
Sebuah suara mengalihkan ku padahal aku hanya melihat ke arah lain sebentar, Sementara sebuah kelompok berkumpul di belakang kakakku, itu sudah melampaui jumlah gadis di depan kami. Jangan lupakan mereka hanya menonton tanpa memisahkan. Tontonan gratis!
Sementara yang lain menunggu perkelahian pecah, gadis pirang itu memegang hidungnya yang berdarah dan Jessica berbicara, "Kamu sudah selesai..." Aku berani bersumpah aku melihat kobaran api bersinar di mata kakak ku. "Sudah cukup, Casya. Aku yang akan membalas semua rasa sakit ku. ingat itu!"
Apakah Jessica akan melukai Casya? Apa? Apa yang gadis ini rencanakan? Aku merasa akan menjadi gila, aku tidak bisa mengendalikan saudariku sendiri.
Aku tahu Jessica cemburu. Tetapi, apakah rasa cemburu nya itu tidak bisa di bicara kan dengan baik-baik saja? Apa artinya berkelahi yang ujungnya tidak ada penyelesaian. Di satu sisi bahkan aku tidak percaya kalau ada laki-laki yang benar-benar bisa membuat Jessica cemburu, dan membuat Jessica berkelahi hanya karena seorang laki-laki?
Sebagai adik yang baik, aku menarik tangan Jessica untuk menjauh dari kerumunan itu. Tetapi, sepanjang aku menyeret Jessica, mata kakak ku justru menatap tajam Casya sebagai tanda berkibarnya bendera perang?
Kami berjalan kembali ke arah parkiran. Dan pada saat itu, sebuah mobil yang sangat mewah dengan warna hitam memasuki parkiran. Pada saat itu juga, semua orang berhenti pada aktivitas mereka masing-masing dan fokus pada satu tempat. aku dan Jessica juga memandang siapa yang berada dalam mobil itu, rasa penasaranku terjawab.
Pintu mobil terbuka, dan siapa pun yang keluar dari sana dengan langkah pertama nya membuat suasana menjadi sangat sunyi.
Seorang pria dengan mata tajam keluar dari sana perawakannya terlihat sempurna dengan wajah datar memandang lurus, tak sengaja tatapan mata kami bertemu secara tak terduga.
Semua orang di sana terdiam melihat pria itu, dan satu-satunya yang tidak diam adalah detak jantungku yang berdetak dengan cepat saat bertatapan dengan pria itu.
Aku tidak bisa mengalihkan pandangan ku darinya saat dia menatap ku dengan matanya yang terlihat seperti akan memancar kan api dari setiap saat. Waktu seolah berhenti, apakah pertemuan pertama selalu menakutkan ini
Baru pertama kali melihat pria itu, siapa sebenarnya dia? Apakah mahasiswa jurusan lain? Atau justru mahasiswa pindahan? mungkinkah dia tamu?
Satu mobil lagi datang dan berhenti tepat di samping mobil mewah pria itu, suasana sama seperti tadi saat pria itu turun dari mobil. Seorang pria keluar dari sana, dengan jemari tangan kanannya, dia menyisir rambut menambah pesona lagi bagi orang yang melihat.
Berbeda dengan ku, aku tidak tertarik dengannya, dia jelek lebih tampan pria yang berdiri di depan mobil mewah di sampingnya. Terdengar songong memang tetapi bagaimana lagi pesona pria dingin jauh lebih di depan.
"Thomas." Lirih Jessica memandang sayup ke arah pria tadi. Oh namanya Thomas, Kereta Api kah?
Aku memandang Jessica yang masih melihat pria-Thomas, kasian sekali kakak ku ini. Tetapi, mengapa Jessica seperti orang yang putus cinta? Bukankah mereka memiliki hubungan sehingga Jessica melabrak Casya, karena rasa cemburu.
Mungkin aku terlalu banyak berpikir sehingga membuat kesimpulan sendiri. Dari pada itu bukankah lebih menarik pria dingin di sampingnya, tatapannya tajam membuat jantung ku berdetak cepat. Tetapi, apa yang dia lakukan dengan berdiri diam disana? Ingin mencoba ber-akting menjadi patung?
"Ganteng sih tapi jangan di pertontonkan dong, kasian istri masa depan pria ding-"
Bruk
Sialan...
Gumaman ku terpotong karena Aku terjatuh akibat dorongan dari seseorang yang lewat dari samping kiri ku, makhluk macam apa yang melakukannya, apakah mata nya buta sehingga tidak melihat ku sebesar ini. Menyebalkan!
"Thomaasss!!." Teriak seorang gadis yang menabrak ku, gadis itu berlari ke arah Thomas. Siapa sih dia? Suaranya tidak jelas gitu!
Seseorang membantu ku berdiri, dari bawah aku melihat sepatu mengkilat bahkan aku yakin bisa berkaca di sana, Horang Kaya!
Dia membantu ku berdiri, lutut ku terluka karena dorongan tadi. Sayang sekali aku memakai dress selutut, jika memakai celana kan tidak akan se-terluka ini.
"Nira!." Suara Jessica yang begetar terdengar di samping ku, apakah dia baru sadar kalau adiknya terjatuh. Apa karena Thomas Thomas itu atensinya teralihkan, spesial apa sih Thomas itu?
Aku memandang Jessica untuk meyakinkan kalau aku baik-baik saja.
Jessica melihat seseorang yang membantu ku berdiri. "Pak, Anatomy." Ucap Jessica terkejut. "Terima Kasih sudah membantu Adik saya." Jessica menormalkan mimik wajaknya, dan menunduk menandakan terima kasih.
Anatomy? Namanya Anatomy? Aku tidak salah dengar kan!? Akan ku tanya nanti pada Jessica kebenarannya!
Aku melihat pria yang membantu ku, aku terkejut ternyata pria itu yang membuat jantung ku berdetak lebih cepat. Astaga!! Mengapa pria ini sangat TAMPAN!, jika di lihat dari dekat. Aku gak akan cuci dress ini karena jas pria tampan bersentuhan dengan dress ku.
Pria itu hanya mengangguk membalas perkataan Jessica. Jessica mengambil alih tubuh ku dari pria itu. Sayang sekali aku kehilangan dekapan hangatnya.
Jessica meneliti tubuhku apakah ada luka lain selain lutut ku. Sedangkan, pria tampan-ku sudah pergi. Meng-klaim menjadi hak milik jauh lebih baik.
Anda Mungkin Juga Suka





