Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Moonlight and Mr. CEO

Moonlight and Mr. CEO

Nicholas Liu adalah CEO furnitur sukses di Hong Kong yang masih melajang hingga muncul rumor miring tentang orientasinya. Hidupnya yang tenang terusik saat ia terpaksa merawat kucing putih milik sahabatnya, Hanna. Karena enggan, Nic membiarkan hewan itu di teras. Namun, di bawah cahaya bulan purnama yang menyilaukan, kucing itu lenyap secara misterius. Sebagai gantinya, muncul seorang gadis cantik tanpa busana yang mengubah takdir Nic selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dering ponsel Nic segera menyadarkan pria itu dari pikiran-pikiran liarnya akan tubuh Moonlight. Bergegas dia berlari meraih ponselnya yang masih berada di dalam kamar. Sebuah panggilan masuk dari sekertaris kantornya.

“Selamat pagi, Linda …” sapa Nic dengan wibawanya.

“Selamat siang, Mr. CEO. Maaf, boleh saya tahu anda berada di mana sekarang?”

Siang? Nic tersentak. Sudah berapa lama rupanya dia mengurusi gadis itu sampai lupa waktu? Nic mengintip petunjuk waktu di dinding kamarnya. Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh siang. Seharusnya satu jam yang lalu dia sudah sampai di kantornya.

“Si – siang … saya … saya masih ada di rumah. Hari ini saya kurang enak badan. Tenggorokan saya … uhuk! agak sakit …” ucap Nic berpura-pura.

“Anda sakit ternyata. Mau saya pesankan jadwal konsultasi dengan dokter pribadi anda?” tanya Linda dengan nada khawatir.

“Tidak perlu. Saya hanya perlu istirahat saja seharian ini. Hmm … apa saya melewatkan sesuatu yang penting?” Nic balas bertanya.

“Jadwal anda hari ini bisa dikatakan tidak terlalu padat. Seharusnya jam 11 nanti anda menghadiri rapat dengan Shanghai cooperation, tapi Mr. Owen mengatakan kalau dia bisa menjadi perwakilan anda.”

“Iya, biarkan Owen saja yang melakukannya. Perusahaan itu hanya meminta kita untuk hadir. Aku sendiri tidak terlalu yakin akan ada proyek besar yang mereka tawarkan. Lalu, ada apa lagi?”

“Hmm … sebenarnya ada satu hal lagi … tapi …” Terdengar keraguan dalam ucapan Linda.

“Tapi apa, Linda?” tanya Nic tidak sabar. Sudut matanya menangkap sosok Moonlight yang masih berdiri dengan gaun suteranya.

“Tapi …”

“Nic! Sayangku …” Seseorang nampaknya telah merebut gagang telepon Linda. Suara seorang wanita bernada manja terdengar menusuk di telinga Nic. “Kau sakit, sayang? Bagaimana bisa? Kau tidak lupa dengan pembukaan tempat karaoke perdanaku, kan? Ayahku juga akan datang bersama rekan-rekan bisnisnya dalam acara nanti.”

“Tamara? Kau kenapa ada di kantorku …?” tanya Nic pura-pura terkejut.

Nic ingin sekali mengumpat. Tapi masalahnya yang sedang berbicara dengannya ini adalah Tamara Chan. Putri tunggal dari Sonny Chan, pemilik ratusan apartement mewah yang tersebar di asia. Satu bulan yang lalu Golden Furniture baru saja menandatangani kontrak untuk memasok furniture ke sepuluh proyek apartement Sonny.

“Tadinya aku mau mengajakmu makan siang bersama. Sayang sekali kau malah tidak datang ke kantor. Tapi aku tetap mau kau datang nanti malam …” rengek Tamara.

“Maafkan aku, Tamara. Aku sakit … uhuk!”

“Kalau begitu aku akan datang ke rumahmu dan membuatkan teh gingseng. Dijamin kau akan cepat sembuh dan bisa datang ke acaraku nanti malam. Berikan alamatmu kepadaku, sayang.”

“Tidak usah! Aku bisa mengurus diriku sendiri, Tamara.”

“Mana mungkin seorang pria lajang bisa mengurus dirinya sendiri? Kau membutuhkan seorang wanita untuk mendampingimu, merawatmu dan memberikan kasih sayang untukmu, Nic sayang … calon suamiku yang tampan …” Tamara mengatakannya dengan penuh percaya diri.

Sementara Tamara mengoceh, Linda sekuat tenaga menahan tawa sedang Nic menahan mual. Sudah lebih dari dua tahun Tamara meniti karir sebagai seorang penyanyi di Hongkong. Meski banyak orang menuding kalau dia membangun karir dengan mengandalkan koneksi ayahnya, tapi tak satupun dapat mengelak keindahan suara Tamara Chan.

“Siapa rekan bisnis yang akan datang bersama ayahmu?” tanya Nic.

Dia tahu benar seperti apa Sonny Chan. Sekalipun anaknya begitu terobsesi pada dirinya, tapi bagi Sonny – bussines is bussines. Pria itu bisa mengundang siapa saja untuk melakukan kerjasama yang menguntungkan dirinya.

Sementara itu kalau Nic membuat Tamara menangis, maka Sonny tidak segan melakukan ancaman-ancaman yang dapat menghambat bisnis perusahaan Nic. Begitulah sedikit tidak enaknya menjadi pengusaha sukses di usia muda, terkadang masih suka dipandang sebelah mata oleh para senior.

“Aku dengar Mr. Kim dari Luxury Apparel akan datang,” bisik Tamara.

Nic menarik sudut bibirnya. Dia sudah menduganya, Mr, Kim pasti masih menyimpan dendam atas kekalahan Luxury Appareal dalam beauty contest saat menentukan perusahaan yang bekerja sama dengan Beijing real estate.

“Baiklah … jam berapa aku harus ke sana?” tanya Nic akhirnya. Membuat Tamara memekik kegirangan dengan suara nyaring.

“Aku tunggu jam empat sore di Royal Hotel. Kau harus membantuku memilihkan gaun untuk acara nanti.”

“Memilih gaun? Aku bukan assitenmu, nona muda!” protes Nic.

“Tapi pendapatmu penting sekali untukku, Nic. Apalagi ini acara yang sangat istimewa. Mau yaa …” Suara Tamara berubah memelas.

“Ya sudah, aku akan datang,” ujar Nic. Dia penasaran dengan pendekatan apalagi yang sedang dilakukan oleh Mr. Kim terhadap Mr. Sonny.

“Terima kasih, Nic sayang … kau memang yang terbaik. Bye …”

“Tunggu!” Nic berseru sebelum Tamara mengembalikan gagang telepon kepada Linda.

“Kenapa lagi, sayang?”

“Di mana toko pakaian dalam wanita yang bagus?” tanya Nic spontan. Dia tidak tahu lagi harus bertanya kepada siapa karena nampaknya Hanna belum juga membaca pesan darinya.

“Toko pakaian dalam wanita?!” jerit Tamara.

“Ssttt!! Bisa tidak sih kau bersikap biasa saja? Berisik sekali!”

“Maafkan aku … tapi – tapi buat apa kau bertanya tentang toko pakaian dalam wanita? Kau jangan membuat aku takut, Nic. Gossip itu tidak benar kan?”

“Gossip? Gossip apa?”

“Gossip kalau kau … kau penyuka sesama jenis?”

“Sialan! Tentu saja tidak. Begini …” Nic mendengus. Dia harus mencari alasan yang paling masuk akal untuk dikatakan kepada Tamara. “Begini … Hanna. Kau tahu kan, sahabatku yang satu itu sedikit –unik. Sebentar lagi dia ulang tahun dan meminta aku membelikan hadiah satu set pakaian dalam wanita yang termahal.”

“Hanna? Dia memintamu untuk …”

“Ssstt! Tidak usah tanya-tanya lagi, cepat katakan saja kepadaku, di mana tokonya.”

“Baiklah. Woman Secret, outletnya ada di Time Square.”

“Thanks, Tamara. Berdandanlah yang cantik nanti malam. See you …”

Tamara seketika membeku. Dia masih tidak percaya kalau Nic baru saja memberikan sebuah perhatian kepadanya. Dengan gagang telepon yang masih menempel di telinganya, dia berucap, “Linda, tadi dia berkata, berdandanlah yang cantik …” Pipinya bersemu merah.

Nic mengembalikan ponselnya ke atas nakas. Di ruang tengah, Moonlight duduk dengan tenang dan menunggunya dirinya. Kedua tangan gadis itu dirapatkan ke depan tubuhnya. Membuat belahan dada gadis itu terlihat semakin menonjol. Di sebelahnya terdapat selimut yang sudah terlipat rapi.

“Maaf membuatmu menunggu. Begini …” Nic mengalihkan tatapannya. Pemandangan indah di depannya, sangat membuat dirinya tidak tenang.

Kruuyuukkk!!

Moonlight memegang perutnya. Nic meringis melihat gerakan tangan gadis itu. Dia teringat pesan dari Hanna untuk memberi makan kucingnya di pagi dan malam hari. Karena sekarang sudah lebih dari pukul sepuluh siang, jadi wajar saja kalau gadis kucing itu kelaparan.

“Baiklah! Begini, aku akan pergi keluar rumah untuk membeli barang-barang kebutuhanmu. Kau tetap di sini dan tunggu aku pulang. Aku akan menghangatkan ikan untukmu dan menuangkan susu. Kau – diam saja. Okay?” Nic berkata sambil membuat gerakan-gerakan yang semoga saja bisa dimengerti oleh Moonlight.

Setelah berganti pakaian, Nic membawakan Moonlight sepiring ikan goreng dan segelas susu hangat. Moonlight mengendus wangi enak yang menggelitik lubang hidungnya. Dia mendekati piring ikan dan mencolek-coleknya tanpa mempedulikan Nic yang berpamitan.

Nic bergegas memacu kendaraannya ke pusat perbelanjaan yang disebutkan Tamara. Dia harus secepatnya mendapatkan pakaian yang lebih layak untuk Moonlight. Nic menemukan toko Woman-Secret yang dikatakan Tamara dengan cepat dan langsung masuk ke dalamnya.

“Selamat datang, Tuan … ada yang bisa kami bantu?” seorang pelayan wanita segera mendatangi Nic yang terlihat seperti orang salah masuk toko.

“Saya mencari satu set pakaian dalam wanita,” jawab Nic.

“Boleh saya tahu ukuran dada pacar anda?”

“Ukuran dada?”

“Iya, Tuan. Ukuran dada kami perlukan untuk menentukan pakaian dalam yang cocok dengan pacar anda.”

Nic terdiam, menyadari kebodohannya. Kenapa tadi dia tidak terpikirkan untuk sekalian bertanya kepada Tamara? Dia sama sekali tidak mengerti tentang pakaian dalam wanita. Ukuran dada? Nic memejamkan mata dengan dahi berkerut, terbayang kembali tubuh polos Moonlight yang tersorot sinar bulan purnama.

Astaga! Nic merasa wajahnya terbakar.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MQY" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MQY
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel FENGYING LIE
8.7
Kejadian tak terduga menimpa Fengying saat dirinya tiba-tiba diserang oleh dua pria misterius. Pukulan keras salah satu dari mereka membuatnya jatuh tersungkur hingga pergelangan tangannya terluka. Dengan penuh amarah, Fengying bangkit dan memaki pelaku yang menyerangnya. Namun, lawan justru memberikan ancaman mematikan. Mereka menuntut Fengying untuk segera menyerahkan pedang miliknya, atau nyawanya akan dihabisi di tempat itu juga tanpa ampun.
Sampul Novel Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku
8.9
Kehancuran menyelimuti hatiku saat mengetahui Alpha Damian, pasanganku, menyembunyikan keluarga rahasia. Pengkhianatannya berujung maut; putraku tewas karena ketakutan melihat aksi bejatnya. Tak cukup membunuh anakku, Damian dan ibunya menyiksaku, membuang abu putraku, lalu membiarkanku mati di tangan Rogue. Aku berhasil selamat dari maut, namun alih-alih membalas dendam, aku memilih sihir terlarang untuk menghapus seluruh memori menyakitkan tentangnya.
Sampul Novel Jadi Istri Kedua Sang Ceo
9.4
Dunia Lania Herbert hancur saat Fero, kekasihnya, tewas demi menyelamatkannya dari kecelakaan maut. Didera rasa bersalah yang mendalam, Lania mencoba mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri ke mobil. Namun, ia justru terbangun di dimensi baru yang mengerikan di mana monster muncul dari Dungeon. Di tengah kekacauan dunia modern yang luluh lantak ini, Lania harus bertahan hidup dalam peran baru yang tak terduga sebagai istri kedua dari seorang CEO tangguh.
Sampul Novel Jodohnya yang Tak Diinginkan, Sihirnya yang Terlarang
9.2
Lima tahun mendampingi Alpha Bram, aku hanya mendapat pengkhianatan. Saat insiden lampu gantung maut terjadi, Bram justru menjadikanku tameng demi melindungi selingkuhannya, Bella. Tubuhku hancur dan roh serigalaku lumpuh, namun Bram justru tega melakukan ritual pemutusan ikatan suci kami. Rasa sakit itu menghentikan jantungku tepat saat sebuah rahasia besar terungkap: aku sedang mengandung ahli warisnya. Kini, penyesalan Bram tak lagi berarti bagi nyawaku yang hilang.
Sampul Novel Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
9.7
Tiga tahun menjadi penyembuh kutukan Alpha Kaelan berakhir tragis. Meski menjanjikan komitmen, Kaelan justru memilih Lila dan mencampakkan aku tepat di hari ulang tahunku. Di bawah pengaruh licik Lila, Kaelan berubah menjadi penyiksa kejam yang tega menyakiti keluargaku demi fitnah. Saat ia mencoba memaksaku kembali, aku memilih memutus ikatan. Kini, aku berpaling ke kawanan lawan demi pasangan takdir sejatiku yang baru saja bangkit dari koma panjang.
Sampul Novel PANTHER & DEA
9.0
Panther, pembunuh bayaran yang menghabisi orang tuanya sejak kecil, jenuh dengan dunia gelap dan ingin pensiun. Namun, hartanya dikuras oleh mafia Edward Elmund. Demi uang tebusan, Panther menculik Natalia, putri Edward, tapi sang ayah menolak membayar. Di tengah pelarian, Sophie yang ia cintai justru berkhianat demi harta. Saat terpojok, muncul Dea, informan lama yang membantunya meraih kebebasan. Akankah Panther layak mendapatkan hidup normal setelah masa lalunya?