Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku

Misteri matinya teman-temanku

Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Oh jadi namanya aksara, aku hanya menatap dia naik turun dengan sinis. Kekesalanku belum berakhir, karena kedatanganya ketenanganku tergganggu.

" Nama mbak siapa? " Tanyanya sambil terus tanganya mengarah kepadaku.

" Minnie! " jawabku dengan ketus.

" Kaya tokoh kartun " ucapnya.

Aku malas mendengar kata-kata nya, apa lagi orang nya sangat tengil dan menyebalkan.

Aku tak lagi menghiraukan celotehannya, aku bangkit lalu berjalan kearah motor ku. Dan kemudian mengenakan helm kembali.

" Mbak, kok ninggalin saya sih? " Dia langsung bangkit dan menghampiriku.

" Saya mau pulang " ucapku.

" Saya anter ya, " tawarnya.

" Gak usah! " Jawabku ketus lagi.

" Tapi saya gak yakin mbak gak bakal lakuin hal yang kaya tadi, jadi tolong biarkan saya mengantar mbak " mohonnya.

" Anda begal ya? " Tunjuk ku padanya.

" Hah?!, Begal? B,,bukan mbak " elaknya.

" Lah terus ngapain anda ngikutin saya coba? " Kesalku.

" Saya hanya ingin memastikan saja jika mbak pulang kerumah, itu saja " jelasnya.

" Gila, " umpatku.

" Mas, saya tegaskan sekali lagi saya gak berniat bunuh diri, jadi tolong jangan mengikuti saya lagi! " Tegasku.

" Oke, baiklah mbak. Maaf " ucapnya lalu membiarkan aku pergi.

Dengan tenang aku menjalankan motorku sampai tiba kerumah.

" Minnie!, Ini sudah yang kesekian kalinya kamu melukai adik kamu!, " Ucap ayahku sambil menyeret tubuhku keluar menuju halaman belakang.

" Ayah!, Aku gak lakuin itu! " Bantahku.

" Nesya datang kemari mengantarkan Cahaya dan dia dan satu kelas kamu melihatnya, apa kau ingin membohongi ayah!."

" Plak " satu tamparan keras mendarat di pipiku.

" Ayah tidak pernah mengajarkan kamu untuk menindas orang lain, Dominnieqha Pramaditha!!" Teriak ayahku memekakan telingaku.

" Ayah hentikan yah, kasihan kak Minnie " Cahaya dengan wajah sok polosnya berpura-pura menahan ayah.

" Serigala berbulu domba! " Ucapku dalam hati.

" Plak, " satu kali lagi ayah menamparku, membuat pipi ini terasa panas dan perih.

" Sakit yah!, Belum puas ayah siksa aku dari semenjak kehadiran Cahaya, yah?!, Bunuh saja aku sekarang juga! " Teriakku.

Aku sudah benar-benar lelah dengan semua ini. Aku sangat lelah harus setiap hari menjalani hidup yang penuh siksaan dan tekanan batin sepeti ini.

" Oh jadi kau ingin mati ya!! " Ayah yang semula berhenti menariku, kini dia kembali melanjutkannya, aku berusaha melepaskan diriku, namun tenaga ayah sangat kuat.

Byurr....

Tubuhku di lemparkan oleh Aya ke kolam renang yang dalam, ayah tahu aku tak bisa berenang, tapi mengapa dia begitu tega melakukan itu...

" Ayah!!, Kakak!!, Ayah tolong kakak " Teriak Cahaya.

Aku mencoba sekuat tenaga agar tidak tenggelam, namun ini sangat sulit dari kecil aku sangat takut dengan air yang dalam karena pernah tenggelam di kolam ini, hingga akhirnya aku enggan belajar berenang karena selalu di hantui oleh rasa takut tenggelam lagi.

" A,,ayah,,uhuk,,uhuk,t,,tolong "ucapku dengan terbatuk-batuk.

" Cahaya mau kemana kamu, biarkan dia mati sekalian! " Terdengar suara ayah membentak Cahaya.

" Tapi, yah. "

" Masuk sekarang juga! " Bentak ayah lagi.

Aku benar-benar tak sanggup lagi, aku sudah berusaha agar mendekat ke kolam yang lebih rendah tapi sialnya aku tak bisa menjangkau kolam yang luas ini.

" Byurrr,,, " seseorang melompat ke kolam.

" Apakah itu ayah? " Pikirku.

Tangan ku terus berusaha mendayung agar tak tenggelam dan tiba-tiba.

Grep....

Seseorang memeluk pinggangku lalu menariku ketepian.

" Uhuk,,uhuk,,uhuk " aku terbatuk-batuk karena air yang masuk kedalam mulut dan hidungku.

" Kamu tidak apa-apa, mbak?. "

" Suara orang yang tadi aku temui! " Ucap dalam hati, dengan cepat aku berbalik dan melihat kebelakang.

" Kamu?! " Tunjuku.

" Sudah, ayo naik dulu, " dia membantuku agar naik dari dalam kolam.

" Kok bisa? " Heranku.

" Hehehe, maaf mbak aku mengikuti mu " ucapnya sambil menggaruk-garuk kepala.

" Terima kasih " aku langsung memeluknya tanpa aba-aba. Ku rasakan tubuhnya menegang, mungkin Karana kaget dengan apa yang ku lakukan ini.

" Mm,,mbak. Lepaskan benda kenyal mbak menyentuh dada ku, itu membuat aku merasa aneh " ucapnya, sontak saja aku langsung melepaskan pelukanku dan kemudian menutupi dadaku dengan tanganku.

" Mesum! " Bentakku.

" Hah?, Kok mesum sih mbak?, Aku kan hanya berkata jujur, itu saja " wajah polosnya membuatku semakin malu.

" Mbak, adakah baju aku kedinginan " ucapnya.

" Ba,,baju?, Ya sudah kamu tunggu disini aku ambil dulu baju buat kamu " ucapku.

" Mbak gantilah dulu pakianya mbak, itu sangat jelas jika basah " ucapnya sambil tertunduk.

" Astaga!!! " Teriakku lalu aku berlari meninggalkanya.

Aku benar-benar tidak sadar jika hari ini aku mengenakan kemeja berwarna putih yang otomatis jika basah memperlihatkan seluruh lekuk tubuhku.

Aku terus berlari, tak kupedulikan ayah dan tente Melinda yang sedang kebingungan.

Pasti meraka memikirkan mengapa aku masih bisa keluar dari kolam.

Aku dengan cepat membersihkan tubuhku lalu mengganti pakaianku dan kembali berlari keluar menghampiri Aksara yang sudah menungguku.

Untung saja Valen sering mandi di rumahku jadi dia meninggalkan bajunya disini.

" Ini, cepat ganti pakaianmu, lalu pulang " ucapku .

" Terima kasih, mbak " ucapnya.

" Disana saja kamu ganti pakaian " ku tunjuk ke arah belakang yang memang disana tempatnya tertutup.

Aku tak bisaembiarkan dia lama disini, jika ku biarkan kasihan dia takutnya ayah malah memarahinya.

Setelah selesai dia kembali dengan kaos putih dan celana training milik Valen.

Aku tertegun melihat laki-laki yang baru ku kenal beberapa jam lalu ini.

Dia ternyata sangat tampan, jauh jika di bandingkan dengan Valen yang keturunan bule.

Wajahnya sangat tampan hidungnya mancung dan bibir yang tipis dan berwarna merah.

Dia putih, beralis tebal dan rahangnya tegas sungguh terlihat seperti tokoh di sebuah novel romantis.

Mungkin tadi aku melihatnya culun karena dia menggunakan kacamata dan poni rambutnya di kedepankan

Sedangkan sekarang dia melepaskan kacamatanya dan rambutnya yang disisir kebelakang membuat dia tampak sangat berkarisma.

" Mbak? " Panggilnya.

" Panggil aja Minnie, gak usah pake mbak " jawabku.

" Ya udah " jawabnya.

" Boleh bagi kontak WA-nya? " Tanyanya lagi.

" Boleh, tapi setelah ini kamu harus pulang ya, takut ketahuan ayah " jelasku.

Dia pun mengaguk mengerti.

Kemudian aku memberikan nomor ponsel ku dan dia pun menuruti perkataan ku untuk meninggalkan rumah ini.

Hari ini di kampus rasanya begitu tenang karena Cahaya tidak masuk, entah kenapa dia tidak masuk, padahal dia sehat-sehat saja tapi aku tak peduli toh bukan urusanku juga.

Ku tengok kanan kiri Valen juga tak ada, tapi dia sama sekali tak mengabari ku. Mengabari?, Astaga aku lupa aku bahkan tak pernah di anggap ada olehnya.

" Wah,,, gak nyangka banget ternyata selama ini mereka pacaran, ya " jam istirahat tiba dan ku dengar anak-anak antusias membicarakan tentang lamaran.

" Siapa yang lamaran,, ya? " Pikirku.

" Emang bener-benar tega ya si Minnie, adiknya lamaran dia sama sekali gak hadirin, kelihatan banget gak sukanya si Minnie sama Cahaya " terdengar gumaman seseorang di belakangku yang sontak membuatku langsung berbalik menatap Meraka.

" Apa lu bilang? " Tanya ku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
8.1
Jacob Carson Indrajaya adalah dokter forensik berdarah Australia-Indonesia yang tampan. Suatu malam di RS Dr. Sarjito, sesosok mayat korban pembunuhan mendadak hidup kembali tanpa ingatan. Jacob menamainya Jane dan membawanya pulang hingga mereka terlibat hubungan intim. Siapakah jati diri Jane yang sebenarnya? Mengapa ada pihak yang ingin menghabisi nyawanya? Ikuti misteri cinta Jacob demi mengungkap teka-teki gelap di balik sosok Jane yang penuh rahasia.
Sampul Novel KAHINA
8.1
Tahun 1982, Laksmi menemukan kenyataan pahit saat putrinya, Kahina, tewas mengenaskan di tangan wanita tua gila. Tragedi ini menjadi kunci pembuka rahasia kelam keluarga Laksmi yang terkubur sejak era kolonial. Melalui perjalanan raga sukma ke tahun 1881, terungkap keterlibatan leluhurnya dengan sekte pemuja setan dan konspirasi Logi Persahabatan. Dari zaman VOC hingga pandemi 2021, jaringan kriminal ini terus bergerak dalam bayang-bayang sejarah Indonesia yang penuh darah.
Sampul Novel Masa lalu Marni (Wewe gombel)
9.7
Marni hidup menderita akibat dosa masa lalu dan kebencian ibu tirinya yang memicu fitnah kejam dari tetangga. Meski sempat menikah dengan Ari, ia tetap dikucilkan hingga akhirnya diceraikan karena tak kunjung memiliki anak. Penderitaan Marni memuncak saat ia menjadi gila akibat pelecehan warga sebelum akhirnya tewas dibunuh secara brutal. Kini, arwahnya yang penuh dendam menghantui, menyisakan misteri apakah ia bisa beristirahat dengan tenang.
Sampul Novel Misteri nyai Ratu Blorong
8.8
Legenda pesugihan dari laut selatan Jawa sering kali dianggap sekadar dongeng tidur. Namun, sosok Nyi Ratu Blorong sang siluman ular sebenarnya nyata dan melampaui mitos mistis belaka. Meski tak kasat mata, entitas simbol kekayaan ini tetap setia mendampingi para sekutunya hingga saat ini. Di tengah kehidupan masyarakat milenial yang modern, eksistensi gaibnya masih bertahan kuat tanpa sepenuhnya disadari oleh manusia yang hidup berdampingan dengannya.
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun usai kematian tragis Jernih Suminar, sang putri yang bernama Lintang Prameswari mencari dalang ruwat sakti demi menuntut balas. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra yang awet muda adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra telah menumbalkan jiwanya demi kekuasaan hingga menelantarkan Lintang. Kini, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya yang keji sembari dibantu sosok misterius bernama Wage di tengah intrik klenik dan mitos.
Sampul Novel Pria yang Menguntitku
9.1
Seorang wanita menyadari bahwa rumahnya telah disusupi. Seorang pria misterius kerap berbaring di ranjangnya dan meninggalkan jejak di pakaiannya. Melalui kamera tersembunyi di mata boneka, pria itu terus mengawasinya. Namun, alih-alih melarikan diri, ia justru sengaja beraksi intim di depan boneka tersebut. Saat sang pengamat mengira korbannya gemetar ketakutan di sudut ruangan, ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan. Wanita itu telah lama menantikan kehadirannya.