
Misi pangeran mermaid
Bab 3
Bab 5
Malam harinya Tirta dan kakaknya Natasya diperintah oleh raja Erik ayah mereka untuk pergi ke kerajaan laut karena ayahnya mendapat sebuah petunjuk terang tentang seorang gadis yang bisa berbicara dengan semu binatang hidup juga ratu Erika kangen dengan kedua anaknya itu.
" Tirta sudah siap belum" teriak Natasya sambil mengetok-ngetok pintu kamar milik adiknya.
" Iya sebentar" jawab Tirta dari dalam sambil sedikit berteriak.
Setelah mereka berdua siap Tirta segera mengeluarkan mobil untuk mereka kendarai menuju pantai laut agar orang-orang tidak curiga.
" Mau kemana Nas, Tirta?" sapa Bayu teman sekali gus tetangga Natasya dan Tirta.. teman satu kelas Natasya juga.
" Mau kepantai Bay" jawabnya dengan senyum.
'Tin, Tin! suara tlakson mobil yang keluar dari bagasi tanda Tirta menyuruh kakaknya untuk masuk
" Gue dulan ya Bay" pamait Natasya pada Bayu
" Oke hati-hati dijalan janggan pulang malam-malam bilang sama adik kamu" ucap Bayu mengingatkan sebagai tetangga yang baik.
" Siap" jawabnya sambil masuk kemobil
"Bang Bayu kami pergi dulu ya titip rumah" ucap Tirta
"Tenag aja rumah kalian gak bakal ilang kok" canda Bayu dan setelahnya mobil berlalu pergi.
Bayu sendiri sudah tau jika Tirta adik Natasya. Natasya bercerita dengan Bayu bahwa Tirta barus pulang dari luar negri sedangkan kedua orang taunya tinggal diluar negeri tentu Natasya berbohong pada Bayu tidak mungkin dia bercerita yang sebenarnya sedangkan Natasya sendiri sudah 5 bulan menempati rumah minimalis itu sebelum kedatangan Tirta dia membeli rumah itu denga uangnya sendiri. setahu Bayu
Diperjalan menuju laut mobil Tirta berhenti tepat saat lampu merah dan mobil itu berpas-pasan dengan mobil Enjel
" Bell orang yang ada didalam mobil itu Tirta sama kak Natasya kan? " ucap Enjel yang sedari tadi kepalanya bergerak kesana kemari sampai dia sadar jika disebelahnya mobilnya mobil milik Tirta.
"Mana" ucap Bella.
Tapi Bella tetap mengarahkan kepalanya kearah sampingnya bersamaan dengan itu Tirta sedang tersenyum manis padanya belum sempat Bella berbicara pada Tirta mobil yang dikendarai Tirta sudah kembali berjalan terlebih dahulu karena lampu merah sudah digantikan dengan lampu hijau.
"Aduh meleleh gue" ucap Enjel yang menyaksikan senyum mansi Tirta tadi sambil dia juga melajukan mobilnya. Sedangkan Bella sudah deg, deg tidak karuan jantungnya berpacu lebih cepat dari biasannya
" Kayaknya Tirta suka sama loe deh Bell" ucap Enjel penuh percaya diri untuk memulai topik obrolan mereka.
" Apa sih gak mungkin kita aja barus ketemu tiga kali itu juga secara tidak senghaja " jawab Bella tidak membenarkan ucapan Enjel barusan.
"Udah lah kalu lu gak percaya apa janggan-janggan lu juga suka sama Tirta?" Tuduh Enjel
" Gak" ucap Bella penuh penekanan
" Tapi tatapan mata lu, bicara sebaliknya" Enjel tertawa renyah.
"Seorang Bella Cahaya Akhira merasakan cinta" Enjel senag karena sahabatanya ini tidak pernah dekat dengan laki-laki mana pun tapi sekarang keberadaan Tirta sepertinya akan merubah Bella.
"Gak lah lu kagak liat tadi dia sama senior Natasya mungkin mereka pacaran" jawab Bella
"Mungkin mereka kakak beradik" jawab Enjel tidak mau kalah
"Mana mungkin mereka gak mirip sama sekali" Ucap Bella
karena memang Natasya dan Tirta tidak mirip
"Gak semua kakak beradik itu mirip kan?" jawab Enjel akhirnya dia tau sahabatnya yang satu ini belum bisa mengerti perasaannya sendiri. Setelah sampai di laut Tirta menepikan mobilnya sedikit jauh dari arean pantai karena dia tidak mau ada orang yang curiga terhadap dia dan kakaknya. Setelah memarkir kan mobil Tirta dan Natasya beriringan berjalan menuju pingir pantai keduanya meyakin kan situasi jika tidak ada orang yang mencurigai mereka berdua sudah merasa amna mereka segera menyelam kedasar laut. Mereka bisa melihat kekacauan yang terjadi didasar laut masih sama seperti sebelum mereka pergi ke daratan. Tirta dan Natasya menuju kerajaan menggunakan jalan rahasia yang langsung terhubung dengan ruang rahasia yang berada didalam kamar raja Erik dan ratu Erika hal ini dilakukan karena raja Erik tidak ingin mengambil resiko yang berat. Jika saja ada orang diluar mau pun didalam istana tau pasti mereka akan curiga. Karena yang mengetahui keberadaan Tirta hanya lah ratu Erika, raja Erik dan kakaknya Natasya.
Sesamapinya mereka beruda di ruang rahasia merka sudah ditunggu oleh raja Erik dan ratu Erika disana.
" duduk lah putri dan putra ku" ucap Raja Erik setelah keduanya memberikan hormat.
"Ada sesuatu yang harus ayah tunjukan pada kalian tapi hal ini tidak bisa melewati tali sipati, makanya kalian ayah panggil untuk langsung datang kesini" Jelas raja Erik dan ketiga orang disana hanya menyimak apa yang disampaikan raja Erik.
"Coba kalian perhatikan tulisan dalam kertas ini" Titah raja Erik pada kedua anaknya
" Apa kalian bisa memechkan apa arti dari tulisan itu karena tulisan itu merupakan sebuh petunjuk arah ayah dan bunda sudah berusaha memecahkannya tapi tidak bisa" jelas ratu Erika kali ini.
Tirta dan Natasya memerhatikan tulisan yang ada didalam kertas tersebut dengan saksama.
"(Keluarga Alam)" ucap Tirta setalah bisa menebak tulisan yang ada didalam kertas tersebut.
" Maksud dari Keluarga Alam apa?" Natasya bertanya pada dirinya sendiri sambil berpikir keras kini keempat keluarga raja tersebut sedang memecahkan teka teki dalam kertas itu.
"Keluarga Alam maksud dari tulisan ini adalah gadis yang mempunyai keahlian bisa berbicara dengan binantang mempunyai latar belakang Alam kemungkinan besarnya nama belakang gadis ini alam dan dia bisa berbicara dengan binatang karena warisan dari nenek moyang diberikan pada generasi 20" jelas Tirta pada ketiganya. Raja Erik, Ratu Erika dan Natasya sangat kagum dengan keahlian Tirta.
" Adek gue emang gak ada duanya" puji Natasya bangga
"Kalau begitu petunjuk sudah ditemukan tinggal kita mencari siapa gadis itu dan siapa gadis yang memiliki tanda bulan ditangannya" ucap raja Erik..
"Sebelum kalian kembali makan lah dulu dan beristirahat disini besok sebelum matahari terbit kalian bisa pulang karena kalian juga harus sekolah" jelas raja Erik pada kedua anaknya
" Baik ayah handa raja" jawab keduanya kompak
~~~
" Kucingnya imut banget ya Jel" ucap Bella sambil mengendok kucinya yang berwarna loreng itu, yang memang sangat indah.
" Sebentar Bell coba gue liat" ujar Enjel dan Bella pun memberikan hewan lucu itu pada Enjel karena dia tau apa yang akan dilakukan oleh sahabatnya.
" Hai meong kamu begitu indah tapi kok gak punya pemilik?" Enjel bertanya pada kucing tersebut.
" Iya aku dibuang sama majikan ku, aku mau ikut kakak itu" ucap kucing tersebut sambil melihat Bella dengan mata yang indah.
"Baik lah sekarang kakak itu akan jadi teman kamu bukan majikan" jawab Enjel
Kucing tersebut yang mendengar penuturan Enjel begitu bahagia
" Kenapa dia Jel?"
" Dia dibuang oleh majikannya terus dia bilang mau ikut kamu " Enjel memberi tahu apa yang kucing loreng itu inginkan pada Bella.
" Denga senang hati" jawab Bella antusias sambil mengambil alih kembali kucing yang berada di gendongan Enjel.
" Udah yok kita pulang udah jam 9 nanti kamu dimarahin tante lagi" ajak Enjel dan keduanya berlalu pergi dari taman menuju parkiran mobil.
******
"Ayah tunggu Tirta amau tanya apa ikatan gadis yang memiliki tanda bulan ditangan kanannya dengan gadis yang bisa berbicara dengan binatang itu?"tirta penasaran dengan hal ini.
" Entah lah tapi yang ayah baca dari surat yang ditulis oleh nenek moyang mu disana dijelaskan bahwa setiap binatang yang bertemu dengan gadis itu akan selalu terpikat padanya" jelas raja Erik pada putranya lalu Tirta menganguk paham.
" Istirahat lah besok kamu dan kakak mu pagi-pagi sekali akan keluar dari dasar laut ini" Titah raja Erik pada Tirta, Tirta pun langsung menujuk kamarnya yang terletak di dalam ruang rahasia begitu juga kamar milik kakaknya Natasya....
Anda Mungkin Juga Suka





