Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misi; Mengandung Benih Tuan Vince

Misi; Mengandung Benih Tuan Vince

Qiara Selena Odelia mendambakan pernikahan tulus yang dipenuhi kebahagiaan. Namun, ia justru terikat kontrak dengan Vincenzo Nick Emyr, pria dingin yang menutup pintu hatinya akibat luka masa lalu dari cinta pertama. Berawal dari sebuah misi rahasia, keduanya terjebak dalam komitmen formal yang mereka sepakati bersama. Di tengah kepahitan dan trauma Vince, mampukah hubungan sandiwara ini berubah menjadi cinta sejati yang nyata bagi mereka berdua?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Garis dua, positif. A-aku hamil!?” Antara bahagia ataupun sedih, Qiara sendiri tak mengetahui dengan pasti apa yang sedang dirasakan olehnya saat ini. 

Vince sang suami yang lagi duduk memikirkan sesuatu di atas sofa kamar utama mereka bergegas membuka gagang pintu kamar mandi karena kaget mendengar suara keras dari Qiara isterinya. 

“Kamu kenapa?” Tanya Vince dengan wajah yang terlihat begitu khawatir. 

Tak menjawab soalan yang ditanyakan oleh Vince, Qiara langsung menyodorkan testpack kehamilan yang berada di tangannya ke tangan Vince. Air mata tak hentinya keluar dari kedua belah matanya yang cantik setelah melihat hasil yang begitu ia takutkan selama ini. 

Ternyata inilah alasan kenapa dirinya merasa seperti ada yang aneh dengan tubuh badannya selama beberapa bulan ini, ditambah lagi dengan perubahan perut nya yang semakin membesar semakin hari. Akhirnya tepat setelah misinya dan Vince sang suami telah usai dengan sempurna, Qiara memberanikan dirinya untuk memastikan kekhawatirannya dengan menggunakan testpack kehamilan terlebih dahulu. 

“Ini apa ya? Kok ada garis dua yang terpampang di sini?” 

“Serius deh, pengen sekali rasanya aku memukul kamu sekarang Vince! Masa ini aja kamu ga tau! Ini testpack kehamilan,TESTPACK KEHAMILAN Vince dan hasilnya positif yang berarti aku sedang hamil!” Qiara menatap tajam pria yang sedang memandang dirinya itu.

“Jangan bercanda dong Qiara. Kamu lagi ngeprank ya saking happy nya misi kita sudah berjaya dalam kurun waktu yang hanya sebentar dari yang kita rencanakan sebelumnya.” Vince memilih untuk tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Qiara. 

“Terserah kamu mau percaya atau nggak, aku juga ga butuh kamu kok untuk ada dalam kehidupan kami di kemudian hari nanti! So, kamu tahukan apa yang harus kamu lakukan pada saat ini. Segera ceraikan aku, misi kita juga sudah selesai kan.” 

Qiara langsung keluar dari kamar mandi usai berkata apa yang ada di dalam hatinya. Vince terdiam untuk sesaat setelah mendengar lontaran kata-kata yang begitu pedas dari mulut isterinya. Walaupun memang kenyataannya pernikahan mereka hanyalah sebatas pernikahan kontrak yang sudah tertulis di surat perjanjian yang sudah ditandatangani oleh mereka berdua dan hanya diketahui oleh orang kepercayaan masing-masing. 

Setelah beberapa saat berdiam diri, Vince keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke arah Qiara yang sedang membereskan pakaiannya untuk diletak di dalam bagasi. Vince memegang tangan istrinya dengan lembut. Mencoba membuang egonya untuk seketika. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya untuk sang istri. Vince butuh kepastian soal kehamilan Qiara.

“Aku minta maaf Qiara. Jadi kamu beneran hamil ya! Aku nggak tau kalau perbuatan ku, ya walau dalam keadaan kurang sadar sih waktu itu telah menghamilkan kamu. Aku sudah memikirkan apa yang harus aku lakukan tentang kehamilan kamu.” 

“Vince, kalau kamu berniat menyuruh aku menggugurkan kandungan ini. Maaf aku nggak akan mau!” Qiara melepaskan genggaman tangan Vince dengan kasar. 

“Aku nggak akan menceraikan kamu Qiara, aku akan bertanggungjawab atas apa yang telah aku lakukan!”

Satu kata yang membuatkan Qiara langsung memandang wajah Vince. Dia tidak menyangka Vince akan mengatakan hal yang membuat bulu kuduknya berdiri. Tak disangka sang suami yang senantiasa dingin kepada dirinya selama 4 bulan pernikahan mereka kini hendak meneruskan lagi pernikahan hanya semata karena dirinya lagi hamil. 

“Maaf, aku tetap dengan keputusanku yang ingin bercerai! Aku hamil juga bukan sepenuhnya kesalahan kamu kok. Kita sama-sama tidak sadar karena lagi mabuk waktu itu. Salah aku juga jadi wanita yang tidak becus menjaga kehormatannya sendiri.” 

Qiara mengatakannya sambil tersenyum memandang wajah Vince, walau hatinya menjerit perih mengenangkan nasib dirinya setelah ini. Keputusannya sudah bulat ingin bercerai dengan Vince. Qiara tidak ingin merasakan derita seumur hidupnya jika harus tetap bertahan di alam pernikahan hanya semata demi anaknya. Dia bisa menciptakan bahagia bersama anaknya dengan caranya sendiri nanti, begitulah yang ada di dalam pikiran Qiara. 

Deg! 

Entah mengapa Vince merasa hatinya begitu perih ketika mendengarkan kata-kata Qiara. Memang waktu itu dia pernah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak jatuh cinta lagi kepada wanita manapun. Sakitnya perasaan setelah dikhianati dan dibohongi oleh cinta pertamanya membuatkan dia merasa jera untuk jatuh cinta kembali. Baginya wanita semua sama. Semenjak saat itu dia tidak pernah percaya akan adanya cinta sejati seperti yang selalu dikatakan oleh Qiara. 

“Aku nggak mampu dan gak bisa merangkai kata-kata yang romantis. Hanya satu pintaku, izinkan aku untuk menjaga kamu dan anak kita. Aku mungkin belum mampu untuk mencintai kamu dan mungkin untuk selamanya aku nggak akan mampu untuk mencinta–”

“Aku udah tau kok. Jangan khawatir tentang anak ini. Kedepannya kalau kamu mau nemuin dia juga aku bakal kasih. Kamu tau kan aku sering bilang bahwa aku gak akan pernah mampu untuk bertahan dalam pernikahan yang tiada seri dan artinya. Jadi aku mohon, ceraikan aku secepatnya.” 

“Maaf, untuk kali ini aku menolak untuk menceraikanmu. Aku juga rela membagi setengah dari hartaku untuk kamu akibat sudah melanggar perjanjian yang sudah tertulis di pernikahan kontrak kita.” 

“Susah ya ngomong sama lelaki dingin tak punya perasaan kayak kamu! Vince, aku tau kamu merasa kecewa berat setelah dikhianati oleh kekasihmu. Di sini bukan hanya kamu kok yang merasa kecewa dan terluka. Situasi kita itu sama! Tapi aku nggak pernah memukul rata semua lelaki itu sama kayak yang kamu pikir. Ingat ya Vince, nggak semua wanita itu jahat!” 

Muka Qiara yang putih hampir kemerahan menahan amarah yang ia rasakan. Nafasnya juga turun naik setelah mengeluarkan kata-kata emas untuk suaminya yang tidak berperasaan itu. Sumpah demi apapun itu, Qiara merasa bersalah kepada dirinya sendiri karena telah berani membuat keputusan hanya demi kepuasan sesaat. 

“Tolong keluar dan jangan dekati aku dulu. Aku butuh waktu untuk menenangkan diri dan memikirkan apa yang harus aku lakukan setelah ini,” Perintah Qiara kepada vince dengan wajah yang menunduk. 

Dengan terpaksa Vince menuruti kemahuan Qiara. Perlahan-lahan dia melangkahkan kakinya berlalu pergi dari kamar dan berharap Qiara mau mengikuti keinginannya. Vince tak mau suatu hari nanti anaknya merasa kekurangan kasih sayang dari seseorang yang bergelar ayah di dalam hidupnya.

Setelah bayangan Vince sudah tak kelihatan lagi, Qiara mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang. Kalau Vince nekat tidak ingin menceraikan dirinya, dia juga bertekad akan melakukan apa yang ia inginkan. Cukup sudah kesalahan yang ia buat beberapa bulan yang lalu, mempermainkan pernikahan yang begitu sakral. Kini sudah saatnya ia ingin menebus kesalahannya.

“Kamu mau kemana dengan membawa bagasi? Apa aku ada mengizinkan kamu untuk pergi dari rumah ini?” Tanya Vince setelah melihat Qiara yang sepertinya sudah bersiap-siap untuk pergi. 

“Emang kalau orang yang bawa bagasi itu selalu dipikir ingin pergi ya?” Dengan wajah yang polos Qiara kembali menanyakan soalan untuk suaminya itu.

“Bisa nggak jangan bercanda mulu Qiara, aku lagi serius! Kamu mau kemana? Pokoknya kamu nggak boleh pergi dari rumah ini.” 

“Haha, kamu demam nih kayak nya. Makan ubat sana kalau sakit! Bukan nya ini saat yang kamu tunggu-tunggu selama ini? Ingin pisah sama aku. Lagian misi kita juga udah selesai toh. Kamu nggak berhak buat nahan aku untuk tetap di sini!” 

“Baiklah, aku dengan rendah hati meminta maaf atas perbuatan dan perkataan yang mungkin telah menyakiti hati kamu selama ini. Please, jangan pergi!” 

Vince berlutut di hadapan Qiara sambil membelai perut Qiara yang sudah berisi seorang nyawa dan itu ialah darah daging nya sendiri. Qiara sampai dibuat kaget akan Vince yang secara mendadak perilakunya berubah tak seperti biasanya. 

Jujur saja perilaku Vince yang seperti ini membuat hati Qiara merasa seperti ada yang aneh. Qiara pernah mencoba untuk membuka pintu hatinya untuk Vince. Tapi mengingat perlakuan suami di atas kertas nya selama ini membuat dirinya tak ingin berharap lebih. 

“Hufft, bangun lah Vince. Jangan seperti ini, aku jadi gak enak. Iya aku nggak akan pergi kok. Ini aku hanya ingin pergi menenangkan pikiran dengan membagi barang-barang ini kepada mereka yang memerlukan. Percaya saja sama aku, aku akan kembali lagi ke sini setelah merasa tenang.” Qiara tersenyum sambil membelai rambut Vince dengan perlahan. Tidak lupa juga ia memeluk suaminya dengan erat setelah Vince kembali berdiri. 

Entah mengapa Vince merasakan ini kali terakhir dirinya akan melihat Qiara. Sambil memaksakan senyum buat Qiara, dia akhirnya mengijinkan jua istri nya untuk pergi seorang diri dengan harapan Qiara akan kembali lagi ke sisi nya setelah urusan Qiara selesai.

Qiara melambaikan tangan kepada suaminya, setelah itu Qiara benar-benar sudah pergi jauh dan menghilang dari pandangan mata Vince. "Maafkan aku Vince! Mungkin ini jalan yang terbaik diantara kita berdua.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Lady Killer
9.8
Daniel Millard adalah CEO Millard Corporation yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan hingga kuasa. Ia dijuluki Lady Killer karena kemampuannya menaklukkan wanita mana pun. Namun, pertemuannya dengan Anya mengubah segalanya. Sifat asli Daniel yang terpendam mendadak bangkit saat ia menyadari Anya adalah bagian dari masa lalunya yang kelam. Daniel pun bersumpah takkan melepaskan Anya kepada siapa pun, karena baginya Anya jauh berbeda dari wanita lain.
Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss
9.0
Terjebak dalam tawaran tak terduga, seorang wanita mempertanyakan alasan bosnya memilih dirinya. Tanpa ada rasa cinta, pria berkuasa itu dengan dingin menyatakan bahwa dia hanya menginginkan kepuasan fisik semata. Meski dikelilingi banyak wanita, sang bos hanya tertarik pada tubuhnya untuk memuaskan hasrat pribadinya. Kini, dia harus menghadapi kenyataan pahit menjadi pemuas keinginan sang miliarder dalam hubungan tanpa status yang sangat murni transaksional.
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana berubah drastis saat sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria itu merasa Ana adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuknya, bahkan hanya masakan Ana yang bisa diterima oleh perutnya. Di tengah kesibukan Bella, dia justru memilih Ana untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun, Ana merasa bimbang karena dirinya masih berstatus sebagai siswi sekolah. Akankah Ana menerima pinangan pria kaya tersebut demi masa depannya yang penuh tanda tanya?
Sampul Novel Diculik Untuk Menjadi Ibu
9.2
Alina Daryanov adalah wanita karier ambisius yang hidup tanpa cinta. Usai kecelakaan tragis saat badai, ia terbangun di samping Ivan Vasiliev, konglomerat yang menjadikannya istri kedua. Alina ternyata diculik untuk menjadi ibu pengganti bagi pasangan kaya yang putus asa. Kini ia terjebak dalam pernikahan kontrak yang penuh manipulasi dan rahasia gelap. Alina harus memilih: tunduk pada tekanan hidup baru atau berjuang melawan permainan besar demi kebebasannya.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia adalah Wedding Organizer sukses yang nasib cintanya berakhir tragis. Tepat semalam sebelum menikah, ia memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya sendiri. Hancur karena dihina, Sefia yang kalap menawarkan dirinya kepada pria asing di dalam lift. Namun, candaan itu berujung petaka saat pria setinggi 180 cm tersebut benar-benar membawanya ke ranjang. Kini Sefia terjebak dalam konsekuensi satu malam yang mengancam masa depannya tepat di hari pernikahan.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?