Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misi Cinta: Dendam Mantan Istri

Misi Cinta: Dendam Mantan Istri

Terence harus menikahi Julia setelah sebuah insiden tak terduga menghancurkan pertunangannya dengan Jean. Meski berstatus suami istri, Terence membenci Julia dan menolak menyentuhnya selama tiga tahun. Saat Jean kembali ke tanah air, Terence langsung menceraikan Julia tanpa memedulikan perasaannya. Merasa dikhianati oleh saudara kandung dan pria yang ia cintai, Julia kini bangkit dengan dendam membara untuk membalas rasa sakit hatinya kepada mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi Julia Gandhi. Agen Julia, Consuela Sakhi, memberi tahu sebuah berita baik kepada Julia, malam ini dia akan memenangkan penghargaan pendatang baru terbaik 2022!

Julia sudah tidak sabar untuk memberitahu berita ini ke Terence Cataka.

Namun, pria itu menolak panggilan video Julia. Julia meneleponnya beberapa kali dengan sabar. Pada panggilan kelima, Terence akhirnya mengangkat panggilannya. "Ada apa?"

Suara dinginnya membuat Julia hampir lupa apa yang ingin dia katakan.

"Kamu di mana?" Tepat saat panggilan video terhubung, Julia menyadari ada yang tidak beres. Dekorasi di belakang Terence terlihat seperti hotel cinta yang paling terkenal di kota H, yakni Double Q.

Tempat ini terkenal bagi orang-orang yang ingin berkencan semalam. Karena sering terjadi perzinahan di sini, hotel ini punya julukan tersendiri: Pusat Perzinahan!

Secara kebetulan, film yang dibintangi oleh Julia baru saja dibuat di hotel Double Q, jadi dia sangat akrab dengan tempat itu.

Julia memegang teleponnya dengan sangat erat, sampai-sampai pembuluh darahnya terlihat hampir meledak.

Julia berusaha menahan diri, bertanya dengan tersenyum. "Tuan Cataka, apakah kamu akan berbisnis di hotel cinta? Aku merasa cukup terkesan."

Terence hanya terdiam dan langsung menutup panggilan video itu.

Julia merasa sangat marah, lalu berjalan dengan cepat keluar dari ruang istirahatnya. "Abby, ambilkan kunci mobil untukku."

"Kakak Julia, pestanya akan segera dimulai dua jam lagi..." Abby menjawab dengan wajah yang tampak kesulitan.

"Apa kamu tidak dengar apa yang baru saja kubilang?" Julia mulai emosi. Saat Abby tidak tahu harus bagaimana menghadapi Julia. Consuela datang dan menepuk pundaknya, menyuruh Abby keluar terlebih dahulu. Lalu, dia membawa Julia kembali ke ruang istirahat.

"Apakah kamu gila? Apakah kamu tahu berapa banyak orang yang sedang mengawasimu di luar? Apa kamu sadar betapa pentingnya berada di sini? Siapa pun dapat menulis sesuatu yang buruk tentangmu. Kamu tidak takut menjadi berita utama besok bahwa Julia mengabaikan pesta?" Consuela bertanya dengan putus asa.

"Ya? Yah, aku sama sekali tidak peduli." Julia menggigit bibir bawahnya dengan erat. Saat ini, suaminya mungkin berselingkuh dengan perempuan lainnya. Mana mungkin dia peduli tentang hal lain?

"Kak Consuela, biarkan aku keluar. Aku hanya membutuhkan satu jam saja. Ada hal yang penting harus kulakukan," Julia memohon sambil memegang tangan Consuela. Akan tetapi, Consuela tidak setuju.

"Aku telah cukup lama menjadi agenmu, betapa sulitnya untuk mendapatkan kesempatan kali ini. Bahkan jika langit runtuh, kamu tidak boleh keluar dari sini!" Consuela berkata dengan kejam.

"Kak Consuela..." Menyadari bahwa permohonan seperti apa pun tidak akan mempan pada Consuela, Julia akhirnya memutuskan untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. "Terence... Dia berselingkuh dariku. Aku benar-benar tidak bisa berpura-pura bahwa hal ini tidak terjadi selama dua jam ke depan."

"Aku tahu pasti ini tentang si brengsek itu lagi!" Consuela marah sampai wajahnya memucat. Dia menunjuk Julia. "Tanya dirimu sendiri, Kamu adalah seorang gadis yang baik, Julia, kenapa kamu berhubungan dengan orang seperti itu. Pria itu tidak mencintaimu. Kamu sudah menikah selama tiga tahun, kecuali aku, siapa lagi yang tahu kamu istri Terence? Hanya aku. Lebih baik kamu bercerai dengannya sekarang untuk masa depanmu."

"Kata-katamu benar." Julia tersenyum dengan pahit. "Jadi... Bukankah aku sedang ingin pergi memutuskan hubungan dengannya sekarang?"

Julia melirik Consuela, lalu melanjutkan. "Kak Consuela, aku tidak bisa mengambil keputusan di masa lalu karena aku sangat mencintainya. Maksudku adalah... dari sejak aku berumur dua belas tahun, sudah tiga belas tahun... Mungkin... jika aku menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa dia bersama dengan wanita lain, aku akan menyerah."

"Julia." Consuela mengerutkan keningnya. "Kamu bisa menyelesaikan masalah apapun kapan saja, tetapi peluang seperti malam ini tidak datang setiap saat. Kamu tidak bisa berbuat bodoh malam ini."

"Biarkan aku pergi." Julia memohon dengan jujur. Matanya yang penuh dengan air mata membuatnya tampak sangat menyedihkan, dia mencoba melewati Consuela, tetapi dia pasti gagal.

Consuela menghalangi pintu keluar dan tidak menyisakan sedikit pun celah.

"Kak Consuela, kamu harus menurunkan berat badan." gumam Julia dengan keluh kesah.

Consuela melotot padanya, Julia masih bisa bercanda di saat seperti ini.

Consuela tahu dengan pasti seperti apa Julia. Jika menghentikannya lagi, dia akan mencoba melakukan segalanya hanya demi mendapatkan apa yang dia inginkan. "Jika kamu menggunakan cara yang sama seperti yang kamu lakukan padaku dengan Terence, hubungan antara kalian tidak akan berakhir seperti ini."

Dia melirik jam tangannya. "Masih ada waktu satu jam lima puluh menit sebelum pesta malam dimulai. Kamu punya waktu lima puluh menit. Apapun yang terjadi, kamu harus kembali."

"Oke." Julia segera bertindak, menyeka air matanya dan mengambil kunci mobil, lalu bergegas keluar dari pintu itu.

Karena takut ketahuan, Julia mengenakan mantel yang besar, kacamata hitam dan masker. Dia segara menuju hotel Double Q.

Karena dia pernah syuting film di hotel itu, dia mendapatkan nomor kamar Terence sangat mudah. Julia bergegas ke pintu kamar Terence dengan murka dan menggedor pintunya keras-keras.

Membayangkan Terence yang sedang memeluk perempuan lain membuat Julia ingin muntah.

Orang-orang dari kamar lain juga membuka pintunya untuk menyaksikan apa yang terjadi, tetapi Julia sama sekali tidak peduli. Dia menyeringai. "Terence, jangan bersembunyi di kamarmu seperti seekor kura-kura. Kamu berani selingkuh tapi tidak berani keluar dan menghadapiku? Buka pintunya supaya semua orang bisa melihat wajah kalian para penzina.

Dengan suara keras, pintu itu berderit terbuka. Julia ditarik ke dalam kamar dengan tiba-tiba.

Saat Julia mendongak, dia bisa melihat wajah pucat Terence yang diselimuti oleh ketidakpedulian yang dingin.

"Kamu benar-benar hebat." Pakaian Terence rapi, terlihat tidak seperti perselingkuhan, Julia .merasa sangat terkejut.

"Kenapa kamu tidak mengangkat panggilan videoku? Kenapa kamu tidak pulang ke rumah? Kenapa kamu menginap di hotel cinta?" Julia mendorongnya pergi, dia ingin melihat wanita jalang yang telah merebut Terence darinya.

Kamar itu sangat luas sehingga Julia harus melewati koridor, dia baru saja menabrak orang yang dia cari.

Tepat saat dia menggosok dahinya yang sakit karena terbentur, dia mendengar teriakan dari perempuan yang jatuh di lantai. Terence bergegas dan membantu perempuan itu berdiri.

Saat Julia melihat wajah perempuan itu, dia merasa seperti disambar petir dan mematung di sana.

"Kamu?" Butuh beberapa saat bagi Julia untuk bisa mendapatkan suaranya kembali, dia bertanya kepada perempuan di depannya dengan terkejut.

"Ini aku." Perempuan itu mengangkat alisnya dan sambil berkata kepada Julia dengan tersenyum dalam pelukan Terence. "Lama tidak berjumpa, kakakku."

Perempuan yang berdiri di depannya adalah adiknya, dia bernama Jean Gandhi.

Tidak pernah terpikirkan oleh Julia bahwa perempuan yang merebut suaminya adalah adiknya.

"Kalian berdua..." Otak Julia dipenuhi kekacauan.

Adiknya mengenakan piyama yang sangat seksi. Renda putih menghiasi garis bawah lehernya, menonjolkan bentuk tubuhnya yang molek, lekukan di bagian dada pakaian dalamnya juga sangat jelas terlihat dengan mata telanjang.

Julia tidak bisa mengendalikan pikirannya. Saat Julia melihat adiknya, dia tiba-tiba kehilangan keberanian untuk menghadapinya.

Lagi pula, Julia yang merebut Terence dari Jean tiga tahun yang lalu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dua Pilihan
8.2
Sabrina percaya jodoh adalah rahasia Tuhan. Selama ini, ia konsisten melangitkan satu nama dalam doanya, berharap pria itu menjadi pendamping hidupnya. Namun, harapan itu pupus saat sang ayah menjodohkannya dengan Agam, pria asing yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Terjebak dalam pernikahan tanpa dasar cinta, Sabrina kini berada di persimpangan jalan. Sanggupkah ia menghapus bayang masa lalu dan membuka hatinya untuk mencintai Agam dengan tulus?
Sampul Novel [BUKAN] PELAKOR
8.0
Irish harus menelan pil pahit saat penantiannya selama empat tahun dikhianati. Galen, pria yang menjanjikan kesetiaan, justru memilih bersanding dengan wanita lain. Terluka oleh janji manis yang berubah menjadi empedu, Irish tak tinggal diam. Demi cinta dan masa depan, ia nekat mengambil peran sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Galen. Irish bertekad merebut kembali hatinya. Akankah Galen pulang, ataukah perjuangan nekat Irish berakhir sia-sia?
Sampul Novel Cinta Karena Kesalahan
9.0
Keira Kastari Naryadinata menjalani tujuh belas tahun hidup penuh perjuangan hanya bersama ibunya. Namun, dunianya runtuh saat sang ibu wafat, meninggalkannya sebatang kara. Selama ini, ia dibuang oleh ayahnya yang angkuh, Kastara, hanya karena ia perempuan. Tiba-tiba, Kastara muncul memohon maaf dan mengajaknya kembali pulang ke ibu kota. Benarkah pria egois itu telah berubah? Keira kini terjebak antara rasa benci masa lalu dan harapan akan keluarga yang baru.
Sampul Novel Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos
9.1
Demi janji nikah Aidan Jace, sang protagonis berjuang lulus cepat dan belajar memuaskan kekasihnya. Namun, semua hancur saat ia mendengar Aidan meremehkannya di depan teman-temannya dan memuji kepolosan gadis lain bernama Lira. Merasa dikhianati, ia memutuskan hubungan dan memilih bergabung dalam proyek akademis rahasia negara yang ditawarkan profesornya. Sejak hari itu, ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengabdi pada bangsa, meninggalkan masa lalu pahitnya.
Sampul Novel Godaan Mas Duda Posesif
8.1
Kaluna, mahasiswi tingkat akhir yang terdesak kebutuhan finansial, mendapat tawaran mengejutkan dari seorang duda kaya bernama Liam. Ia dijanjikan upah lima puluh juta per bulan hanya untuk menjadi ibu susu bagi anak pria itu. Kaluna yang pernah melahirkan di luar nikah pun menyanggupinya. Namun, pekerjaan yang awalnya ia kira sederhana justru membawanya terjebak dalam pesona dan sikap posesif Liam yang sulit untuk ia hindari di kehidupannya.