Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat

Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat

Pengalaman pertama tidur satu ranjang dengan seorang pria membawa perubahan besar dalam hidupku, terutama karena sahabatku sendiri berada tepat di tengah-tengah kami. Keadaan tak biasa ini memuncak saat fajar tiba. Pria itu diam-diam mendaratkan kecupan di bibirku sebelum pagi sepenuhnya merekah, lalu membisikkan sebuah janji sakral bahwa dia akan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi. Kisah romansa modern ini penuh dengan ketegangan manis yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 4

Empat orang tinggal di satu ruangan memang sedikit sempit. Setelah pulang kerja, kami membawa mereka berdua untuk berjalan-jalan. Julia pun mulai berdiskusi agar mereka bisa pulang besok.

Namun, Sandy tampak tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi pagi tadi.

Dia juga tidak banyak bicara denganku, sebaliknya terus berdiri di belakangku.

Mungkin karena kami berempat berdiri bersama, apalagi aku hanya ikut-ikutan sehingga tinggi badan dan penampilanku cukup mencolok.

Orang-orang yang melewati kami pasti akan melirik kami sekilas.

Namun, semua orang bisa melihat bahwa para gadis yang melewati kami pasti akan melihat Sandy dengan tatapan manja.

Ketika aku menoleh untuk melihat mereka lagi, ternyata mereka masih berbisik sambil memandang punggung Sandy.

Sungguh menyebalkan!

Setelah itu, kami mencari kafe untuk duduk santai.

Gadis-gadis di meja sebelah yang mengenakan seragam sekolah terus melirik ke arah kami. Hal itu membuatku merasa tidak nyaman, mungkin karena mereka terlalu cantik.

Aku sendiri pun merasa aneh. Di satu sisi, aku terus meyakinkan diri bahwa aku tidak mungkin menjalin hubungan dengan Sandy. Di sisi lain, tidak tahu dari mana rasa cemas ini muncul.

Aku langsung mencari alasan untuk pergi ke toilet di depan kafe.

Julia juga ikut denganku.

"Apa kamu sudah lihat tadi?"

Tentu saja, aku tahu apa yang Julia maksud. Tetapi, aku memperlihatkan ekspresi seperti orang yang ingin bergosip.

"Adikmu benar-benar sangat populer, ada aja orang yang mengaguminya. Sungguh keterlaluan!"

"Percaya nggak, setelah kita pergi, mereka akan meminta nomor telepon dengan adikku."

Seperti dugaan, aku berdiri di tempat yang tidak bisa dilihat oleh Sandy. Dua gadis itu sedang berbicara dengannya.

Setelah Sandy mengeluarkan ponselnya, dua gadis itu pun berjalan pergi dengan ekspresi senang.

Rasa sedih tanpa sadar memenuhi hatiku.

Lucunya, aku masih harus berpura-pura menceritakan hal itu kepada Julia dengan penuh semangat.

Terkadang aku juga tidak mengerti kenapa orang harus berpura-pura seperti ini, padahal hanya membuat diri sendiri merasa tidak nyaman.

Entah kenapa, aku tidak ingin menghiraukan Sandy lagi. Aku mencari alasan untuk memperbaiki riasan, kemudian menyuruh Julia untuk pulang dulu.

Tiba-tiba, aku mulai merasa seperti orang bodoh yang dirugikan.

Aku ingin menangis.

Aku berdiri sangat lama di depan cermin dekat pintu toilet.

Namun, aku tiba-tiba bertatapan dengan seorang pria melalui cermin. Kupikir dia hanya ingin mencuci tangan.

Sebab itu, aku memberinya tempat.

Pada detik selanjutnya, pria itu malah merangkul pinggangku.

Aku sontak ketakutan, sehingga refleks pertamaku langsung berteriak dengan keras.

Namun, kepalaku tiba-tiba berdengung. Aku hanya bisa mendengar suara di telingaku yang semakin tidak jelas. "3, 2, 1...."

Kemudian, aku merasa diriku dibawa ke sebuah kamar kecil dan pintunya ditutup secara perlahan.

Samar-samar, terdengar suara keras seperti seseorang menabrak pintu.

Setelah itu, aku tidak ingat apa-apa lagi.

Rasanya seperti mengalami mimpi yang sangat panjang.

Aku bermimpi bahwa saat pertama kali bertemu dengan Sandy, badannya malah setinggi aku.

Itu adalah pertama kalinya aku pergi ke rumah Julia. Malam itu, Julia tiba-tiba diajak keluar oleh mantan pacarnya.

Orang tuanya sering tidak di rumah, sehingga adiknya selalu pulang larut malam.

Aku ditinggalkan sendirian di kamar Julia.

Saat aku hampir tertidur, terdengar suara ketukan pintu yang sangat keras.

"Julia, selamatkan aku."

Meskipun suara ketukan pintu semakin kecil, aku tetap sangat takut. Sebab itu, aku langsung menelepon Julia.

Julia bilang itu seharusnya adiknya.

Begitu membuka pintu, aku melihat Sandy yang meringkuk di lantai.

Saat itu, aku sangat terkejut karena dia adalah satu-satunya pria paling tampan yang pernah aku lihat.

Setelah mendongak dan melihatku, Sandy merasa sedikit bingung. Akan tetapi, dia terlihat sangat lemah saat itu.

Sandy terus memeluk perutnya sambil berteriak minta tolong.

Oleh karena itu, aku membopongnya keluar untuk mencari klinik.

Perjalanan itu sangat melelahkan. Demi keselamatannya, aku rela melakukannya tanpa pamrih.

Dokter mendiagnosis bahwa Sandy mengalami infeksi usus, mungkin karena makan sesuatu yang tidak higienis di luar.

Selesai melakukan infus, Sandy pun terlihat jauh lebih baik.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Lama yang Membawa Duka
9.7
Demi menutupi pertemuan rahasianya dengan sang cinta pertama, seorang suami tega memanfaatkan putranya yang baru berusia enam tahun sebagai kedok. Namun, keputusan egois itu berakhir fatal saat sang anak dikirim membeli salep luka bakar dan tewas ditikam orang asing di jalan. Di tengah duka mendalam Susi yang menangisi kepergian putranya, sang suami justru menelepon dengan penuh amarah. Tanpa tahu kebenaran tragis yang terjadi, ia menuduh anaknya telah melukai Wenny dan menuntut bocah malang itu segera pulang untuk meminta maaf.
Sampul Novel Cinta Pertama Dari Istri Kedua
9.4
Kehadiran suami yang nyaris tanpa cela ternyata tak mampu memberikan kepuasan bagi sang istri. Dalam sebuah keputusan yang ceroboh, ia justru memilih untuk mendatangkan istri kedua ke dalam rumah tangga mereka. Alih-alih memperbaiki keadaan, tindakan tersebut malah menjadi pemicu bencana besar yang mengancam keutuhan pernikahan. Kini, hubungan yang semula stabil harus menghadapi badai kehancuran akibat kehadiran sosok baru yang tak terduga.
Sampul Novel Dikira Miskin Oleh Keluarga
9.6
Penampilan sederhana Gunawan sering kali membuat orang tuanya salah paham hingga mereka menganggapnya hidup dalam kemiskinan. Namun, di balik kesederhanaan yang ia tunjukkan sehari-hari, tersimpan sebuah rahasia besar mengenai status finansialnya yang sesungguhnya. Siapa sangka bahwa pria yang dipandang sebelah mata oleh keluarganya sendiri ini sebenarnya adalah seorang miliarder sukses dengan kekayaan yang sangat luar biasa melimpah.
Sampul Novel FORBIDDEN INLAWS
9.1
Bagi Alexys, dicintai sepenuh hati adalah impian terbesar. Namun, ia tak menyangka bahwa sosok yang memendam perasaan mendalam padanya justru sang kakak ipar sendiri. Selama ini, Alexys mengira hidupnya akan berjalan normal setelah pernikahan kakaknya, tanpa menyadari ada sepasang mata yang terus mengawasinya. Saat rahasia terlarang ini mulai terkuak, akankah Alexys menyadarinya? Bagaimana nasib hubungan mereka jika Alexys ternyata memiliki rasa yang sama?
Sampul Novel JODOH DEPAN RUMAH
9.5
Naura terkejut saat dipaksa menikah dengan Bagas, tetangga depan rumah yang sangat menyebalkan. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti setelah mempelai wanita pilihan Bagas menghilang tanpa jejak. Meski awalnya tanpa cinta, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka. Namun, kembalinya sang mantan kekasih menguji kesetiaan Bagas. Akankah rumah tangga mereka tetap bertahan atau justru hancur karena kehadiran orang ketiga di tengah mereka?
Sampul Novel Lentera Rindu
8.6
Rima, seorang gadis berusia 18 tahun, kini resmi menyandang status sebagai istri Bary. Namun, pernikahan muda ini langsung dihadapkan pada penolakan dingin saat Bary, yang usianya tiga tahun lebih muda, enggan memenuhi keinginan istrinya untuk tidur bersama. Di balik penolakan tersebut, tersimpan teka-teki tentang perasaan dan komitmen mereka. Kisah ini membawa pembaca menyelami filosofi rindu dan cinta yang melampaui kefanaan dunia melalui lentera hati.