Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku

Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku

Laras adalah yatim piatu putus sekolah yang bertahan hidup di sebuah dusun terpencil. Tinggal di rumah reyot, ia terpaksa bekerja sebagai buruh harian di perkebunan sawit milik Juragan Johan. Namun, takdir membawa Laras ke dalam pusaran hubungan yang sangat rumit dan penuh rahasia besar. Tanpa disangka, sosok Johan ternyata merupakan ayah kandungnya, sekaligus ayah dari anak yang dikandungnya, serta menjadi mertuanya sendiri. Simak kisah pelik ini selengkapnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Suara Ayam pun mulai berkokok, hari ini adalah hari pertamaku akan kerja, akan menghasilkan uang dalam pikiran ku, Aku pun bangun dari tempat tidurku yang beralas tikar, segera Aku merebus Singkong untuk serapan pagi, dan untuk bekal Nanti Siang di Kebun. kusempatkan juga untuk mebersihkan rumahku, dan menyuci pakaianku.

Tidak terasa waktu terasa cepat berlalu, aku pikir ini pasti sudah jam tujuh lewat! dengan menduga duga. Aku pun bergegas ke rumah Bu Wati, dan Bu Wati ternyata sudah bersiap dan dari tadi sudah menunggu ku, agar bersama ke kebun Juragan Johan.

"Eh, Nak Laras udah nyampai toh, Ayo berangkat sekarang yo Nak Laras, biar ga telat, ntar kalau telat kena omel ama si Parmin"

"Ayo Bu" ucap ku

Memang perjalanan dari rumah Bu Wati ke Kebun Pak Johan cukup jauh, sekitar setengah jam berjalan kaki, oh iya, Pak Parmin yang dimaksut Bu Wati itu adalah pengawas disana, dia tinggal di dusun tetangga.

Aku dan Ibu Wati pun berjalan setapak demi setapak, sambil ngobrol, Bu Wati juga tanya soal Haid ku, dan Aku jawab, sekarang Aku pake tiga celan kolor, Bu Wati memang seru orangnya, suka bercanda, diperjalanan, tiba tiba ada yang memanggil Bu Wati.

"mbak Wat! mba Wati! tunggu...

Aku dan Bu Wati pun menoleh, ternyata itu Ibu Ningsi, dia juga sama seperti Bu Wati, Buruh harian juga di Kebun sawit Pak Johan

"eh.. ada Dek Laras ternyata, sekarang sudah mulai ikut kerja ya Dek? tanya Bu Ningsi sama ku.

"Iya Bu, di bantu Sama Bu Wati masuk kerjanya"

"Oh, iya iya Ibu tau ko Dek, Dek Laras yang rajin ya, nanti kalau bingung cara ngerjainnya, tanya aja sama Saya atau Bu Wati ya"

"hehehe... iya Bu Makasih", ucap ku

Kami bertiga pun berjalan bersama, sebenarnya biasanya ada Truk Sawit yang lewat, tapi hari ini ko ga ada ya Ning? tanya Bu Wati ke Bu Ningsi

"Gak tau lah mba, mungkin mogok kali" jawab Bu Ningsi

Gak terasa tibalah kami di tempat bekerja, Bu Wati pun menyuruhku mengambil ember, lalu kami mulai mengabil buah sawit yang berjatuhan dan memasukkannya ke ember, dan ini lah pekerjaan ku hari ini bersama Ibu ibu yang lain, memang disana semua sudah ibu ibu, cuman saya yang masih gadis, di "dusunku"seusiaku sudah termasuk gadis, bukan anak anak lagi! karna Aku sudah Haid pertama.

Aku sangat antusias bekerja, walau terasa sedikit sakit di pinggangku, karna selalu nunduk, dan juga saat mengangkat ember yang berisi sawit itu, tapi itu semua tidak kuhiraukan, yang kupikirkan hanyalah, nanti sore gajian lalu bisa beli beras, Indomie dan telor, itu sudah cukup membuatku semangat untuk bekerja.

"eh.. udah siang nih! istirahat dulu yok". ucap Bu Ningsi

Aku dan Bu Wati pun langsung ikut istirahat

"Ras bawa bekal apa hari ini? tanya Bu wati

lalu ku jawab hanya bawa Singkong rebus

Akhirnya mereka malah membagikan ku Nasi dari bekal mereka, sebenarnya Aku menolak, karna ga enak, dah di bantu kerja, eh dikasih Nasi pula" tapi ya mau gimana lagi, toh aku ga bisa nolaknya, hehehe...

Jam pun terus berputar, gak terasa sudah saatnya selesai bekerja, segera kami menyimpan semua peralatan kerja kami, karna semua peralatan yang kami pakai itu adalah milik Perkebunan.

Mulailah kami dipanggil satu per satu untuk gajian, dan sekarang adalah giliran Namaku yang di panggil Bu Mayang, Bu Mayang ini kepercayaan dari Pak Johan, jadi dialah yang berurusan mengenai gaji semua buruh yang bekerja di kebun sawit ini

Laras..! panggil Bu Mayang

Aku pun menyahut dan segera menghampiri, seperti mencontoh Ibu ibu yang dipanggil sebelum Aku.

karna kamu masih baru dan masih percobaan dalam satu minggu ini, Gaji kamu tiga puluh lima ribu ya Laras, ucap Bu Mayang

Aku pun menerima uang hasil keringatku itu, seolah tak percaya kalau aku dapat menghasilkan uang.

Makasih banyak ya Bu ucapku ke Bu Mayang

Setelah selesai semua, kami pun bergegas untuk balik, di perjalanan kukatakan niat ku untuk belanja ke Bu Wati, agar Bu Wati mau menemani Aku, Akhirnya Aku pun membeli beras Satu liter, indomie dua dan telor dua, dan uang masih ada sisa, sekalian aku pun beli Sabun cuci sama garam.

Sumpah! aku benar benar sangat senang hari ini, dimana hasil keringatku dapat ku gunakan untuk beli beras, dan Malam ini Aku akhirnya bisa makan Nasi, begitu juga untuk besok bekalku bekerja.

walau badan terasa capek, tapi semua terbayar pikirku, Aku langsung memasak Nasi, sudah cukup lama Aku gak pernah memasak nasi, biasanya yang ku masak hanya singkong, sekarang yang kumasak adalah beras dari hasil keringatku, Aku tentu sangat senang, merasa bangga akan diri ku sendiri. walau Aku masih terbilang seorang remaja kecil, tapi ya mau gimana lagi, Aku harus menjalaninya.

Aku pun mandi, ku cuci bersih celana kolor ku yang terkena darah haid ku itu, dan langsung menjemurnya kembali, berharap besok pagi bisa kering, terkena Angin malam. Soalnya kolor ku cuman ada 3 dan semuanya juga sudah jelek, kusam dan pada bolong, heheheh, berharap bisa ngumpulin uang dari hasil pekerjaan ku, untuk dapat membeli suatu saat nanti.

Sungguh sangat nikmat kurasakan, Saat Aku memakan Nasi yang ku masak tadi, apalagi ada Indomi rebus dengan telor yang menemaninya.

Gak berapa lama kemudian, Aku pun rebahan di ranjang ku yang beralaskan tikar, dan bantal yang berisi baju baju yang sudah gak kepakai.

'Krik' 'krik'

Suara jangkrik pun terdengar oleh ku, ya! namanya juga rumah ku di kelilingi kebun sawit, jadi banyak suara suara hewan yang terdengar, kadang yang bikin bulu kuduk "berdiri"kalau terdengar oleh ku suara Burung Hantu. Atau suara dari dahan sawit yang terhembus angin.

Sambil rebahan, aku pun berhayal, berhayal dapat mengumpulkan banyak uang, trus suatu saat Akan membuat pertanda akan Makam Ayah dan Ibu ku, tidak seperti sekarang ini, hanya gundukan tanah dan Nisan kayu.

Aku selalu berharap, Agar dalam tidur ku, ayah dan ibu datang dalam mimpi ku. Karna sejak kepergian Ayah, Aku sama sekali belum pernah memimpikannya. terkadang Air mata ku menetes, jika mengingat kebaikan Ayah, sebab Ayalah yang menjaga ku sejak Aku masih berumur sepuluh bulan sampai usia ku tiga belas tahun, Ayah lah semuanya, dia juga yang menjadi Ibu bagi ku.

Akhirnya Aku pun tidur, tidur ditemani hayalan akan sosok alm Ayah ku yang baik.

"kukuruyuk"

Suara Ayam pun mulai berkokok, Seolah baru saja aku memejamkan mata, tapi sekarang sudah Subuh lagi! Mungkin karna tidur ku yang lelap, akibat kecapean bekerja.

Aku pun langsung bangun, dan merapikan tempat tidur ku yang sederhana ini, setelah itu, langsung memasak nasi, untuk serapan Pagi, dan bekal ku nanti di tempat kerja. Telor juga Aku rebus, dan indomie juga.

Tak terasa waktu, hari mulai terang, sinar mentari sudah menyinari rumah ku yang dikelilingi kebun sawit, Aku kemudian mandi di belakang rumah, untung air masih ada di dalam Drum tong milik ku. jadi tidak perlu ke sungai kecil yang jaraknya lumayan jauh dari rumah ku.

Kulihat jemuran ku, dan bersyukur, semua celana kolor ku sudah kering, jadi ada untuk dipakai hari ini. Aku kemudian serapan dan bersiap ke rumah Bu Wati, karna Kami akan berangkat bersama untuk bekerja ke kebun Juragan Johan

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANTARA BISNIS DAN CINTA
9.4
Pasca kematian ayahnya, Jessica Marie Armantyo harus memimpin PT Gembira Raya karena Arnold, kakaknya, terjerat judi. Masalah memuncak saat Joshua Danujaya merebut posisi pemegang saham mayoritas lewat utang Arnold. Jessica yang skeptis terpaksa bekerja sama dengan Joshua yang ambisius. Di sisi lain, hubungan sepuluh tahun Jessica dan Alan kandas karena karier YouTube Alan. Di tengah patah hati, pesona Joshua mulai menggoyahkan kebencian Jessica. Akankah cinta bersemi dari persaingan bisnis ini?
Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Amanda, sosialita kaya raya yang sombong, terjebak dalam masalah besar setelah menyetujui syarat ayahnya. Ia terbangun di pulau terpencil bersama Senja, pria dingin yang tak ia kenal. Keduanya terpaksa tinggal serumah demi misi reality show televisi dengan tujuan berbeda. Amanda yang manja membuat Senja kewalahan, sementara ketus pelayan itu membuat Amanda frustrasi. Di tengah konflik kepribadian yang kontras, mampukah mereka bertahan di lingkungan yang asing?
Sampul Novel Dikhianati di Ranjang Pengantin
8.2
Hidup Aurora Valencia hancur setelah dijebak oleh Sabrina, saudara tirinya, hingga hamil anak orang asing. Akibat skandal itu, Jenderal Wirya Atmaja mengusir putri kandungnya demi kehormatan. Enam tahun berselang, Aurora kembali ke Jakarta dengan kekuatan baru untuk menuntut balas. Ia bertekad mengoyak topeng busuk ibu serta saudari tirinya, sembari mengungkap identitas pria misterius yang menjadi ayah dari anak kembar jenius miliknya.
Sampul Novel En-PD161
9.1
Dua tahun menikah, sang suami berubah drastis menjadi pria yang gemar bersenang-senang dengan banyak wanita. Meski sang pria telah berjuang mempertahankan hubungan hingga berurusan dengan polisi, suaminya hanya memberikan balasan dingin yang menyakitkan. Terungkap bahwa pernikahan ini hanyalah alat balas dendam atas kematian cinta pertama sang suami. Saat kesabarannya habis melihat pengkhianatan itu, sang pria akhirnya memilih bangkit dan menerima tantangan cerai.
Sampul Novel Istri Cadangan
9.8
Nadia hancur saat memergoki suaminya, Reza, bermesraan dengan Karina di kamar tamu rumah mereka sendiri. Alih-alih menyesal, Karina dengan angkuh mengklaim cinta Reza, sementara Reza justru meminta izin untuk menikahinya. Meski dikhianati secara keji, Nadia menolak untuk hancur dan menyerah. Dengan tekad yang membara, ia bangkit menghadapi penghinaan itu dan bersumpah akan membalas rasa sakit hati serta pengkhianatan mereka dengan tuntas.
Sampul Novel Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang
9.1
Kirana Ayu Wening, gadis asal Kerajaan Medang, mendadak terlempar melintasi waktu ke masa depan sejauh 1024 tahun. Ia muncul di tengah kota modern yang asing sebelum akhirnya bertemu Yodha, seorang pekerja yang baru saja patah hati. Dengan tulus, Yodha menolong Kirana beradaptasi di era yang jauh berbeda dari zamannya. Kini, mereka berdua harus menghadapi badai kesedihan, kebingungan, hingga kebahagiaan bersama dalam memulai lembaran hidup yang baru.