
Merebut Kekasih Selingkuhan
Bab 2
Dingin malam masih menyelimuti kota ketika Sienna melangkah keluar dari klub dengan kepala yang berdenyut hebat. Hujan telah berhenti, meninggalkan aroma aspal basah yang bercampur dengan wangi parfum mahal yang masih melekat di kulitnya. Langkahnya mantap, meskipun pikirannya masih berkecamuk.
Ia tidak kembali ke apartemennya. Tidak juga ke rumah Damian. Ia butuh waktu untuk menyusun rencana. Karena sekarang, ini bukan hanya tentang pengkhianatan Miranda-ini tentang bagaimana ia bisa membalasnya dengan cara yang paling halus, paling kejam.
Dan satu-satunya cara adalah dengan Alec Donovan.
Keesokan harinya.
Sienna duduk di sudut sebuah kafe eksklusif, matanya menelusuri layar tablet yang menampilkan segala informasi yang bisa ia temukan tentang Alec. Pria itu bukan hanya pesaing bisnis Damian-dia adalah ancaman.
Alec Donovan memiliki reputasi sebagai pria yang licik dan tidak bisa dipercaya. Ia membangun perusahaannya dengan cara-cara yang penuh intrik, dan tidak segan menghancurkan siapa pun yang menghalanginya. Banyak yang mengatakan bahwa Alec adalah pria yang tidak memiliki kelemahan.
Tapi Sienna tahu satu hal.
Semua pria punya kelemahan.
Dan kelemahan Alec adalah wanita.
Sienna menyeringai tipis. Ia melihat bagaimana Alec memperlakukan Miranda tadi malam-mendominasi, penuh percaya diri. Jika Alec menyukai tantangan, maka Sienna akan memberinya sesuatu yang jauh lebih menarik.
Sienna menutup tabletnya dan menarik napas dalam. Jika ia ingin mendekati Alec, maka ia tidak bisa melakukannya begitu saja. Ia harus masuk ke dalam dunianya. Dan satu-satunya cara untuk melakukan itu adalah dengan menghadiri salah satu acara bisnis yang sering dihadiri pria itu.
Kebetulan, ia tahu di mana Alec akan berada malam ini.
Malam itu.
Sienna melangkah ke dalam ballroom hotel bintang lima dengan percaya diri yang dingin. Gaun hitam berpotongan elegan membalut tubuhnya, memperlihatkan siluetnya dengan sempurna tanpa terlihat berlebihan. Rambutnya ditata rapi, bibirnya berwarna merah tua-bukan sekadar untuk menarik perhatian, tapi untuk menyampaikan sesuatu.
Ia bukan gadis yang bisa diabaikan.
Dan malam ini, ia tidak datang untuk bermain-main.
Tatapannya menyapu ruangan yang dipenuhi para pebisnis dan sosialita papan atas. Ia tidak butuh waktu lama untuk menemukan Alec.
Pria itu berdiri di dekat bar, mengenakan setelan hitam yang terlihat dibuat khusus untuknya. Sikapnya santai, minuman di tangannya berputar pelan di antara jemarinya. Matanya tajam, seperti pria yang selalu tahu apa yang ia inginkan-dan bagaimana cara mendapatkannya.
Sienna menarik napas dan mulai melangkah. Ia tidak terburu-buru, membiarkan setiap gerakannya terlihat alami, namun cukup menarik perhatian. Dan benar saja-saat ia berada cukup dekat, mata Alec menangkap kehadirannya.
Pria itu menoleh, alisnya sedikit terangkat.
Sienna tidak menunjukkan ekspresi berlebihan. Ia hanya tersenyum tipis, lalu beralih ke bartender dan memesan minuman.
Ia bisa merasakan tatapan Alec masih tertuju padanya.
"Jarang melihat wajah baru di acara seperti ini," suara Alec terdengar dalam, penuh rasa ingin tahu.
Sienna melirik sekilas, memberikan jeda seolah pria itu tidak langsung menarik perhatiannya. "Mungkin karena aku tidak sering datang ke acara yang membosankan."
Alec terkekeh, seolah terhibur. "Lalu, apa yang membawamu kemari?"
Sienna menyesap minumannya dengan tenang sebelum menatap Alec langsung. "Bisnis, tentu saja."
Alec memiringkan kepalanya, menatapnya lebih dalam. "Oh? Dan bisnis apa yang membuat seorang wanita sepertimu datang ke acara seperti ini?"
Sienna tersenyum, kali ini lebih dalam. "Bisnis yang cukup menarik untuk membuatku mendekat padamu, Tuan Donovan."
Alec tampak terkejut sesaat sebelum senyum penuh ketertarikan menghiasi wajahnya. "Aku suka wanita yang tahu apa yang ia inginkan."
Sienna hanya tersenyum samar. Ia tahu permainan ini baru saja dimulai.
Dan ia berniat memenangkan semuanya.
Anda Mungkin Juga Suka





