
Merebut Kekasih Selingkuhan
Bab 3
Tatapan Alec masih menelusuri wajah Sienna dengan penuh minat. Ia jelas tidak mengira bahwa seorang wanita asing akan muncul dan menarik perhatiannya seperti ini.
Sienna tahu ia sudah menarik perhatian Alec, tapi itu belum cukup. Jika ingin membuatnya jatuh ke dalam permainannya, ia harus bermain lebih dalam-cukup untuk membuat Alec merasa bahwa ialah yang memegang kendali, padahal sebenarnya ia yang sedang dikendalikan.
Ia menyesap minumannya perlahan, matanya masih mengunci milik Alec. "Kupikir pria sepertimu tidak akan mudah didekati, tapi ternyata aku salah."
Alec menyandarkan tubuhnya ke meja bar, jemarinya memainkan gelas di tangannya. "Dan kenapa kau berpikir begitu?"
Sienna menampilkan senyum kecil, seolah mempertimbangkan jawabannya. "Karena dari yang kudengar, Alec Donovan bukanlah pria yang bisa dipercaya."
Alec terdiam sesaat, lalu tertawa kecil. "Oh? Aku tidak tahu apakah itu pujian atau penghinaan."
Sienna mencondongkan tubuhnya sedikit lebih dekat, membiarkan parfum mahalnya menguar di udara. "Mungkin sedikit dari keduanya."
Alec tampak semakin tertarik. "Dan jika aku memang tidak bisa dipercaya, lalu apa yang membuatmu tetap ingin mendekatiku?"
Sienna memiringkan kepalanya, berpura-pura berpikir. "Karena aku menyukai risiko."
Alec terkekeh, lalu mengangkat gelasnya. "Wanita yang menarik."
Sienna hanya tersenyum samar, membiarkan keheningan di antara mereka berbicara. Ia tahu Alec sedang menilainya, mencoba memahami niatnya. Tapi itulah bagian terbaik dari permainan ini-membuat Alec mengira bahwa dialah pemburu, padahal sebenarnya, dialah yang sedang diburu.
"Kau belum memberitahuku namamu," ujar Alec, suaranya tenang namun menuntut.
Sienna mengangkat bahu. "Mungkin aku ingin tetap menjadi misteri."
Alec menatapnya, lalu tersenyum seolah menerima tantangan. "Baiklah, Nona Misterius. Tapi aku akan mencari tahu, cepat atau lambat."
Sienna tertawa kecil, lalu meletakkan gelasnya di meja. "Kalau begitu, kuharap kau cukup pintar untuk menemukannya."
Ia lalu berbalik, melangkah pergi dengan percaya diri, membiarkan Alec memandang punggungnya. Ia bisa merasakan tatapan pria itu masih tertuju padanya, penuh rasa ingin tahu dan minat yang semakin berkembang.
Ini langkah pertama.
Dan sejauh ini, semuanya berjalan sesuai rencana.
Keesokan harinya.
Sienna duduk di ruang kantornya, matanya fokus pada layar laptop yang menampilkan data tentang Alec Donovan.
Ia sudah memastikan bahwa Alec akan semakin penasaran dengannya. Pria seperti itu tidak akan membiarkan seorang wanita menarik perhatiannya lalu menghilang begitu saja.
Dan benar saja-sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Alec Donovan:
Jadi, kau tidak akan memberitahuku namamu?
Sienna tersenyum tipis, jemarinya mengetik balasan dengan santai.
Sienna:
Mungkin aku akan mempertimbangkannya, jika kau cukup menarik untuk membuatku tetap ingin berbicara denganmu.
Beberapa detik kemudian, balasan datang.
Alec Donovan:
Bagaimana jika aku menantangmu untuk bertemu lagi?
Sienna menatap layar ponselnya dengan ekspresi penuh kemenangan. Alec sudah masuk ke dalam permainannya.
Tanpa ragu, ia mengetik satu kata balasan.
Sienna:
Buktikan dulu kalau kau layak.
Permainan baru saja dimulai.
Anda Mungkin Juga Suka





