Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM

MENYUSUI MAFIA KEJAM

Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Bab
Bagikan

Bab 2

Alena diam seperti boneka Barbie yang sedang dilecehkan oleh pria mesum. Laki-laki itu terusmenerus merayapi setiap inci tubuh nya dengan begitu liar. 

Alena hanya bisa mendesah dan menggelinjang saat sesuatu yang hangat menempel pada bagian tengah selangkangannya. 

Air matanya berjatuhan tak terkendali. Dia benar-benar tidak bisa merasakan rasa apa yang ada dalam dirinya. Ini terlalu melayang bagi nya yang baru pertama kali merasakan kenikmatan itu. 

Alena tidak bisa berbohong tubuhnya menginginkan terus-menerus sentuhan itu, tetapi dia masih sadar jika itu tidaklah baik untuk nya dan ingin segera menyingkirkan pria yang telah kurang ajar padanya ini. 

Pria itu mulai melepas kedua tangan Alena dan fokus pada bagian inti milik Alena. 

"Ah… shhh" Alena mencoba menahan diri untuk tidak mendesah tetapi sayangnya semua itu begitu sulit bagi nya. Membuat suara itu lolos begitu saja dari bibir tipis nya. 

Alena menggigit bibir bawah nya, agar tidak bisa mengeluarkan suara lagi. Alena meremas rambut pria yang berada di bawah kedua kakinya dengan begitu erat. Menjambaknya dengan penuh kekuatan, di saat sesuatu yang hendak meledak itu tiba-tiba ditarik begitu saja. Seakan ada yang hilang dalam sekejap, dia belum selesai mencapai puncaknya dan hampir sedikit lagi mencapai semua itu. 

Alena benar-benar marah pada pria yang malah menarik lidahnya kembali disaat dia hampir melayang. 

"Kau menginginkan puncakmu sayang..." tanya pria yang berada di tengah-tengah kakinya. 

Suara nya terdengar begitu lembut.

Alena diam beberapa saat, lalu segera menganggukan kepalanya dengan pelan berucap "ya". Dia terlalu munafik jika tidak menginginkan pucak itu selesai. 

Alena ingin merasakan, bagaimana rasa nya mencapai semua itu. 

Pria itu tersenyum, tetapi sayang Alena tidak bisa melihat senyum pria tampan yang mungkin sebentar lagi akan melahap semua bagian-bagian tubuhnya yang membuat sang pria begitu menginginkan nya.

"Tetapi sayangnya aku sudah tidak tahan lagi, untuk masuk kedalamnya." Setelah berucap pria itu kembali menindih tubuh Alena yang kembali berontak. 

Dia merasa dibohongi dengan ulahnya. 

Alena begitu marah dan kembali memukul dada bidang yang sudah tidak memakai apa pun. 

"Bajingan, kau benar-benar pria sialan… aku tidak rela jika harus tidur dengan mu… " teriak Alena. 

Pria itu sama sekali tidak peduli dengan umpatan kasar yang keluar dari mulut Gadis yang sebentar lagi akan ditembus olehnya.

Mencium leher Alena memberinya beberapa tanda merah. 

Ting.. 

Tepat di jam dua belas malam. 

'Selamat ulang tahun Alena' batin Alena dengan mata terpejam 

Bless… 

Sesuatu yang begitu besar itu masuk dengan begitu kesusahan, tetapi akhirnya berhasil ditembus olehnya

 Alena meraung dengan begitu keras, dengan air mata yang tak bisa dikendalikan lagi. 

Begitu sakit dan menyakitkan bagi Alena disaat pria yang menindih tubuh nya berhasil menembus kesucian yang selama ini dijaga nya,harus terenggut dengan begitu mudah nya oleh pria yang tak di kenal nya. 

Disaat hari ulang tahun yang seharusnya membahagiakan untuknya dan hadiah ulang tahun yang begitu indah, malah menjadi hal yang begitu menyedihkan dan menyakitkan. 

dia benci dengan hari ulang tahunnya yang ke 19 tahun, tidak ada kebahagian untuk nya. 

Hanya luka yang akan membekas sampai nanti. 

Alena berharap semua ini adalah sebuah mimpi baginya. 

Namun, itu terlalu nyata baginya untuk mengakhiri mimpi buruk yang begitu menyakitkan untuk nya disaat pria yang menindih tubuhnya mulai memainkan pinggul nya dengan begitu liar. 

Sakit, hanya itulah yang dirasakan Alena. 

Dia tidak bisa menikmati semua itu, pria yang berada di atas tubuhnya tidak ingin Alena merasakan kenikmatan itu secara bersamaan, karena dia pikir Alena hanya seorang wanita jalang yang tidak pantas untuk dihormati. 

Jika ingin dihormati, dia tidak akan mungkin menjual mahkotanya pada seorang pria. 

"Mendesah lah!" titahnya disaat Alena tidak pernah mendesah lagi. 

Bagaimana mungkin dia mendesah, tetapi tidak dapat menikmati sedikit pun. Hanya rasa sakit yang dia rasakan, sehingga dia memilih diam layaknya mayat hidup, tak berdaya sama sekali. 

Sedangkan pria itu mulai geram dengan Alena yang terus saja diam, Alena tetap menahan rasa sakit itu. 

Bahkan dia sama sekali tidak ingin melihat ke arah mata pria yang kini sedang menatap tajam wajah nya. 

Padahal penglihatan pria itu buram tidak bisa melihat jelas wajah Alena yang ditiduri nya, tetapi dia berusaha untuk melihat wajah Alena. 

Setidaknya ada sedikit bayangan yang terlihat di matanya.

"Sungguh pria menjijikkan." seru Alena tanpa melihat pria yang kini begitu marah karena perkataan Alena. 

"Berani nya kau menyebutku pria menjijikkan. Apa kau tahu siapa aku." bentak nya lalu mencekik leher Alena. 

Membuat gadis itu tidak bisa bernafas, sangat sulit untuk bisa bernafas karena pria di hadapan nya mencekiknya dengan begitu kuat. 

Sehingga Alena hanya bisa berusaha untuk melepaskan tangan pria yang sedang mencekik nya itu. Tetapi begitu sulit untuk melepaskan pria itu dari lehernya. Alena ingin membuka mulutnya dan berbicara, tetapi sangat kesulitan. 

'Ibu jika aku mati hari ini tolong maafkan aku' batin Alena. 

Dia sudah tak sanggup lagi untuk bisa bermanfaat dan mendapatkan oksigen dengan normal.  Sangat sulit dijelaskan rasa cekikan yang begitu keras. 

Mata Alena mulai mengelap. Tidak masalah jika dia mati pada hari ini mungkin ini sudah takdir nya. Mati dalam keadaan seperti ini. 

Alena yang hampir saja sekarat, tiba-tiba bisa kembali bernafas dengan terengah-engah. 

Matanya kembali terbuka dan melihat mata pria yang kini sedang menatap nya dengan marah. 

"Aku belum selesai, jadi kau tidak boleh mati. sebelum aku menuntaskan milikku ini." ujarnya sambil kembali memainkan pinggang nya naik turun. Dan mencium leher Alena yang begitu terasa sakit karena bekas cekikan nya. 

Alena hanya diam tak berani berbicara. Dia hanya menangis dalam diam. 

"Mendesah atau aku akan mencekikmu kembali." ancamnya.

"Bagaimana aku bisa mendesah, kau bahkan tidak memberiku sedikit pun kenikmatan."

 Alena dengan begitu pelan berbicara, karena takut salah berucap. 

"Kau, hanyalah wanita murahan. Tidak pantas mendapatkan kenikmatan itu. Tetapi aku akan membuatmu mendesah dan terus memohon kepadaku." 

Setelah berucap, pria itu benar-benar membuat Alena begitu kesakitan dengan hantaman yang begitu dalam. Seakan rahim nya sedang di koyak-koyak dengan sesuatu yang membuatnya tak bisa menjelaskan bagaimana rasanya. 

Rasa sakit di sekitar miliknya mendadak hilang dan tergantikan dengan rasa sakit yang ada di dalam perut nya begitu dalam, di hantam terusmenerus. 

"Ahh…. Hentikan! sakit…" 

"Pelan-pelan ku mohon ah…" rancaunya. 

Pria itu menyeringai dan malah makin mempercepat nya. 

Sesekali dia juga mendesah menikmati tubuh wanita yang berada di dalam kendali nya. 

Sangat nikmat. 

Dia menyukai tubuh wanita ini, begitu harum. Walaupun keringat mulai membanjiri tubuhnya, membuatnya merasa  begitu nyaman.

Gadis yang sekarang berada di bawah kungkungan nya, dia cukup baik dibandingkan wanita-wanita yang dipesan sebelum nya sangat memuakkan. 

Tetapi, tetap saja karena kebutuhan nya, dia memesan wanita disaat dia membutuhkan nya untuk menyalurkan miliknya. Namun, hanya digunakan untuk sekali pakai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina kembali ke keluarganya sebagai pewaris sah yang terabaikan. Meski telah menyerahkan identitas dan karyanya demi saudari angkatnya, ia justru dibalas dengan pengabaian. Kecewa, Yuvina memutus ikatan emosional dan bangkit sebagai sosok jenius. Kini ia menguasai bela diri, medis, desain, serta delapan bahasa. Dengan kekuatan barunya, ia bersumpah tidak akan membiarkan siapa pun di keluarga itu meremehkannya lagi. Dendam sang pewaris kini dimulai.
Sampul Novel Dendam seorang Janda
9.5
Pasca kehilangan suaminya dalam kecelakaan tragis, Mutia justru difitnah oleh keluarga mendiang suaminya atas tuduhan menggoda pria beristri. Ia pun diusir hingga mengalami insiden fatal yang menghancurkan wajahnya. Setelah menjalani operasi rekonstruksi total, Mutia bangkit dengan identitas baru. Kini, ia bertekad mengejar keadilan dan membalas dendam kepada semua pihak yang telah menghancurkan hidupnya. Ikuti perjuangan berani Mutia menuntut balas.
Sampul Novel Destination Reveange
8.3
Jiang Shiqi kembali ke Kekaisaran Ming demi menuntut balas pada keluarga yang pernah mengadopsinya. Di tengah intrik kekuasaan, ia berhadapan dengan Xuan Ming, pangeran paling bengis dan kejam yang tak mengenal rasa bersalah. Meski Xuan Ming mencoba menahannya dengan paksa, Shiqi tetap teguh menolak cinta sang pangeran. Di malam pernikahan yang dingin, Shiqi justru meminta surat cerai dan bersumpah akan menghilang selamanya dari hidup pria jahat tersebut.
Sampul Novel Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku
8.9
Alih-alih dirawat dengan penuh kasih, ibu justru dipaksa menjadi pengasuh bagi kedua anak Sarah. Kakakku itu sungguh tega menyiksa ibu di saat aku sedang berjuang jauh di luar negeri. Namun, masa-masa penderitaan ibu akan segera berakhir. Kepulanganku kali ini membawa misi tunggal untuk menuntut keadilan. Aku tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap tetes air mata serta perlakuan buruk yang telah Sarah lakukan kepada ibu tercinta.
Sampul Novel Indra, Reinkarnasi Tiga Dewa
9.6
Nobel adalah dunia sihir yang menjadi medan perang antara manusia dan iblis. Saat populasi manusia melonjak, Raja Iblis menyebarkan virus mematikan. Indra, pemuda yatim piatu yang dibesarkan ras Triton, kehilangan desanya akibat monster terinfeksi. Ia berkelana melawan kegelapan bersama Aruna yang penuh rahasia dan Rai, pendekar yang ingin memulihkan kerajaannya. Akankah Indra mengungkap asal-usulnya dan menghentikan teror iblis dalam petualangan epik ini?
Sampul Novel Intuition
9.4
Hanna dituduh menghabisi nyawa orang tuanya sendiri saat berusia sembilan tahun hingga harus mendekam di penjara anak. Setelah sepuluh tahun berlalu, ia berhasil melarikan diri dan bertahan hidup di jalanan yang keras. Pertemuan tak terduga dengan teman lama membawanya masuk ke dalam sebuah komplotan demi menuntaskan dendam masa lalu. Namun, rencana itu goyah saat Hanna justru jatuh cinta pada putra dari sosok yang telah menghancurkan hidup keluarganya.