Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menukar Putri yang Ditukar

Menukar Putri yang Ditukar

Demi menyelamatkan putrinya dari penderitaan, ibu mertuaku tega menukarnya dengan putri kandungku sendiri, sebuah rencana keji yang bahkan disetujui oleh suamiku. Tanpa mereka sadari, aku telah menukar kembali kedua anak itu secara rahasia. Bertahun-tahun berlalu, putriku tumbuh dalam gelimang kasih sayang, sementara adik iparku melarikan diri karena tersiksa. Kini, saat ibu mertuaku mengidap kanker dan melakukan tes DNA demi menuntut bakti, saatnya aku mengembalikan semuanya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Begitu keluar dari kamar rawat, putriku pun menatapku meminta pujian.

"Aktingku hebat, 'kan, Bu!"

Aku mengangguk menyetujui, aktingnya memang sangat hebat.

"Ibu, Kakak 'kan sudah bilang Ibu nggak boleh merokok!" katanya dengan frustrasi sambil merebut rokok yang kupegang.

Jack dan Karen tidak jadi lapor polisi karena aku menyandera putri mereka.

Lucu sekali! Mereka mengaku-aku Cecilia sebagai putri mereka karena mereka ingin menikmati manfaatnya!

Manfaat itu akan hilang seandainya sesuatu terjadi pada mahasiswa dari universitas ternama ini.

Aku tahu betul cara menyandera orang!

Aku pun menyemburkan yogurt yang kumakan, lalu mengeluarkan penggaris dan mengayunkannya ke arah putriku.

"Cuih! Kenapa rasanya asam sekali! Kamu mau membunuhku, hah! Sini biar kuhajar kamu sampai mampus, dasar gadis sialan!"

Putriku sontak diam mematung, sementara ibu mertuaku bergegas mengadang dan berujung kutendang dengan kencang.

Wajahnya meringis kesakitan, tetapi dia menguatkan diri untuk menenangkan putriku.

Aku melayangkan pukulan apabila airnya terlalu panas.

Aku juga melayangkan pukulan apabila airnya terlalu dingin.

Di saat aku kesal karena beratku bertambah, aku melayangkan pukulan. Begitu pula saat berat badanku turun dan aku lapar.

Jika Karen mengambil daging, kupukul dia. Jika tidak, tetap saja dia kupukul.

Aku melayangkan pukulan saat langkah Jack berisik dan aku juga tetap melayangkan pukulan di saat Jack berjalan pelan-pelan.

Hanya dalam waktu satu bulan, Jack dan Karen tampak kurus kering kusiksa. Mereka saling berpegangan tangan sambil menangis.

"Jessica! Aku … aku mau ...."

Karen sontak menutup mulut Jack dengan takut. "Pelankan suaramu .... Dia bisa mendengarnya!"

Aku puas sekali menatap dua orang yang ketakutan itu melalui layar kamera pengawas.

Memang orang baru tahu rasa sakit apabila diperlakukan dengan cara yang sama!

Apa hebatnya menindas seorang anak? Coba sini tindas aku jika memang bisa!

Setelah berdiskusi dengan Jack harus bagaimana membalas, Karen akhirnya sengaja membeli seekor ayam hitam dan membuatkanku sup.

"Nak, kita ini keluarga!" katanya. "Semua ini salah Ibu, Ibu minta maaf! Mulai sekarang, kamu jangan menghukum Cecilia lagi, ya?"

Aku mengambil sup ayam itu dan menaruhnya lagi. Karen pun berkata dengan agak gelisah, "Ayo, cepat diminum! Ibu …. Cecilia!"

Aku menyeret putriku ke dapur dan pura-pura hendak memasukkan kepalanya ke dalam air mendidih.

"Ini semua salah Ibu!" pekik Karen dengan panik. "Kalau kamu mau marah, marah langsung saja dengan Ibu! Jangan sakiti Cecilia!"

Dia keibuan sekali terhadap putrinya.

Padahal dia sekejam dan setega itu dengan putri orang lain. Bukan hanya memukul dan memaki, tetapi juga menyiksa habis-habisan.

"Hmph! Kalian berencana membiusku dan mengurungku, 'kan! Nggak masalah, aku nggak akan mengurung kalian kok! Aku tinggal membunuhnya saja!"

Saat melihat wajah putrinya makin dekat ke air mendidih, Karen buru-buru mengulurkan tangannya untuk menghentikanku.

Air mendidih pun tersiram ke wajah Karen hingga melepuh.

Meskipun begitu, dia tetap menghibur putrinya dengan lembut, "Tenang saja, Cecilia, Ibu nggak apa-apa!"

Aku menggertakkan gigiku. Aku sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi Karen saat dia tahu yang sebenarnya.

Bahwa gadis bersahaja dan sempurna yang dia anggap sebagai putrinya itu bukanlah putri kandungnya.

Bahwa dia sudah menganiaya putri kandungnya selama bertahun-tahun sehingga akhirnya kabur.

Rasanya aku ingin tertawa membayangkan adegan konyol ini.

Karen pun dilarikan ke rumah sakit.

Jack berdiri di luar ruang operasi, lalu menamparku tanpa memedulikan hal lainnya.

Aku mencibir, lalu balas menendangnya hingga menubruk dinding.

Plak! Plak! Plak!

Aku beberapa kali menampar Jack hingga pria itu pingsan dan barulah amarahku sedikit mereda.

Beberapa saat kemudian, dokter bergegas keluar dan berkata, "Pasien mengalami pendarahan hebat! Cepat donorkan darah!"

Jack memaksakan tubuhnya untuk berdiri, lalu mengajak putriku tes darah.

Aku mengikuti mereka sambil bersenandung santai.

Begitu aku sampai di tempat tes, teriakan Jack pun terdengar. "Golongan darahmu A? Kok bisa A!"

"Dari dulu golongan darahku A!" jawab putriku dengan polos.

Jack sontak menjadi orang kesetanan. Ibunya sekarang dalam kondisi kritis di ruang operasi demi menyelamatkan putrinya.

Sekarang, Jack akhirnya tahu bahwa Cecilia bukanlah putri kandung ibunya.

"Kalian pasti salah!" serunya seperti orang gila. "Kalian pasti salah! Golongan darahnya nggak mungkin A!"

Kedua orangtua Jack sama-sama bergolongan darah B, jadi mana mungkin bisa memiliki anak bergolongan darah A?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B99207" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B99207
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Kerinduan
9.2
Novel modern Air Mata Kerinduan mengisahkan keresahan seorang istri ketika suaminya mendatangkan seorang terapis laktasi pria ke rumah. Meski telah mengutarakan ketidaknyamanannya dan meminta pengganti, ia justru dituduh berlebihan oleh sang suami. Konflik memuncak ketika suaminya pergi untuk perjalanan dinas. Di malam itu, sang terapis laktasi bertindak jauh melampaui tugas profesionalnya, menggunakan mulut hingga diam-diam membuka gaun tidurnya tanpa sepengetahuan sang suami.
Sampul Novel Bercinta dengan Playboy
9.1
Hati Risa hancur berkeping-keping setelah dikhianati oleh Alan, tunangannya sendiri. Didorong rasa sakit hati, ia nekat menerima tawaran kencan satu malam dari Alva, rekan kerjanya yang dikenal sebagai playboy. Risa berniat menggunakan Alva demi membalas dendam pada Alan. Namun, situasi menjadi rumit karena Alva ternyata sepupu Alan. Akankah pembalasan ini berakhir lancar saat Alan menyadari hubungan terlarang antara tunangan dan saudaranya?
Sampul Novel Manis di Bibir, Pahit di Takdir
9.7
Devan Atmadja dikenal sebagai suami sempurna, namun Viona harus menerima kenyataan bahwa pria itu telah mengkhianatinya tiga kali. Devan menikahi Keira Maheswari, kekasih mendiang sahabatnya, dengan alasan tanggung jawab dan aliansi kekuasaan keluarga mafia. Meski Viona berulang kali memaafkannya, pengkhianatan terakhir berupa kehamilan Keira menyadarkannya bahwa janji suaminya palsu. Viona kini memutuskan untuk pergi dan meninggalkan hubungan tanpa masa depan tersebut.
Sampul Novel Menipu Penipu Asmara
8.3
Cassidy Belgenza menyelamatkan Sophie Marigold dari pelecehan, namun niat baiknya justru memicu salah paham. Di balik itu, Sophie ternyata wanita simpanan suami Angelica, mantan kekasih Cassidy. Demi menolong Angelica yang menderita, Cassidy pun setuju menjauhkan Sophie dari rumah tangga sang mantan. Tergerak oleh cinta lama, Cassidy menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan Sophie. Namun, mampukah ia menipu Sophie, atau justru dirinya yang akan terjebak?
Sampul Novel Menjadi Ibu Untuk Anak Pelakor
7.9
Niat awal hanya ingin menuruti keinginan cucu laki-lakinya yang berusia empat tahun untuk bermain game di komputer. Namun, sebuah klik tidak sengaja justru membuka rekaman video yang sangat mengejutkan. Di layar, terlihat adegan intim yang panas. Setelah bergegas menutup mata sang cucu, wanita ini menyadari kenyataan pahit. Pria di video itu adalah suaminya sendiri, yang selama ini mengaku impoten, sedang bermesraan dengan cinta pertamanya.
Sampul Novel SALAH KIRIM KADO
9.5
Salah kirim kado mengungkap rahasia besar: Indra ternyata menikah siri dengan Siska, mantan primadona SMA. Sarah yang murka menyusun rencana untuk mempermalukan mereka sebelum menggugat cerai. Di tengah kehancuran itu, Dareen hadir menyatakan cintanya yang lama terpendam. Siska yang hanya mengincar harta Indra mulai menebar fitnah demi merusak hubungan Sarah dan Dareen setelah Indra jatuh miskin. Akankah Sarah menemukan kebahagiaan atau justru terjebak dalam dendam Siska?