Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjinakkan Istri Tantrum

Menjinakkan Istri Tantrum

Pasca memutus ikatan dengan keluarganya yang korup, Magnus mengabdi pada dinasti Montgomery, raksasa industri lokomotif global. Ia terikat pernikahan dengan Cressa, putri bungsu keluarga tersebut yang terkenal sangat temperamental. Di balik aliansi ini, keduanya menyimpan rahasia serta ambisi pribadi yang kontras. Seiring berjalannya waktu, Cressa mulai mengendus jejak misterius Magnus. Ternyata, Magnus bukan sekadar putra koruptor biasa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Cressa menyilangkan tangannya di dada, menatap dua orang yang sekarang berusaha keras menjauhi hiu putih yang sedang asyik berenang di kandangnya.

"Chloe sangat suka bermain-main dengan manusia. Tapi terakhir kali aku harus membayar tagihan rumah sakit dan kompensasi untuk orang yang mengurus kolam Chloe, dia kehilangan tangan kanannya, sampai siku." Cressa cemberut sambil menatap Magnus.

Magnus mendengus tak percaya dengan kelakuan Cressa yang satu ini. Magnus menggeleng pelan sebelum akhirnya membantu kakak ipar Cressa dan wanita yang tak dia kenali itu. Beberapa petugas yang sepertinya ditugaskan menjaga kolam juga langsung datang untuk membantu.

Cressa hanya tersenyum simpul ke arah kakak iparnya yang sudah berada di pinggir kolam dengan bantuan orang-orang itu. Pria itu tampak sangat panik dan sedang syok, begitu pula wanita itu.

"Bocah gila," umpatnya.

Cressa hanya mengangkat alisnya dengan keheranan dan kemudian berbalik. Cressa langsung pergi dari sana. Dia berjalan sambil tersenyum puas dengan apa yang dia lakukan barusan.

Magnus hanya menghela nafasnya. Meski begitu, diam-diam merasa kalau Cressa lebih menarik.

Cressa memasuki kamar kakaknya sambil tersenyum, menyapa wanita yang sedang duduk di tempat tidur dengan kondisi yang terlihat sangat letih meski berada di tempat tidur sepanjang hari.

"Hai," bisik Cressa pelan sambil duduk di kursi yang ada di dekat kasur wanita paruh baya tersebut.

"Di mana Magnus? Kalian tidak berangkat bersama ke sini?" tanyanya.

Dia adalah kakak Cressa, Serenia. Yang telah menderita suatu penyakit bernama Multiple Sclerosis, di mana dia telah kehilangan masa jayanya sendiri dalam mengelola perusahaan keluarganya. Dan Magnus adalah orang yang telah membantunya selama ini.

"Dia ada di dekat kolam. Dia sedang berkenalan dengan Chloe."

"Kau tidak mendorongnya ke kolam, kan? Kau tahu, meski hiu umumnya tidak memakan manusia, sebesar apa pun kolam itu, Chloe tetaplah tidak bebas. Chloe pasti stres berada di kolam itu dan untuk itulah, dia mungkin akan menganggap manusia sebagai ancamannya. Kau bisa membunuh-"

"Tok, tok, tok!" Seseorang mengetuk pintu kamar Serenia.

Cressa menghela nafasnya, akhirnya seseorang menyelamatkan dirimu dari omelan kakaknya itu.

"Masuklah, Magnus?" Serenia menatapi ke pintu, dia kelihatannya sedang sangat tertarik dengan sosok pria jangkung yang sekarang memasuki kamarnya.

Magnus masuk ke kamar Serenia dan membungkuk sedikit, kelihatannya dia menganggap Serenia sebagai atasan atau orang yang lebih tinggi kedudukannya darinya.

"Aku di sini atas permintaanmu," ucap Magnus.

"Iya, ada yang harus aku diskusikan dengan kalian berdua." Serenia tersenyum.

Magnus akhirnya duduk di kursi lainnya, di sebelah Cressa. Cressa menghindari tatapannya, mengingat apa yang telah terjadi sekitar dua jam yang lalu di ruangannya.

"Tidak bisakah jika kita tidak perlu menikah? Dia akan tetap mengajariku seputar perusahaan." Cressa menyilangkan tangannya.

"Aku memintanya menikahimu juga untuk masa depanmu sendiri, Cressa. Dia adalah pria yang sangat dapat dipercaya. Aku ingin kau berhenti bermain-main dengan pria asing. Kau mencoreng nama Montgomery." Serenia yang semula suaranya sangat lembut berubah serius.

"Jadi, kau sendiri sudah tahu kelakuan adikmu?" Magnus tersenyum.

Serenia menatap ke arah Magnus dengan sedikit kaget. Sebenarnya dia sudah sangat berhati-hati dalam berkata, lantaran tidak ingin Magnus tahu tentang kelakuan adiknya.

"Seberapa banyak yang kau tahu?" tanya Serenia curiga.

"Aku baru saja memergokinya," jujur Magnus.

Cressa langsung bangkit dari tempat duduknya dan menatap Magnus dengan tajam. Cressa langsung mengambil vas bunga yang ada di dekatnya dan hendak melemparkannya pada Magnus, namun karena Magnus punya refleks yang bagus, Magnus langsung menahan vas bunga itu di tangan Cressa dengan cepat.

Magnus menatap mata Cressa, dia kelihatannya sangat marah dengan pembicaraan antara kakaknya dengan Magnus mengenai perilaku aneh dirinya. Cressa menggigit bibir bawahnya untuk menahan emosinya sendiri, dia tak ingin terlalu marah di depan kakaknya.

"Cressa, hentikan!" Serenia agak meninggikan suaranya.

Serenia tahu semua sikap adiknya. Suasana hati adiknya, bagaimana caranya melampiaskan emosinya, semuanya. Dan Serenia tahu, Cressa sangat buruk dalam mengontrol emosinya.

Magnus merebut vas bunga itu dan menaruhnya kembali. Magnus menghela nafasnya.

"Kurasa kau memang kurang memperhatikan adikmu yang manis ini," komen Magnus.

"Siapa kau berani bicara seperti itu pada kakakku?!" balas Cressa dengan suara keras.

"Cressida Montgomery!" Serenia menaikkan suaranya satu oktaf di atas Cressa.

"Kau tahu, aku bersedia melakukan apa pun untukmu karena kau seperti akan mati kapan saja. Tapi asal kau tahu, pernikahan ini tak akan berhasil!" ucap Cressa sebelum meninggalkan ruangan itu.

Cressa pergi begitu saja. Meninggalkan Magnus dan Serenia di sana. Magnus menghela nafasnya, dia benar-benar harus sering mengambil nafas dalam-dalam jika harus menghadapi Cressa ke depannya.

"Kau mungkin ada benarnya. Gadis itu memang punya sikap yang sangat buruk," ucap Serenia.

"Tapi kelihatannya dia tidak pernah menyerangmu. Dia sangat penurut padamu," balas Magnus sambil mendudukkan dirinya lagi.

"Memang, karena aku yang membesarkannya. Di matanya, aku satu-satunya yang dia punya. Untuk itulah, aku tidak tahu apa jadinya dia jika aku mati. Dia benar, aku seperti bisa mati kapan saja."

"Semua orang juga bisa mati kapan saja. Tidak ada yang tahu tentang kematian." Magnus sekarang merasa sedikit lebih buruk, dia sebenarnya ingin membahas tentang suami Serenia dan wanita itu, namun kelihatannya Cressa sendiri bungkam demi kesehatan Serenia.

"Kau harus ingat, jika kau harus mempertahankan perusahaan Montgomery tetap di tangan keluarga ini. Setelah kau jadi bagian dari keluarga ini, mungkin kau akan kesulitan tentang Cressa, tapi percayalah, jika dia juga sebenarnya gadis yang sangat manis. Dia mungkin hanya merasa tertekan belakangan ini karena fakta aku sedang sakit." Serenia menatap Magnus dengan lebih serius.

"Jangan khawatir soal perusahaan atau Cressa. Mungkin aku bisa menjinakkannya." Magnus menatapi foto Serenia bersama dengan Cressa kecil yang manis, yang dipajang di sebelah vas bunga tadi.

"Aku sangat senang kau ada di sini."

"Kau sudah banyak berjasa untukku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika kau tidak datang tepat waktu." Tatapan Magnus sedikit melembut.

Magnus tak tahu kenapa, Serenia sangat takut jika perusahaan Montgomery jatuh ke tangan orang lain. Namun, seolah tak takut jika itu jatuh padanya. Ini seperti Serenia sudah tahu tentang kelakuan suaminya, Glenn Montgomery.

"Kau tidak masalah kan, jika harus menggunakan nama Montgomery setelah menikah nanti?"

"Aku merasa sangat diuntungkan jika bisa menggunakan nama keluarga terhormat seperti keluarga Montgomery. Fokus saja pada pemulihanmu, serahkan semua urusan perusahaan padaku. Dan adik kecilmu, aku bisa memastikan dia akan aman dan baik-baik saja," janji Magnus.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Rehan Hadinata adalah CEO sukses sekaligus duda dengan satu anak yang merindukan kasih sayang wanita. Meski banyak yang mengejarnya, tak ada satu pun yang berhasil memikat hatinya. Suatu hari, ia mencoba aplikasi kencan daring dan tertarik pada sosok bernama Nesya Cintia Ayu. Rehan pun memberanikan diri untuk mengirimkan pesan dan memulai perkenalan. Akankah interaksi mereka berkembang menjadi hubungan yang lebih serius dan penuh komitmen di masa depan?
Sampul Novel Cinta Setelah Menikah
9.4
Bunga, wanita cantik dengan bayang-bayang masa lalu, dipertemukan dengan Rio Xen Zhin. Rio adalah CEO asal Jepang yang kaya, berwibawa, namun sangat dingin. Sosoknya sangat mirip dengan mendiang mantan tunangan Bunga yang telah tiada. Rio memutuskan untuk menikahi Bunga hanya demi membalas sebuah jasa. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, mampukah Bunga merelakan masa lalunya dan menghadapi kenyataan bersama pria yang memiliki wajah serupa?
Sampul Novel Ending Scene: Wanita Terakhir di Hati Presdir
8.6
Kirei Nakamoto bersedia menikahi River King Mountbatten, jutawan yang buta dan lumpuh, demi membalas dendam atas kehancuran keluarganya. Di sisi lain, River hidup dalam trauma setelah dikhianati kekasihnya dan berencana melawan ibu serta adik tirinya yang tamak. Meski awalnya hanya sekadar kerja sama demi tujuan masing-masing, luka yang sama justru menumbuhkan benih cinta di antara mereka. Akankah Kirei menjadi sosok wanita terakhir yang mampu menyembuhkan hati River?
Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo
9.4
Pasca kegagalan rumah tangganya, Leira bertekad bangkit demi masa depan sang putra. Ia memutuskan kembali ke Chicago untuk mengejar karier di sebuah perusahaan penerbitan. Namun, situasi menjadi rumit saat ia harus bekerja di tempat yang sama dengan mantan suaminya. Di sisi lain, Leira terjebak dalam kesalahpahaman dengan sang CEO. Akankah ia mampu menjaga hatinya tetap tegar, atau justru menemukan cinta yang baru di tengah konflik ini?
Sampul Novel GAIRAH ISTRI SATU MILIAR
8.6
Hidup Sinta Maheswari hancur setelah ayahnya menjual dirinya demi melunasi utang dan biaya medis sang ibu. Ia dipaksa menikah dengan putra keluarga konglomerat berkuasa yang memperlakukannya bak budak tanpa nurani. Di tengah penderitaan tanpa cinta, Sinta justru hamil, membawa kegembiraan bagi keluarga besar namun tidak bagi suaminya yang kejam. Kini, Sinta harus berjuang keras mencari cara agar pria berhati iblis itu bisa benar-benar mencintainya.
Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
9.2
Akibat jebakan jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa mengasingkan diri. Enam tahun kemudian, ia kembali bersama tiga anak kembarnya untuk membalas dendam. Namun, anak-anaknya yang sangat cerdas justru bergerak sendiri menemukan sang ayah presdir dan menculiknya pulang demi sang ibu. Menghadapi tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dan menggodanya untuk menambah anak lagi, membuat Claire mengusirnya dengan kesal.