Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan

Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan

Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Mira Aditya duduk di sudut ruang keluarga yang sunyi, memeluk lututnya dengan pandangan kosong. Sebuah lampu temaram di pojok ruangan menjadi satu-satunya sumber cahaya, menerangi wajahnya yang pucat dan sembap karena tangis. Di pangkuannya, sebuah undangan pernikahan bertuliskan nama suaminya, Rafiq Jaya, dan wanita lain, Elena Faris, tergeletak seperti duri yang menancap di hati. Surat itu tak lagi mampu mengguncangnya-ia sudah menangis terlalu banyak untuk hari ini, bahkan mungkin untuk seumur hidupnya.

"Kenapa aku harus menikah dengan pria yang sudah punya cinta lain?" Mira bertanya pada dirinya sendiri, suara hatinya pecah, bergema di ruang sunyi. Namun, seperti biasa, tidak ada yang menjawab.

Dua bulan lalu, hidup Mira berubah dalam sekejap. Ayahnya, seorang pengusaha besar, menyampaikan berita yang pada awalnya terasa seperti mimpi indah: ia akan menikah dengan Rafiq Jaya, anak dari mitra bisnis keluarga mereka. Rafiq adalah pria yang selama ini hanya ia lihat di layar media sosial-tampan, berkarisma, dan selalu terlihat elegan dalam balutan jas hitam. Mira, seorang wanita sederhana yang jarang terpapar kehidupan glamor, merasa seperti tokoh utama dalam dongeng. Namun, siapa sangka, dongeng itu berubah menjadi mimpi buruk yang ia tidak pernah bayangkan.

Mira masih ingat malam pertama mereka setelah akad nikah. Ia menunggu di kamar dengan hati berdebar, mengenakan gaun malam yang ia pilih dengan penuh harapan. Namun, yang muncul di ambang pintu bukanlah seorang suami yang siap merangkulnya dengan penuh cinta, melainkan seorang pria dingin dengan sorot mata kosong.

"Aku menikah denganmu hanya untuk memenuhi permintaan orang tua kita," kata Rafiq tanpa basa-basi, nada suaranya datar, tajam seperti pisau. "Jangan harap aku akan mencintaimu."

Saat itu, Mira hanya bisa menunduk, menyembunyikan air matanya. Ia mencoba memahami, mencoba meyakinkan dirinya bahwa mungkin waktu akan mengubah segalanya. Tapi ia salah.

Pagi yang Menyesakkan

Mira terbangun dari tidurnya dengan mata yang bengkak. Ia meraba tempat tidur di sebelahnya yang kosong. Sudah sebulan berlalu sejak pernikahan mereka, namun Rafiq lebih sering tidur di luar rumah, mengabaikannya sepenuhnya. Hari ini berbeda. Suara pintu kamar yang terbuka mengejutkannya. Rafiq berdiri di sana dengan wajah serius, mengenakan setelan jas rapi.

"Kita harus bicara," katanya singkat.

Mira duduk perlahan, mencoba menyembunyikan rasa takut yang menyelimuti hatinya. "Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya, suaranya serak.

"Aku ingin kau tahu bahwa aku menikahi Elena tadi malam," ucap Rafiq tanpa jeda, seolah-olah berita itu adalah hal biasa.

Mira terdiam. Dunia seolah runtuh di hadapannya. "Apa maksudmu?"

"Aku mencintainya, Mira," Rafiq melanjutkan tanpa ekspresi. "Dia adalah wanita yang selalu ada untukku, dan aku tidak akan pernah bisa meninggalkannya. Pernikahan kita ini hanya formalitas."

Mira ingin berteriak, ingin menangis, tapi yang keluar dari bibirnya hanyalah sebuah bisikan lirih, "Kenapa kau tidak menolak pernikahan ini sejak awal?"

Rafiq menatapnya dengan pandangan tajam. "Karena aku tidak punya pilihan. Sama seperti kau."

Kata-katanya menusuk hati Mira lebih dalam dari yang ia bayangkan. Ia ingin berteriak, "Aku tidak pernah meminta ini!" tapi apa gunanya?

Kesendirian yang Membunuh

Hari-hari berlalu dengan lambat. Rafiq jarang pulang, lebih sering menghabiskan waktunya dengan Elena. Sementara itu, Mira berusaha mempertahankan martabatnya di depan keluarga besar mereka, berpura-pura bahwa pernikahannya baik-baik saja.

Namun, malam itu, semua topeng yang ia kenakan runtuh.

Mira duduk di meja makan, menunggu Rafiq pulang seperti biasanya. Ketika akhirnya ia masuk ke rumah, aroma parfum yang asing tercium dari tubuhnya. Elena pasti baru saja bersamanya.

"Kenapa kau pulang malam lagi?" Mira bertanya dengan suara pelan, mencoba menahan emosi.

Rafiq melemparkan jasnya ke sofa tanpa melihatnya. "Apa urusannya denganmu?"

Mira berdiri, hatinya membuncah. "Aku istrimu, Rafiq! Aku punya hak untuk tahu di mana kau berada."

Rafiq tertawa sinis. "Istriku? Jangan membuatku tertawa, Mira. Kau hanyalah seseorang yang terpaksa aku nikahi. Tidak lebih."

Air mata Mira tumpah. Ia menggenggam sisi meja, mencoba menjaga keseimbangannya. "Apa aku benar-benar tidak berarti untukmu? Sedikit saja, Rafiq?"

Pria itu mendekatinya, menatap tajam ke dalam matanya. "Kau tidak pernah berarti, Mira. Dan kau tidak akan pernah."

Tekad yang Tumbuh di Tengah Kehancuran

Malam itu, Mira menangis lebih lama dari biasanya. Namun, di tengah air mata dan rasa sakit, ia merasakan sesuatu yang berbeda-kemarahan yang perlahan-lahan menggantikan kesedihannya.

Ia berdiri di depan cermin, menatap wajahnya yang penuh luka emosional. "Aku tidak bisa terus seperti ini," pikirnya. "Aku harus bangkit, harus melawan."

Keesokan harinya, Mira memulai langkah kecil untuk mengubah hidupnya. Ia mulai mengabaikan keberadaan Rafiq, memfokuskan energinya pada hal-hal yang membuatnya bahagia-menulis, melukis, bahkan bekerja di bisnis kecil yang ia mulai sendiri.

Namun, langkah itu tidak mudah. Setiap kali ia merasa kuat, Rafiq akan muncul dengan sikap dinginnya, mengingatkannya bahwa ia hanyalah bayangan di rumah itu.

Pertemuan dengan Elena

Semuanya berubah pada suatu siang ketika Mira tanpa sengaja bertemu dengan Elena di sebuah kafe. Wanita itu mengenakan gaun mahal, dengan senyum angkuh yang membuat darah Mira mendidih.

"Oh, Mira," sapa Elena dengan nada manis yang dibuat-buat. "Aku tidak tahu kau suka tempat seperti ini. Biasanya wanita sepertimu lebih suka bersembunyi di rumah, bukan?"

Mira mengepalkan tangan, menahan diri untuk tidak membalas. "Aku tidak punya urusan denganmu, Elena."

"Tapi aku punya urusan denganmu," Elena membalas, mendekatkan wajahnya. "Kau tahu, Rafiq hanya merasa kasihan padamu. Dia tidak akan pernah mencintaimu seperti dia mencintaiku."

Mira tersenyum tipis, meskipun hatinya hancur. "Kasihan atau tidak, aku adalah istrinya. Dan aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan harga diriku lebih dari ini."

Kata-kata itu keluar begitu saja, tanpa rencana. Tapi anehnya, itu membuatnya merasa lebih kuat, lebih berani.

Mira tahu, ini baru permulaan. Tapi untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa mungkin, hanya mungkin, ia bisa bertahan-atau bahkan menang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beri Aku Kesempatan Kedua
9.2
Pasca ayahnya wafat, Ishvara terjebak dalam pernikahan paksa dengan Kalandra Ranjaya, pria yang sudah memiliki kekasih. Dianggap wanita kuno yang membosankan, Ishvara menderita dalam jebakan hidup yang penuh tangis. Namun, perubahan drastis Ishvara menjadi sosok cantik dan pengungkap hubungan misteriusnya dengan pria lain memicu kecemburuan Kalandra. Saat Kalandra mulai peduli, Ishvara justru memilih pergi dan menutup pintu hati demi mengakhiri sandiwara mereka.
Sampul Novel DILEMA CINTA
8.2
Dalam novel romansa modern berjudul Dilema Cinta, pembaca akan mengikuti perjalanan emosional Alex yang menaruh hati pada Maya. Meskipun perasaan cintanya terhadap Maya sangat tulus, Alex justru terjerat dalam situasi batin yang sangat rumit. Ia merasa sulit untuk melepaskan bayang-bayang masa lalu yang terus menghantuinya. Kisah ini menyoroti perjuangan berat seorang pria yang berusaha melangkah maju saat kenangan lama masih membelenggu hatinya.
Sampul Novel Hanin & Wahyu
8.0
Hanin dan Wahyu adalah saudara kembar yang selalu seiring sejalan hingga mereka dewasa. Namun, perbedaan mencolok muncul saat mereka memilih pasangan hidup. Suratman sukses menjadi konsultan bank dengan istri sekretaris hotel yang ambisius. Sebaliknya, Suratmin hanya bekerja sebagai petugas kebersihan dengan istri ibu rumah tangga biasa. Perbedaan status dan pola asuh anak yang kontras ini akhirnya memicu konflik besar yang mengorbankan masa depan anak-anak mereka.
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!
9.8
Leora Adhisti, putri ceria Prayoga Alexander, harus menghadapi kenyataan pahit saat bisnis keluarganya di New York hancur total. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa mengambil langkah ekstrem. Ia terjebak dalam kesepakatan pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas, miliarder tampan yang dikenal angkuh dan dingin. Mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam Adnan yang dijuluki Mr. Devil di tengah kemelut hidupnya?
Sampul Novel Jatah Malam Untuk Mertua
9.0
Leo terjebak dalam dilema besar saat calon ibu mertuanya yang menjanda mengajukan syarat hubungan intim sebelum pernikahan. Di sisi lain, Dinda terkejut mendapati ayah kandungnya, Pak Bram, menaruh hasrat padanya dan memberikan tuntutan serupa. Terjebak dalam nafsu dan tuntutan orang tua, akankah Leo dan Dinda saling mengkhianati komitmen mereka demi memenuhi syarat gila tersebut? Ikuti kisah penuh intrik dan pengkhianatan yang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Keputusan Takdir
8.5
Sallyana mengira cintanya akan berakhir indah, namun Veen justru memaksanya pergi hingga hatinya hancur. Saat ia mulai berhasil merelakan dan melupakan luka lama, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam status yang sangat berbeda. Akankah Sallyana jatuh hati lagi pada Veen setelah perpisahan pahit itu? Ataukah ia akan memilih pemuda lain yang hadir saat ia mencoba bangkit? Takdir memegang kunci atas akhir kisah pencarian kebahagiaan sejati ini.