Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah

Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah

Di dunia modern ini, sistem misterius bernama 'Kamu Hebat, Kamu Maju' memberikan bonus bagi siapa saja yang bisa menjalani hidup orang lain dengan lebih baik. Didorong keserakahan, ibu, suami, dan anak laki-laki protagonis menyeretnya ke persidangan sistem. Mereka bertaruh bisa menggantikan perannya demi hadiah puluhan miliar, dengan risiko protagonis akan dimusnahkan menjadi budak mereka. Namun, rencana itu berbalik saat sang protagonis justru berhasil meraup kemenangan senilai 60 miliar.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku hanya tersenyum dan tidak menghiraukan mereka.

Aku tidak perlu membuktikan kebenaran. Sekalipun aku membuktikan, orang yang tidak mau percaya, juga tidak akan percaya.

Ada kakak baik hati yang memberikan dana kepada ibuku.

Ibuku bertanya, "Dari mana kamu punya uang? Mungkinkah kamu melakukan hal yang aneh-aneh? Aku nggak butuh uang kotor ini."

Meski berkata demikian, ibuku enggan melepaskan uangnya.

Dari kakak baik hati itu, ibuku baru tahu bahwa hanya mereka yang punya kualifikasi pendidikan yang bisa memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan punya peluang lebih besar untuk menghasilkan banyak uang.

Setelah mempertimbangkannya, ibuku mengizinkanku bersekolah keesokan harinya.

Dia bahkan menangis keras di kantor kepala sekolah. "Meski aku miskin dan harus mengemis, aku juga harus membiarkan putriku bersekolah."

Penonton langsung terharu.

Aku hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa.

Penonton mulai berdiskusi. "Aku juga pernah memukul putriku sebelumnya, tapi itu semua karena tekanan finansial dan ketidakberdayaan."

"Si ibu tanggap juga. Setelah tahu pentingnya belajar, dia langsung membiarkan putrinya bersekolah."

"Apa susahnya belajar? Kalau aku punya orang tua yang memperlakukanku dengan baik, aku pasti akan bekerja keras."

Dari layar, terlihat kehidupan Nomor 1 dan ibunya terus berlanjut.

Di hari pertama sekolah, tepat pada upacara pengibaran bendera, ibuku menangis dan berlutut di lapangan. Dia bilang kondisi yang dimiliki putrinya kurang baik dan memohon kepada guru agar lebih menjaganya.

Nomor 1 berdiri di samping. Ibunya berlutut, dia pun ikut berlutut.

Ibu memegang celana guru dan tidak melepaskannya. Dia juga ikut memegang celana guru dan tidak melepaskannya.

Siswa lain langsung memandang ibuku dan Nomor 1.

Ibu baru mau berdiri setelah semua guru memberikan sumbangan.

Ibu menepuk punggung Nomor 1. "Ibu rela kehilangan harga diri hari ini, bersedia menanggung semua kesulitan agar kamu bisa bersekolah. Kamu harus ingat dengan kebaikan ibumu."

Penonton yang menyaksikan adegan itu terdiam.

Setelah beberapa saat, barulah ada yang berbicara. "Sebenarnya, orang-orang yang seperti ini baru bisa melangkah lebih jauh. Banyak orang yang disandera secara langsung, tapi masih bersikeras menyelamatkan harga diri."

"Tonton terus saja. Aku yakin gadis kecil ini juga bisa mengubah takdirnya dengan belajar."

Tidak banyak yang menanggapi perkataan itu.

Banyak orang yang memandangiku dengan simpati.

Aku teringat dengan masa kecilku. Ibuku selalu bilang, dia telah bekerja keras. Jadi, aku harus belajar giat agar ibuku bisa tinggal di rumah besar dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Saat itu, aku masih belum memahami apa itu hikmat duniawi. Aku tidak mengerti mengapa guruku tidak menyukaiku dan teman sekelasku juga membenciku.

Di saat aku duduk di bangku SMP, harga diriku baru muncul. Saat itulah, rasa sakit yang sesungguhnya dimulai.

Kehidupan dalam SD Perdana terlintas di layar.

Setiap semester, kakak baik hati akan memberikan uang kepada Nomor 1. Pihak sekolah juga mengatur pekerjaan bersih-bersih untuk ibuku. Dengan begitu, ibuku memiliki sumber penghasilan tetap.

Walau sikap guru terhadap Nomor 1 agak dingin, juga tidak ada teman sekelas yang mau berteman dengannya.

Namun, Nomor 1 lulus dari SD Perdana dengan nilai bagus dan berhasil masuk kelas penting di daerah tersebut.

Banyak penonton yang menghela napas lega.

"Nggak peduli seperti apa lingkungannya, nggak akan menghalanginya menjadi orang berbakat."

"Nomor 1 sangat giat belajar."

"Kalau terus seperti ini, Nomor 1 pasti akan lebih sukses dari putrinya."

"Benar. Nomor 1 terlihat seperti orang berkemauan keras dan nggak akan terpengaruh oleh orang lain."

Suamiku memandangku dengan pandangan meremehkan. "Andai aku tahu kondisi keluargamu yang sesungguhnya, aku juga nggak akan menikahimu."

Putraku juga menutupi hidungnya. "Memalukan sekali punya ibu sepertimu. Masa kecilmu begitu miskin. Kamu masih ingin aku menjadi miskin sepertimu."

"Akan ada giliran kalian nantinya," kataku dengan acuh tak acuh.

Dari layar, siaran langsung masih terus berlanjut. Kehidupan seperti apa yang bisa dicapai ibuku jika dia berada dalam situasiku.

Iuran sekolah tidak dipungut. Aku hanya membutuhkan buku, akomodasi, dan biaya hidup bulanan selama duduk di bangku SMP.

Namun, ibuku sempat ragu karena ada yang berniat menjodohkanku.

Hal ini juga berarti ibuku akan menerima mahar dalam jumlah besar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIBALIK TOPENGNYA
8.2
Kehidupan Sarah berubah total saat ia menemukan sebuah buku mantra misterius milik Evander. Sosok pria itu masih menjadi teka-teki besar yang tak terpecahkan. Apakah dia sebenarnya seorang pangeran yang menderita, atau justru badut kejam yang haus akan darah? Sarah terus bertanya-tanya apakah Evander adalah pemilik sah dari rumah berhantu tersebut, ataukah dia hanya orang asing yang disewa untuk mengusir roh jahat yang bersemayam di sana.
Sampul Novel Dikhianati oleh Alpha-ku, Bangkit sebagai Luna
9.7
Bertahun-tahun mencintai sang Alpha, aku justru dikhianati saat ia memilih wanita lain demi kekuasaan. Ia menggunakan darahku untuk ritual ikatan politik dan menolakku secara brutal di depan kawanan. Setelah difitnah dan disiksa, aku menolak tawaran menjadi simpanannya lalu melarikan diri. Aku bangkit menjadi Luna bagi Alpha sejati, namun obsesi sang mantan belum berakhir. Ia menjebakku kembali dan berbisik dingin bahwa sudah waktunya aku pulang bersamanya.
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi
7.8
Kehidupan Alfan Mananta sebagai dokter magang berubah drastis setelah ia dipaksa oleh direktur rumah sakitnya yang cantik untuk datang dan tinggal di kediamannya. Sejak langkah pertama di rumah wanita berkuasa tersebut, babak baru yang penuh dengan kedekatan intim tanpa batas pun dimulai di antara mereka. Novel modern bergenre fantasi romantis miliarder ini mengupas dinamika hubungan tak terduga yang menantang batas-batas profesionalisme mereka berdua dalam keseharian yang tak lagi sama.
Sampul Novel Hamil Anak Ular
8.6
Anjani, seorang ketua komunitas pencinta reptil, menghadapi kenyataan medis yang mustahil saat dokter menyatakan dirinya tengah mengandung tiga belas minggu. Padahal, ia sama sekali belum pernah melakukan hubungan intim dengan pria mana pun. Tuduhan aneh pun muncul dari sang ayah tiri, yang meyakini bahwa janin di rahim Anjani adalah keturunan ular akibat kebiasaan tidurnya bersama Chiko, seekor piton peliharaan kesayangannya. Misteri gelap ini menuntut jawaban atas kebenaran kehamilannya.
Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Saat menghadiri pesta di Negeri Suwarna, Putri Mahkota Manggalya menerima kabar duka atas wafatnya sang ayah. Karena takhta tak boleh kosong, Pangeran Rahagi yang berusia sepuluh tahun pun naik takhta menggantikannya. Sang Putri yang terpukul memilih mengasingkan diri demi menenangkan jiwa. Namun, di bawah kuasa raja muda yang baru, Manggalya justru berubah menjadi kerajaan agresif yang terus memperluas wilayah kekuasaannya secara membabi buta.
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.