Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN

MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN

Sekembalinya dari London, Hani Paulla langsung mengemban tugas sebagai sekretaris di bawah pengawasan kakaknya, Yuan Andersson. Namun, pesona Hani justru memicu obsesi gelap Yuan yang kemudian memaksanya menjadi pemuas hasrat sang billionaire. Meski terjebak dalam hubungan terlarang, sentuhan Yuan perlahan membuat Hani kecanduan. Kini ia bimbang antara melarikan diri atau jatuh cinta, sembari dihantui ketakutan jika rahasia ini tercium orang tua mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari ini, suasana sarapan pagi di rumah Louis sangat hangat. Hani duduk di sebelah mamanya, sementara Yuan duduk di seberangnya. Louis sibuk membaca koran sambil menikmati secangkir kopi.

Hani tampak antusias dan semangat menjalani hari pertamanya di perusahaan kakaknya, akan menjadi sekretaris untuk Yuan.

"Kak Yuan, apakah kita akan berangkat bareng?" tanya Hani.

Namun, tidak ada tanggapan dari Yuan membuat Hani jadi kesal.

Meskipun Yuan diam, ia tetap memperhatikan Hani dengan seksama. Tatapan matanya kadang-kadang tertuju pada wajah cantik Hani bahkan penampilan Hani sangat seksi. Seakan ada sesuatu yang membuatnya tertarik pada adiknya itu, meskipun dia tidak mau mengakui.

"Semangat ya, sayang, jangan sampai merepotkan kakakmu," ucap sang mama.

"Pasti, dong Mama! Hani pasti akan terus semangat. Tenang saja, Hani tidak akan sampai membuat Kak Yuan repot," ucap Hani tersenyum pada Yuan.

Yuan masih terpukau dengan pesona Hani, ia tidak banyak bicara. Dia tetap terlihat dingin, meskipun sebenarnya hatinya sedang bergejolak. Dia merasa ada sesuatu yang berbeda tentang Hani, sesuatu yang membuatnya tertarik, meskipun dia tidak tahu pasti apa itu.

Setelah sarapan, Hani bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan yang di pimpin oleh Yuan.

"Semoga kamu betah ya kerja besama Kakakmu," kata Louis sambil memberikan semangat.

Hani tersenyum dan mengangguk, "Hani pasti betah kok, Papa. Apalagi bossnya ini Kakak-ku," ucap Hani.

Yuan masih diam, tetapi matanya tetap mengikuti langkah Hani saat dia meninggalkan ruangan.

"Kak Yuan, kita berangkat bareng' kan?" tanya Hani.

"Berangkat saja sendiri!" tolak Yuan yang langsung membuka mobilnya, ia masuk ke dalam mobil, "Ingat, kalau di kantor panggil saya, Tuan, jangan Kakak," ucap Yuan mengingatkan.

"Iya, Tuan Yuan," ucap Hani.

Terpaksa Hani berangkat ke kantor di antar oleh kang ojeg online agar lebih cepat sampai di sana. Hari ini hari pertamanya, Hani tidak mau sampai terlambat.

***

Hani tiba di perusahaan dengan penuh semangat, tetapi begitu ia memasuki lobby, dia langsung menjadi pusat perhatian. Banyak mata yang tertuju padanya, para karyawan membicarakan pesona Hani Paulla membuat Hani menjadi risih.

"Apa penampilan aku terlalu berlebihan?" tanya Hani pada hati kecilnya.

Hani dengan percaya diri melangkah masuk ke ruangan Yuan, bos sekaligus kakak tiri yang sekaligus akan menjadi atasannya. Ia berusaha tidak peduli dengan tatapan dan bisikan-bisikan itu.

Dengan langkah gugup, Hani berusaha untuk tenang. Kata Louis, Yuan adalah sosok yang dingin dan menakutkan di perusahaan ini, selain karena keberhasilannya di dunia bisnis, juga karena sifat keras kepala dan ketusnya.

"Selamat pagi, Tuan Yuan," sapa Hani dengan suara yang terbata-bata.

Yuan menoleh ke arah Hani dan lagi-lagi penampilan adik tirinya yang sangat menggoda iman. Belah dada Hani tampak jelas dari balik blus yang dikenakannya, membuat Yuan merasa tergoda, menelan ludahnya susah payan. Namun, ia masih berusaha mengalihkan pandangannya, tetapi matanya seakan terpaku pada pemandangan itu.

"Duduk," perintah Yuan dengan ketus. Hani menurut dan duduk di kursi di depan meja Yuan. "Kamu baru saja mulai bekerja di sini, dan ada banyak hal yang harus kamu pelajari. Aku tidak ingin kamu mengulangi kesalahan yang sama seperti yang pernah dilakukan sekretaris sebelumnya."

Hani mengangguk, menatap kakak tirinya dengan penuh perhatian. "Aku akan berusaha sebaik mungkin, Tuan Yuan."

Yuan menarik nafas dalam-dalam, berusaha mengusir pikiran-pikiran nakal yang mulai muncul di benaknya. "Baiklah, kita mulai dengan tugas pertama kamu. Aku ingin kamu menyiapkan berkas-berkas yang akan aku bawa ke rapat nanti. Pastikan semuanya lengkap."

Hani segera berdiri dan mengangguk. "Baik, Tuan Yuan." Ia lalu berbalik dan keluar dari ruangan itu, meninggalkan Yuan yang masih terpaku pada belah dada yang telah menghilang dari pandangannya.

Setelah Hani pergi, Yuan mencoba untuk melupakan kejadian barusan dengan mencari informasi tentang Hani saat tinggal di London. Ia ingin tahu apa yang telah terjadi pada adik tirinya itu.

Setelah beberapa lama mencari, Yuan menemukan informasi mengejutkan bahwa Hani pernah menjadi sugar baby selama tinggal di London.

"Tidak disangka, ternyata dia gadis yang nakal," ucap Yuan tersenyum menyeringai.

Kemudian, saat rapat dimulai, Yuan meminta Hani untuk menemaninya. Namun, di tengah rapat, Hani melakukan kesalahan yang membuat rapat menjadi kacau. Semua mata tertuju pada Hani, dan Yuan tidak bisa menahan amarahnya.

"Hani!" bentak Yuan. "Apa yang kamu lakukan? Ini kesalahan besar! Bagaimana kamu bisa seceroboh ini?"

Wajah Hani memerah karena malu. "Maaf, Tuan Yuan. Aku tidak bermaksud," gumamnya dengan suara lirih.

Yuan menghela nafas, mencoba meredakan amarahnya. "Kesalahan ini tidak bisa diabaikan, Hani. Aku harap kamu bisa belajar dari kesalahan ini dan tidak mengulanginya lagi. Kalau kau sampai mengulanginya lagi, kau akan saya pecat, Hani."

Hani menundukkan kepalanya, merasa sangat malu dan menyesal. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan bekerja lebih keras dan tidak akan membuat kesalahan lagi, demi membuktikan pada Yuan bahwa ia pantas bekerja di perusahaan ini.

Sementara itu, di lubuk hati terdalamnya, Yuan berharap ia bisa melupakan hasrat terlarang yang mulai tumbuh di hatinya terhadap adik tirinya itu.

"Meskipun dia telah membuat kesalahan. Tapi aku akui, bahwa aku tidak bisa menahan diri, dia sangat menarik dan menggoda," batin Yuan.

Yuan tidak bisa menahan hasrat, ia keluar dari perusahaan saat jam makan siang. Yuan akan membeli jasa sugar baby yang sudah menjadi pelanggan setianya. Yuan akan terus memakai jasa wanita jika wanita itu berhasil membuat dirinya puas dan lemas.

"Hani, kamu yang sabar ya, Tuan Yuan memang tegas tapi sebenarnya dia sangat baik," ucap Lulu, teman baru Hani di perusahaan ini.

Hani mengangguk kecil kemudian tersenyum pada Lulu.

Hani memutuskan untuk makan siang di kafe milik teman SMA-nya.

Sesampainya di sana, Hani melihat Yuan dengan seorang wanita cantik nan seksi.

"Siapa wanita itu?" tanya Hani pada dirinya sendiri. "Ah, bukan urusanku!"

Saat Hani menarik kursi dan duduk di kursi itu. Yuan menoleh. Tas Hani jatuh, dan Hani mengambilnya terlihat jelas di mata Yuan milik Hani yang kembar itu.

"Maaf, saya ada urusan," ucap Yuan yang langsung beranjak pergi.

Ternyata Yuan menghampiri Hani dan menarik adiknya itu.

"Ikut saya!"

"Kak Yuan, kamu mau membawa aku ke mana?" tanya Hani panik.

Yuan tidak menjawab pertanyaan dari Hani, ia terus menarik lengan Hani sampai masuk ke dalam mobil.

Tubuh Hani sangat gemetar, ia benar-benar ketakutan.

"Kak Yuan, aku lapar. Biarkan aku makan dulu!" Hani merengek manja.

"Diam kamu!" bentak Yuan.

Hani langsung diam, dan mengigit bibirnya semakin membuat Yuan tidak bisa menahan hasrat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Melanjutkan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras harus menjalani hidup sebagai anak angkat di keluarga kaya setelah kehilangan orang tuanya. Sosok yang merawatnya sebenarnya adalah penyebab kematian sang ibu yang ingin bertanggung jawab. Namun, kemewahan itu tidak membawa kebahagiaan. Laras justru terjebak dalam obsesi gelap kakak angkatnya sendiri. Di tengah berbagai rintangan pelik, mampukah obsesi tersebut berubah menjadi cinta yang tulus?
Sampul Novel CEO Mesum
9.1
Alice Handerson adalah sekretaris tegas yang harus menghadapi perilaku provokatif bosnya setiap hari. Meski profesional, ia sering terjebak dalam situasi penuh godaan dan makna ganda di kantor. Saat sang atasan mengajukan tawaran skandal, Alice terjepit antara logika dan keinginan hati yang membingungkan. Hubungan benci tapi rindu ini memaksa mereka menjelajahi batas kekuasaan dan cinta dalam narasi romansa kontemporer yang berani dan penuh gejolak.
Sampul Novel Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
8.8
Kehidupan Arlina berubah drastis setelah mengetahui dirinya hamil dan harus menikahi dosen mudanya sendiri, Profesor Rexa. Meski awalnya tinggal di kamar terpisah, Rexa perlahan mendekati Arlina dengan berbagai alasan hingga mereka hidup bersama. Di Universitas Sterling, Rexa dikenal sebagai profesor termuda yang misterius karena cincin di jarinya. Identitas Arlina sebagai istri sekaligus dokter bedah jantung hebat akhirnya terungkap di depan kelas saat Rexa memperkenalkannya secara langsung.
Sampul Novel Istri Yang Tersiksa
8.7
Tiga tahun Rania Alvi menderita dalam pernikahan dingin bersama pengusaha sukses, Rizky Wira. Sebagai istri kedua, ia merasa terasing oleh kehadiran mantan istri Rizky, Inez. Saat divonis kanker stadium dua, Rania yang hancur fisik dan mental akhirnya meminta cerai. Namun, Rizky dengan tegas menolak dan bersumpah tidak akan pernah melepaskannya. Kini Rania terjebak dalam obsesi suaminya, berjuang di antara rasa sakit dan ikatan pernikahan yang menyesakkan tanpa jalan keluar.
Sampul Novel Istriku Punya Nama
7.9
Hananan, gadis mandiri berusia 25 tahun, terkejut saat mengetahui dirinya bukan anak kandung keluarga petani yang membesarkannya. Hidupnya berubah drastis ketika dijemput paksa ke sebuah rumah mewah, bukan untuk disambut hangat, melainkan dipaksa menggantikan adik kembarnya, Nazia, yang kabur demi cinta. Ia harus menikahi pengusaha kaya sebagai pengganti. Tanpa kasih sayang orang tua kandungnya, mampukah Hananan menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Lima Tahun Kebohongan
9.6
Damon dan Aurelia terikat pernikahan kontrak demi warisan dan stabilitas finansial. Setelah lima tahun berpisah, Damon kembali untuk bercerai, namun ia terkejut menemukan Aurelia membesarkan seorang putra yang sangat mirip dengannya. Di tengah tuntutan komitmen dari kekasihnya, Mira, Damon harus memilih antara rencana masa lalunya atau tanggung jawab sebagai ayah. Rahasia besar mulai terungkap, memaksa Damon mempertaruhkan segalanya demi keputusan yang benar.