Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Bayang Cinta Pertamanya

Menjadi Bayang Cinta Pertamanya

Hamil tiga bulan tidak membuat Jessy mendapatkan belas kasih dari suaminya, Jasper. Demi menyelamatkan kalung peninggalan ibu dari cinta pertamanya, Viola, Jasper dan teman-temannya tega mendesak Jessy yang pandai berenang untuk terjun ke dalam laut. Meski telah menangis dan memohon, harapan Jessy hancur saat Jasper justru mendukung tindakan kejam tersebut. Di titik terendah ini, Jessy akhirnya sadar bahwa dirinya hanyalah bayangan tidak berarti dalam kehidupan sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku sedang hamil tiga bulan ketika suamiku, Jasper, memintaku terjun ke dalam air untuk mencari kalung peninggalan cinta pertamanya.

Dengan mata yang bengkak karena menangis, aku memohon kepada Jasper sambil menggelengkan kepala. Namun, temannya yang tidak tahan melihat sikapku, akhirnya berbicara.

"Cuma terjun ke dalam air, apa susahnya? Di antara kita semua, cuma kamu yang bisa berenang. Jadi kenapa bukan kamu saja yang melakukannya?"

"Jessy, itu peninggalan ibunya Viola. Bukankah benda itu sangat penting?"

Aku berjuang untuk meraih ujung pakaian Jasper dan memohon belas kasihan terakhir darinya.

Namun, sebelum aku didorong ke dalam laut, aku hanya bisa menggantungkan harapan pada segelintir rasa tidak tega yang mungkin ada di matanya.

Akhirnya, dia membuka mulutnya, "Jessy, kamu pandai berenang. Nggak akan terjadi apa-apa."

Saat itu aku baru menyadari, bahkan dalam keadaan seperti ini, aku tidak lebih dari bayangan samar di hidupnya.

"Splash ...." Sebuah suara percikan yang besar terdengar ketika aku didorong dari kapal pesiar ke dalam laut. Di dalam air, segalanya mendadak menjadi sunyi.

Pikiranku dipenuhi wajah mereka yang berdiri di atas kapal saat aku didorong. Semua ini hanya karena mereka sedang berlibur dan kalung yang diberikan Jasper kepada Viola jatuh ke laut.

Suamiku, Jasper, langsung mengusulkan agar aku, satu-satunya yang bisa berenang, turun untuk mencarinya.

Rasa asin memenuhi mulutku, membuatku tak bisa membedakan mana air laut dan mana air mata.

Perutku mulai terasa sakit dan mencengkeram dengan kuat.

Aku menggelengkan kepala dan berusaha untuk tetap sadar. Demi anakku, aku harus bertahan hidup. "Jasper, angkat aku ke atas!" Aku berteriak sekuat tenaga ke arah kapal, tapi suaraku hampir tidak terdengar.

Salah satu pria di samping Jasper berteriak padaku, "Kalung itu adalah peninggalan ibunya Viola, Jessy. Tolong temukan dulu sebelum naik!"

Suaranya tidak terlalu keras, tetapi terdengar jelas di telingaku. Aku menatap Jasper yang berdiri di sana dengan kepala tertunduk. Jasper, apakah itu juga yang kamu pikirkan?

Mencari kalung di lautan seperti ini jelas sama saja dengan membiarkanku mati.

Tak disangka, Jasper datang dengan sebuah tongkat bambu. Bukannya menarikku keluar, dia malah mendorongku lebih jauh ke dalam laut. Jaraknya tidak jauh, aku bisa melihat jelas gerakan bibirnya yang tidak terucap.

"Patuhlah ...."

"Gluk ...."

"Gluk ...."

Aku mengambang sendirian dengan tak berdaya di laut dan berjuang untuk tetap bertahan hidup. Aku meraih erat-erat rumput laut yang melayang di sekitar, sementara air laut bercampur air mata memenuhi lidahku dengan rasa pahit.

Ada tarikan kuat dari dasar laut yang terus menyeretku ke bawah. Dengan sisa tekad untuk bertahan hidup, aku berusaha keras untuk naik ke permukaan.

Untungnya, aku berhasil menyelamatkan diriku sendiri. Aku terdampar di pantai dan tubuhku terkulai lemas. Namun, di bawahku, pasir pantai sudah berubah merah karena darah. Tenda-tenda yang sebelumnya berdiri di sekitar pantai sudah lenyap entah ke mana.

Aku hanya bisa menundukkan kepala dengan lemah. Betapa konyolnya diriku, masih berharap bahwa Jasper akan menyesal melihat keadaanku yang mengenaskan.

Nyatanya, dia bahkan sudah pergi. Tidak ada siapa pun di sana. Perlahan-lahan, kesadaran mulai meninggalkanku dan aku pingsan.

Ketika membuka mata lagi, aku sudah berada di kamar rumah sakit yang kosong. Tidak ada siapa pun di sana selain aku sendiri.

Dokter masuk ke kamar dan memperbaiki kecepatan infusku. Dia berkata dengan nada penuh rasa kasihan, "Baru saja keguguran, kamu harus benar-benar jaga diri. Kenapa kamu berenang tanpa memikirkan kondisi anakmu?"

Aku memejamkan mata, menelan pahit getir yang tak berujung. Aku menjawab dengan suara pelan, menyembunyikan semua kepedihan yang menggerogoti hatiku.

Bahkan seorang dokter yang merupakan orang asing saja menunjukkan perhatian pada kesehatanku. Namun, orang yang telah hidup bersamaku selama lima tahun, suamiku sendiri, adalah alasan mengapa aku berada dalam kondisi ini.

Karena kami sedang berada di kota tujuan wisata, aku dipulangkan dari rumah sakit setelah hanya tiga hari dirawat. Kali ini, aku bersikeras untuk kembali ke hotel dan mengemasi barang-barangku. Aku memutuskan akan pulang sendiri dan merawat tubuhku di rumah.

Ketika tiba di hotel, aku langsung bertemu dengan Viola. Dia tampak terkejut melihatku. "Jessy?"

Aku menunduk, menatapnya dengan mata yang penuh tekad dan kemarahan. Jasper memang tidak bertindak benar, tapi Viola juga tidak lepas dari tanggung jawab atas kematian anakku.

"Kenapa kamu kembali?" tanyanya, sementara sekelompok orang di pantai sedang memanggang barbeku dengan santai.

Aku berjalan mendekati Jasper dengan wajah dingin. "Katakan padaku password kamar hotel. Aku tadi mencoba masuk tapi nggak bisa."

Aku ingin mengemasi barang-barangku dan meninggalkan tempat menyedihkan ini. Aku mau pulang untuk memulihkan diri. Sisanya, aku akan urus dengan Jasper nanti.

Namun, sebelum Jasper bisa menjawab, Viola memotong pembicaraan. "Jessy, kamar hotelmu sudah lama kami kembalikan."

Setelah berbicara, dia menatap sekeliling dengan ekspresi seolah tak bersalah, seakan ingin menunjukkan bahwa itu bukan kesalahannya. Dengan suara kecil, dia menambahkan, "Kami pikir kamu sudah pulang. Siapa sangka kamu akan kembali? Lagian, meskipun Kak Jasper punya banyak uang ...."

Air matanya hampir jatuh. "Nggak seharusnya kita menyia-nyiakannya, 'kan?"

Apa?!

Aku menarik napas panjang untuk menahan kemarahanku. Aku berjalan mendekati Viola bersiap untuk bicara, tetapi tiba-tiba sebuah frisbee melayang ke arah kami.

"Hati-hati!" Jasper yang biasanya begitu dingin, berlari panik ke arah Viola.

Dengan cepat, dia melindungi Viola di pelukannya. Dalam proses itu, kakinya menendang panggangan barbeku hingga panggangan itu terbalik dan bara panasnya jatuh tepat mengenai kakiku.

Rasa sakit langsung menjalar di kakiku. Kulit di betis bawahku berubah merah terang dalam sekejap.

"Ahh ...."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Billionare and His Secret Wife
8.8
Michelle terbiasa menjual kecantikan fisiknya demi bertahan hidup. Suatu malam, ia terjebak situasi berbahaya saat mengetahui rencana keji para kliennya. Meski dalam pengaruh obat, Michelle berhasil kabur dan menyelinap ke kamar seorang pria asing untuk menuntaskan gairahnya yang tak tertahankan. Pertemuan tak terduga itu ternyata menjadi titik balik yang mengubah garis takdirnya selamanya. Ikuti kisah penuh intrik dan gairah ini dalam balutan romansa yang membara.
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Claritta Indriana, model populer, terjerat dalam pernikahan rumit dengan pewaris Andromeda Group, Aslan Teryeka. Meski mengaku cinta, Aslan memperlakukan Claritta semena-mena dan bersikap posesif, bahkan tega berselingkuh dengan sekretarisnya. Di tengah pengkhianatan dan kebencian Aslan yang membara, Claritta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia bertahan sebagai boneka dalam hubungan hancur ini, atau memilih menghilang selamanya demi meraih kebebasan?
Sampul Novel Gadis Kesayangan Tuan Muda
9.2
Syaqila Ayu Purnama terpaksa menjadi tunangan Aditya Garrett setelah ayahnya menjualnya demi melunasi utang. Meski benci dengan situasi ini, gadis remaja itu kini hidup bergelimang harta di rumah mewah dan sekolah elit. Di sisi lain, Aditya yang berusia 23 tahun sengaja memanfaatkan keadaan karena telah lama menyukai Syaqila. Ia terus memanjakan sang gadis, namun tantangan muncul dari pria-pria muda yang lebih tampan. Mampukah Aditya memenangkan hati Syaqila?
Sampul Novel GADIS POLOS MILIK TUAN MUDA
9.6
Cinta adalah mahasiswi pekerja keras yang berjuang demi kesembuhan neneknya. Tanpa disadari, kepolosannya dimanfaatkan oleh sang paman yang tega menjualnya demi uang. Di tengah kemalangan, ia bertemu pengusaha kaya yang jatuh hati dan melindunginya. Namun, hubungan mereka penuh rintangan, mulai dari persaingan bisnis yang kejam hingga gangguan keluarga besar sang nenek yang terus menyudutkan Cinta atas kesalahan yang tak pernah ia perbuat.
Sampul Novel Hasrat Kedua
9.7
Senja Malini berjuang keras menghidupi dua putrinya sebagai janda sebelum akhirnya dipersunting pengusaha kaya, Dafa Suryaningrat. Meski awalnya hidupnya membaik dan diterima keluarga mertua, kebahagiaan itu sirna saat rahasia Dafa terungkap. Suaminya ternyata mencintai wanita lain bernama Lily. Di tengah kemelut rumah tangga yang hampir hancur, Bagas sang kakak ipar justru jatuh hati padanya. Senja kini terjebak antara mempertahankan pernikahan atau berpaling pada Bagas.
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya
8.5
Tujuh tahun menjadi sekretaris dan kekasih Navish, Cassia harus menghadapi kenyataan pahit saat pria itu bertunangan dengan orang lain. Berniat mundur karena patah hati, Cassia terkejut ketika Navish tiba-tiba membatalkan pertunangan itu di depan publik. Namun, sebuah acara lelang mengubah segalanya. Alih-alih dilamar, Cassia justru dihadapkan pada kemunculan 'cinta sejati' Navish yang berwajah sangat mirip dengannya. Di tengah gunjingan publik, Cassia akhirnya menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang pengganti.