
Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya
Bab 3
Keesokan paginya, saat matahari belum terlalu terik, setelah berdandan dengan cantik, Jennifer mendatangi rumah Keluarga Ganendra.
Setelah tumbuh dewasa, Ryan memutuskan untuk pindah dari rumah itu. Ryan hanya akan kembali ke rumah itu untuk menemani Jason setiap akhir pekan. Tidak heran jika suasana di sana sangat suram, hanya ada Shemar Ganendra dan Jacob yang menempati bangunan sebesar itu selain Jason.
Saat ini, Jennifer sedang duduk dengan tegap sambil tersenyum tipis di depan Jason di ruang tamu yang sangat luas dan megah.
Pria tua itu menatap wanita di depannya dengan pandangan tajam, mencoba mencari tahu apa yang Jennifer inginkan hingga mengganggunya di pagi yang cerah ini. Akhirnya setelah lama larut dalam keheningan, Jason berbicara dengan tegas, "Nona Jennifer, karena kamu datang mengunjungiku secara pribadi dan meminta untuk bertemu, mari kita segera hentikan basa basi dan katakan saja apa tujuanmu kemari. Apa yang ingin kamu bicarakan denganku hingga kamu datang sepagi ini untuk mengganggu waktuku yang berharga?"
Tanpa ragu ragu lagi, Jennifer langsung mengeluarkan setumpuk foto dari dalam tasnya dan meletakkannya dengan perlahan di depan Jason. Sikapnya terlihat sangat elegan dan anggun saat melakukan hal itu. Jennifer berkata, "Tuan Jason, terima kasih karena Anda telah meluangkan waktu Anda yang berharga dengan menemui saya. Baiklah, agar Anda tidak penasaran lagi, maka saya akan langsung ke intinya. Saya ingin hari ini Anda membuat sebuah keputusan. Dan saya yakin ini akan menjadi keputusan terbaik yang pernah Anda buat. Saya ingin Anda membuat Ryan agar dia mau menikah denganku."
Jason langsung tercengang mendengarnya. Dia benar-benar tidak percaya mengenai apa yang dia dengar dari mulut wanita yang ada di depannya ini.
Kalimat yang baru saja dia dengar membuat wajahnya sedikit mengerut, tapi kemudian kembali normal setelah Jason mampu menguasai dirinya. Jason lalu mulai memerhatikan foto-foto yang ada di depannya ini. Dia lalu mengangkat kepalanya dan menatap Jennifer dengan pandangan heran. "Apa maksudmu mengatakan hal itu? Apa hanya dengan foto ini kamu merasa kamu bisa menikahi Ryan?"
Memang Jennifer dan Ryan ada di foto-foto itu. Sepertinya itu adalah foto saat mereka bertemu sebelumnya, dan dalam foto tersebut, mereka terlihat sedang berciuman.
Jennifer berusaha menjelaskan, "Begini Tuan Jason, saya mohon agar Anda jangan marah karena apa yang ada di foto foto ini. Saya tidak menyangka bahwa ada seseorang yang akan sengaja mengambil foto pada saat kejadian itu. Saya kemarin sudah mendatangi Ryan untuk membahas tentang hal ini dan mengusulkan agar kami menikah, tetapi dia menolak," kata Jennifer sambil tersenyum.
Jennifer menceritakan semua yang terjadi pada Jason tanpa ada yang berusaha ditutupi dan berharap ini akan menjadi keuntungan baginya.
Namun bagaimanapun juga, Jason bukanlah anak kemarin sore, jadi dia sangat menyadari apa yang wanita ini ingin lakukan.
Firasatnya memang benar, setelah mendengar apa yang diceritakan oleh Jennifer, Jason semakin memerhatikan wanita yang duduk di depannya ini. "Kamu ingin menikah dengan Ryan? Koreksi jika aku salah, tapi seingatku, kalian berdua tidak saling mengenal satu sama lain, dan sekarang tiba-tiba kamu ingin menikah dengannya? Bukankah ini sangat aneh? Nona Jennifer, sebagai seorang gadis, kamu seharusnya bisa lebih berikap sopan dan bermartabat, apalagi dengan menyandang nama keluarga di belakang namamu yang cukup terhormat. Orang-orang yang tidak mengenalmu dengan baik bisa saja mendapatkan kesan yang buruk terhadapmu jika kamu melakukan hal-hal seperti ini. Terlebih lagi..."
Jason sengaja berhenti sejenak dan menatap Jennifer dengan penuh arti agar wanita ini mengerti. "Kami memiliki status keluarga yang sangat tinggi dan tidak bisa diremehkan oleh keluarga lain, maka wajar jika tidak semua orang bisa menjadi bagian dari Keluarga Ganendra."
Apa yang sebenarnya ingin Jason katakan adalah bahwa sebetulnya Jennifer ini tidak memiliki kualifikasi yang cukup baik untuk menikah dengan anggota Keluarga Ganendra.
Jennifer mencoba menjawab, "Begini Tuan Jason, jauh sebelum saya datang kepada Anda dengan membawa foto-foto hari ini, saya sudah mengetahui siapa diri saya dan apa kemampuan yang saya miliki. Dan saya selalu mendapatkan apa yang ingin saya miliki, karena saya bisa melakukan segala cara untuk menjadi pemenang. Apa yang saya minta kepada Anda adalah sebuah permohonan yang sebetulnya sama sekali tidak sulit. Saya hanya ingin Ryan menikahi saya, itu saja. Saya pikir itu adalah hal yang wajar bukan? Bahkan meski Anda berpikir bahwa saya tidak memenuhi syarat untuk menikah dengannya dan menjadi anggota Keluarga Ganendra, saya harus menikah dengannya dan saya yakin akan mendapatkannya," kata Jennifer sambil tersenyum acuh tak acuh.
"Tentu saja, jika Anda masih saja bersikeras mempertahankan pendapat Anda, maka saya akan membiarkan masyarakat yang menilai hal ini. Saya yakin mereka akan membela saya. Saya yakin pasti akan ada banyak pihak yang sangat tertarik dengan foto-foto yang ada di tangan saya ini. Saya sudah terbiasa mendapat sorotan dari masyarakat, tetapi saya tidak tahu apakah Keluarga Ganendra akan mampu mengatasi sebuah gosip yang mungkin bisa merusak nama baik keluarga."
Jennifer tahu bahwa dia sudah melewati batas saat ini karena dia sedang mengancam mereka, tetapi dia sudah terlalu jauh untuk mundur.
Jennifer sudah tidak peduli lagi apa yang akan dipikirkan seluruh dunia tentang dirinya nanti. Yang terpenting saat ini adalah misinya harus terlaksana. Misi utamanya adalah menikah dengan Ryan. Jika ini dapat terwujud, maka kehidupannya di masa depan tentu saja akan terjamin.
Jason terperanjat, "Apa? Nona Jennifer, aku sudah mendengar beberapa hal tentangmu dan hari ini aku melihat sendiri bahwa kepercayaan dirimu memang sangat luar biasa. Apa kamu merasa dan benar-benar berpikir bahwa hanya dengan membocorkan foto-foto ini, maka kamu dapat mengancam Keluarga Ganendra? Nona, aku telah melalui hal-hal yang jauh lebih buruk daripada yang dapat kamu bayangkan. Apa kamu merasa hanya dengan hal sekecil ini, aku akan takut dengan ancamanmu?"
Wajah Jason menjadi merah padam seperti kepiting rebus karena dirinya sangat marah, dan Jennifer tahu dia telah membuat Jason kesal.
Jennifer kemudian tersenyum, "Tuan Jason, saya tahu bahwa hal sekecil ini tidak akan membuat Anda menyerah dengan mudah di bawah ancamanku. Saya hanya ingin menikah dengan Ryan. Saya harap Anda dapat membantu saya mewujudkan impian ini."
Jennifer kemudian berhenti sejenak untuk mengambil napas sebelum lanjut berbicara, "Saya tahu Anda ingin menyerahkan kendali Keluarga Ganendra pada Ryan, tetapi Anda pasti juga tahu bahwa ada begitu banyak hal yang sedang menghalangi jalannya. Begini saja, bagaimana jika saya membuat sebuah kesepakatan yang akan menguntungkan Anda?"
Jason berusaha keras menjaga ekspresinya senetral mungkin walau dalam hatinya dia mulai penasaran mengenai cara apa lagi yang akan wanita ini lakukan untuk meyakinkannya. "Sebuah kesepakatan katamu? Kesepakatan seperti apa yang bisa kamu tawarkan pada orang yang sudah memiliki segalanya sepertiku? Aku sudah menyelidikimu, bahkan dalam keluargamu sendiri, kamu tidak memiliki kekuatan atau pengaruh apa pun. Jadi bagaimana bisa kamu dapat membantu Ryan?"
Jennifer akhirnya memilih untuk mengatakan yang sebenarnya dan membuka sebuah rahasia besar pada Jason, "Begini Tuan Jason, menurut informasi yang saya dapatkan dan sejauh yang saya tahu, Tuan. Jacob sangat tertarik untuk menjalin hubungan dengan keluarga kami dengan cara membina sebuah pernikahan. Kemarin, saya melihat dia datang secara pribadi mengunjungi Ayah saya dan meminta agar saya mau menikahi putranya. Akan tetapi, saya..."
Jennifer terdiam sejenak, mencoba mengingat kembali hal-hal yang telah terjadi kemarin. Jennifer kemudian menggelengkan kepalanya dengan tegas dan lanjut berbicara, "Saya merasa jauh lebih tertarik pada Ryan dibanding Franky. Saya menyadari bahwa saya tidak memiliki kekuatan atau pengaruh dalam Keluarga Lukito, tetapi saya punya kepercayaan diri yang tinggi bahwa saya dapat membantu Ryan mendapatkan apa yang dia inginkan. Seperti yang sudah saya katakan, saya akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menang. Yang saya inginkan hanyalah agar Ryan mau menikahi saya. Sebagai istrinya nanti, bukankah sudah menjadi tugas dan kewajiban saya untuk mendukungnya dan membuatnya menjadi yang terbaik?"
Ketika Jason mendengar berita bahwa Jacob telah lebih dulu mengajukan lamaran pada Keluarga Lukito, dia sangat tercengang. Jason merasakan perih di hatinya, seolah-olah seperti tersayat benda tajam.
Setelah sekian lama, Jacob masih saja memiliki keinginan untuk menyakitinya dan keluarga ini.
"Baiklah Jennifer, jika kamu memang ingin aku mempercayaimu, kamu harus memberiku sebuah alasan untuk mempercayaimu, bukan?" Ekspresi Jason masih saja dingin, tapi nadanya sudah sedikit melunak, tandanya dia sudah mulai tertarik.
Jason tergerak oleh tekad di mata Jennifer, mata yang penuh semangat dan keinginan untuk menang.
Untuk sesaat, Jason sepertinya berpikir bahwa Jennifer ini sangat cerdas.
Setelah semua yang pernah dia alami dalam hidupnya, Jason tahu bagaimana menilai orang dengan tepat hanya dengan melihat ke kedalaman mata mereka. Dan Jason merasa bahwa wanita di depannya ini mungkin tidak seburuk rumor yang beredar di masyarakat.
Mendengar kalimat yang diucapkan Jason, senyum di wajah Jennifer menjadi semakin cerah, wajahnya berbinar dan matanya mulai berkaca kaca.
Tanpa berkata-kata lagi, dia mengeluarkan sebuah dokumen lain yang telah dipersiapkannya dengan baik dari dalam tasnya dan menyerahkannya pada Jason dengan sopan.
Jason mengambil dokumen tersebut dan mulai membaca isinya selama beberapa menit. Jason sangat terkejut ketika selesai membaca apa yang ada di dalam dokumen itu.
Jason mengangkat kepalanya dan menatap Jennifer dengan pandangan tak percaya. "Bagaimana bisa, kamu... Apa kamu benar-benar harus menikah dengan Ryan? Gadis kecil, sekarang tolong katakan padaku dengan jujur. Mengapa kamu bersikeras ingin bersama Ryan? Seolah-olah hanya ada satu pria saja di dunia ini yang kamu inginkan. Kamu bahkan telah memberitahuku rahasia terbesarmu!"
Jennifer menatap tajam ke mata Jason, lalu dia berkata perlahan, "Saya menyukai Ryan."
Ya, Jennifer menyadari bahwa dirinya menyukai Ryan.
Kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Jennifer sangat mengejutkan Jason.
Jason merasakan sebuah ketulusan dari kata-kata Jennifer yang tidak dia temukan dari wanita-wanita lain selama ini. Jennifer sama sekali tidak berbohong tentang perasaannya pada Ryan.
Setelah berpikir sejenak dan menimbang beberapa hal tentang keputusan apa yang harus dia ambil, akhirnya Jason tersenyum dengan lega.
Anda Mungkin Juga Suka





