Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENIKAHI CALON ISTRI SAHABAT

MENIKAHI CALON ISTRI SAHABAT

Rayyen terkejut saat Albar, sahabat lamanya, muncul dengan kondisi fisik memprihatinkan dan memintanya menikahi Aliffa, calon istrinya. Albar yang dulu seorang casanova kini sakit parah dan memohon demi masa depan Aliffa. Rayyen terjebak dalam dilema besar; ia harus memilih antara memenuhi wasiat sakral sahabatnya atau mempertahankan pertunangannya dengan Zeanna, model sukses pilihan ibunya. Bisakah Rayyen menikahi wanita yang tak ia kenal?
Bab
Bagikan

Bab 3

Semenjak pertemuannya dengan Albar hari itu. Rayyen begitu sering mendapatkan teror dari Al. Yang terus mendesaknya untuk menemui Aliffa. Kadang dia menelpon, kadang mengirim pesan. Atau sesekali Albar berkunjung ke tempat kerjanya. Albar memutuskan untuk tidak lagi, kembali ke Indonesia. Orang tuanya memilih membawanya kembali ke luar negeri. Untuk menjalani pengobatan dan perawatan yang lebih intensif. Mereka berdua sangat berupaya untuk kesembuhan putra bungsunya. Dan hal ini tidak diketahui oleh pihak Aliffa. Semuanya sangat di rahasiakan. Yang mereka tahu Albar dan keluarganya kini masih berada di kota yang sama. Dan turut sibuk mempersiapkan pernikahan putranya. Albar memiliki saudara perempuan. Kakak tertuanya bernama Nadia Matthew, ia telah berkeluarga dan juga menetap tinggal di luar negara.

Satu bulan menjelang pernikahannya dengan Aliffa. Albar semakin intens dan brutal, untuk terus menghubungi Rayyen.

Namun sebisanya, Rayyen beralasan dan terus menghindar dari kehendak sahabat karibnya itu. Albar juga terus berkirim pesan dan selalu menghubungi Aliffa calon istrinya. Ia juga terus bersandiwara. Kalau seluruh keluarganya antusias untuk mempersiapkan pernikahan mereka.

Sesekali Albar menangis saat ia berbicara di telepon dengan Aliffa. Sebisa mungkin ia menyembunyikan perihal kesedihannya. Ia ingin Aliffa tetap baik - baik saja. Dan bahagia hingga hari sakral itu tiba.

Dua minggu lebih menjelang pernikahan Albar dan Aliffa. Sang kakak Nadia menghubungi Rayyen. Ia menuruti keinginan Albar. Perihal apa yang di inginkannya pada Rayyen. Albar juga sudah memberitahu Nadia, dan meminta restu pada kakanya itu. "Anggap saja ini keinginan terakhirku Kak!" ucap Albar manja Nadia mengingat.

"Halo Rayy! Bisakah kamu ke rumah sakit sekarang! Adikku Albar ingin bertemu denganmu. Kondisinya saat ini semakin memburuk ..." Nadia terisak berbicara pada Rayyen.

Mendengarnya hati Rayyen rasanya bergemuruh. Ia juga ikut tertekan, perihal apa yang menimpa Albar. Tanpa pikir panjang Rayyen segera menemui Albar di rumah sakit. Semuanya berkumpul di sana. Ada daddy, momy, Nadia, dan dua anak yang masih balita Mario dan Keyren. Ialah keponakan Albar. Mereka tengah menunggu Albar melakukan kemoterapi.

Raut wajah semuanya terlihat sangat muram. Tak ada canda tawa di sana. Hanya suasana pilu mendalam.

"Hai kalian apa kabar?" sapa Rayyen pada dua bocah itu.

"Aa, ai Oo- om layyen. Cami bayyik," sahut Keyren yang memang masih belum terlalu fasih berbicara. Usianya baru 2 setengah tahun. Rayyen tertawa kecil mendengarnya. Lalu mengusap - ngusap rambutnya. Hanya 2 balita itu kini, penyemangat hidup daddy dan momy Albar. Rayyen menghampiri kedua orang tua itu. "Bagaimana kabar Om?" sapa Rayyen santun.

Om Matthew membuang nafas kasar. Ia tertunduk tak bersemangat. "Seperti yang kamu lihat Rayy, kami di sini tengah berduka," sahutnya datar.

"Sabar Om ..." timpal Rayyen bijak. Ia berusaha mencairkan suasana hati om Matthew yang terlihat sangat terpukul.

"Andai saja waktu dulu Om lebih memperhatikan Albar. Mungkin anak itu tidak akan seperti ini. Semuanya tidak akan terjadi, semua ini salah Om!" ujarnya menyesali diri. Om Matthew begitu merasa bersalah atas tindakannya dulu. Ia terlalu sibuk dengan bisnisnya. Hingga ia melupakan kewajibannya sebagai figur seorang ayah, yang harus ada memperhatikan tumbuh kembang putranya.

"Mungkin semuanya belum terlambat Om," Rayyen mencoba menengahi agar om Matthew tidak berputus asa.

"Percuma Rayy! Om rasa semuanya sudah terlambat. Albar sakit keras. Dan 2 minggu lagi dia akan menikah. Tapi keadaanya semakin tidak memungkinkan seperti sekarang," jelas om Matthew dengan tatapan berkaca - kaca.

"Aku tahu ini semua mungkin terasa sangat berat Om! Kita berdo'a saja semoga ada keajaiban," harap Rayyen menatap lelaki tua itu nanar.

"Ya, kami semua tidak berhenti berharap. Andai harus ikhlas, mungkin Om harus mengikhlaskannya. Tapi yang paling membuat Om sedih, Om merasa tidak bisa memberikan kebahagiaan yang pantas pada Albar, hingga di penghujung hidupnya." Om Matthew tertunduk, air mata yang sedari tadi di tahannya, kini mengalir deras di wajahnya yang penuh guratan.

Dokter datang menghampiri mereka. Kebetulan sang Dokter masih berasal dari Indonesia. Dan masih mempunyai hubungan kerabat dengan keluarga Albar.

"Syukur kalian semua berada di sini," jelas Dokter dengan menatap semua prihatin.

"Kami sudah melakukan kemo, pada pasien. Dan kini pasien sudah sadar. Tapi dia harus butuh banyak istirahat. Tadi dia berpesan, ingin menemui Rayyen sahabatnya. Adakah yang bernama Rayyen di antara kalian?" jabar sang Dokter lagi sekaligus bertanya.

"Saya Dok!" jawab Rayyen lantang.

Dokter mengalihkan pandangannya pada Rayyen. "Kamu bisa menemuinya sekarang! Dari tadi pasien sangat gelisah. Ingin bertemu dengan anda. Saya harap setelah bertemu denganmu dia akan sedikit lebih tenang," timpal Dokter lagi. Rayyen menatap mommy dan om Matthew seolah meminta izin. Sang mommy hanya menganggukkan kepalanya pada Rayyen sambil terus menangis. Pertanda ia mengizinkan.

Rayyen membuka pintu ruangan itu perlahan. Tampak sang sahabat terbaring lemah di penuhi dengan selang, di beberapa bagian anggota tubuhnya. Dan juga selang oksigen yang menempel di kedua lubang hidungnya. Sehelai rambutnya pun, kini sudah tak terlihat lagi. Tatapan matanya tampak sangat sayu. Ia menyunggingkan senyum ceria, ke arah Rayyen yang melangkah gontai untuk menghampirinya.

"Aku sudah menduganya. Kamu akan datang Rayy ..." sapa Albar lemah. Rayyen tertunduk, menghempaskan tubuhnya ke kursi yang ada di samping pembaringan Albar. Ia tak sanggup kalau harus lama - lama memandangi Albar dalam kondisi sekarang. Berulangkali Rayyen menahan salivanya. Lidahnya kelu untuk berkata.

"Bagaimana, apa kamu sudah membuka buku yang ku berikan untukmu?" tanya Albar ingin tahu.

Rayyen mengernyit dan menggeleng, "belum sama sekali."

Raut wajah Albar kecewa mendengarnya. Ia pikir Rayyen akan membaca buku itu di sela - sela kesibukannya.

"Maaf!" sambung Rayyen singkat.

Albar tersenyum smirk, "kamu tidak perlu minta maaf Rayy! Aku tahu kamu sibuk. Mungkin juga tidak terlalu penting bagimu bukan?!"

"Aku hanya..." sahut Albar terputus. "Aku hanya belum siap Al!"

"Ya! Memang begitu faktanya. Orang gila mana yang mau menikahi calon istri sahabatnya, sedangkan ia tidak pernah sama sekali mengenalnya," Albar insecure.

Rayyen mendongak menatap Albar, "ku mohon mengertilah Al! Aku, aku masih butuh waktu."

Albar menarik nafas, "entah sampai kapan Al? Pernikahanku tinggal menghitung hari. Tidak bisakah kamu mengerti betapa pentingnya ini bagi hidupku?! Tidak bisakah kamu menghargai persahabatan kita yang telah bertahun-tahun lamanya? Anggap saja ini pengorbanan terakhirmu untukku, cintai dia, nikahi dia! Hanya kamu lelaki yang pantas untuknya. Aku sudah sangat - sangat mengenalmu Rayy, kamu lelaki terbaik. Kamu sahabat baikku."

Rayyen membuang nafas kasar. Ia menatap Albar lebih dalam. Sungguh sangat berat bagiku semua ini. Tapi melihat keadaanmu seperti ini. Semakin hari semakin melemah saja rasanya aku...

"Please Rayy ... biarkan aku pergi dengan tenang. Setelah ini aku janji takkan mengganggu hidupmu lagi," Albar terus berupaya memelas.

"Tapi, apa kamu benar - benar ikhlas menyerahkan Aliffa padaku?" tanya Rayyen sungguh - sungguh.

Albar mengangguk penuh harap.

"Oke! Baiklah kalau begitu, aku akan maju. Kamu tahu bukan, kalau tekadku sudah bulat, aku takkan mundur lagi," tegas Rayyen serius. Ia akhirnya menyetujui untuk menikahi Aliffa.

"Janji?" Albar meragukan.

Rayyen mengangguk cepat, "janji Al!"

"Kalau kamu menolaknya lagi, maka ketika aku tiada aku akan mengahabtuimu," guyon Albar bercanda.

Seketika gelak tawa pecah dari keduanya menggema di ruangan itu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos, Istri Anda Minta Cerai
9.1
Enam tahun Sella Wisara terjebak dalam pernikahan pilu sebelum Wildan Bramantio mengusirnya demi kembalinya Aisha. Tanpa ragu, Sella menyetujui perceraian itu dan pergi tanpa air mata. Namun, Wildan justru murka saat melihat mantan istrinya bahagia di pelukan pria lain tak lama kemudian. Meski dihina, Sella dengan tegas menolak campur tangan Wildan atas hidupnya. Melihat tatapan lembut Sella untuk pria baru, akal sehat Wildan pun seketika runtuh terbakar cemburu.
Sampul Novel Dinikahi Berondong Bucin
8.1
Mentari Harsaya, janda cantik yang sering digunjingkan, terus dikejar oleh Ranggi, pemilik kafe muda yang pantang menyerah. Meski lelah menolak, Mentari akhirnya menerima Ranggi dengan asumsi pria itu akan segera bosan. Namun, pengabdian Ranggi yang tulus perlahan meluluhkan hatinya. Di tengah kebahagiaan, sebuah rahasia masa lalu muncul mengancam keutuhan pernikahan mereka. Mampukah cinta mereka bertahan menghadapi ujian yang begitu hebat?
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia adalah gadis konyol berhati tulus yang jatuh hati pada Steven Grellyn, pemuda sedingin es yang selalu mengabaikannya. Meski sering ditolak, kegigihan Relva perlahan meruntuhkan benteng pertahanan Steven yang awalnya enggan menjalin hubungan. Kisah ini bukan sekadar romansa, melainkan perjuangan emosional penuh liku dan air mata demi masa depan. Keduanya harus mengorbankan ego demi cinta yang mampu mencairkan kebekuan hati dan mengubah hidup mereka.
Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Pasca lulus sekolah, masa depan Kiara hancur saat terpaksa menjadi istri ketiga CEO bernama Andra. Awalnya Andra hanya menginginkan keturunan, namun kini ia menuntut pengabdian utuh Kiara sebagai istri. Di tengah gejolak gairah yang menyiksa, Mimi sang istri pertama merasa terancam dan berupaya memisahkan mereka. Mimi memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya saat Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka bertahan atau kandas?
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Kehidupan Ariel dipenuhi cemoohan karena statusnya sebagai anak dari hubungan gelap. Meski menyandang nama besar sang ayah, ia tetap dianggap sebagai noda hitam yang tak termaafkan. Di tengah penderitaan itu, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan, seorang miliarder sempurna yang memiliki dunia berbeda. Akankah Shawn mampu menjadi pelindung bagi Ariel dan menjaganya dari hinaan dunia? Ikuti perjuangan cinta mereka yang penuh tantangan dan perbedaan kasta.
Sampul Novel Lovers
8.9
Pertemuan tak terduga di kelab malam saat tahun baru menjadi awal kisah Ryan Bagaskara dan Kanaya Putri Soemardi. Meski Kanaya tak sengaja mengotori bajunya, Ryan justru jatuh hati pada pandangan pertama. Namun, hubungan mereka terhalang tembok besar karena ayah Kanaya berniat menjodohkan putrinya dengan Gilang Witjaksono. Situasi kian rumit sebab Gilang, anak pejabat negara itu, ternyata masih kerabat Ryan. Ryan kini harus berjuang demi cinta di tengah restu yang sulit didapat.